Author: Mohammad Sani Suprayogi

  • Selamat Berpuasa, Jadilah Yang Lebih Baik

     

    Alhamdulillah..

    Bulan Ramadhan telah tiba, tidak terasa sudah setahun terlewati.

    Mari kita awali dengan niat yang baik supaya bisa menjadi manusia yang lebih baik.

    Selamat berpuasa.

  • ProtonMail Layanan Email Anti Sadap

     

    ProtonMail

    Ceritanya ketika sedang browsing Hacker News, saya melihat ada judul yang menarik, yaitu ada semacam riset bersama antara CERN dan MIT untuk membuat sebuah layanan email yang anti sadap, bahkan oleh NSA sekalipun. Kebetulan saja saat itu sedang ramai membahas mengenai kecurigaan terhadap NSA akan kegiatannya memata-matai seseorang melalui berbagai layanan Internet seperti email dan social media. Pada artikel itu dijelaskan, proyek yang dibuat bernama ProtonMail yang berlokasi di Swiss. Menurut saya ini menarik karena selama ini Swiss dikenal memiliki aturan mengenai perlindungan data yang ampuh, bagaimana jadinya jika ini dikombinasikan dengan layanan email? Tentunya akan meningkatkan keamanan.

    Dulu saya pernah menulis artikel mengenai penggunaan enkripsi PGP pada Gmail, hanya saja tool yang harus diinstall sudah tidak dikembangkan lagi oleh developernya, sehingga tidak disarankan jika masih menggunakan acuan dari artikel saya tadi. Padahal, pada artikel itu saya jelaskan mengenai kemudahan menggunakan enkripsi PGP pada email, karena selama ini untuk menggunakan teknik enkripsi itu, bagi orang awam akan mengalami kebingungan. Bagaimana tidak? Kita harus mempunya secret key yang nantinya akan digunakan untuk membuka kunci dan lain sebagainya. Ribet lah pokoknya.. Nah, di artikel itu sebetulnya sangat memudahkan namun sayang, tools sudah discontinued.

    ProtonMail

    Perlu diketahui bahwa layanan ini masih berada dalam tahap beta, kemudian untuk register akun hanya disediakan berupa invitation dan waiting list, kebetulan saja saya sudah disetujui oleh ProtonMail sebagai pengguna awal dan bisa ngetag nama email yang bagus hahaha.. *pamer. Jadi jika ingin mencoba, sebaiknya segera mendaftar pada form yang disediakan dan tunggu hingga nanti mendapatkan balasan. Sebagai informasi, saya menunggu sekitar 1 bulan untuk mendapatkan akses, semoga Anda bisa mendapatkan lebih cepat dari saya.

    Ketika sudah mendapatkan approval, maka nanti Anda akan diminta untuk melakukan konfigurasi pada akun ProtonMail dengan mengeset username, password, dan decrypt password. Ternyata ProtonMail menerapkan pengamanan ganda terhadap inbox. Pengamanan pertama sama seperti layanan email pada umumnya, yaitu hanya memasukkan username dan password. Pengamanan selanjutnya adalah kita nanti akan diminta memasukkan decrypt password untuk membuka inbox. Hal ini dilakukan karena ProtonMail menjamin bahwa mereka tidak dapat mengakses inbox pengguna, selain itu inbox juga dienkrip sehingga diberikan decrypt password untuk mengakses inbox.

    Password yang digunakan untuk membuka inbox setelah berhasil login
    Password yang digunakan untuk membuka inbox setelah berhasil login

    Setelah memasukkan decrypt password maka kita akan dibawa ke dalam inbox. Tampilannya masih sangat sederhana, mengingatkan saya pada inbox Yahoo! Mail pada saat awal-awal kemunculannya dulu, fitur yang tersedia juga standar. Pada bagian kiri bawah nanti akan ada statistik penggunaan, rupanya dalam tahap beta ini semua pengguna diberikan batasan. Mungkin hal ini karena ProtonMail masih dalam tahap Beta.

    User masih dibatasi penggunaannya
    User masih dibatasi penggunaannya

    Mengirim Email Terenkripsi

    Pada dasarnya ketika kita mengirim email antar sesama pengguna ProtonMail, maka email kita akan secara otomatis terenkripsi. Namun bagaimana jika berasa dari pengguna selain ProtonMail? Misalnya dari Gmail atau Yahoo?

    ProtonMail memiliki kebijakan yakni jika dikirimi email dari pengguna selain ProtonMail, maka email yang masuk secara otomatis statusnya tidak terenkripsi, karena memang mereka mengirimnya tidak pakai enkripsi, nah kemudian jika gantian kita yang akan mengirim maka akan ada dua pilihan. Mau dikirim biasa, atau pakai enkripsi? Jika dikirim biasa (tanpa enkripsi) maka ya akan kirim email biasa seperti pada umumnya. Tapi jika mau kirim email menggunakan fitur enkripsi, ProtonMail menyediakan fitur “Encrypt for Outside Users”. Nantinya kita akan mencetang pilihan ini saat akan mengirim email, kemudian mengeset password, dan sudah! Semudah itu saja dan kita dapat mengirim email terenkripsi.

    Fitur untuk mengirimkan email terenkripsi pada akun email selain ProtonMail
    Fitur untuk mengirimkan email terenkripsi pada akun email selain ProtonMail

    Setelah email berhasil dikirim, maka nanti penerima akan mendapatkan email dari kita yang berisi url yang harus diklik untuk membaca pesan yang kita kirim. Nantinya saat penerima membuka url yang dimaksud, akan diminta memasukkan email dan barulah isi pesan yang dikirimkan dapat dibaca. Pesan terenkripsi ini dapat kita atur expired date-nya sehingga cukup efektif untuk melindungi isi pesan yang kita kirim.

    Penerima harus memasukkan password untuk membuka email yang dikirim
    Penerima harus memasukkan password untuk membuka email yang dikirim
    Tampilan setelah memasukkan decrypt password
    Tampilan setelah memasukkan decrypt password

    Yak, segitu dulu review dari ProtonMail. Saat ini memang belum saya gunakan sebagai email utama, tapi ini bisa menjadi solusi bagi beberapa dokumen yang harus saya kirimkan secara rahasia. Saya teringat pada sebuah pepatah, yaitu jangan percayakan data kepada perusahaan iklan. Google adalah perusahaan yang bergantung pada iklan.

  • Lingkungan Bebas Klakson

    184961339

    Kendaraan bermotor memungkinkan seseorang untuk dapat berpindah tempat secara cepat, dengan begitu kita dapat menghemat banyak waktu untuk melakukan hal lain. Namun demikian dibutuhkan pengendara yang bijak untuk menjalankan kendaraan tersebut supaya tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Gangguan dalam perjalanan dapat bermacam-macam, tidak hanya yang berupa gangguan fisik seperti benturan antar kendaraan, tapi juga yang bersifat non fisik seperti suara klakson.

    Klakson? Iya, klakson. Saya termasuk pengendara yang termasuk terganggu dengan suara klakson yang dibunyikan oleh pengendara lain. Bunyi klakson yang saya maksud itu adalah klakson yang dibunyikan tidak pada tempatnya, atau klakson ngasal yang sebetulnya tidak usah membunyikan klakson pun bisa. Seperti apa sih? Misalnya :

    • Klakson ketika lampu traffic light baru saja ganti jadi hijau (mabur wae dab!)
    • Klakson panjang ketika berpapasan atau ketemu di persimpangan (maunya minta jalan?)
    • Klakson ketika ngebut (ngebut kok di jalan ramai)

    Untunglah saya tinggal di Tlogosari, Semarang. Jika saya perhatikan, lingkungan yang saya tempati ini cukup menyenangkan, sebagian besar pengendara sepeda motor jarang membunyikan klakson. Bila berpapasan di persimpangan, biasanya lebih memilih untuk melambatkan kendaraan untuk memberikan kesempatan pada pengendara lain. Namun bila diperhatikan, sebetulnya mereka pengendara itu termasuk pengendara yang gesit, karena bisa tau kapan harus berhenti dan tau kapan mereka diberi jalan oleh orang lain.

    Suasana hati yang baik akan membuat hari yang baik juga. Buatlah pagi hari saat berangkat ke kantor dengan perasaan senang, biasanya nanti dalam sehari itu kita akan merasa senang. Jangan dirusak hanya gara-gara suara klakson.

    Ah, mungkin hanya saya saja yang terlalu banyak mikir aja..

    a3Y6Yzr_700b

  • Intinya Sih Harus Memilih

    apqwML5_700b

    Sudah bisa diduga, pilpres 2014 kali ini bakalan lebih sengit dibandingkan saat pilgub DKI. Bukan hanya persaingan antar capresnya, melainkan dari pendukung yang saling beradu argumen, pendapat, sampai cercaan. Media juga membuat persaingan ini menjadi lebih sengit dengan memberitakan setiap berita dengan kurang berimbang. Kok bisa kurang berimbang? Ini subjektif sih, hanya pemikiran saya sendiri. Namun setiap saya mengakses berita dari semua media tertentu maka biasanya media tersebut cenderung berpihak pada salah satu calon.

    Sekarang keriuhan tidak hanya berada di sektor media massa, namun juga sudah bergeser ke ranah social media. Lihat saja status-status yang bertebaran di Twitter dan Facebook, seakan-akan sudah membuat beberapa orang menjadi analis politik handal lengkap dengan menyajikan data untuk mendukung argumentasinya. Imbasnya, ketika argumen itu tidak diterima dengan pihak lain, maka akan terjadi perang yang sering disebut dengan twitwar. Black campaign, kampanye gelap, kampanye hitam. Istilah ini mulai digunakan sekarang, dulu-dulu istilah ini nggak pernah muncul di permukaan. Apakah baru kali ini saja kegiatan itu ada? Nggak juga, mungkin dulu kita nggak familiar dengan istilah kampanye gelap.

    Indonesia memang masih gagap untuk menerjemahkan demokrasi, kita terlalu lama hidup di jaman pemerintahan yang tertutup hingga 32 tahun, ditambah orde reformasi yang ternyata berjalan tidak sesuai dengan harapan. Pejabat pengganti akan berlaku sama dengan pendahulunya, orang-orang yang diawal bersahabat akan bertikai di akhir periode. Itulah politik. Tapi bukan berarti kita lalu mengabaikan politik, karena secuek-cueknya orang, paling berbahaya ketika kita sudah cuek dengan politik. Karena kita sama saja cuek dengan harga kedelai yang mahal, impor sembako yang tinggi, dan harga BBM yang menjulang. Ingat semua itu dikendalikan oleh politik, bukan ahli ekonomi.

    Akhirnya, kita harus memilih. Bukan memilih untuk tidak memilih, tapi memilih diantara yang bisa dipilih.

  • Gunung Sangeang VS Pilpres 2014

    521px-Indonesia_-_Sangeang_Api

    Saya baru menyadari jika tanggal 30 Mei 2014 lalu ada salah satu gunung merapi di Indonesia meletus, namanya Sangeang Api, gunung yang saya baru tau jika lokasinya berada di wilayah NTB. Saya juga menyadari jika berita mengenai letusan gunung Sangeang ini hanya sebatas di running text sebuah acara berita di sebuah televisi swasta yang pada saat bersamaan sedang menayangkan riuhnya KPU saat masing-masing capres dan cawapres datang untuk mengambil nomor urut.

    Sangeang Api sedang kurang beruntung, dia meletus saat perhatian hampir semua rakyat Indonesia beserta perangkat pemerintahnya sedang fokus ke acara fenomenal 5 tahunan sekali yang bernama Pilpres. Bahkan media yang biasanya gencar memberitakan letusan gunung Merapi juga tidak ada suaranya kali ini. Selain timing letusan kurang tepat, lokasinya juga tidak di pulau Jawa. Maklum, Sangeang Api merupakan gunung berapi aktif di kompleks pulau Sangeang di Indonesia. Ini terdiri dari dua kerucut vulkanik, Doro Api 1.949 meter (6.394 kaki) dan Doro Mantoi 1.795 m (5.889 ft) [cite]http://id.wikipedia.org/wiki/Sangeang_Api[/cite].

    Padahal efek dari letusan Sangeang cukup fenomenal, tercatat beberapa penerbangan harus dibatalkan akibat abu vulkanik yang keluar dari Sangeang [cite]http://www.tribunnews.com/regional/2014/05/31/13-pesawat-batal-terbang-akibat-letusan-gunung-sangeang[/cite] [cite]http://bisnis.liputan6.com/read/2057150/lima-penerbangan-dibatalkan-garuda-indonesia-minta-maaf[/cite], bandara Bima ditutup [cite]http://www.antaranews.com/berita/436699/bandara-bima-ditutup-terkait-erupsi-gunung-sangeang[/cite]. Bahkan abu vulkanik juga berhembus sampai ke Australia [cite]http://www.tempo.co/read/news/2014/05/31/120581476/Abu-Gunung-Sangeang-Api-Sampai-ke-Australia[/cite] [cite]http://news.liputan6.com/read/2057309/abu-gunung-sangeang-api-selimuti-kota-perth-australia[/cite]. Bahkan pada tanggal 31 Mei 2014, [cite]http://www.sbs.com.au/news/article/2014/05/31/ash-grounds-flights-darwin-bali[/cite] menulis beberapa penerbangan dari Melbourne dan Adelaide menuju Bali harus dibatalkan.

    Mudah-mudahan, setelah ini semua perhatian dapat beralih ke Sangeang, sebuah bencana yang nyata dan mendesak untuk mendapatkan perhatian lebih dari siapapun. Semoga.

     

  • Menyusuri Gunung Everest Secara Virtual

    Dulu waktu masih muda… ((((muda))))) Saya menyukai kegiatan yang berhubungan dengan alam, salah satunya hiking, trekking, dan tentunya naik gunung. Entah kenapa saya nggak begitu suka datang ke pantai, alasannya sih wagu karena bikin basah hihihi… Sekarang? saya masih suka melihat pemandangan gunung dan hutan, tapi kalo disuruh manjat lagi, mungkin pikir-pikir dulu ya. Faktor umur sih yaaa…

    Sekarang, dengan kecanggihan teknologi ternyata kita bisa merasakan, atau setidaknya sedikit mengalami sensasi memanjat gunung Everest. Gunung yang dijadikan kiblat bagi hampir semua pemanjat gunung professional ini masih sangat menantang untuk ditaklukan. Selain lokasinya jauh dari Indonesia, kondisi alam yang ekstrem juga membuat gunung ini semakin menarik. Perlu banyak persiapan untuk bisa memanjat kesana, tidak hanya persiapan peralatan tapi persiapan mental dan memahami cuaca juga perlu dilakukan. Sudah cukup banyak korban jatuh akibat terjebak longsor yang terjadi di gunung Everest.

    mount-everest

     

    Skrinsyut diatas adalah website yang dibangun oleh [cite]http://everestavalanchetragedy.com/[/cite] untuk mengenang atas kejadian longsor yang menimpa 13 Sherpa (pemandu) pada tanggal 18 April lalu [cite]http://en.wikipedia.org/wiki/2014_Mount_Everest_avalanche[/cite]. Website ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bahwa naik gunung Everest itu cukup menantang, dan juga diberikan informasi lokasi longsor yang menewaskan 13 Sherpa tersebut. Website ini dibangun dengan sangat bagus dan interaktif, kita bisa seakan-akan naik gunung dan nanti pas sudah sampai di puncak, kita bisa melihat ke berbagai arah untuk merasakan sensasi di puncak gunung. Selain itu, juga ada efek suara angin yang membuat perjalanan kita semakin syahdu.

    ((((syahdu))))

    Silakan buka halaman ini untuk naik gunung Everest.

  • Layanan Tanpa Password?

    465789863

    Sesaat setelah saya selesai menulis postingan mengenai multi-factor authentication, saya terpikir apakah ini merupakan solusi terbaik dalam hal pengamanan akun. Pengamanan yang lebih keren disebut dengan two-step verification ini bermaksud untuk melindungi seseorang ketika dia kehilangan password karena dibajak, sehingga jika pembajak itu berusaha untuk melakukan login menggunakan password curian, maka dia tidak akan berhasil karena dia harus memasukkan kode tambahan yang akan digenerate secara otomatis melalui perangkat pengaman tambahan.

    Saya sempat tercenung dengan komentar mas Didut, “Bagaimana jika lupa password?”. Saat itu saya belum terpikir dalam sisi lain, jadi saya menanggapinya dengan biasa saja. Tapi kemudian saya mencoba berpikir dari sisi yang lain lagi, betul juga.. Pengamanan ini berlaku jika si pengguna masih ingat passwordnya.

    Selama ini kita selalu meneliti cara untuk mengamankan password. Mulai dengan menggunakan enkripsi dengan berbagai macam metode, hingga yang terbaru adalah ya multi-factor authentication ini. Tapi tetap saja, hal yang dilindungi adalah passwordnya, bukan layanannya. Padahal apa sih password itu? Itu khan hanya semacam sederet karakter yang disimpan ke sistem, kemudian pengguna harus menghapalkan setiap akan menggunakan layanan. Padahal lagi, masalah utama manusia adalah menghapal, sampai-sampai kita harus membuatkan layanan “Lupa Password” untuk membantu saat memang lupa passwordnya. Mengenai two-step verification, saya rasa juga bakalan sama saja, bahkan [cite]http://www.citeworld.com/article/2115319/mobile-byod/two-step-verification-sucks.html[/cite] sempat menulis bahwa two-step verification itu terlalu ribet bagi pengguna kebanyakan.

    Trus gimana dong?

    Bagaimana jika kita mulai tidak mewajibkan password? Nggak perlulah membuat layanan dengan mewajibkan si user membuat password yang kemudian suatu saat akan dia lupakan sendiri. Ide sederhana ini diimplementasikan oleh [cite]http://blog.shopittome.com/2014/05/29/bye-bye-passwords/[/cite] yang membuat aplikasi iPhone untuk toko onlinenya tanpa menggunakan password.

    Cara kerjanya cukup sederhana, pengguna yang akan mendaftar hanya perlu memasukkan nama dan alamat email saja. Selanjutnya bila pengguna akan mengakses layanan, cukup memasukkan email saja dan kemudian mengecek inbox untuk mendapatkan alamat url unik yang digunakan untuk mengakses layanan. Alamat url itu hanya bisa digunakan sekali waktu saja hingga user logout, jadi lebih memanfaatkan fungsi session untuk mengatur waktu akses pengguna.

    Tentunya hal ini masih berupa ide awal saja. Tapi menurut saya layak untuk dipertimbangkan supaya nantinya kita akan menemukan solusi terbaik dalam hal pengamanan layanan. Pengguna juga semakin nyaman untuk menggunakan layanan yang kita tawarkan, tanpa harus repot mengingat password untuk mengakses layanan kita.

    Gambar diambil dari GettyImages.

  • So Long, MetroTwit

    metrotwit

    Iya, saya baru tau jika MetroTwit sudah discontinued [cite]http://www.metrotwit.com/2014/03/sunsetting-metrotwit-all-good-things-must-come-to-an-end/[/cite] ketika berencana mau install lagi di laptop. Alasannya juga sebetulnya bukan barang baru. Apalagi jika bukan pembatasan API Twitter? [cite]https://blog.twitter.com/2012/changes-coming-to-twitter-api[/cite] Cukup disayangkan memang, karena aplikasi ini termasuk salah satu aplikasi yang menurut saya keren. Twitter juga tidak bisa disalahkan seluruhnya, karena pada dasarnya siapapun yang menggunakan API maka harus tunduk kepada semua syarat yang berlaku.

    Saya adalah pengguna MetroTwit semenjak awal kemunculannya sekitar tahun 2010, saat itu MetroTwit menawarkan tampilan yang futuristik mengikuti trend Metro Style yang diluncurkan oleh Microsoft [cite]http://en.wikipedia.org/wiki/Metro_(design_language)[/cite]. Selain itu, performa MetroTwit yang responsive dan terkesan bat-bet membuat saya terpesona sejak pada pandangan pertama. Harap maklum, tahun 2010 itu penyedia Twitter client belum sebanyak sekarang.

    MetroTwit sejatinya adalah aplikasi gratis, tapi juga menawarkan premium key untuk menghapus iklan yang menempel. Istilahnya jadi freemium kali ya? Nah, karena saya menyukai aplikasi ini, maka saya sempat membeli key yang harganya saat itu $14,95 AUD dan bisa digunakan pada semua pc. Jadi MetroTwit menjual key tapi membebaskan pembelinya untuk install di berapapun pc yang ada. Jika model jualan seperti ini diterapkan perusahaan di Indonesia, mungkin baru seminggu langsung tutup tokonya hihihi…

    So long, MetroTwit.

    Gambar diambil dari [cite]http://windowsitpro.com/windows/metrotwit-becomes-latest-twitter-token-casualty[/cite].

  • Bingung Memilih? Coba Bandingkan dengan Versus

    versusdotcom

    Layanan ini sudah pernah saya ulas pada akhir tahun 2012, saat itu Versus masih berupa versi Beta dan bernama VersusIO, selain itu VersusIO baru mampu untuk membandingkan ponsel saja. Sekarang, VersusIO sudah berubah nama menjadi Versus dengan alamat di versus.com. Layanan yang diberikan sudah berkembang, tidak hanya sekedar membandingkan ponsel saja, namun sudah mampu membandingkan perangkat gadget lain (headphone, game console, VGA card), kota, hingga membandingkan universitas. Sungguh luar biasa perkembangan Versus selama 2 tahun terakhir ini.

    Versus merupakan implementasi kecerdasan komputer yang mampu memberikan analisis, hasil, atau kesimpulan yang dapat dimengerti secara mudah oleh manusia, kemudian dapat membantunya untuk menentukan pilihan. Ilmu seperti ini, bila diajarkan pada perkuliahan biasanya akan bernama mata kuliah Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) / Decision Support System (DSS). Tujuan kita menggunakan komputer adalah supaya mempermudah hidup, bukan malah menyulitkan hidup apalagi sampai hidup kita memiliki ketergantungan terhadap komputer. Manusia adalah pengendali komputer, bukan sebaliknya.

    Bila Anda belum pernah menggunakan Versus, saya sarankan untuk segera mencobanya kemudian rasakan kecerdasannya. Versus tidak hanya sekedar menyajikan data perbedaan antara perangkat yang dibandingkan, tapi juga memberikan kesimpulan bahwa perbedaan itu berpengaruh terhadap sesuatu hal. Pertanyaannya, siapakah yang menulis kesimpulan itu? Apakah administratornya? Tentunya selo sekali jika si admin yang menulis. Semua kesimpulan itu merupakan hasil dari analisis yang berasal dari pengolahan data oleh algoritma DSS yang ditanamkan pada sistem Versus. Jadi biarlah tampilan Versus itu simpel dan sederhana, tapi jika dibayangkan proses dibaliknya, pasti kata sederhana akan menjadi tidak sederhana lagi.

    Sesuai dengan prinsip ilmu DSS [cite]http://en.wikipedia.org/wiki/Decision_support_system[/cite], bahwa sejatinya komputer berposisi sebagai alat yang hanya membantu manusia untuk menentukan pilihan hidupnya. Versus juga berlaku demikian, layanan ini tidak kemudian memberikan kesimpulan bahwa produk A lebih baik dari produk B. Versus menyajikan data dengan kesimpulan yang mudah dimengerti oleh manusia yang kemudian akan membantu manusia menentukan pilihannya. Jadi, bukan Versus yang menentukan yang terbaik, tetap di akhirnya, si manusianya yang akan menentukan pilihannya.

    Jadi, jangan coba-coba untuk menentukan pilihan jodoh menggunakan Versus ya, apalagi kalo pacar aja belum punya, gimana bisa menentukan pilihan? Cari pacar dulu woy!