Lingkungan Bebas Klakson

184961339

Kendaraan bermotor memungkinkan seseorang untuk dapat berpindah tempat secara cepat, dengan begitu kita dapat menghemat banyak waktu untuk melakukan hal lain. Namun demikian dibutuhkan pengendara yang bijak untuk menjalankan kendaraan tersebut supaya tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Gangguan dalam perjalanan dapat bermacam-macam, tidak hanya yang berupa gangguan fisik seperti benturan antar kendaraan, tapi juga yang bersifat non fisik seperti suara klakson.

Klakson? Iya, klakson. Saya termasuk pengendara yang termasuk terganggu dengan suara klakson yang dibunyikan oleh pengendara lain. Bunyi klakson yang saya maksud itu adalah klakson yang dibunyikan tidak pada tempatnya, atau klakson ngasal yang sebetulnya tidak usah membunyikan klakson pun bisa. Seperti apa sih? Misalnya :

  • Klakson ketika lampu traffic light baru saja ganti jadi hijau (mabur wae dab!)
  • Klakson panjang ketika berpapasan atau ketemu di persimpangan (maunya minta jalan?)
  • Klakson ketika ngebut (ngebut kok di jalan ramai)

Untunglah saya tinggal di Tlogosari, Semarang. Jika saya perhatikan, lingkungan yang saya tempati ini cukup menyenangkan, sebagian besar pengendara sepeda motor jarang membunyikan klakson. Bila berpapasan di persimpangan, biasanya lebih memilih untuk melambatkan kendaraan untuk memberikan kesempatan pada pengendara lain. Namun bila diperhatikan, sebetulnya mereka pengendara itu termasuk pengendara yang gesit, karena bisa tau kapan harus berhenti dan tau kapan mereka diberi jalan oleh orang lain.

Suasana hati yang baik akan membuat hari yang baik juga. Buatlah pagi hari saat berangkat ke kantor dengan perasaan senang, biasanya nanti dalam sehari itu kita akan merasa senang. Jangan dirusak hanya gara-gara suara klakson.

Ah, mungkin hanya saya saja yang terlalu banyak mikir aja..

a3Y6Yzr_700b

Leave a Reply