Author: Mohammad Sani Suprayogi

  • Selamat 9 Tahun Loenpia.Net

    10628922_10204128631112459_2603926942216454951_o

    Ah, ini merupakan postingan yang terlambat. Bagaimana tidak, hari ulang tahun Loenpia.Net yang jatuh pada 15 Oktober lalu, postingannya malah baru ditulis sekarang. Tanpa terasa usia Loenpia.Net sudah 9 tahun, waktu yang panjang dan dewasa untuk sebuah komunitas. Ah bukan, Loenpia.Net bukan lagi sekedar komunitas, tapi sudah menjadi bagian keluarga setiap membernya.

    Iya, itu yang saya rasakan. Komunitas ini sudah melalui berbagai macam kondisi dan secara tidak langsung sudah menempa semua membernya untuk semakin dewasa. Kopdar masih ada, tapi yang dibahas sekarang sudah mulai berubah.. Tidak hanya sekedar gojek kere, tapi sudah merambah masalah pernikahan dan perumahan hahaha…

    Ah.. kalian berubah :”).

  • Saya Jualan Tiket Lhoo…

    logoTiketMe

    Sudah hampir 2 tahun terakhir ini saya berbisnis berjualan tiket, sengaja belum saya publish secara luas karena memang selama itu sedang meraba pasar dan melakukan trial&error sistem tiket yang saya gunakan. Selama ini pemasaran hanya saya lakukan dengan sistem getok-tular, artinya ya memang hanya orang-orang di lingkaran saya saja yang tau bahwa saya selain dosen juga merangkap sebagai calo tiket hahaha….

    Pemilihan nama travel agent pengennya yang simpel dan mudah diingat, dari sekian banyak kandidat nama yang beredar, akhirnya saya memilih menggunakan nama Tiket.Me. Alasannya simpel, mudah diingat, dan langsung kelihatan saya itu jualan apa. Selain itu memang saya memposisikan diri sebagai personal travel agent, yang bisa direpotin kapan saja.

    Website sudah tayang dengan alamat yang sama, yaitu http://tiket.me. Kemudian logo juga sudah dibuat seperti yang terlihat pada awal tulisan ini. Itu saya pesan dari mahasiswa yang kebetulan jago desain, jadi yaaa.. itung-itung memanfaatkan mengkaryakan mahasiswa demi kemajuan bersama *halah*

    Akhirnya, setelah merasa sistem yang digunakan sudah oke, kemudian pasar juga semakin meluas. Saya publish juga layanan tiket ini di website. Yaaa.. tetap saja sih yang tau juga hanya Anda yang kebetulan membaca postingan saya ini. Siapa tau nanti sewaktu-waktu Anda melihat logo saya nempel di beberapa tempat, yakinlah.. ada saya dibalik logo itu.. *jeng-jeng-jeng*

     

  • Cloud Storage, Amankah?

    144635414

    Beberapa minggu terakhir ini, saya dikejutkan oleh berita bahwa iCloud berhasil ditembus oleh hacker yang mengakibatkan beberapa foto telenji milik artis-artis Hollywood tersebar ke Internet (wuhuuu~). Sebagai orang yang mempelajari cloud computing tentunya saya merasa terusik dengan pemberitaan ini, sekaligus bersemangat bahwa teknologi cloud computing ini masih perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Pertanyaannya sederhana, apakah menyimpan data di cloud itu aman?

    Jika kita mengacu pada pengertian cloud computing yang ditulis oleh Peter M. Mell dan Timothy Grance dari NIST pada tahun 2011 yang menyebutkan bahwa Cloud Computing merupakan pengembangan dari teknologi jaringan komputer yang bertujuan supaya mempermudah dan dinamis dalam pengelolaannya. Ketika menyebut bahwa iCloud jebol kemudian menyebutkan bahwa cloud computing itu tidak aman, saya rasa agak sedikit berlebihan. Memang benar keamanan iCloud sudah tembus dengan bukti beredar foto-foto itu di Internet, saya rasa Anda juga sudah melihatnya khan?

    iCloud merupakan contoh produk dari salah satu layanan cloud computing, yaitu layanan Software as a Service (SaaS) dimana kita sebagai pengguna cukup mendaftar kepada penyedia layanan kemudian kita pasrah kepada penyedia itu mengenai segala sesuatunya. Maksudnya, kita hanya dapat mengatur terbatas pada hak akses yang diberikan, yaitu berupa account. Nah, dengan akun ini kita dapat melakukan koneksi dengan perangkat iDevice kemudian upload apapun dari perangkat ke iCloud. Mengenai keamanan? Kita hanya bisa percaya kepada Apple bahwa mereka akan menjaga keamanan datanya.

    Jadi intinya, kita hanya mengandalkan modal kepercayaan saja.

    Apakah salah? Tentu saja tidak, modal ini juga kita gunakan di berbagai tempat, sebut saja DropBox, Google Drive, dan Microsoft OneDrive. Kita disini hanya berposisi sebagai pengguna yang sudah terlanjur setuju dengan User Agreement. Saran saya, coba baca kembali isi dari user agreement yang telah kita setujui, apakah penyedia layanan itu menjamin keamanan data yang kita simpan. Bandingkan antar penyedia layanan, pilih yang Anda percayai.

    Cloud computing merupakan teknologi yang masih muda dibandingkan dengan teknologi yang lain, jadi memang masih perlu banyak pengembangan. Tentunya kita jangan hanya menyerahkan segala sesuatunya kepada penyedia layanan, tapi tingkatkan pengamanan pada diri sendiri seperti memperhatikan masalah kekuatan password. Beredar info bahwa sebetulnya bukan iCloud yang jebol, melainkan akun dari masing-masing artis itu yang berhasil ditembus oleh hacker. Bila itu benar, maka sebetulnya kesalahan tidak hanya di pihak Apple saja, melainkan juga dari si artis itu sendiri.

     

  • Wisuda Itu Untuk Orangtua

    wisuda-s2

    Akhirnya, selesai juga kuliah 5 tahun untuk meraih gelar master. Iya tanggal 14 Agustus 2014 lalu, saya resmi diwisuda sebagai Master of Computer Science (M.Cs) di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada. Senang? Tentu saja, tapi saya justru lebih senang ketika melihat ekspresi kedua orangtua saya ketika saya menggunakan toga. Saya merasa bahwa mereka bangga kepada saya dan ditunjukkan dengan caranya masing-masing.

    Bagi saya, wisuda adalah akhir dari kuliah yang memakan waktu, tenaga, uang, dan pikiran. Rasanya senang saja bahwa saya tidak akan dikejar-kejar lagi oleh kampus untuk segera lulus, tidak lagi ditagih oleh bagian keuangan untuk selalu membayar SPP tiap semester. Namun, bagi kedua orangtua saya ini berbeda. Wisuda merupakan salah satu pencapaian bagi mereka yang mampu mengantarkan anaknya untuk mencapai jenjang pendidikan tertinggi.

    Saya pernah membaca pepatah, Wisuda itu bukan untukmu, tapi untuk orangtuamu. Pepatah ini benar adanya, membanggakan orangtua itu mudah, cukup selesaikan apa yang kita mulai.

  • Perang Cyber, Eh?

     

    56187580

    Saya perhatikan, sudah 3 minggu terakhir ini server saya mendapat banyak “serangan” yang jumlahnya terus meningkat. Alert dari firewall terus menjerit, log server juga semakin menumpuk ngasih tau ada yang mengakses di beberapa tempat yang tidak seharusnya. Awalnya sih saya rasa ini ya hanya masalah biasa saja, mungkin ini lagi masa liburan jadinya anak-anak newbie itu pada selo njajal peralatan baru, soalnya entah sengaja atau tidak blok ip address yang nembak server saya itu berasal dari tempat yang sama. Mungkin dia abis nembus ISP jadi bisa dapat ip public yang banyak hahaha.. Saya cuekin saja, hingga akhirnya pas malam lebaran kemarin, service database saya down.

    Njrit!

    Mungkin kalo ada yang memperhatikan tweet saya di malam lebaran itu, saya sempet bilang bahwa Tuhan bersama orang-orang yang masih bekerja di malam lebaran. Betul, Tuhan tidak akan meninggalkan umatnya selama dia masih mau mengingatnya. Walaupun sempat down sebentar, tapi untung (ajaib lebih tepatnya) pas ketahuan dan bisa recovery dengan cepat tanpa ada kerusakan data. Tentunya saya sudah melakukan pengecekan, dan alhamdulillah memang tidak ada. Serangan hanya sempat membuat database saya kolaps, tapi tidak untuk yang lain. Setelah menghidupkan kembali dan memperketat firewall, alhamdulillah sekarang serangan sudah semakin berkurang.

    Perang Cyber?

    Ah, ini sih buatan media saja. Serangan di Internet itu terjadi setiap hari dan setiap saat, makanya itu dibutuhkan seseorang bernama sysadmin yang bertugas mengamankan infrastruktur dari serangan-serangan itu. Ini sama seperti tugas pak polisi, dimana tugasnya mengamankan masyarakat dari tindakan kejahatan yang terjadi setiap harinya. Serangan di Internet bersifat virtual, jadi tidak terasa bagi seseorang yang tidak berkecimpung di dalamnya. Jika penasaran, visualisasinya akan tampak seperti gambar dibawah ini.

    norse

     

    Anda juga bisa melihat visualisasi itu secara real-time, seru aja buat liat negara mana yang sedang “berperang”. Tapi, bila Anda mengerti mengenai kegiatan bawah-tanah, maka Anda akan tau bahwa data yang tersaji di visualisasi tersebut jangan dipercaya 100%. Apakah Indonesia sama sekali tidak terlibat di serangan itu? Apakah China dan Amerika merupakan seteru abadi di perang cyber? Tidak ada yang tau, karena itulah disebut dengan nama anonymous.

  • SysAdmin Day 2014

     

    166085866

    Ah iya, saya terlambat seminggu untuk mengetahui dan memperingati SysAdmin Day. Bukan apa-apa sih, cuma karena saya juga merangkap sebagai sysadmin untuk beberapa server di kampus dan di luar, maka tidak ada salahnya untuk menyelamati kepada diri sendiri dan kepada rekan sejawat di luar sana yang telah secara konsisten menjaga kelangsungan hidup server supaya layanan dapat selalu diberikan kepada user, semua sysadmin basodara.

    Kami memang selalu bekerja dibelakang layar, ketika layanan berjalan dengan normal kami ikut bahagia. Ketika server mendadak manja dan minta dielus, kamipun selalu sigap untuk memberikan kasih sayang. Saat server sakit terkena virus ataupun dimasuki kuman, maka kami akan menjelma sebagai dokter sekaligus suster yang akan merawatnya hingga sembuh. Bahkan ketika server sudah mencapai hari terakhirnya, kami selalu siap mendampingi hingga nanti menghembuskan bit terakhirnya.

    SysAdmin Day ini tentunya bukanlah hari yang serius diperingati oleh seluruh manusia di bumi, ini hanyalah ide dari rekan-rekan sesama sysadmin untuk saling memberikan selamat. Tidak ada tanggal yang digunakan, tapi menggunakan patokan hari Jumat terakhir pada bulan Juli. Jadi berapapun tanggalnya, pokoknya hari Jumat terakhir di bulan Juli. Namun yang perlu digaris bawahi, pada tanggal itu bukan berarti kami liburan, kami tetap bekerja, karena Anda tetaplah yang utama. Silakan buka web SysAdmin Day jika ingin tau lebih lanjut.

  • Selamat Pagi dan Selamat Lebaran

     

    118177626

    Selamat pagiiii… Suara takbir dan masjid sudah terdengar, tanda masjid sedang menyiapkan sarana untuk shalat ied. Biasanya jam segini sudah siap-siap tidur lagi setelah subuhan, sekarang karena hari yang spesial malah ngeblog hahaha.. Jam biologis masih pakai mode Ramadhan, mudah-mudahan bisa bertahan untuk dalam waktu yang lama. Maksudnya, saya itu tipe orang yang susah bangun pagi bahkan sampai tak tulis di profile linkedin, nah semoga dengan mode Ramadhan ini, kebiasaan bangun pagi jadi sesuatu yang biasa saya lakukan.

    Katanya, hari raya Idul Fitri merupakan awal yang baru. Maka ini adalah saat yang tepat untuk memulai kembali dengan sesuatu yang baru, kebiasaan yang baru, hati yang baru, pikiran yang baru. Tidak harus selalu baju atau sepatu yang baru khan?

    Apalagi sekarang sudah saatnya kita kembali ke dunia nyata, kemarin pas bulan Ramadhan khan sering dikatakan bahwa saat itu pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Maka pastinya sekarang pintu neraka sudah dibuka lagi dan belenggu setan sudah dilepas lagi. Semoga dengan ujian yang kita hadapi sewaktu di bulan Ramadhan kemarin, kita lebih siap untuk menghadapi dunia nyata lengkap dengan berbagai macam godaannya.

    Akhirnya, Taqabalallahu minna wa minkum. Selamat Hari raya Idul Fitri 1435 H

  • Takbiran dan Petasan

     

    1858372

    Alhamdulillah, hari terakhir berpuasa sudah terlewati dan artinya besok kita sudah bisa merayakan hari kemenangan. Seperti kebiasaan, maka malam ini sering disebut sebagai malam takbiran, dimana kita akan mengucapkan takbir tanda kebesaran Allah dan bentuk suka cita menyambut datangnya hari raya. Sehabis shalat Isya, masjid-masjid akan mengumandangkan takbir hingga esok hari, anak-anak dan remaja masjid akan berkeliling takbiran sambil membawa obor dan lampion untuk menyemarakkan malam.

    Takbiran sekarang sudah agak berbeda, setidaknya yang terjadi di Tlogosari Semarang, tempat saya tinggal. Masih ingat dalam benak saya, dulu ketika H-1 lebaran seperti ini pasti Tlogosari akan sunyi senyap, karena sebagian besar penghuninya sudah mudik ke kampung halaman masing-masing, begitu juga saya kalo ndak ke Jogja ya ke Bandung. Namun sekarang, 30 tahun kemudian Tlogosari sudah berubah menjadi wilayah mudik, anak-anak yang merantau ke luar daerah seperti Jakarta akan mudik kesini, dan artinya sekarang takbiran menjadi lebih ramai.

    Ramai? Banget! Gema takbir bersahut-sahutan antar masjid yang tersebar disini, tadi saya juga sempat melihat anak-anak yang takbir keliling sambil bawa lampion, seru sekali. Tapi sayangnya, suara gema takbir ini agak terganggu dengan suara petasan yang tiada henti, bahkan suara petasan ini cenderung mengalahkan suara takbir yang dikumandangkan masjid sekitar.

    Mari berpikir positif saja, mungkin ini juga salah satu bentuk mengekspresikan kegembiraan dalam rangka menyambut hari raya, malam ini juga merupakan malam yang spesial karena malam inilah saat-saat berkumpul dengan sanak saudara, jadi jangan rusak kegembiraan malam ini dan mari kita nikmati malam menuju kemenangan dengan suka cita.

  • Kompetisi Saat Berbuka Puasa

     

    182198183

    Bulan Ramadhan sudah akan berakhir, nggak terasa sudah memasuki hari terakhir lhoo.. Selama sebulan berpuasa ini, ada sesuatu yang berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu kompetisi saat berbuka puasa semakin ketat. Maksudnya begini, sudah jamak dan umum terjadi saat bulan Ramadhan tiba, akan ada agenda wajib yang bernama buka puasa bersama. Nah, acara buka bersama (bukber) ini baru akan sukses terselenggara jika sudah mendapatkan tempatnya dong. Masalahnya ternyata, mendapatkankan tempat bukber itu sekarang bukan perkara mudah.

    Jangan membayangkan bukber untuk 10 orang, bukber dengan jumlah peserta yang lebih sedikit (max 4 orang) saja sekarang sudah susah untuk mendapatkan meja. Apakah karena jumlah meja yang tersedia kurang? Atau karena jumlah peserta bukber meningkat? Atau mungkin tidak adanya restoran baru yang dibuka? Menurut saya tidak. Ini sebetulnya ya masalahnya bukan dari mana-mana, melainkan dari diri sendiri. Kok bisa?

    Sebuah tempat makan, tentunya mengandalkan kuantitas tamu yang datang untuk membeli makanan. Pendapatannya akan lebih meningkat jika tamu memutuskan untuk makan ditempat (dine-in), kok bisa? Karena tempat makan akan mendapatkan keuntungan berlipat dari penjualan minuman, coba saja hitung dan bandingkan harga es teh di restoran dengan apabila kita membuat sendiri. Akhirnya tamu akan membayar lebih tinggi dari apabila hanya memesan untuk dibungkus (take-away), apalagi jika makan di mall, harganya masih suka kena pajak 10% dan atau biaya layanan 2,5%.

    Selain dari kuantitas tamu yang datang, tempat makan juga sangat terbantu dengan istilah “turning table“, yang artinya berapa kali meja dan kursi yang disediakan bisa melayani tamunya. Semakin lama tamu menggunakan meja itu, maka pendapatan tempat makan akan menurun, soalnya biasanya si tamu sudah nggak akan memesan makanan lagi. Itulah kenapa jika lagi makan di restoran, dan pelayan melihat piring kita sudah kosong biasanya akan bertanya apakah akan memesan lagi, jika kita menjawan “tidak”, maka piring tersebut akan diangkat. Ini merupakan strategi supaya tamu yang sudah selesai makan bisa segera pergi kemudian meja tersebut bisa digunakan oleh tamu yang lain.

    Masalahnya apa?

    Sesuai dengan judul yang saya tulis, selama sebulan ini saya memperhatikan turning table tempat makan yang saya kunjungi rata-rata rendah. Hal ini karena memang tempatnya sering dijadikan acara bukber, perilaku dari tamu yang datang pun juga rata-rata seragam, yaitu suka sibuk sendiri, heboh sendiri, menunda pesanan, dan menunda bayar.

    Rata-rata yang datang secara bergerombol, pas sudah sampat ke mejanya juga tidak langsung memesan apalagi membaca buku menu padahal pelayan sudah memberikannya ketika mereka baru saja sampai. Yang biasa dilakukan adalah ngobrol atau malah foto-foto sambil cekikikan. Butuh waktu beberapa lama untuk mereka memesan, itupun kadang sudah dihampiri lagi sama pelayan untuk memastikan mereka siap memesan, biasanya mereka saat itu baru membaca buku menu, dan rata-rata tidak siap dengan mau makan apa. Waktu memilih cukup lama, itupun juga kadang dengan pesanan yang dimodifikasi (nggak pakai sayur, esnya dikit aja, kuahnya dikit, sayurnya agak dibanyakin, dll).

    Ketika pesanan datang, yang dilakukan selanjutnya sudah bisa ditebak. Apa? langsung dimakan? Hahaha.. Difoto dulu doonngg.. Itupun juga diselingi sambil mengobrol, bahkan ada yang masing sibuk dengan smartphone hingga lupa sama makanannya sendiri. Selesai makan, nggak langsung pergi dong.. Foto lagi! Kalo perlu minta tolong difotoin sama pelayannya, tentunya nggak cukup cuma sekali.. tapi bisa 3-4 kali sampai dapat foto yang paling kece. Baru kemudian minta bill ke pelayan dan masih berdiskusi mengenai pembayaran, hingga akhirnya seluruh pesanan dibayar dan baru beberapa lama kemudian rombongan itu meninggalkan mejanya.

    Bukber yang menyenangkan bukan?

    Trus masalahnya apa? Nah, ya seperti yang saya bilang di awal, kompetisi mendapatkan tempat makan saat berbuka puasa sangat sengit, bagi yang sudah mendapatkan tempat biasanya akan memanfaatkan tempatnya sepuas-puasnya. Bagi yang terlambat, otomatis akan masuk waiting list, menunggu hingga tamu yang sudah mendapatkan tempat selesai melakukan segala rutinitasnya. Tentunya kalo kita menunggu orang makan, harapannya ya kalo sudah makan ya sudah, yuk gantian tempatnya.. Tapi jika menunggu rutinitas yang saya jelaskan di awal, maka hakekat puasa yang sebenarnya akan berlaku hingga saatnya berbuka puasa, yaitu sabar…

    Ternyata keluhan ini tidak hanya dari sisi tamu yang masuk waiting list seperti saya, melainkan juga dari pemilik tempat makannya sendiri. Memang benar, jika kita makan disitu maka hak kita untuk duduk disana semau yang kita mau, hak kita untuk memesan dan membayar, hak kita juga untuk meminta pelayanan lebih kepada pelayan, soalnya mbayar.. Tapi ingat, itu khan tempat umum.. Orang lain juga mampu kok bayar sebanyak yang kita keluarkan.

    Nah, kembali ke keluhan pemilik tempat makan. Ternyata hal ini tidak saja terjadi di Indonesia, melainkan di semua negara. Bahkan ada restoran yang sampai menyewa pihak ketiga untuk menganalisis mengenai performa restorannya. Si pemilik restoran ini merasa aneh dengan review tamu-tamunya di Internet. Rata-rata pada bilang waiting list terlalu lama, susah mendapatkan tempat, dan pelayanannya lama. Padahal si pemilik sudah melakukan yang maksimal seperti menambah jumlah staff dan menghilangkan menu yang susah, tapi kok keluhan dari tamu masih muncul juga.

    Hasilnya diluar dugaan, dan itu sangat memprihatinkan…

    ab5jE7r_700b