Author: Mohammad Sani Suprayogi

  • Welcome To The Big 30

    Yeaaayyy…. Sudah 3 dasawarsa saya tinggal disini. Banyak cerita, banyak pengalaman baik suka dan duka. Banyak pelajaran dan pencapaian yang sudah saya dapatkan. Di usia yang katanya orang sudah “matang” bagi #LelakiSejati, saya berharap semoga dapat menjadi bijak dan lebih menurunkan tensi emosi ketika menghadapi apapun. Semoga dimudahkan semua urusan, rejeki, karir, pendidikan, jodoh, dan pengalaman. Let’s be more awesome!

    Perayaan hari ini berlangsung sederhana, cuma order batagor dari Bandung, trus pagi-pagi sudah ditaruh di pantry. Batagor yang saya bawa ini rasanya enak lho, setidaknya itu yang dibilang sama teman-teman. Pesennya cukup batagor dan tahu baso aja, jumlahnya 75 buah dan langsung habis dalam waktu 15 menit hahaha… Kalo tertarik pengen pesen, bisa hubungi saya hohohoho…

  • Tingkatkan Keamanan Dengan Multi-Factor Authentication

    Judulnya agak serem, membahas mengenai keamanan dengan metode multi-factor authentication. Postingan ini bukan artikel ilmiah, jadi tak coba untuk membahasnya dengan bahasa yang gampang. Jadi begini, sekarang ini sudah banyak layanan yang keren di Internet, fasilitas yang tadinya nggak ada dan tidak terpikirkan di masa lalu, sekarang sudah tersedia dengan biaya terjangkau atau bahkan murah. Siapa sangka kegiatan berkirim pesan, bersosialisasi, bekerja, dan mencari pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah melalui Internet? Seakan-akan sekarang dunia maya dan nyata sudah tidak terlihat bedanya lagi.

    Tapi di balik segala kemudahan dan kenyaman itu, tentu ada bahaya yang mengancam. Keamanan data yang kita miliki sebaiknya dijadikan sebagai prioritas utama, karena bagaimanapun juga data pribadi harus tetap menjadi pribadi. Masalahnya, apakah ada hal pribadi di Internet? Saya akan menuliskan mengenai hal ini di postingan lain. Masalah lain yang harus kita waspadai adalah hal autentikasi. Selama ini kita mengandalkan username dan password untuk melindungi semua akun Internet yang kita miliki, tapi apakah itu sudah cukup?

    Sekarang ini, sudah sangat banyak tools untuk menemukan password. Mulai dari yang berbentuk software semacam brute password pada komputer lokal, sniffer yang dipasang pada jaringan komputer, hingga yang berbentuk hardware seperti keylogger yang dipasang pada port keyboard. Artinya, serumit apapun password yang kita miliki, pada dasarnya hacker akan mudah mendapatkannya. Hanya butuh waktu dan kesabaran untuk melakukannya, dan percayalah.. Hacker adalah orang yang tekun dan sangat sabar. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keamanan?

    Multi-Factor Authentication

    Sesuai dengan yang saya dapatkan dari Wikipedia yang mengatakan bahwa Multi-Factor Authentication (atau ada yang menyebutkan sebagai two-step verification) adalah sebuah metode autentikasi yang menggabungkan beberapa faktor. Antara lain :

    • Sesuatu yang hanya user tau (PIN, password, pola)
    • Sesuatu yang hanya user miliki (Kartu ATM, smartphone)
    • Sesuatu yang hanya user itu sendiri (Sidik jari, retina mata)

    Nah, apabila Anda telah menggunakan password untuk mengamankan aplikasi, maka Anda baru hanya menggunakan satu faktor autentikasi saja. Alangkah baiknya jika menggabungkan dengan faktor yang lain. Tapi pada dasarnya kita sudah menggunakan model multi-factor authentication lho.

    Saya rasa Anda sudah memiliki rekening bank, pihak bank sudah menerapkan pengamanan ini untuk melindungi Anda. Contohnya pada kartu ATM, bank akan memberikan Anda sebuah kartu ATM dan PIN untuk melindunginya. Jadi bila Anda akan mengambil uang, maka Anda harus memiliki keduanya, tidak bisa hanya salah satu saja. Seandainya kartu ATM Anda hilang atau Anda lupa dengan PIN, maka Anda tidak dapat mengambil uang.

    Internet Banking juga sudah menerapkan hal yang sama. Anda akan memiliki username dan password untuk dapat mengakses layanan Internet Banking, selain itu Anda juga akan memiliki token yang berfungsi sebagai autentikasi tambahan apabila akan melakukan transaksi keuangan. Jadi semisal akun Internet Banking Anda ditembus orang, maka diharapkan dia tidak bisa melakukan apa-apa selama dia juga tidak memiliki token Internet Banking.

    Bagaimana dengan yang lain?

    E-mail dan akun social media sekarang ini merupakan penting yang harus dilindungi, maka dari itu sebaiknya kita menambahkan model multi-factor authentication ini pada akun-akun tersebut. Saya sudah menggunakan ini pada akun Google, Microsoft, Facebook, dan Twitter. Secara garis besar metode yang digunakan sama, saya tetap diminta mengisikan username dan password, kemudian apabila saya login menggunakan komputer yang berbeda dengan biasanya, maka saya akan diminta mengisikan kode unik yang dikirimkan oleh server.

    Google, Facebook, dan Twitter menggunakan metode yang sama yakni mengirimkan kode tersebut melalui sms, sehingga saya harus melakukan verifikasi nomor hp saya ke server mereka supaya dapat dikirimi kode melalui sms. Yang berbeda hanya Microsoft yang meminta saya untuk menginstall aplikasi 2-step verification pada smartphone yang nantinya akan menggenerate kode unik untuk nantinya dimasukkan ke form login.

    Kesimpulannya, untuk saat ini beberapa akun email dan social media yang saya miliki keamanannya sudah setingkat lebih tinggi daripada biasanya. Saya hanya memastikan smartphone siap digunakan untuk menerima kode unik saat saya akan mengakses akun-akun tersebut selain dari laptop yang biasa saya gunakan.

    Jika ingin melihat layanan apa saja yang sudah support dengan 2-factor verification, silakan akses websitenya.

  • Membacalah, Maka Kau Akan Lebih Paham

    Ide tulisan ini berawal ketika melihat shared link dari Facebook-nya Chika, dia membagikan video yang berjudul “Girl Who Hated Books”. Pada video itu diceritakan keluarga yang sangat menyukai membaca, sang ayah dan ibu selalu menyempatkan untuk membeli buku untuk dibaca secara bergantian, bahkan koleksi bukunya sudah memenuhi seluruh penjuru rumah. Sayangnya, sang anak tidak menyukai hobi yang dimiliki kedua orang tuanya itu, bahkan cenderung untuk membenci dengan hal membaca. Suatu saat, sang anak mencari kucing kesayangannya, ternyata si kucing sedang nongkrong terjebak di atas tumpukan buku yang menjulang. Bagaimana cara menyelamatkan si kucing? Tonton aja filmnya ya..

    The Girl Who Hated Books by Jo Meuris, National Film Board of Canada

    Saya pernah membaca di sebuah artikel, bahwa minat baca orang Indonesia itu cukup rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Saya tidak ingin membahas hal ini, karena minat membaca itu hampir sama dengan minat-minat yang lain. Semua minat jika diasah pasti akan mengkilap, tapi memang.. bahwa budaya membaca itu sebaiknya sudah tertanam di diri sendiri, karena dengan sering membaca, maka kita kita akan semakin paham dengan sesuatu.

    Sering saya merasa aneh, ketika mendengar ada seseorang yang tidak suka membaca. Bagaimana bisa? Seandainya dia menganggap dirinya ahli, tapi tidak memiliki kesukaan membaca, bagaimana bisa dia menganggap dirinya ahli? Memang benar, ada sebagian kecil orang yang diberikan kelebihan menghapal, jadi tanpa membaca, cukup mendengar, maka dia akan mengerti maksudnya. Orang-orang ini termasuk dalam kategori orang yang cerdas. Tapi berapa banyak sih orang cerdas di dunia ini? Sisanya adalah orang-orang biasa saja, ya macam saya ini.

    Saya selalu berpendapat, ketika ingin mempelajari sesuatu yang baru maka bacalah tutorialnya secara detil dan lengkap. Jangan membaca secara fast-reading, karena nanti pasti akan terlewat pada bagian penting, yang kemudian akan mengacaukan segalanya. Pemahaman terhadap sebuah masalah itu sangat penting sebelum akan melakukan pekerjaan, sehingga membaca tulisan secara detil akan sangat membantu dalam menentukan langkah.

    Sebagian orang yang pernah saya amati menganggap bahwa membaca itu kurang menyenangkan, lebih enak diceritain saja. Tinggal mendengar, kemudian bertanya pada bagian yang kurang jelas. Memang, itu terasa menyenangkan, tapi saya menganggap itu model belajar yang kurang efektif. Kenapa? Pertama, itu sangat bergantung pada cara penyampaian sumber / pencerita, jika penyampaiannya ngawur maka ilmu yang didapatkan juga akan ngawur. Kedua, model belajar seperti itu cenderung akan membuat kita sebagai seorang penghapal. Padahal berapa banyak sih data yang bisa kita hapalkan? Sekarang, apakah Anda hapal nomor SIM dan NPWP Anda? Atau, apakah Anda hapal dengan urutan warna Google? Saya jamin, sebagian besar pasti tidak hapal.

    Maka dari itu, saya lebih suka membaca. Karena dengan membaca, maka saya bisa memahami tulisan dan maksud si penulis dengan lebih tenang, kemudian bila lupa, bukunya bisa saya buka lagi. Saya sudah mencoba membaca buku melalui smartphone, tapi kemudian saya menyerah, karena sungguh tidak nyaman. Jangan menghapalkan semua informasi yang Anda dapatkan, koordinasikan informasi itu, simpan dan ambil di saat membutuhkan, jadikan kompetensi dengan cara sering mengaplikasikan hapalan Anda itu.

    Lebih baik memahami ilmu, daripada menghapal ilmu. Hapalan bisa lupa, selain itu kalo suka menghapal jadi bikin susah move on… *eh

  • Universitas Semarang – versi 2

     

    Sebetulnya ini project yang sudah lewat, sudah terlalu lama malah. Bahkan sekarang untuk pengelolaan juga bukan saya lagi. Jadi saya melakukan redesign website Universitas Semarang yang awalnya juga saya yang membuat. Kali ini desain saya ganti lebih elegan dan bisa menampilkan lebih banyak informasi. Fasilitas yang tersedia pada website USM yang baru ini antara lain:

    • Informasi umum mengenai USM
    • Berita kampus
    • Lowongan Pekerjaan
    • Kabar Fakultas
    • Rubrik Wacana yang berisi artikel dari dosen
    • Kata Alumni
    • Radio Streaming
    • Peta digital menuju kampus USM
    • Menampilkan tweet dari @twitUSM
    • Update tweet secara otomatis setiap publish artikel

    Kekurangan dari website ini tampilannya belum responsive design, nanti pada pengembangan selanjutnya saja.

  • Memanfaatkan CDN Untuk Optimasi Website

     

    Seperti halnya pada masa-masa ujian, ada istilah namanya “Posisi Menentukan Prestasi”. Begitu juga pada pengelolaan website, lokasi server website juga mempengaruhi performa website. Misalnya kita meletakkan website pada server hosting yang berada di Indonesia (IIX), maka website tersebut akan lebih cepat diakses oleh user yang berada di Indonesia dibandingkan dengan user yang berada di luar negeri. Begitu juga jika diletakkan di US atau Eropa, maka user yang berada di Indonesia pada saat mengakses website, akan sedikit lebih lambat dibandingkan user yang berada di sekitar negara tersebut.

    Hal ini sering saya tekankan ketika mengisi kuliah pemrograman web. Pastikan mengetahui siapa target user dari website yang sedang dibangun. Misalnya membangun web e-commerce, tanya dulu ke owner target usernya kemana? Apakah di dalam negeri atau luar negeri? Intinya, usahakan untuk mendekatkan lokasi server ke target user supaya mereka lebih cepat untuk mengakses website.

    Masalahnya, sebagian besar owner itu agak “kemaruk”. Pengennya website itu bisa diakses secara cepat oleh semua user di dunia, mereka pada dasarnya tidak peduli dengan hal-hal teknis mengenai routing dan lain sebagainya, pengennya cepet, bat-bet;sat-set. Selain itu, jika disarankan membangun server di semua negara, tentunya ini kurang bijak karena selain biayanya tinggi, tenaga untuk merawat masing-masing server itu juga membutuhkan tambahan biaya dan tenaga.

    Untuk kasus seperti ini, biasanya saya memiliki 2 alternatif. Alternatif pertama, saya meletakkan hosting berada di Singapura. AFAIK, Singapura adalah gateway Internet untuk wilayah Asia Tenggara, sehingga jika server diletakkan di Singapura maka kecepatan akses user dari Asia Tenggara di sekitarnya akan berimbang dengan user yang berasal dari US atau Eropa. Tapi tentu saja, masalah jarak masih menjadi kendala utama, apalagi jika dalam perjalanannya ada gangguan, misalnya masalah routing atau kabel putus.

    Alternatif kedua, menggunakan CDN (Content Delivery Network). Saya baru menggunakan layanan ini baru setahun terakhir, terutama ketika layanan cloud computing mulai marak, selain konsepnya oke, harga yang ditawarkan juga masih masuk akal dibandingkan harus membangun server di tiap-tiap negara. Konsep CDN pada dasarnya seperti gambar di awal tulisan ini, yakni menyebar konten ke beberapa node yang berada di seluruh dunia. Jumlah node tergantung dari provider yang kita gunakan. Jadi kita cukup memiliki satu server hosting saja, kemudian membeli layanan CDN yang akan mengkopi data dari server kemudian disebarkan ke semua node.

    Misalnya, saya meletakkan server di Jakarta (IIX), kemudian saya menggunakan layanan CDN untuk disebar ke seluruh dunia. Maka jika nanti ada user dari Amerika akan mengakses website saya, maka routingnya tidak langsung direct access ke Indonesia, melainkan akan menuju ke node terdekat dari posisi dia berada. Sehingga user tersebut akan merasa akses ke website saya menjadi jauh lebih cepat.

    Layanan apa yang saya gunakan?

     

    Sudah setahun ini saya menggunakan layanan dari Amazon Cloudfront. Ini merupakan salah satu layanan dari AWS yang pernah saya tulis disini. Amazon Cloudfront merupakan layanan CDN yang menurut saya masih terbaik, karena memiliki node yang tersebar ke seluruh dunia. Sayangnya memang CloudFront tidak memiliki node di Indonesia, tapi saya bisa menggunakan node di Singapura. Harga yang ditawarkan juga masih masuk akal, karena masih menggunakan sistem pay-as-you-go. Berhubung traffic website saya nggak tinggi, rata-rata per bulan saya hanya menghabiskan $8 – $15 saja.

  • Punya Kartu NPWP (lagi)

     

    npwp

    Saya sudah mempunya kartu NPWP sejak tahun 2010, kebetulan pada tahun itu saya baru saja resign dari Telkom dan kemudian fokus menjadi seorang freelancer. Saya pikir sudah saatnya saya memiliki kartu NPWP, maka saya pun membuatnya di kantor Pajak yang berada di Johar Semarang. Proses pembuatan sangat mudah, hanya melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga kemudian kartu NPWP dapat saya ambil pada keesokan harinya.

    Sebetulnya saat mengambil kartu NPWP itu, saya sudah merasa curiga, karena saat saya datang itu ternyata kartunya belum jadi. Kemudian oleh petugas langsung membuatkan di mesin yang tersedia, kemudian dalam waktu 2 menit saya sudah mendapatkan kartu NPWP. Oke, saat itu saya merasa tidak ada masalah, begitu juga dengan pekerjaan. Setiap saya melampirkan kartu NPWP tidak ada masalah yang muncul.

    Hingga kemudian di awal tahun 2014. Mungkin pada tahun ini kantor Pajak melakukan pembaharuan sistem, dimana semua data dapat diakses secara online. Nah, masalah muncul ketika saya akan mencairkan invoice dan pas nomor NPWP saya dicek, ternyata hasilnya invalid. Ketika saya cek di website Pajak pun juga hasilnya invalid. Maka saat rame-rame pada bikin SPT Pajak, saya nggak bisa ikutan dong. Memang saya akui, hingga sekarang saya belum pernah sekalipun melaporkan pajak, karena saya pikir dengan memberikan nomor NPWP, maka pajak yang dipotong dari invoice saya sudah terekam ke dalam data kantor Pajak, sehingga saya tidak perlu melaporkannya kembali. Pertanyaannya, kemana larinya uang potongan Pajak invoice saya?

    Akhirnya karena nggak pengen repot ngurus ke kantor Pajak, saya iseng-iseng mendaftar NPWP baru secara online. Kebetulan sekarang sudah tersedia, cukup membuka halaman ini, kemudian mendaftar dan mengisi formulir maka proses pendaftaran NPWP dapat dilakukan secara mudah dan gratis.

    Apa betul gratis? yup! Gratis! Setelah mendaftar, saya hanya menunggu sekitar 3 hari untuk menerima kartu NPWP yang disertai dengan Surat Keterangan Terdaftar sebagai wajib pajak. Kartunya dikirim ke rumah via pos, bentuk kartunya berbeda dengan kartu saya yang lama, bisa dilihat pada gambar di atas. Ketika saya cek nomor NPWP saya yang baru di website, hasilnya valid dan nama saya langsung muncul. Ahay!

  • Install Aplikasi Android di BlackBerry 10.2

     

    android-on-z10

    Blackberry OS 10.2 sudah mulai jamak di Indonesia, apalagi setelah diluncurkannya Blackberry Z3 dengan codename Jakarta. Masalahnya adalah, jika kita punya perangkat smartphone dengan Blackberry OS 10 maka aplikasi yang tersedia di Blackberry World masih terbatas, belum sebanyak jika dibandingkan dengan Google Play atau iTunes. Ini bisa menjadi penghambat untuk menikmati Blackberry OS 10.

    Sebetulnya artikel ini (lagi-lagi) sudah terlambat, soalnya saya sudah sering melakukannya di Blackberry Z10. Tapi tak apalah, daripada tidak sharing sama sekali *halah*

    Jadi, mulai Blackberry versi 10.2 sudah bisa untuk menginstall langsung aplikasi Android tanpa perlu melakukan konvert ke eksetensi khusus Blackberry. Sebagai informasi, file Android itu ekstensinya .apk, sedangkan untuk Blackberry menggunakan ekstensi .bar. Nah, dulu sebelum versi 10.2, saya harus repot-repot melakukan konversi file .apk ke .bar. Tentu ini nggak praktis, dan saya merasa akan ada sesuatu yang hilang. Sekarang, hal itu tidak perlu lagi. Saya cukup download langsung file .apk dari Google Play, kemudian copy ke perangkat Blackberry, kemudian langsung klik untuk memulai instalasi.

    Trus cara download file .apk dari Google Play caranya bagaimana? Ini memang agak tricky, karena Google Play mewajibkan kita untuk terhubung dengan perangkat supaya bisa mengakses Google Play, padahal perangkat yang kita miliki hanyalah Blackberry. Solusinya, saya menggunakan layanan dari Evozi yakni APK Downloader untuk langsung mendownload file .apk dari Google Play.

    Cukup memasukkan URL aplikasi di Google Play ke dalam web APK Downloader, maka kita bisa langsung mendapatkan file .apk langsung dari Google Play. Kekurangannya tentu untuk masalah update aplikasi, karena perangkat kita tidak terhubung langsung dengan Google Play, maka jika ada update baru aplikasi, tidak akan ada notifikasi yang muncul. Solusinya saat ini biasanya saya rajin-rajin mengecek langsung ke Google Play apakah ada updatean terbaru untuk aplikasi tersebut.

    Aplikasi yang sudah saya install dengan baik adalah Path, Waze, dan Instagram. Kebetulan ketiga aplikasi itu tidak tersedia di Blackberry World, mungkin hanya Waze saja yang tersedia itupun juga hasil convert. Maka lebih baik saya menginstall ketiga aplikasi itu langsung dari file .apk yang saya dapatkan dari Google Play.

    Gambar saya ambil dari sini.

  • Martabak Mie “Moving Forward”

    Jadi ceritanya dalam rangka memperingati hari Kartini, kantor membuat semacam lomba antar fakultas, salah satunya adalah lomba memasak bagi bapak-bapak. Berhubung dulu pernah jualan siomay dan sup jagung di acara Dies Natalis, maka saya didapuk untuk ikutan lomba masak.. Iya.. lomba masak!

    Tema lomba masak ini adalah lomba kreasi dari mie. Semua bumbu disediakan oleh panitia dan memasaknya harus menggunakan anglo. Anglo itu adalah semacam kompor tradisional yang bahan bakarnya menggunakan bara arang trus harus dikipas-kipas untuk menyesuakan tingkat panas. Setiap tim terdiri dari 2 orang bapak-bapak dan penyelenggaraanya ada di Auditorium USM. Karena pada bulan April itu saya sedang ada beberapa kegiatan, akhirnya ide mau masak apa baru dipikirkan pada saat H-1, tapi belum ada judulnya. Intinya saya mau bikin omelet yang biasa dijual sama aa’ burjo di deket kosan. Malamnya saya coba dulu dirumah untuk merancang dressing yang cantik, akhirnya barulah dapat ide nama yaitu, Martabak Mie “Moving Forward”.

    Bahan-Bahan

    1. Sebungkus Indomie.
    2. 2 butir telur.
    3. 1 sosis diiris kecil.
    4. 3 butir bakso diiris kecil.
    5. 1 daun bawang diiris tipis.
    6. Daging ayam dipotong dadu secukupnya.
    7. 1 siung bawang putih digeprek.

    Cara Memasak

    • Rebus mie sampai setengah matang, tiriskan dan sisihkan.
    • Pecahkan 2 telur dan masukkan ke dalam mangkok.
    • Masukkan bumbu Indomie termasuk minyak sayurnya.
    • Masukkan irisan sosis, bakso, dan daun bawang.
    • Kocok sampai rata kemudian sisihkan.
    • Panaskan 2 sendok makan minyak, kemudian tumis sebentar bawang putih sampai wangi.
    • Tiriskan bawang putih, kemudian sisihkan. Kita hanya akan gunakan minyak bawang putihnya saja.
    • Tumis daging ayam menggunakan minyak bawang putih sampai setengah matang, tiriskan.
    • Masukkan tumisan daging ayam ke dalam kocokan telur, aduk rata.
    • Masukkan mie yang tadi direbus ke dalam kocokan telur, aduk rata.
    • Masukkan kocokan telur tadi ke wajan yang berisi minyak bawang putih, gunakan api kecil.
    • Masak sekitar 2 menit, balik telur dengan hati-hati, masak lagi 2 menit.
    • Tiriskan dan letakkan pada piring saji, tambahkan dressing, sajikan

    IMG_20140423_104824

    Hasilnya nanti seperti gambar diatas, daann duyunoooo…. Kami juara pertama dalam lomba memasak! Hohohoho..

  • Tiket Kereta Mudik dan Balik Lebaran 2014 Sudah Habis

    kai-penuh

    Iya, tiket dengan jadwal keberangkatan kereta yang prime time seperti mudik hari Jumat 25 Juli 2014 dan kembali hari Minggu 3 Agustus 2014 sudah habis terjual. Rute yang saya maksud adalah Jakarta – Semarang, tapi saya rasa untuk rute yang lain pun juga akan sama saja. Ini merupakan efek dari diterapkannya sistem penjualan online oleh PT KAI.

    Betapa tidak? Tiket kereta sekarang sudah dapat dibeli dari berbagai tempat, tidak perlu mengantri atau bahkan menginap di stasiun untuk mendapatkan tiket. Selain itu, jumlah tiket yang dijual juga terbatas menyesuaikan kapasitas gerbong, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu dimana masih ada tiket berdiri atau tiket tanpa kursi.

    Jika melihat dari skrinsyut di atas, terlihat update terakhir adalah jam 00:32, artinya PT KAI hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja untuk menjual tiket. Sekarang rebutan tiket levelnya sudah dinaikkan, tidak hanya sekedar di stasiun, tapi juga merambah ke Internet. Traffik yang tinggi membuat web KAI down selama masa periode penjualan dibuka. Susah dibuka dan nggak bisa kirim data adalah masalah yang selalu muncul di web KAI selama 4 tahun penyelenggaraan penjualan tiket online. Travel agent pun juga terkena getahnya, karena sistem yang digunakan oleh travel agent masih bergantung dengan API yang disediakan oleh KAI. Ketika sistem down, maka API juga ikutan down.

    Mungkin nanti di tahun kelima (tahun depan) akan ada evaluasi sistem, sehingga saat terjadi lonjakan traffik pengunjung, sistemnya masih kuat melayani.