Menyusuri Gunung Everest Secara Virtual

Dulu waktu masih muda… ((((muda))))) Saya menyukai kegiatan yang berhubungan dengan alam, salah satunya hiking, trekking, dan tentunya naik gunung. Entah kenapa saya nggak begitu suka datang ke pantai, alasannya sih wagu¬†karena bikin basah hihihi… Sekarang? saya masih suka melihat pemandangan gunung dan hutan, tapi kalo disuruh manjat lagi, mungkin pikir-pikir dulu ya. Faktor umur sih yaaa…

Sekarang, dengan kecanggihan teknologi ternyata kita bisa merasakan, atau setidaknya sedikit mengalami sensasi memanjat gunung Everest. Gunung yang dijadikan kiblat bagi hampir semua pemanjat gunung professional ini masih sangat menantang untuk ditaklukan. Selain lokasinya jauh dari Indonesia, kondisi alam yang ekstrem juga membuat gunung ini semakin menarik. Perlu banyak persiapan untuk bisa memanjat kesana, tidak hanya persiapan peralatan tapi persiapan mental dan memahami cuaca juga perlu dilakukan. Sudah cukup banyak korban jatuh akibat terjebak longsor yang terjadi di gunung Everest.

mount-everest

 

Skrinsyut diatas adalah website yang dibangun oleh [cite]http://everestavalanchetragedy.com/[/cite] untuk mengenang atas kejadian longsor yang menimpa 13 Sherpa (pemandu) pada tanggal 18 April lalu [cite]http://en.wikipedia.org/wiki/2014_Mount_Everest_avalanche[/cite]. Website ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bahwa naik gunung Everest itu cukup menantang, dan juga diberikan informasi lokasi longsor yang menewaskan 13 Sherpa tersebut. Website ini dibangun dengan sangat bagus dan interaktif, kita bisa seakan-akan naik gunung dan nanti pas sudah sampai di puncak, kita bisa melihat ke berbagai arah untuk merasakan sensasi di puncak gunung. Selain itu, juga ada efek suara angin yang membuat perjalanan kita semakin syahdu.

((((syahdu))))

Silakan buka halaman ini untuk naik gunung Everest.

Leave a Reply