ProtonMail Layanan Email Anti Sadap

 

ProtonMail

Ceritanya ketika sedang browsing Hacker News, saya melihat ada judul yang menarik, yaitu ada semacam riset bersama antara CERN dan MIT untuk membuat sebuah layanan email yang anti sadap, bahkan oleh NSA sekalipun. Kebetulan saja saat itu sedang ramai membahas mengenai kecurigaan terhadap NSA akan kegiatannya memata-matai seseorang melalui berbagai layanan Internet seperti email dan social media. Pada artikel itu dijelaskan, proyek yang dibuat bernama ProtonMail yang berlokasi di Swiss. Menurut saya ini menarik karena selama ini Swiss dikenal memiliki aturan mengenai perlindungan data yang ampuh, bagaimana jadinya jika ini dikombinasikan dengan layanan email? Tentunya akan meningkatkan keamanan.

Dulu saya pernah menulis artikel mengenai penggunaan enkripsi PGP pada Gmail, hanya saja tool yang harus diinstall sudah tidak dikembangkan lagi oleh developernya, sehingga tidak disarankan jika masih menggunakan acuan dari artikel saya tadi. Padahal, pada artikel itu saya jelaskan mengenai kemudahan menggunakan enkripsi PGP pada email, karena selama ini untuk menggunakan teknik enkripsi itu, bagi orang awam akan mengalami kebingungan. Bagaimana tidak? Kita harus mempunya secret key yang nantinya akan digunakan untuk membuka kunci dan lain sebagainya. Ribet lah pokoknya.. Nah, di artikel itu sebetulnya sangat memudahkan namun sayang, tools sudah discontinued.

ProtonMail

Perlu diketahui bahwa layanan ini masih berada dalam tahap beta, kemudian untuk register akun hanya disediakan berupa invitation dan waiting list, kebetulan saja saya sudah disetujui oleh ProtonMail sebagai pengguna awal dan bisa ngetag nama email yang bagus hahaha.. *pamer. Jadi jika ingin mencoba, sebaiknya segera mendaftar pada form yang disediakan dan tunggu hingga nanti mendapatkan balasan. Sebagai informasi, saya menunggu sekitar 1 bulan untuk mendapatkan akses, semoga Anda bisa mendapatkan lebih cepat dari saya.

Ketika sudah mendapatkan approval, maka nanti Anda akan diminta untuk melakukan konfigurasi pada akun ProtonMail dengan mengeset username, password, dan decrypt password. Ternyata ProtonMail menerapkan pengamanan ganda terhadap inbox. Pengamanan pertama sama seperti layanan email pada umumnya, yaitu hanya memasukkan username dan password. Pengamanan selanjutnya adalah kita nanti akan diminta memasukkan decrypt password untuk membuka inbox. Hal ini dilakukan karena ProtonMail menjamin bahwa mereka tidak dapat mengakses inbox pengguna, selain itu inbox juga dienkrip sehingga diberikan decrypt password untuk mengakses inbox.

Password yang digunakan untuk membuka inbox setelah berhasil login
Password yang digunakan untuk membuka inbox setelah berhasil login

Setelah memasukkan decrypt password maka kita akan dibawa ke dalam inbox. Tampilannya masih sangat sederhana, mengingatkan saya pada inbox Yahoo! Mail pada saat awal-awal kemunculannya dulu, fitur yang tersedia juga standar. Pada bagian kiri bawah nanti akan ada statistik penggunaan, rupanya dalam tahap beta ini semua pengguna diberikan batasan. Mungkin hal ini karena ProtonMail masih dalam tahap Beta.

User masih dibatasi penggunaannya
User masih dibatasi penggunaannya

Mengirim Email Terenkripsi

Pada dasarnya ketika kita mengirim email antar sesama pengguna ProtonMail, maka email kita akan secara otomatis terenkripsi. Namun bagaimana jika berasa dari pengguna selain ProtonMail? Misalnya dari Gmail atau Yahoo?

ProtonMail memiliki kebijakan yakni jika dikirimi email dari pengguna selain ProtonMail, maka email yang masuk secara otomatis statusnya tidak terenkripsi, karena memang mereka mengirimnya tidak pakai enkripsi, nah kemudian jika gantian kita yang akan mengirim maka akan ada dua pilihan. Mau dikirim biasa, atau pakai enkripsi? Jika dikirim biasa (tanpa enkripsi) maka ya akan kirim email biasa seperti pada umumnya. Tapi jika mau kirim email menggunakan fitur enkripsi, ProtonMail menyediakan fitur “Encrypt for Outside Users”. Nantinya kita akan mencetang pilihan ini saat akan mengirim email, kemudian mengeset password, dan sudah! Semudah itu saja dan kita dapat mengirim email terenkripsi.

Fitur untuk mengirimkan email terenkripsi pada akun email selain ProtonMail
Fitur untuk mengirimkan email terenkripsi pada akun email selain ProtonMail

Setelah email berhasil dikirim, maka nanti penerima akan mendapatkan email dari kita yang berisi url yang harus diklik untuk membaca pesan yang kita kirim. Nantinya saat penerima membuka url yang dimaksud, akan diminta memasukkan email dan barulah isi pesan yang dikirimkan dapat dibaca. Pesan terenkripsi ini dapat kita atur expired date-nya sehingga cukup efektif untuk melindungi isi pesan yang kita kirim.

Penerima harus memasukkan password untuk membuka email yang dikirim
Penerima harus memasukkan password untuk membuka email yang dikirim
Tampilan setelah memasukkan decrypt password
Tampilan setelah memasukkan decrypt password

Yak, segitu dulu review dari ProtonMail. Saat ini memang belum saya gunakan sebagai email utama, tapi ini bisa menjadi solusi bagi beberapa dokumen yang harus saya kirimkan secara rahasia. Saya teringat pada sebuah pepatah, yaitu jangan percayakan data kepada perusahaan iklan. Google adalah perusahaan yang bergantung pada iklan.

Tinggalkan Balasan