Perang Cyber, Eh?

 

56187580

Saya perhatikan, sudah 3 minggu terakhir ini server saya mendapat banyak “serangan” yang jumlahnya terus meningkat. Alert dari firewall terus menjerit, log server juga semakin menumpuk ngasih tau ada yang mengakses di beberapa tempat yang tidak seharusnya. Awalnya sih saya rasa ini ya hanya masalah biasa saja, mungkin ini lagi masa liburan jadinya anak-anak newbie itu pada selo njajal peralatan baru, soalnya entah sengaja atau tidak blok ip address yang nembak server saya itu berasal dari tempat yang sama. Mungkin dia abis nembus ISP jadi bisa dapat ip public yang banyak hahaha.. Saya cuekin saja, hingga akhirnya pas malam lebaran kemarin, service database saya down.

Njrit!

Mungkin kalo ada yang memperhatikan tweet saya di malam lebaran itu, saya sempet bilang bahwa Tuhan bersama orang-orang yang masih bekerja di malam lebaran. Betul, Tuhan tidak akan meninggalkan umatnya selama dia masih mau mengingatnya. Walaupun sempat down sebentar, tapi untung (ajaib lebih tepatnya) pas ketahuan dan bisa recovery dengan cepat tanpa ada kerusakan data. Tentunya saya sudah melakukan pengecekan, dan alhamdulillah memang tidak ada. Serangan hanya sempat membuat database saya kolaps, tapi tidak untuk yang lain. Setelah menghidupkan kembali dan memperketat firewall, alhamdulillah sekarang serangan sudah semakin berkurang.

Perang Cyber?

Ah, ini sih buatan media saja. Serangan di Internet itu terjadi setiap hari dan setiap saat, makanya itu dibutuhkan seseorang bernama sysadmin yang bertugas mengamankan infrastruktur dari serangan-serangan itu. Ini sama seperti tugas pak polisi, dimana tugasnya mengamankan masyarakat dari tindakan kejahatan yang terjadi setiap harinya. Serangan di Internet bersifat virtual, jadi tidak terasa bagi seseorang yang tidak berkecimpung di dalamnya. Jika penasaran, visualisasinya akan tampak seperti gambar dibawah ini.

norse

 

Anda juga bisa melihat visualisasi itu secara real-time, seru aja buat liat negara mana yang sedang “berperang”. Tapi, bila Anda mengerti mengenai kegiatan bawah-tanah, maka Anda akan tau bahwa data yang tersaji di visualisasi tersebut jangan dipercaya 100%. Apakah Indonesia sama sekali tidak terlibat di serangan itu? Apakah China dan Amerika merupakan seteru abadi di perang cyber? Tidak ada yang tau, karena itulah disebut dengan nama anonymous.

Tinggalkan Balasan