Category: Tulisan

  • Akhirnya Punya Microwave

    Niatnya sudah lama, pengen punya microwave supaya bisa memasak lebih banyak jenis makanan. Kebetulan juga menjelang Idul Fitri biasanya toko elektronik suka bikin midnite sale, jadilah kemarin sama adekku (Oshei) berkeliling untuk nyari microwave. Alasan lain sih pengen gantian ngasih kado lebaran buat orang tua, soalnya sudah (numpang) hidup selama 30 tahun tapi belum pernah kasih kado lebaran yang oke. Pas juga THR juga barusan cair, jadi ndak ada salahnya kalo lebaran tahun ini bantuin lengkapin dapur dengan microwave.

    Pilihan pertama adalah Lotte Mart, langsung nemu microwave merk Sharp dan langsung suka soalnya bentuknya futuristik dan fiturnya lumayan lengkap. Serinya adalah Sharp Microwave R-728(S)-IN. Di Lotte Mart kasih harga sekitar IDR 1.350.000, oke masih masuk budget. Perburuan kemudian pindah ke Hypermart, disitu harganya IDR 1.340.000. Hmm.. cuma selisih 10 ribu aja dan nggak bisa diantar. Ini jadi masalah soalnya lokasi Hypermart cukup jauh dari rumah.

    Selanjutnya kami pindah ke Global Elektronik yang ada di jalan Pandanaran, waktu itu sudah sekitar jam 21:00. Ternyata harga yang ditawarkan lebih murah dari dua toko sebelumnya, yaitu IDR 1.250.000, sayangnya barangnya kosong dan adanya di gudang jalan Fatmawati. Setelah diskusi sebentar sama Oshei, akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Global Elektronik yang di jalan Fatmawati, barangnya sisa satu dan harganya IDR 1.199.999. Akhirnya, jam 22:30 itu saya deal transaksi untuk pembelian Microwave R-728(S)-IN.
    IMG_20140720_093842

    Review

    Kesan pertama dari microwave ini adalah, keren! Apalagi buat saya yang belum pernah punya microwave. Dengan kapasitas 25 liter, saya rasa termasuk yang ukuran besar buat penggunaan rumahan. Selain itu pintu microwave bisa dibuat ngaca hahahaha… Daya yang dibutuhkan untuk microwave 900w trus bila digunakan untuk grill sebesar 1000w. Oh iya, microwave seri ini memiliki tiga fitur yaitu microwave, grill, dan kombinasi microwave/grill. Pilihan auto menu juga lumayan, minimal ada untuk bikin popcorn dan menghangatkan pizza. Panel menu cukup gampang lah.

    Oke, saya belum bisa kasih review banyak karena juga ini masih gumun sama microwave-nya. Iya, saya orangnya gampang gumunan hahaha…

  • Training dan Exam MTCNA

     

    1407NA247

    Jadi ceritanya sudah 3 hari ini saya berada di Jakarta, sedang ikut training sekalian exam untuk mengambil sertifikasi MTCNA. Itu adalah sertifikasi internasional untuk perangkat Mikrotik, jadi dengan memiliki sertifikat tersebut, maka seseorang dianggap mampu untuk mengkonfigurasi router Mikrotik sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Mikrotik sendiri. Sertifikasi ini sangat berguna bagi siapapun yang memiliki minat pada jaringan komputer, terutama untuk meningkatkan skill. Selain itu, sertifikasi ini juga untuk menjamin kepada stakeholder bahwa perangkat yang mereka miliki sedang dipegang oleh engineer yang berkualifikasi.

    Saya rasa penjelasan mengenai sertifikasi Mikrotik yang meliputi MTCNA, MTCRE, MTCINE, dan lain sebagainya tidak perlu diulas disini, sudah banyak kok yang membahas ini. Saya mengambil training dan ujian MTCNA di ID-Networker, lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri pada sertifikasi dari Cisco, Juniper, dan Mikrotik. Kebetulan mereka adalah teman-teman saya sewaktu di Semarang, sekarang mereka telah hijrah ke Jakarta dan kemudian ngumpul lagi untuk membesarkan ID-Networker. Jadi saya ikutan training ini malah lebih ke reuni hahaha..

    ID-Networker lokasinya berada di daerah Slipi, tepatnya di Jalan Anggrek Cendrawasih II No 14a. Lokasinya gampang diakses, terutama jika lewat gang setelah Apartemen Slipi, karena itu sudah jalan Anggrek Cendrawasih. Tinggal nyari lokasinya saja. ID-Networker itu berupa rumah kontrakan yang terdiri dari 2 kamar yang dijadikan kelas, tempatnya memang sederhana, but don’t judge a book by it’s cover.

    Ruang Lab ID-Networker
    Ruang Lab ID-Networker

    Materi yang disampaikan sangat mengena dan disampaikan dengan lugas. Trainer saya namanya mas Ropix (Rofiq Fauzi), kebetulan saya sudah kenal lama semenjak masih tinggal di Semarang. Oleh mas Ropix, materi disampaikan dengan santai tapi tepat sasaran. Setiap peserta dipinjami perangkat RB951 yang bebas digunakan walaupun jam training sudah berakhir. Training dimulai dari jam 09:00-17:00, tapi saya malah seringnya selesai ngoprek setelah jam 22:00. Mikrotik bukan untuk dihapalkan, tapi untuk dicoba dan terus dicoba.

    Ujian dilaksanakan pada hari ketiga, waktunya cuma sejam untuk menjawab 25 soal. Nilai minimal untuk lulus adalah 60%, dan saya mendapat 87%. Sertifikat langsung bisa didownload trus dicetak sendiri, kalo mau dicetak oleh Mikrotik katanya harus bayar $30. Oh iya, gelar MTCNA boleh dipasang di belakang nama dan memiliki masa berlaku selama 3 tahun. Lewat dari itu harus memperpanjang dengan ujian lagi atau ambil sertifikasi diatasnya, misalnya MTCRE.

    Saya ikutan training ini lebih untuk belajar kembali ilmu networking yang sudah lama tidak saya gunakan. Selain itu juga untuk upgrade skill karena skill harus terus ditingkatkan. Kalo gelar MTCNA? Anggap saja sebagai bonus 🙂

     

     

  • Ayo Kita #KawalKPU

     

    Dua Tiga hari sudah berlalu sejak hari pemilihan umum, hingar-bingar masa kampanye telah berakhir, suara telah diberikan oleh masing-masing pendukung, sebagian besar rakyat Indonesia telah menunaikan hak pilihnya. Sekarang saatnya KPU melaksanakan tugasnya untuk mengemban amanah melakukan perhitungan suara, sesuatu yang nantinya akan menentukan kemana arah Indonesia akan dibawa, oleh siapa, dan dengan cara apa. Setiap capres/cawapres memiliki kelebihan dan kekurangannya, rakyat sudah memilih, saatnya menunggu hasil untuk menentukan pemenangnya.

    #KawalKPU

    Kotak suara yang menampung jutaan suara dari rakyat Indonesia saat ini sedang dihitung. Tentunya ini sangat rawan kecurangan, siapa yang bisa menjamin bahwa kotak suara dari TPS tempat kita mencoblos, datanya tidak berubah hingga ke KPU Pusat? Butuh kerjasama dan pengawasan dari kita supaya semua suara yang telah diberikan tidak dimanipulasi. Ayo kita #KawalKPU.

    Rasanya sedih ketika membaca timeline bahwa terdapat percobaan untuk mengubah data yang dilakukan oleh segelintir oknum, saya yakin tujuannya satu yaitu untuk memenangkan salah satu calon. Bisa dibayangkan apa yang akan Indonesia dapatkan jika pemimpinnya menang dengan cara yang tidak terpuji? Bahkan dari segi pemilihan umum saja sudah memanipulasi, apakah ada jaminan nanti 5 tahun mendatang tidak ada yang dimanipulasi? Ayo kita #KawalKPU.

    Masyarakat sekarang telah berbeda dengan 5 tahun lalu, masyarakat sekarang sudah melek teknologi, siapapun sudah dapat mengakses data secara mudah dan transparan. Semoga ini menjadi pertanda kepada semua pihak yang mengurusi pilpres ini supaya mengerjakan tugasnya sebaik-baiknya dan jujur. Ayo kita #KawalKPU.

    Terakhir, mari kita bersabar menunggu tanggal 22 Juli 2014. Tidak perlu melakukan hal-hal yang kurang penting, apalagi menyebar sampah di social media. Itu tidak ada gunanya, karena suara telah diberikan dan sedang dihitung. Lebih baik sekarang saatnya membersihkan sampah yang telah disebarkan, namun sesungguhnya semua sampah yang telah disebarkan di Internet tidak akan pernah hilang selamanya. Semoga sampah itu tidak mengikuti masa depan Anda.

    Ayo kita #KawalKPU.

    Buka website Kawal Pemilu 2014 untuk memantau hasil penghitungan di tiap TPS

  • Menunaikan Hak Pilih

     

    Sudah memberikan suara di TPS terdekat? Bila sudah, maka selamat! Anda termasuk WNI yang beruntung bisa memberikan hak pilihnya pada pilpres 2014 ini. Cukup banyak berita yang mengabarkan sebagian WNI yang gagal memberikan hak pilihnya karena banyak hal. Maka bila Anda mendapatkan kesempatan untuk memberikan suara, segera datang ke TPS terdekat dan berikan suara Anda.

    Saya tentunya sudah juga dong, semoga suara yang saya berikan dapat membantu menentukan arah Indonesia selama 5 tahun mendatang di tangan calon yang pilih.

  • Ayo Memilih Untuk Indonesia

    Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, artinya besok saya (dan Anda) akan mengikuti pilpres 2014. Sebuah pesta demokrasi terbesar (dan paling seru) di Indonesia untuk menentukan arah kemana Indonesia akan berjalan selama 5 tahun ke depan. Melanjutkan postingan saya sebelumnya mengenai pentingnya memberikan hak suara, bahwa sesungguhnya sebuah negara akan maju jika didukung oleh warga negaranya. Bentuk dukungan itu bisa dalam berupa sumbangan pikiran dan tenaga, namun jika itu saja tidak sanggup, maka kita bisa memberikan rasa kepedulian kita. Bentuk dari rasa kepedulian itu adalah suara.

    Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, saatnya meyakinkan diri untuk siapa yang harus kita pilih esok hari. Semua kandidat sudah memberikan visi dan misi, tim sukses sudah berkampanye dengan berbagai macam strategi, media sudah memberitakan segala hal yang berkaitan dengan masing-masing capres dan cawapres, pemerintah daerah sudah menyiapkan jajarannnya dan berkoordinasi dengan kepolisian serta TNI untuk mengamankan jalannya pemilu presiden, petugas KPU sudah mensosialisasikan kegiatan pilpres ini sejak jauh-jauh hari, warung kopi sudah menyediakan tempat untuk ajang berdiskusi. Semua itu harus dihargai.

    Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, saya sudah menetapkan diri untuk mendukung salah satu calon sejak jauh hari. Hanya profesi saya saja yang membuat saya selama ini untuk tidak menunjukkan kepada publik bagaimana saya berpolitik. Saya selalu percaya bahwa profesi pendidik harus netral di dalam politik, harus berimbang, dan memberikan edukasi kepada mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan hak pilih mereka. Iya, saya berpolitik dengan cara saya sendiri. Mungkin baru tadi malam saja beberapa tweet saya mulai keluar.

    Hari ini sudah tanggal 8 Juli 2014, mari kita sukseskan pilpres 2014.

  • Kita (Pasti) Berbeda

    Alhamdulillah, sudah masuk puasa hari kedua. Memang, awal puasa saya berbeda dengan pemerintah yang baru menetapkan awal Ramadhan hari ini. Tidak masalah, tujuan kita sama khan? Berpuasa untuk berlomba mendapatkan amalan sebanyak-banyaknya di bulan yang spesial ini. Perbedaan seharusnya bukan untuk diperdebatkan, apalagi dijadikan alasan untuk saling bertikai. Padahal perbedaan itu khan yang membuat dunia ini menjadi semakin berwarna, justru jika tidak ada perbedaan maka saya tidak akan terbayang betapa membosankannya negara kita nantinya.

    Saya tinggal di Semarang, ibukota Jawa Tengah yang menurut saya sangat menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Tidak hanya antar umat beragama saja sih, tapi juga antar etnis. Jarang sekali terdengar kisruh yang diawali karena perbedaan agama atau etnis, kami terbiasa hidup berdampingan dan membuat kota ini sebagai kota yang nyaman untuk dihuni. Masih saya ingat ketika di jaman reformasi, ketika 2 kota besar terdekat (Yogyakarta dan Solo) sedang rame bakar-bakaran karena masalah etnis, justru di Semarang malah adem ayem dan saling melindungi satu sama lain. Bahkan kalo ada ajakan untuk demonstrasi, mahasiswanya lebih cenderung adem ayem, lihat dulu materi demonya, kalo tidak menarik biasanya nggak pada ikutan. Iya, saya kuliah 4 tahun di Semarang nggak pernah ikutan demo di jalan. Alasannya sederhana: panas..

    Perbedaan bukanlah sesuatu yang buruk, justru perbedaan itu jangan dihindari karena memang tidak akan terhindarkan. Negara kita juga dibangun karena banyaknya perbedaan, sehingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika terdapat pada pondasi negara. Meskipun saya penganut Islam yang taat, tetapi jika ada segerombolan yang ingin memaksakan Indonesia menjadi negara Islam, saya termasuk orang yang menentang. Seharusnya sebelum mereka bergabung ke kelompoknya, diajari dulu bahwa ada pepatah “lain ladang, lain belalang”. Islam juga mengajarkan untuk saling menghormati sesama manusia, saya juga tidak setuju dengan istilah kafir yang dengan mudah dilontarkan, apalagi kepada orang yang tidak sepaham. Memangnya kalo sudah menganggap orang lain kafir, trus kamu yang paling benar?

    Perbedaan diperlukan untuk membuat dunia ini semakin bermakna. Indonesia juga menjadi indah karena terdiri dari berbagai macam suku dan kebudayaan. Negara kita adalah negara yang kaya dan kuat, makanya di tahun 1928 juga sudah dibuat Sumpah Pemuda yang menyatakan bahwa apapun perbedaannya, Indonesia tetap yang utama.

    Bulan Ramadhan ini penuh dengan ujian yang bertemakan perbedaan. Dimulai dari awal Ramadhan, copras-capres, hingga piala dunia. Semua punya pendukungnya sendiri, semuanya menganggap paling benar, dan tidak ada yang salah. Nah, sekarang tinggal saling menghormati saja maka semuanya akan berjalan dengan nyaman dan indah.

    Selamat menikmati perbedaan.

  • Selamat Berpuasa, Jadilah Yang Lebih Baik

     

    Alhamdulillah..

    Bulan Ramadhan telah tiba, tidak terasa sudah setahun terlewati.

    Mari kita awali dengan niat yang baik supaya bisa menjadi manusia yang lebih baik.

    Selamat berpuasa.

  • Lingkungan Bebas Klakson

    184961339

    Kendaraan bermotor memungkinkan seseorang untuk dapat berpindah tempat secara cepat, dengan begitu kita dapat menghemat banyak waktu untuk melakukan hal lain. Namun demikian dibutuhkan pengendara yang bijak untuk menjalankan kendaraan tersebut supaya tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Gangguan dalam perjalanan dapat bermacam-macam, tidak hanya yang berupa gangguan fisik seperti benturan antar kendaraan, tapi juga yang bersifat non fisik seperti suara klakson.

    Klakson? Iya, klakson. Saya termasuk pengendara yang termasuk terganggu dengan suara klakson yang dibunyikan oleh pengendara lain. Bunyi klakson yang saya maksud itu adalah klakson yang dibunyikan tidak pada tempatnya, atau klakson ngasal yang sebetulnya tidak usah membunyikan klakson pun bisa. Seperti apa sih? Misalnya :

    • Klakson ketika lampu traffic light baru saja ganti jadi hijau (mabur wae dab!)
    • Klakson panjang ketika berpapasan atau ketemu di persimpangan (maunya minta jalan?)
    • Klakson ketika ngebut (ngebut kok di jalan ramai)

    Untunglah saya tinggal di Tlogosari, Semarang. Jika saya perhatikan, lingkungan yang saya tempati ini cukup menyenangkan, sebagian besar pengendara sepeda motor jarang membunyikan klakson. Bila berpapasan di persimpangan, biasanya lebih memilih untuk melambatkan kendaraan untuk memberikan kesempatan pada pengendara lain. Namun bila diperhatikan, sebetulnya mereka pengendara itu termasuk pengendara yang gesit, karena bisa tau kapan harus berhenti dan tau kapan mereka diberi jalan oleh orang lain.

    Suasana hati yang baik akan membuat hari yang baik juga. Buatlah pagi hari saat berangkat ke kantor dengan perasaan senang, biasanya nanti dalam sehari itu kita akan merasa senang. Jangan dirusak hanya gara-gara suara klakson.

    Ah, mungkin hanya saya saja yang terlalu banyak mikir aja..

    a3Y6Yzr_700b

  • Intinya Sih Harus Memilih

    apqwML5_700b

    Sudah bisa diduga, pilpres 2014 kali ini bakalan lebih sengit dibandingkan saat pilgub DKI. Bukan hanya persaingan antar capresnya, melainkan dari pendukung yang saling beradu argumen, pendapat, sampai cercaan. Media juga membuat persaingan ini menjadi lebih sengit dengan memberitakan setiap berita dengan kurang berimbang. Kok bisa kurang berimbang? Ini subjektif sih, hanya pemikiran saya sendiri. Namun setiap saya mengakses berita dari semua media tertentu maka biasanya media tersebut cenderung berpihak pada salah satu calon.

    Sekarang keriuhan tidak hanya berada di sektor media massa, namun juga sudah bergeser ke ranah social media. Lihat saja status-status yang bertebaran di Twitter dan Facebook, seakan-akan sudah membuat beberapa orang menjadi analis politik handal lengkap dengan menyajikan data untuk mendukung argumentasinya. Imbasnya, ketika argumen itu tidak diterima dengan pihak lain, maka akan terjadi perang yang sering disebut dengan twitwar. Black campaign, kampanye gelap, kampanye hitam. Istilah ini mulai digunakan sekarang, dulu-dulu istilah ini nggak pernah muncul di permukaan. Apakah baru kali ini saja kegiatan itu ada? Nggak juga, mungkin dulu kita nggak familiar dengan istilah kampanye gelap.

    Indonesia memang masih gagap untuk menerjemahkan demokrasi, kita terlalu lama hidup di jaman pemerintahan yang tertutup hingga 32 tahun, ditambah orde reformasi yang ternyata berjalan tidak sesuai dengan harapan. Pejabat pengganti akan berlaku sama dengan pendahulunya, orang-orang yang diawal bersahabat akan bertikai di akhir periode. Itulah politik. Tapi bukan berarti kita lalu mengabaikan politik, karena secuek-cueknya orang, paling berbahaya ketika kita sudah cuek dengan politik. Karena kita sama saja cuek dengan harga kedelai yang mahal, impor sembako yang tinggi, dan harga BBM yang menjulang. Ingat semua itu dikendalikan oleh politik, bukan ahli ekonomi.

    Akhirnya, kita harus memilih. Bukan memilih untuk tidak memilih, tapi memilih diantara yang bisa dipilih.