Category: Tulisan

  • Gunung Sangeang VS Pilpres 2014

    521px-Indonesia_-_Sangeang_Api

    Saya baru menyadari jika tanggal 30 Mei 2014 lalu ada salah satu gunung merapi di Indonesia meletus, namanya Sangeang Api, gunung yang saya baru tau jika lokasinya berada di wilayah NTB. Saya juga menyadari jika berita mengenai letusan gunung Sangeang ini hanya sebatas di running text sebuah acara berita di sebuah televisi swasta yang pada saat bersamaan sedang menayangkan riuhnya KPU saat masing-masing capres dan cawapres datang untuk mengambil nomor urut.

    Sangeang Api sedang kurang beruntung, dia meletus saat perhatian hampir semua rakyat Indonesia beserta perangkat pemerintahnya sedang fokus ke acara fenomenal 5 tahunan sekali yang bernama Pilpres. Bahkan media yang biasanya gencar memberitakan letusan gunung Merapi juga tidak ada suaranya kali ini. Selain timing letusan kurang tepat, lokasinya juga tidak di pulau Jawa. Maklum, Sangeang Api merupakan gunung berapi aktif di kompleks pulau Sangeang di Indonesia. Ini terdiri dari dua kerucut vulkanik, Doro Api 1.949 meter (6.394 kaki) dan Doro Mantoi 1.795 m (5.889 ft) [cite]http://id.wikipedia.org/wiki/Sangeang_Api[/cite].

    Padahal efek dari letusan Sangeang cukup fenomenal, tercatat beberapa penerbangan harus dibatalkan akibat abu vulkanik yang keluar dari Sangeang [cite]http://www.tribunnews.com/regional/2014/05/31/13-pesawat-batal-terbang-akibat-letusan-gunung-sangeang[/cite] [cite]http://bisnis.liputan6.com/read/2057150/lima-penerbangan-dibatalkan-garuda-indonesia-minta-maaf[/cite], bandara Bima ditutup [cite]http://www.antaranews.com/berita/436699/bandara-bima-ditutup-terkait-erupsi-gunung-sangeang[/cite]. Bahkan abu vulkanik juga berhembus sampai ke Australia [cite]http://www.tempo.co/read/news/2014/05/31/120581476/Abu-Gunung-Sangeang-Api-Sampai-ke-Australia[/cite] [cite]http://news.liputan6.com/read/2057309/abu-gunung-sangeang-api-selimuti-kota-perth-australia[/cite]. Bahkan pada tanggal 31 Mei 2014, [cite]http://www.sbs.com.au/news/article/2014/05/31/ash-grounds-flights-darwin-bali[/cite] menulis beberapa penerbangan dari Melbourne dan Adelaide menuju Bali harus dibatalkan.

    Mudah-mudahan, setelah ini semua perhatian dapat beralih ke Sangeang, sebuah bencana yang nyata dan mendesak untuk mendapatkan perhatian lebih dari siapapun. Semoga.

     

  • Welcome To The Big 30

    Yeaaayyy…. Sudah 3 dasawarsa saya tinggal disini. Banyak cerita, banyak pengalaman baik suka dan duka. Banyak pelajaran dan pencapaian yang sudah saya dapatkan. Di usia yang katanya orang sudah “matang” bagi #LelakiSejati, saya berharap semoga dapat menjadi bijak dan lebih menurunkan tensi emosi ketika menghadapi apapun. Semoga dimudahkan semua urusan, rejeki, karir, pendidikan, jodoh, dan pengalaman. Let’s be more awesome!

    Perayaan hari ini berlangsung sederhana, cuma order batagor dari Bandung, trus pagi-pagi sudah ditaruh di pantry. Batagor yang saya bawa ini rasanya enak lho, setidaknya itu yang dibilang sama teman-teman. Pesennya cukup batagor dan tahu baso aja, jumlahnya 75 buah dan langsung habis dalam waktu 15 menit hahaha… Kalo tertarik pengen pesen, bisa hubungi saya hohohoho…

  • Membacalah, Maka Kau Akan Lebih Paham

    Ide tulisan ini berawal ketika melihat shared link dari Facebook-nya Chika, dia membagikan video yang berjudul “Girl Who Hated Books”. Pada video itu diceritakan keluarga yang sangat menyukai membaca, sang ayah dan ibu selalu menyempatkan untuk membeli buku untuk dibaca secara bergantian, bahkan koleksi bukunya sudah memenuhi seluruh penjuru rumah. Sayangnya, sang anak tidak menyukai hobi yang dimiliki kedua orang tuanya itu, bahkan cenderung untuk membenci dengan hal membaca. Suatu saat, sang anak mencari kucing kesayangannya, ternyata si kucing sedang nongkrong terjebak di atas tumpukan buku yang menjulang. Bagaimana cara menyelamatkan si kucing? Tonton aja filmnya ya..

    The Girl Who Hated Books by Jo Meuris, National Film Board of Canada

    Saya pernah membaca di sebuah artikel, bahwa minat baca orang Indonesia itu cukup rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Saya tidak ingin membahas hal ini, karena minat membaca itu hampir sama dengan minat-minat yang lain. Semua minat jika diasah pasti akan mengkilap, tapi memang.. bahwa budaya membaca itu sebaiknya sudah tertanam di diri sendiri, karena dengan sering membaca, maka kita kita akan semakin paham dengan sesuatu.

    Sering saya merasa aneh, ketika mendengar ada seseorang yang tidak suka membaca. Bagaimana bisa? Seandainya dia menganggap dirinya ahli, tapi tidak memiliki kesukaan membaca, bagaimana bisa dia menganggap dirinya ahli? Memang benar, ada sebagian kecil orang yang diberikan kelebihan menghapal, jadi tanpa membaca, cukup mendengar, maka dia akan mengerti maksudnya. Orang-orang ini termasuk dalam kategori orang yang cerdas. Tapi berapa banyak sih orang cerdas di dunia ini? Sisanya adalah orang-orang biasa saja, ya macam saya ini.

    Saya selalu berpendapat, ketika ingin mempelajari sesuatu yang baru maka bacalah tutorialnya secara detil dan lengkap. Jangan membaca secara fast-reading, karena nanti pasti akan terlewat pada bagian penting, yang kemudian akan mengacaukan segalanya. Pemahaman terhadap sebuah masalah itu sangat penting sebelum akan melakukan pekerjaan, sehingga membaca tulisan secara detil akan sangat membantu dalam menentukan langkah.

    Sebagian orang yang pernah saya amati menganggap bahwa membaca itu kurang menyenangkan, lebih enak diceritain saja. Tinggal mendengar, kemudian bertanya pada bagian yang kurang jelas. Memang, itu terasa menyenangkan, tapi saya menganggap itu model belajar yang kurang efektif. Kenapa? Pertama, itu sangat bergantung pada cara penyampaian sumber / pencerita, jika penyampaiannya ngawur maka ilmu yang didapatkan juga akan ngawur. Kedua, model belajar seperti itu cenderung akan membuat kita sebagai seorang penghapal. Padahal berapa banyak sih data yang bisa kita hapalkan? Sekarang, apakah Anda hapal nomor SIM dan NPWP Anda? Atau, apakah Anda hapal dengan urutan warna Google? Saya jamin, sebagian besar pasti tidak hapal.

    Maka dari itu, saya lebih suka membaca. Karena dengan membaca, maka saya bisa memahami tulisan dan maksud si penulis dengan lebih tenang, kemudian bila lupa, bukunya bisa saya buka lagi. Saya sudah mencoba membaca buku melalui smartphone, tapi kemudian saya menyerah, karena sungguh tidak nyaman. Jangan menghapalkan semua informasi yang Anda dapatkan, koordinasikan informasi itu, simpan dan ambil di saat membutuhkan, jadikan kompetensi dengan cara sering mengaplikasikan hapalan Anda itu.

    Lebih baik memahami ilmu, daripada menghapal ilmu. Hapalan bisa lupa, selain itu kalo suka menghapal jadi bikin susah move on… *eh

  • Punya Kartu NPWP (lagi)

     

    npwp

    Saya sudah mempunya kartu NPWP sejak tahun 2010, kebetulan pada tahun itu saya baru saja resign dari Telkom dan kemudian fokus menjadi seorang freelancer. Saya pikir sudah saatnya saya memiliki kartu NPWP, maka saya pun membuatnya di kantor Pajak yang berada di Johar Semarang. Proses pembuatan sangat mudah, hanya melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga kemudian kartu NPWP dapat saya ambil pada keesokan harinya.

    Sebetulnya saat mengambil kartu NPWP itu, saya sudah merasa curiga, karena saat saya datang itu ternyata kartunya belum jadi. Kemudian oleh petugas langsung membuatkan di mesin yang tersedia, kemudian dalam waktu 2 menit saya sudah mendapatkan kartu NPWP. Oke, saat itu saya merasa tidak ada masalah, begitu juga dengan pekerjaan. Setiap saya melampirkan kartu NPWP tidak ada masalah yang muncul.

    Hingga kemudian di awal tahun 2014. Mungkin pada tahun ini kantor Pajak melakukan pembaharuan sistem, dimana semua data dapat diakses secara online. Nah, masalah muncul ketika saya akan mencairkan invoice dan pas nomor NPWP saya dicek, ternyata hasilnya invalid. Ketika saya cek di website Pajak pun juga hasilnya invalid. Maka saat rame-rame pada bikin SPT Pajak, saya nggak bisa ikutan dong. Memang saya akui, hingga sekarang saya belum pernah sekalipun melaporkan pajak, karena saya pikir dengan memberikan nomor NPWP, maka pajak yang dipotong dari invoice saya sudah terekam ke dalam data kantor Pajak, sehingga saya tidak perlu melaporkannya kembali. Pertanyaannya, kemana larinya uang potongan Pajak invoice saya?

    Akhirnya karena nggak pengen repot ngurus ke kantor Pajak, saya iseng-iseng mendaftar NPWP baru secara online. Kebetulan sekarang sudah tersedia, cukup membuka halaman ini, kemudian mendaftar dan mengisi formulir maka proses pendaftaran NPWP dapat dilakukan secara mudah dan gratis.

    Apa betul gratis? yup! Gratis! Setelah mendaftar, saya hanya menunggu sekitar 3 hari untuk menerima kartu NPWP yang disertai dengan Surat Keterangan Terdaftar sebagai wajib pajak. Kartunya dikirim ke rumah via pos, bentuk kartunya berbeda dengan kartu saya yang lama, bisa dilihat pada gambar di atas. Ketika saya cek nomor NPWP saya yang baru di website, hasilnya valid dan nama saya langsung muncul. Ahay!

  • Martabak Mie “Moving Forward”

    Jadi ceritanya dalam rangka memperingati hari Kartini, kantor membuat semacam lomba antar fakultas, salah satunya adalah lomba memasak bagi bapak-bapak. Berhubung dulu pernah jualan siomay dan sup jagung di acara Dies Natalis, maka saya didapuk untuk ikutan lomba masak.. Iya.. lomba masak!

    Tema lomba masak ini adalah lomba kreasi dari mie. Semua bumbu disediakan oleh panitia dan memasaknya harus menggunakan anglo. Anglo itu adalah semacam kompor tradisional yang bahan bakarnya menggunakan bara arang trus harus dikipas-kipas untuk menyesuakan tingkat panas. Setiap tim terdiri dari 2 orang bapak-bapak dan penyelenggaraanya ada di Auditorium USM. Karena pada bulan April itu saya sedang ada beberapa kegiatan, akhirnya ide mau masak apa baru dipikirkan pada saat H-1, tapi belum ada judulnya. Intinya saya mau bikin omelet yang biasa dijual sama aa’ burjo di deket kosan. Malamnya saya coba dulu dirumah untuk merancang dressing yang cantik, akhirnya barulah dapat ide nama yaitu, Martabak Mie “Moving Forward”.

    Bahan-Bahan

    1. Sebungkus Indomie.
    2. 2 butir telur.
    3. 1 sosis diiris kecil.
    4. 3 butir bakso diiris kecil.
    5. 1 daun bawang diiris tipis.
    6. Daging ayam dipotong dadu secukupnya.
    7. 1 siung bawang putih digeprek.

    Cara Memasak

    • Rebus mie sampai setengah matang, tiriskan dan sisihkan.
    • Pecahkan 2 telur dan masukkan ke dalam mangkok.
    • Masukkan bumbu Indomie termasuk minyak sayurnya.
    • Masukkan irisan sosis, bakso, dan daun bawang.
    • Kocok sampai rata kemudian sisihkan.
    • Panaskan 2 sendok makan minyak, kemudian tumis sebentar bawang putih sampai wangi.
    • Tiriskan bawang putih, kemudian sisihkan. Kita hanya akan gunakan minyak bawang putihnya saja.
    • Tumis daging ayam menggunakan minyak bawang putih sampai setengah matang, tiriskan.
    • Masukkan tumisan daging ayam ke dalam kocokan telur, aduk rata.
    • Masukkan mie yang tadi direbus ke dalam kocokan telur, aduk rata.
    • Masukkan kocokan telur tadi ke wajan yang berisi minyak bawang putih, gunakan api kecil.
    • Masak sekitar 2 menit, balik telur dengan hati-hati, masak lagi 2 menit.
    • Tiriskan dan letakkan pada piring saji, tambahkan dressing, sajikan

    IMG_20140423_104824

    Hasilnya nanti seperti gambar diatas, daann duyunoooo…. Kami juara pertama dalam lomba memasak! Hohohoho..

  • Tiket Kereta Mudik dan Balik Lebaran 2014 Sudah Habis

    kai-penuh

    Iya, tiket dengan jadwal keberangkatan kereta yang prime time seperti mudik hari Jumat 25 Juli 2014 dan kembali hari Minggu 3 Agustus 2014 sudah habis terjual. Rute yang saya maksud adalah Jakarta – Semarang, tapi saya rasa untuk rute yang lain pun juga akan sama saja. Ini merupakan efek dari diterapkannya sistem penjualan online oleh PT KAI.

    Betapa tidak? Tiket kereta sekarang sudah dapat dibeli dari berbagai tempat, tidak perlu mengantri atau bahkan menginap di stasiun untuk mendapatkan tiket. Selain itu, jumlah tiket yang dijual juga terbatas menyesuaikan kapasitas gerbong, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu dimana masih ada tiket berdiri atau tiket tanpa kursi.

    Jika melihat dari skrinsyut di atas, terlihat update terakhir adalah jam 00:32, artinya PT KAI hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja untuk menjual tiket. Sekarang rebutan tiket levelnya sudah dinaikkan, tidak hanya sekedar di stasiun, tapi juga merambah ke Internet. Traffik yang tinggi membuat web KAI down selama masa periode penjualan dibuka. Susah dibuka dan nggak bisa kirim data adalah masalah yang selalu muncul di web KAI selama 4 tahun penyelenggaraan penjualan tiket online. Travel agent pun juga terkena getahnya, karena sistem yang digunakan oleh travel agent masih bergantung dengan API yang disediakan oleh KAI. Ketika sistem down, maka API juga ikutan down.

    Mungkin nanti di tahun kelima (tahun depan) akan ada evaluasi sistem, sehingga saat terjadi lonjakan traffik pengunjung, sistemnya masih kuat melayani.

     

  • Mohammad Sani Suprayogi, S.Kom., (M.Cs)

    Alhamdulillah… Akhirnya setelah kuliah (dan mangkir) di Program Magister Manajemen Informasi (MMI) Pascasarjana Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada selama 9 (sembilan) semester, hari Senin, 13 Januari 2014 kemarin dinyatakan lulus ujian tesis.

    Kuliah selama 9 semester itu pastinya nggak lumrah untuk jenjang S2, tidak ada alasan untuk ini. Rupanya saya memang cenderung jika sedang mengerjakan sesuatu harus fokus, tidak bisa disambi dengan hal lain. Kuliah sambil kerja, apalagi lokasi kantor dan kampus itu terbentang jarak 100 km memang membuat fokus kadang menjadi buyar.

    Jadi hari Senin, 13 Januari 2014 saya dijadwalkan untuk ujian tesis jam 12:00. Sudah standby di kampus sejak jam 09:30, sekalian nungguin teman seangkatan yang sedang ujian pra-tesis. Iya, karena saya angkatan 2009, pastinya seneng banget kalo masih ketemu teman seperjuangan di kampus. Sekitar jam 11:30 saya baru masuk ke ruangan, lumayan buat nyiapin slide, ada sekitar 20 slide yang harus dipaparkan selama 10 menit. Oh iya, judul tesis saya Implementasi Cloud Computing Menggunakan Model Adopsi Roadmap for Cloud Computing Adoption (ROCCA) Pada Sektor Pendidikan (Studi Kasus Universitas Semarang).

    Menunggu sampai jam 12:30, baru 2 dosen penguji yang datang, akhirnya nunggu lagi sampai jam 12:45, barulah ujian tesis dimulai. Diawali dengan presentasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 1 jam. Pertanyaan yang diajukan lebih fundamental dibandingkan pada saat ujian-ujian sebelumnya, memang karena inilah saat kita diuji kemampuannya, apakah layak menyandang gelar Master of Computer Science (M.Cs). Akhirnya, setelah diminta keluar ruangan sebentar sementara dosen penguji berdiskusi, saya dinyatakan lulus dengan revisi (tentunya) dan dikasih waktu sebulan untuk memperbaiki naskah tesis, ditambah melampirkan naskah publikasi, dan berbagai macam persyaratan administrasi setelah lulus ujian tesis. Semangat!

    Apakah setelah ini perjuangan sudah selesai? Tentu tidak, ini adalah bidang ilmu yang akan saya tekuni selanjutnya. Setelah selama lebih dari 10 tahun menekuni website, saya rasa inilah saatnya untuk upgrade skill, menekuni bidang cloud computing.

    Gambar diambil dari websitenya mas Budi

  • Apa yang biasa keliru di awal tahun?

    Yaa… kurang lebih sama seperti gambar diatas hehehehe.. dulu pas masih sekolah juga pasti begitu, kalo nulis tanggal-bulan-tahun biasanya njuk keliru trus diurek-urek. Kayanya kalo sekarang juga bakalan masih bakal terjadi di awal-awal tahun baru begini hihihi…

  • Selamat Tahun Baru 2014

    Tidak terasa sudah satu tahun terlewati, sekarang sudah menyambut tahun baru. Banyak sekali pengalaman dan cerita selama satu tahun terakhir, tidak sabar untuk membuat cerita dan pengalaman baru untuk satu tahun ke depan.

    Resolusi tahun 2014 ini sederhana,

    • Wisuda
    • Zakat Mal
    • Umrah
    • Menikah

    Amin.