Category: Tulisan
Merdeka! 67 Tahun
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67
Saya banyak membaca di timeline, begitu banyak tanggapan dan pendapat mengenai HUT RI ke-67. Ada yang bahagia, ada juga yang nyinyir. Silakan saja berpendapat, tapi sebaiknya selama kita masih ber-KTP Indonesia, kerja juga di Indonesia.. Nggak ada salahnya untuk ikut berbahagia memperingati hari kemerdekaan yang mungkin nggak akan bisa kita dapatkan jika saat ini masih masa penjajahan.
Butuh orang-orang yang mau peduli dan mengabdi kepada negara sehingga akhirnya Indonesia bisa merdeka, hingga 67 tahun lamanya.
Mengenai apakah Indonesia sudah sejahtera? Sudah! Nyatanya Anda tidak merasa terjajah dan bisa membaca tulisan saya sekarang bukan? Kalo orang lain Anda merasa belum sejahtera, maka bantulah supaya mereka ikut sejahtera. Negara ini besar bukan karena pemimpinnya, tapi karena warga negaranya.
Dirgahayu RI ke-67! Merdeka!
Mudahnya Mengatur Keuangan Secara Online
Dimuat di rubrik Konek Suara Merdeka hari Minggu 12 Agustus 2012
“Horee udah mau Lebaran, bakal dapet THR dong”
Salah satu hal yang ditunggu pada bulan Ramadhan adalah bertambahnya penghasilan, salah satunya adalah dari Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi pegawai sudah pasti akan mendapatkan THR dari kantor, bagi anak sekolah atau mahasiswa nantinya juga akan mendapatkan THR dari orang tua atau sanak saudara. Intinya akan ada penghasilan tambahan yang bisa digunakan untuk menikmati liburan.
Namun bila tidak hati-hati, ada pendapatan yang besar biasanya juga diikuti dengan pengeluaran yang besar juga. Tidak jarang sehabis liburan yang terjadi malah kita kehabisan uang, terlambat membayar tagihan, tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup di bulan selanjutnya. Hal ini cukup memprihatinkan, karena sebetulnya hal tersebut bisa dihindari jika kita cermat dalam mengatur keuangan.
Apakah susah mengatur keuangan? Sebenarnya tidak, kita hanya rajin mencatat pemasukan dan pengeluaran uang saja. Kita bisa mencatat cashflow itu di berbagai media, yang termudah bisa menggunakan buku tulis yang sering dilakukan oleh orang tua kita. Dengan catatan keuangan yang rapi maka kita akan bisan tahu berapakah uang yang kita dapatkan di bulan ini atau berapa banyak uang yang sudah kita habiskan di bulan ini.
“Saya malas jika harus membawa buku kemanapun hanya untuk mencatat keuangan”
Beruntunglah kita hidup di jaman yang maju. Internet sudah dengan mudah diakses dari manapun dan menggunakan media apapun, serta berbiaya murah. Masalah pencatatan keuangan yang biasanya dilakukan secara manual, sekarang sudah dapat dilakukan secara terkomputerisasi dan bersifat online. Jadi kita bisa dengan mudah mencatat keuangan kita kapanpun.
Produk pencatat keuangan yang cukup populer di Indonesia adalah NgaturDuit.Com. Layanan ini sudah berjalan semenjak tahun 2009 hingga sekarang dan mendapatkan banyak pengguna. Yang membuat layanan ini menarik adalah gratis. Kita tidak dipungut biaya untuk menggunakan semua fasilitas yang tersedia. Selain itu, layanan ini juga berbahasa Indonesia dan mudah dikustomisasi sehingga mudah digunakan oleh masyarakat awam sekalipun.
Bagaimana cara menggunakannya?
Sesuai dengan namanya, kita bisa membukanya di alamat ngaturduit.com. Nanti Anda akan mendapati tampilan website yang sederhana berwarna dasar hijau. Silakan buat akun terlebih dahulu. Proses pembuatan akun juga sangat mudah, hanya cukup menentukan username dan password yang akan digunakan. Lebih mudah daripada membuat e-mail.
Setelah akun kita aktif, maka lakukan login. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah masuk ke menu Pengaturan. Ada beberapa hal yang harus disetting terlebih dahulu supaya akun NgaturDuit.Com bisa bekerja secara optimal. Jangan khawatir, tidak semuanya harus disetting. Hanya menu Rekening saja yang perlu disetting. Disini Anda harus melakukan Tambah Rekening sesuai dengan kondisi keuangan Anda.
Setelah Rekening selesai diatur, maka kita sudah siap menggunakan layanan NgaturDuit.com. Silakan masuk ke menu Transaksi untuk mulai melakukan pencatatan keuangan Anda. Setiap ada uang yang masuk atau keluar maka segera dicatat pada menu Transaksi itu. Nantinya kita akan mendapatkan rekapitulasi dan grafik yang terbentuk secara otomatis berdasarkan data-data keuangan yang sudah kita masukkan.
Tampilan website NgaturDuit.Com cukup sederhana dan informatif. Tidak akan butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan menu-menu yang ada disana. Website NgaturDuit.Com memiliki fungsi-fungsi lain yang bisa kita manfaatkan, misalnya informasi investasi, kalkulator zakat, dan konsultasi keuangan. Eksplorasi saja website ini dan Anda akan mendapatkan manfaat yang lebih.
Yang perlu dicatat adalah, NgaturDuit.com tidak terkoneksi dengan data-data di rekening Bank. Jadi jangan khawatir data Anda dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. NgaturDuit.com hanya bertindak sebagai layanan yang membantu Anda mencatat segala aktifitas keuangan Anda. Jadi tetap dibutuhkan kedisiplinan untuk mencatat segala pemasukan dan pengeluaran kita.
Memiliki Emas Dalam Waktu 6 Bulan
Akhirnya, setelah 6 bulan mengikuti program MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) di Pegadaian Syariah seperti yang sudah pernah saya tulis disini 6 bulan yang lalu, angsuran pembelian emas 10 gram sudah selesai. Hari Jumat, 27 Juli 2012 yang lalu berbarengan dengan pelunasan angsuran, emas 10 gram sudah bisa langsung dibawa pulang. Alhamdulillah…
Produk yang saya dapatkan sama persis apabila membeli langsung di toko emas. Sertifikat yang melekat juga memiliki nomor seri yang sama dengan emasnya.
Mungkin bagi yang belum pernah baca tulisan saya mengenai cara membeli emas dengan sistem mengangsur, bisa baca-baca dulu disini. Yang jelas ini bukanlah sistem kebun emas yang pernah populer, ini hanyalah cara untuk memiliki emas dengan ukuran berapapun sesuai yang dijual oleh ANTAM dengan metode yang mudah dan ringan.
Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bahwa akan mampu membeli emas, karena selain harganya cukup mahal juga tidak ada informasi yang jelas kemana harus membelinya secara toko emas lokasinya cukup jauh dari tempat saya tinggal. Ternyata dengan program MULIA ini, saya bisa memiliki emas dengan cara yang mudah, ringan, dan prosedurnya simpel.
Apakah hanya bisa di Pegadaian Syariah saja? Selama 6 bulan ini ternyata beberapa bank juga mulai membuka layanan serupa. Anda tinggal mencari informasi saja, kemudian dibandingkan antara satu dengan yang lain. Kalo saya sih lebih memilih Pegadaian Syariah karena lokasinya deket aja dan ada tulisan Syariah. Sekali lagi, itu pilihan.
M-Tix Bikin Menonton Menjadi Lebih Menyenangkan
“Eh, malam ini kita nonton MIB3 yuk”, “Ah.. males antrinya.. pasti panjang banget..”
“Duh, udah capek-capek antri, dapetnya barisan depan.. Mana ini film 3D pula, bakal pusing deh”
Sepertinya keluhan macam itu sudah sering didengar atau bahkan dialami oleh kita yang suka nonton di bioskop. Saya juga pernah mengalami masa-masa seperti itu, seperti nongkrongin gedung bioskop dari pagi untuk dapet antrian terdepan, atau bela-belain antri walaupun panjangnya udah sampai Mekah. Menurut saya, itulah sensasi nonton film. Gak cuma menikmati filmnya aja, tapi juga menikmati perjuangan mendapatkan tiketnya.
Tapi itu dulu.. Ketika masih muda…
Sekarang? dengan kesibukan yang gak ada habisnya, tentunya udah susah buat dateng ke gedung bioskop jam 10 pagi hanya untuk antri dan rebutan sama ABG supaya bisa dapet tiket nonton dan posisi duduk yang nyaman. Kalo misalnya ada calo tiket, mending beli di calo walaupun sedikit lebih mahal, tapi nggak usah antri dan pasti dapet tiketnya.
Untunglah, pengelola jaringan 21 memberikan solusi yang cukup bagus. Yaitu pemesanan tiket nonton secara online! Jadi gak cuma pesen tiket pesawat dan kereta api aja yang bisa online, sekarang bahkan kita bisa pesen tiket bioskop dari manapun, gak perlu antri, dan bisa milih tempat duduk pula. Nama layanan ini adalah M-Tix.
M-Tix
Pertama, ini bukan postingan berbayar jadi ini cuma review aja produk M-Tix yang kebetulan barusan aja diluncurkan untuk kota Semarang. Ya, entah kenapa 21Cineplex sebagai pengelola bioskop 21 dan XXI “mengabaikan” kota Semarang untuk teknologi M-Tix. Beda dengan Jogja yang udah ada sejak berabad-abad yang lalu.. *halah*
Oke, M-Tix adalah produk yang dimiliki oleh 21Cineplex sebagai sistem pemesanan tiket secara online untuk seluruh bioskop jaringan 21 dan XXI seluruh Indonesia. Jadi dengan M-Tix ini kita bisa pesen tiket serasa di loket tiap bioskop. Bedanya, kita lakukan dirumah, trus bisa untuk pemesanan seluruh Indonesia. Tidak terbatas pada lokasi pendaftaran M-Tix saja. Cocok buat yang suka jalan-jalan macam saya ini.
M-Tix menawarkan 2 cara untuk mengaksesnya. Pertama via sms. Jadi dengan mengetikkan beberapa kode saja dan mengirimkan ke nomer 2121 maka kita udah bisa pesen tiket secara online. Tapi karena faktor kode sms yang buanyaakk itu, maka saya gak tertarik untuk menggunakannya. Lagian kalo akses M-Tix pake sms, kita ga bisa pilih tempat duduk sendiri. Udah diatur sama sistem. Tapi pasti posisi tengah kok.
Nah, saya lebih menyukai cara kedua, yaitu via web. Dengan membuka website http://21cineplex.com. Kemudian pilih menu M-Tix. Nanti kita langsung bisa memesan tiket bioskop secara web-based. Cukup lakukan login, kemudian pilih nama bioskop, pilih judul film, tentukan tanggal dan jam nonton, serta jumlah tiket yang mau dibeli. Abis itu kita akan dibawa ke pemilihan denah tempat duduk.
Nah, inilah kelebihan akses M-Tix via web dibandingkan dengan sms. Kita bisa memilih tempat duduk sesuai dengan keinginan. Jadi dijamin lebih nyaman deh. Yang pasti gak akan duduk di samping kanan-kiri atau baris depan sendiri. Posisi tengah dan mantab.
Setelah menentukan pilihan, tunggu aja beberapa saat. Nanti kita akan dikirimi sms dan email mengenai status pemesanan tiket beserta kode booking. Nah, dengan kode booking inilah kita akan mengambil tiket masuk bioskopnya. Cukup tunjukin kode booking itu ke mbak-mbak loket bioskop, nanti akan ditukar dengan tiket dan langsung bisa masuk.
Cara daftarnya gimana?
Pada dasarnya simpel. Cukup ngisi beberapa formulir trus bayar deposit awal Rp.150.000,00 (seratus-lima-puluh-ribu-rupiah). Nanti di formulir itu, kita harus menuliskan nomer hape yang akan dikoneksikan dengan akun M-Tix. Pastikan nomernya aktif dan tidak ada rencana ganti nomer dalam waktu dekat ya.
Biasanya prosesnya 1×24 jam baru akun M-Tix bisa dipakai, tapi bisa jadi lebih. Jadi jangan daftar hari ini untuk dipake hari ini juga ya.. Kasih waktu 1-3 hari deh untuk nunggu akun M-Tix kita aktif. Jadi mending bikinnya pas belum ada film keren. Antriannya bisa lebih senggang, jadinya akun M-Tix bisa segera aktif.
Kita cuma bisa memanfaatkan M-Tix ini sampai jam 11 siang aja. Abis itu harus nunggu besoknya lagi. Trus kita juga cuma bisa pesen maksimal 8 tiket saja di theater dan jam pertunjukan yang sama. Kalo misalnya mau pesen lagi, harus beda jam atau beda theater.
Reload saldo
Gimana proses pembayarannya dong? Nah, M-Tix menerapkan sistem saldo. Masih inget khan tadi saya bilang pas daftar pertama kali, kita diminta untuk melakukan deposit saldo 150 ribu? Nah, uang 150 ribu itulah saldo awal kita, jadi bukan untuk mendaftar M-Tix. Kesannya memang kalo mau daftar M-Tix itu harus bayar 150 ribu, tapi sebetulnya uang itu akan dikonversi menjadi saldo dan bisa kita gunakan untuk membeli tiket.
Kalo saldonya habis gimana? Kita bisa melakukan reload (top-up) saldo dengan
24 cara. Yang pertama, cara konvesional. Dateng ke loket M-Tix di bioskop terdekat, trus bilang sama mbak-mbaknya mau reload saldo M-Tix. Nanti kita akan dikasih kuitansi reload dan tunggu beberapa lama (pengalaman sampe seharian), maka saldo M-Tix akan bertambah. Minimal nilai reload disini adalah 100 ribu dan kelipatannya.Cara pertama tadi memang gampang, tapi buat saya agak ribet karena harus meluangkan waktu datang ke loket, trus penambahan saldonya gak segera. Jadinya gak bisa diandalkan kalo pas butuh dadakan.
Update: Cara kedua saat ini sedang tidak bisa dilakukan, tidak jelas apa masalahnya tetapi tertulis di website M-Tix bahwa saat ini masih ada masalah teknis dengan jaringan BII.
Cara kedua, reload saldo melalui transfer bank. Kebetulan M-Tix memiliki Virtual Account di BII. Jadi dengan mengirimkan dana melalui ATM Bersama ke Virtual Account BII dengan format 016 (kode BII) + 7821 + nomer hape. Tapi nanti kena biaya tambahan 5000 rupiah.Jadi misalnya nomer hape 081234567890, maka tinggal masukin 0167821081234567890 di mesin ATM. Nominal pengisian saldo minimal adalah 50 ribu, mau ngisi saldo 60 ribu pun bisa kalo menggunakan metode ini. Saya pun menggunakan metode ini karena lebih praktis dan online. Begitu uang berhasil ditransfer, maka saldo langsung bertambah. Kayak isi pulsa gitu deh.Cara ketiga, menggunakan KlikPay. Layanan perbankan dari BCA ini dapat digunakan untuk reload saldo. Hanya saja minimal nominal untuk reload dari KlikPay adalah 100.000 dengan biaya transaksi 10.000. Jadi siapkan dana di rekening BCA minimal IDR 110.000 dan jangan lupa untuk membuat akun terlebih dahulu ya.
Cara keempat, menggunakan Kartu Kredit. Caranya seperti biasa dengan memasukkan informasi kartu kredit pada sistem, kemudian saldo sudah terisi dengan nominal. Sama seperti KlikPay, minimal nominalnya 100.000 dan biaya transaksi adalah 10.000
Ya kurang lebih itulah sedikit review mengenai M-Tix yang buat saya sangat membantu.
Membeli Emas di Pegadaian Syariah
Sebelum membaca lebih lanjut, postingan ini bukan mengenai cara menabung emas ataupun berkebun emas yang lagi marak belakangan ini. Ini pengalaman saya untuk memulai membeli emas batangan dengan biaya terjangkau.
Emas sudah digunakan sebagai barang investasi semenjak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Nilainya yang kebal akan inflasi dan cenderung naik setiap tahunnya membuat orang-orang yang menyukai investasi akan melirik emas sebagai objeknya. Apalagi perawatan emas cukup mudah dan bisa digunakan juga sebagai perhiasan.
Saya tertarik untuk berinvestasi emas sudah sejak beberapa tahun yang lalu, tapi hanya yang emas batangan saja. Entah kenapa saya gak tertarik dengan perhiasan emas. Selain gak bisa milih, perhiasan emas juga kurang bagus kalo dibuat untuk investasi. Masalahnya, harga emas batangan sangat mahal jadinya keinginan untuk membeli emas batangan jadi tertunda.. sampai kemarin.
Jadi hari Senin kemarin, tgl 16 Januari 2012 saya baru saja membeli 10gram emas di Pegadaian Syariah secara kredit selama 6 bulan. Kredit? enak banget!
Seminggu sebelumnya, saya baru tau kalo kita bisa membeli emas di kantor Pegadaian Syariah atau di Bank Syariah. Saya milih di Pegadaian Syariah aja, karena lebih deket dengan kantor dan menawarkan biaya yang lebih ringan perbulannya.
Nama layanannya adalah MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi). Saat ini sudah tersedia di semua Pegadaian Syariah. Saya kurang tau apakah Pegadaian konvensional juga menyediakan layanan ini, saran saya sih cari aja yang Syariah, karena memang ini merupakan produknya dia.
Layanan MULIA memfasilitasi masyarakat yang ingin memiliki emas secara kredit. Jangka waktu yang ditawarkan cukup bervariasi. Dari 6 bulan hingga 3 tahun, saya sendiri memilih yang 6 bulan, lagian masnya di Pegadaian bilang untuk emas Antam 10gram, maksimal hanya 6 bulan saja. Untuk ukuran emas yang bisa dicicil juga bervariasi, dimulai dari 5 gram hingga 1000 gram (1kg). Selain itu, syaratnya cukup simpel, cuma butuh fotokopi KTP yang masih berlaku.
Gimana Detilnya?
Perincian pembelian saya per tgl 16 Januari 2012 kemaren adalah :
Harga 10gram emas Antam = Rp. 5.115.000
Keuntungan Pegadaian = Rp. 306.900
Jadi harga yang saya terima adalah = Rp. 5.421.900Selain itu masih ada Biaya Administrasi Rp. 50.000 dan Ongkos kirim Rp. 17.276
Nah, Pegadaian Syariah menetapkan kita harus membayar DP sebagai Akad Kredit sebesar 30% dari harga, jadi kemaren saya membayar Rp. 1.694.000
Kemudian untuk cicilan per bulan adalah Rp. 632.500 selama 6 bulan. Nah uniknya, Pegadaian Syariah membebaskan membayar cicilan tanggal berapapun selama belum berganti bulan. Jadi misalnya saya membayar tgl 28 Februari 2012 pun gak papa, asal belum berubah jadi bulan Maret.
Gimana? simpel khan? Jadi saya tinggal menyisihkan 600ribuan perbulan untuk menyicil emas. Sebuah investasi yang menurut saya lebih menguntungkan daripada untuk belanja barang elektronik yang nilainya semakin turun.
Kalo pengen tau detil simulasinya, bisa kontak saya via YM. Nanti tak bantu hitungkan buat persiapan sebelum jalan ke Pegadaian Syariah.
Update !!
Hari Jumat, tanggal 27 Juli 2012 akhirnya angsuran emas saya sudah selesai. Pada saat pelunasan rupanya emas sudah siap diambil, jadinya begitu semua administrasi di selesaikan, tanda tangan di surat ini-itu, emas 10gram lengkap dengan sertifikatnya langsung bisa saya bawa pulang. Prosesnya cepat dan sangat mudah. Sudah saya tulis juga disini.
Link terkait :
- Tabel Cicilan : http://kredit-emas.blogspot.com/p/tabel-kredit-emas.html
Jadikan UMKM dan Pajak Selayaknya Sahabat Sejati
Indonesia adalah negara yang besar. Besar dalam hal yang sesungguhnya, dengan luas wilayah hampir 2 juta kilometer persegi, terbagi menjadi 33 provinsi dan terdiri dari 399 kabupaten dan 98 kota besar. Indonesia juga memiliki keanekaragaman budaya dan sumberdaya alam, seharusnya Indonesia sudah menjadi negara yang kaya dan berpengaruh di level dunia.
Apakah kita negara yang ketinggalan? Tidak juga. Banyak sekali teknologi dan prestasi yang ditorehkan oleh Indonesia di kancah Internasional. Namun jika menilik lagi ke kondisi warga negaranya, seharusnya kita ikut prihatin, dimana masih cukup banyak penduduk yang berusia produktif tapi menganggur atau tidak memiliki pekerjaan tetap.
Negara kita kaya, itu adalah kata-kata yang selalu dikatakan oleh guru SD sewaktu masih kecil. Mungkin juga ini yang membuat kita terlena, ha wong negara kita kaya kok, jadinya bersikap santai saja lah. Tanah kita yang subur juga menjadikan teknologi pertanian mandeg, tidak ada inovasi. Petani juga masih miskin. Perairan yang kaya dengan ikan tidak membuat nelayan menjadi orang yang makmur.
Ada yang salah di negeri ini.
Seandainya saya anggota DPD RI, hal yang akan saya soroti adalah masalah Pajak dan UMKM. Ini sesuai dengan tugas saya di Komite IV DPD RI, yang salah satunya mengurusi mengenai Pajak dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)
Sudah tidak jamannya lagi menunggu lowongan pekerjaan, apalagi dengan kondisi perekonomian daerah yang tidak merata. Tidak jamannya lagi menuntut UMR, kenapa kita tidak menggaji diri sendiri dengan nominal yang kita tentukan sendiri?
Caranya gimana dong? Bikin usaha. Usaha apa? Sesuaikan dengan minat Anda, apa keahlian Anda. Gimana modalnya? Nah, ini tugas saya sebagai anggota DPD RI, kami akan mengusulan bantuan modal kepada masyarakat yang ingin membuat usaha, kemudian melakukan pendampingan, lalu membantu promosi sehingga usaha yang dijalankan bisa berkembang dan bisa dikenal ke daerah sendiri atau daerah lain.
Bukalah mata lebar-lebar, carilah peluang di sekitar. Pasti nanti akan menemukan kebutuhan yang dicari oleh warga sekitar, jadikan itu usaha. Niatkan dengan tulus kemudian “go action!”, negara akan backup usaha Anda dari belakang.
Bagaimana dengan pendapatan daerah?
Tentunya ini membutuhkan peran serta masyarakat. Sumber dana yang bisa didapatkan oleh daerah hanyalah dari sektor Pajak. Seandainya semua masyarakat bisa bekerja baik di sektor swasta ataupun bisnis, apalagi semuanya dipermudah oleh negara. Saya rasa masyarakat akan dengan senang hati menyetorkan pajak kepada Pemerintah.
Yang terjadi sekarang memang tidak berjalan dengan semestinya, sektor pajak masih belum dapat diandalkan. Korupsi masih merajalela. Ini juga karena Pemerintah kurang memberikan imbal-balik kepada masyarakat supaya mau membayar pajak kepada Pemerintah.
Itu semua butuh proses, dan keyakinan bahwa semuanya bisa berakhir dan diatasi. Tidak cuma ngasih komentar nyinyir trus tidak ikut melakukan apa-apa.
Seadainya UMKM dan Pajak bersanding selayaknya sahabat sejati, saya yakin bahwa Indonesia akan makmur, baik dari sisi masyarakat juga dari sisi negara.
nb: Postingan ini ditulis untuk mengikuti Lomba “Andai Saya Seorang Anggota DPD RI”. Saya bukan anggota DPD lhoo.. cuma blogger yang nyambi jadi dosen 😀
Buka Lapak Rapidleech
Hhehehe.. Tadinya sih niatnya bukan untuk bisnis murni, biasanya sih cuma bantuin temen buat download dari server files berbayar. Nah, kenapa sekarang jualan? ya supaya bisa download secara bebas tanpa harus nungguin saya aja hehehe.. Lagian saya jualnya murah, jadinya gak rugi deh..
Servernya berada di Perancis, tapi gak mempengaruhi performa kok. Bahkan menurut saya lebih kenceng ketika leeching, jadinya bisa segera di download ke komputer.
Tertarik? Baca lebih lengkap di Jualan Rapidleech yaa…
Jadwal Macam Apa Ini..
Sebetulnya sih ini postingan dalam rangka mengisi blog yang udah lama gak diisi. Kayanya udah berbulan-bulan deh cuma ngasih amal jariyah ke Rumahweb, soalnya blog ini cuma buat dipajang doang tanpa diisi postingan.
Hmm.. mau ngomongin jadwal ngajar ah.. Jadi di semester ini, aku dapet jadwal yang luar biasa padet. Totalnya ada 27 kelas per minggu. Banyak ya? Hahahaha… Bayangin aja jumlah sks-nya, jam ngajarnya pun akhirnya juga gila-gilaan. Praktis dalam seminggu ngajarnya dari Senin – Minggu. Trus rata-rata dari jam 8 pagi sampai 9 malem. Setiap Hari.
Capek? pasti lah.. Hei.. tapi khan ini udah pilihan… Dulu pernah bilang kalo mau pindah haluan jadi pengajar, bekerja di sektor pendidikan. Sekarang udah jadi kenyataan jadi nggak boleh ngeluh.. Tapi kalo curhat dan galau khan masih boleh tho?
Sementara ini tak jalani selama 3 tahun dulu di sini, siapa tau nanti ada tawaran yang lebih baik lagi. Hati kecil sih pengen balik lagi ke ranah profesional, menangani project lagi, dan tentunya jumlah saldo bank yang berderet-deret hahaha…



