Category: Tulisan

  • Dingin Di Saat Panas

    Dingin Di Saat Panas

    Jangan pernah memarahi orang lain disaat sedang dimarahi, jangan menghukum orang lain saat sedang dihukum. Itu adalah nasehat dari mamah yang selalu tak pegang dalam kondisi apapun sampe sekarang. Terima saja segala hukuman dan kemarahan itu, karena pasti kita sedang melakukan kesalahan atau kelalaian, jangan malah menimpakan amarah kita kepada orang lain yang notabene tidak ada kaitannya dengan masalah kita. Jangan pula malah mencari-cari kesalahan orang untuk ajang membalas dendam.

    Itulah yang kemudian saya alami 2 hari yang lalu. Jadi si Mio lagi ngambek, tau-tau ditengah jalan pas lagi ngebut dia mogok seperti kehilangan tenaga. Padahal elektrik stater berfungsi, klakson, sein, dan lain-lain ga ada masalah. Tapi mesin si Mio ga mau dihidupin, bahkan udah bolak-balik di engkol juga ga mau hidup. Akhirnya tibalah kesimpulan bahwa kiprok Mio bermasalah lagi. Sebetulnya ini gak harus terjadi kalo aku rajin ngecek aki, soalnya pas aki tak liat itu udah gosong dan rasanya panas banget. Parah lah pokoknya.

    Alhasil solusinya adalah ganti kiprok, masalahnya si Mio ini sistem kelistrikannya udah tak ganti jadi DC. Jadi harus pake kiprok motor Megapro supaya bisa supply listrik ke semua komponen. Berhubung mogoknya di jalan arteri yang jauh dari mana-mana, ndoronglah saya nyari bengkel terdekat. Sepanjang perjalanan saya cuma berkata dalam hati “jangan misuh”, karena mau misuh kayak apapun juga si Mio ga akan nyala, lebih baik energinya saya salurkan untuk ndorong motor aja. Oh iya, misuh itu artinya mengumpat..

    Saya cukup bersyukur bahwa sore itu nggak hujan, medannya mulus, dan matahari ga begitu terik. Cocoklah buat ndorong Mio.. Paling cuma jarak yang lumayan buat ngos-ngosan dan baju sampe klebus. Oh iya, kemaren itu aku pas pake jaket parasut yang pastinya sumuk byanget, celana jeans yang gak nyerep keringet, sepatu, dan helm standar yang harus tak pake. Bisa dibayangin tho sumuknya kayak apa, ha wong diem aja udah sumuk apalagi sambil ndorong motor.

    Singkat cerita sampailah di bengkel terdekat, itu sekitar 1 kilo dari posisi mogok. Ternyataaa.. bengkelnya rame dan mekaniknya cuma 2. Ya wes, nunggu aja itung-itung istirahat dan nglemesin kaki. Setelah nunggu sekitar 30 menitan, motorku baru dipegang. Kayaknya mekaniknya kurang ngerti kira-kira kerusakannya apa, ya wes langsung tak tunjukin aja masalahe (ben cepet), dan bisa ditebak.. Bengkel itu ga punya stok kiprok Megapro. Alamat ndorong lagi sampe rumah.

    Setelah dirakit lagi, lanjut ndorong lagiiii… Padahal itu udah maghrib dan gelap. Pastinya jalan di Tlogosari tu udah rame. Tapi ya wes nasib dorong aja.. Lagian tadi udah istirahat di bengkel jadi punya tenaga buat dorong sampe rumah.

    Orang sabar itu disayang Tuhan. Pepatah singkat yang kadang diucapkan buat guyonan itu ternyata berefek besar buatku. Lagi capek-capek ndorong tiba-tiba aku dipanggil sama anak muda dari belakang. “Mas-mas tak ewangi nyurung kene” (mas-mas tak bantuin dorong).

    Antara percaya atau enggak, tak iyain aja deh. Mereka berdua boncengan naik motor bebek, usianya kisaran belasan tahun deh, mukanya agak-agak bandel gitu khas anak motor hehehe.. *guyoonn* Serius mereka nganter aku sampe depan rumah, sepanjang perjalanan pun mereka asik ngobrol sendiri sambil sesekali nanya belok mana. Pas sampe rumah, mereka pun langsung cabut. Pas tak panggil buat ngasih pengganti ongkos dorong malah ditolak. Mereka cuma bilang “kita cari teman”.

    Luar biasa.. Mau nolong orang yang gak dikenal kayak aku ini buat ndorong motor sampe rumah.. Gak pamrih.. Terima kasih kawan..

    Masih ada orang baik disini… 🙂

  • Selamat Tahun Baru 2011

    Selamat Tahun Baru 2011

    Oke, selamat tahun baru 2011 !! Postingan pertama di awal tahun biasanya diisi dengan harapan-harapan yang akan terwujud di tahun ini. Kalo gitu saya pun demikian, tapi dimulai dengan review sedikit apa yang sudah saya alami ditahun 2010 yang lalu. Hmm.. Sebenernya sih dari kemaren-kemaren udah niat nulis flashback 2010, tapi kelupaan dan akhirnya digabung aja sama postingan yang ini aja.. *kwarepmyu*

    Di tahun 2010 saya bersyukur mendapatkan banyaaaak hal yang selama ini saya impikan. Mulai dari pekerjaan hingga barang-barang yang dulu saya anggap nggak pernah bisa saya miliki. Alhamdulillah kehidupan saya juga jauh lebih baik dibandingkan dengan di tahun 2009, jadinya saya bersyukur bahwa tahun lalu cukup sukses untuk bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Saya harap juga ini berlaku untuk tahun ini, supaya bisa lebih baik daripada tahun lalu.

    Hal yang paling berpengaruh di tahun 2010 adalah hal pekerjaan. Jadi di awal 2010 itu saya resmi resign dari kantor karena masa kontrak kerja yang sudah habis. Tentu saja hal itu banyak berpengaruh dari sektor income, karena tentunya pengeluaran tidak akan berhenti padahal pemasukan mulai tersendat. Banyak pekerjaan yang saya lakoni untuk mengembangkan diri dan menyambung hidup. Disini saya mendapat pengalaman bahwa kerja kantoran itu nggak bisa selalu bisa diandalkan, kita harus punya pekerjaan sampingan bila sewaktu-waktu pekerjaan utama mengalami masalah. Sebuah pengalaman yang sangat berharga.

    Puncaknya adalah saat saya memutuskan untuk menjadi seorang pengajar, sepertinya pekerjaan ini cocok buat saya, setidaknya hingga saat ini. Sebuah langkah besar yang harus diambil, mengingat 4 tahun sebelumnya bekerja di sektor profesional. Tentunya banyak hal yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. Ini yang harus saya sadari bahwa semua pekerjaan memiliki ciri khas yang berbeda serta perlu penanganan yang berbeda pula. Saya masih belajar untuk ini, semoga di tahun mendatang semakin lebih baik dan bisa diberikan kepercayaan yang lebih tinggi.

    Nah, harapan-harapan saya di tahun 2011 sih sebenernya simpel, “Semoga saya lebih beruntung ditahun ini”. Sebuah harapan yang selalu saya ucapkan di setiap pergantian tahun.

    Apa yang ingin saya dapatkan di tahun ini adalah menyelesaikan semua masalah yang saya timbulkan di tahun lalu, kemudian mendapatkan apa yang belum saya dapatkan di tahun lalu. Selain itu, saya ingin menikah! Hahahah ya ya ya semoga abis ini nggak hujan salju. Doakan saja tahun ini atau tahun depan saya bisa mewujudkannya. Banyak hal yang perlu saya persiapkan untuk menuju ke situ, jadi saya mohon semoga dilancarkan semua-muanya. Amiinn..

    Oke, selamat tahun baru 2011 semuanya..

    Semoga kita semakin sukses dan beruntung di segala hal. Tetap Semangat!

  • Mahasiswaku, Semoga Berhasil !!

    Mahasiswaku, Semoga Berhasil !!

    Tidak terasa sudah memasuki bulan Desember 2010, artinya di bulan inilah sudah mendekati saat-saat terakhir perkuliahan. Itu artinya juga sebentar lagi sudah akan memasuki masa Ujian Akhir Semester (UAS). Ingat, UAS akan diselenggarakan mulai tanggal 3 Januari 2011, itu jatuh di hari Senin yang pas banget setelah perayaan Tahun Baru 2011. Saya harap sih pada nggak mabuk-mabukan, sehingga bisa mengerjakan soal UAS dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal.

    Mahasiswaku, ini adalah semester perdana saya mengajar, jadi saya mohon maaf kalo pas mengajar agak wagu dan ngawur. Apalagi saya suka ngasih tugas banyak banget khan? Ya itu sih demi kalian juga kok, nggak mungkin saya bisa mentransfer ilmu selama 12 kali pertemuan secara maksimal jika kalian tidak pernah mencobanya sama sekali. Tugas adalah kewajiban yang sebaiknya harus ditanamkan kepada diri sendiri untuk persiapan menghadapi dunia pekerjaan yang keras dan kompetitif. Orang yang cuma ngerti teori nggak akan pernah terpakai didunia IT.

    Kuasai ilmu hingga ke sisi prakteknya, itu yang selalu saya tanamkan kepada kalian, seperti halnya saya dicekoki oleh dosen dan kakak senior saya dulu semasa kuliah. Bagi mahasiswa Struktur Data, semoga kalian nggak sakit hati yaaa.. soalnya saya paling sering ngasih tugas ke kalian, udah gitu tugasnya susah pula. Tapi yakin deh, tugas itu kelak akan membantu Anda di masa mendatang. Mahasiswaku PTI dan KSI, semoga kalian lebih terbiasa dengan deadline tugas yang saya berikan selama ini, itu belum ada apa-apanya di dunia profesional. Kalian harus segera menyesuaikan diri dengan istilah deadline dan menanamkan dalam kalbu.

    Bagi mahasiswa kelas malam, you’re rock! Salut kepada kalian yang masih mempunyai kemauan untuk belajar dan menambah ilmu. Walaupun tubuh udah kecapekan setelah seharian bekerja, masih harus datang kuliah untuk mendengarkan saya di depan kelas dan mengerjakan tugas yang saya berikan. Semoga kita tidak ketemu lagi di semester depan dengan mata kuliah yang sama.. hehehe…

    Oke.. akhir kata, semoga kalian sukses menghadapi soal-soal ujian yang akan saya berikan. Semoga sukses!

  • Selamat Ulang Tahun RoTIFreSH

    Sama sekali nggak nyangka! Serius! Sebuah ide sederhana yang niatnya ingin mengumpulkan pelaku industri kreatif dan online di Semarang, kemudian saling berbagi ternyata mendapatkan respon yang baik. Kami tidak menyangka bahwa di Semarang menyimpan banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan untuk ikut terlibat memajukan kota Semarang.

    Masih segar dalam ingatan, satu tahun yang lalu di  bulan Oktober kami berempat bertemu, miting-miting, merancang sebuah acara yang bersifat semi formal namun menyenangkan dan bermutu. Menyebar undangan ke beberapa komunitas online di Semarang, mencari dukungan sponsor, menghubungi venue tempat penyelenggaraan, hingga melakukan sounding acara di sana-sini.

    Saat itu kami hanya berharap, acara pertama berjalan sukses dengan dihadiri berbagai komunitas. Kami percaya, bila sebuah niatan baik dilakukan dengan sungguh-sungguh maka kebaikan itu akan kembali ke kita dengan jumlah yang jauuuhh lebih besar. Sama halnya kita menanam pohon, dari sebuah biji yang ukurannya kecil lalu kita rawat dengan sungguh-sungguh, maka alam akan membayar kita dengan buah yang jumlahnya lebih banyak dari biji yang ditanam.

    Itulah kenapa tagline RoTIFreSh adalah “Berbagi Tak Pernah Rugi”. Semua itu benar-benar kami rasakan secara nyata. Kemudahan dalam kehidupan pribadi dan berkomunitas jauh lebih menyenangkan setelah kami menyelenggarakan acara RoTIFreSH. Serius! Kami tidak dibayar untuk menyelenggarakan acara ini, bahkan memang tidak mengharapkan imbalan berupa uang. Kami hanya berharap setiap acara RoTIFreSH dapat berguna bagi peserta. Itu saja!

    Sekarang RoTIFreSH sudah berusia 1 tahun, kami sangat berterima kasih terhadap dukungan sponsor yang selama ini membantu kesuksesan acara ini. Telkom dan Hotel Santika Premiere bisa dikatakan yang paling berjasa selama 1 tahun ini, namun tidak lupa kami ucapkan banyak Terima Kasih kepada Cafe Tung de Blang yang bersedia dijadikan tempat penyelenggaraan pertama RoTIFreSH. Semoga kebaikan dan kesuksesan selalu menyertai Anda.

    RoTIFreSH memang berawal dari 4 orang (@wiwikwae, @didut, @sofyanr, dan saya sendiri @masyogie) yang sering disebut dengan istilah Chef RoTIFreSH. Namun RoTIFreSH tidak akan berjalan dengan sukses tanpa dukungan teman-teman hebat yang selalu membantu kami. Mereka adalah Tukang RoTI, Thanks bro and sis!

    Akhir kata, kami hanya bisa bilang TERIMA KASIH TERIMA KASIH TERIMA KASIH kepada semua pihak yang telah  mendukung kami selama 1 tahun ini. Semua kritikan dan dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Doakan kami supaya dapat memberikan yang lebih  baik lagi di tahun mendatang. TERIMA KASIH !!!!

  • Sebuah Langkah Besar Menuju Perubahan

    Sebuah Langkah Besar Menuju PerubahanAkhirnya… Setelah menjadi pengangguran sampah negara selama 5 bulan, saya diterima kerja sebagai dosen di Universitas USM Semarang. Hari ini adalah hari pertama saya bekerja. Sebuah langkah besar yang saya lakukan dalam karier saya, bukan karena frustasi ga dapet kerjaan tapi karena mungkin hati saya ga bisa jauh-jauh dari mengajar. Selama 4 tahun bekerja profesional, ternyata dalam kesehariannya ga lepas dari kegiatan mengajar. Saya pernah bekerja di instansi Media dan Telekomunikasi, sekarang masuk ke dunia Edukasi. How lucky i am..

    Sebetulnya saya sudah sering mengajar sejak jaman kuliah. Dimulai dari asisten instruktur yang tugasnya ya membantu instruktur untuk mengajar misale mbenerin skrip yang error, ditanya-tanya mahasiswa yang sebenere ga mudeng sama kuliahe tapi malu nanya sama instruktur, dll. Kemudian naik kelas jadi Instruktur, beberapa pelatihan PHP udah pernah tak jalani. Trus akhirnya jadi Instruktur pelatihan Internet yang rutin diselenggarin sama Telkom.

    Kalo pembicara juga udah pernah, kalo ga salah udah 2 kali jadi pembicara yang diselenggarakan oleh Internet Club Unisbank, kalo temanya sih masih seputar dunia IT hehehe…

    Tapi waktu itu saya belum kepikiran untuk menjadi dosen, saya pengennya kerja di kantoran dan dapet gaji gede. Alhamdulillah bisa kerja kantoran juga. Cuma semenjak saya ngelanjutin kuliah S2 di UGM, dimana temen-temen sekelas adalah dosen dan mereka sering cerita pengalamannya mengajar bikin saya tertarik untuk menjadi dosen. Sepertinya keahlian saya bisa lebih bisa berkembang kalo jadi dosen.

    USM Semarang

    Kampus ini adalah merupakan kampus swasta yang dimiliki oleh Yayasan Alumni Undip. Letaknya di Jalan Soekarno-Hatta Semarang, cukup mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Saat ini sudah memiliki 6 Fakultas untuk jenjang S1 dan 1 fakultas untuk jenjang S2. USM Semarang memang sedang berbenah dan saya rasa bakal menjadi Universitas besar dikemudian hari.

    Saya bertugas di Fakultas TIK sebagai dosen TI. Di kampus ini terdiri dari jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Ilmu Komunikasi. Oh iya, USM udah punya stasiun radio lho! dan punya tower sendiri! Jangkauannya memang belum luas, ntar tak bikinin radio streaming ah supaya siarannya bisa sampe keluar negeri.

    Baiklah.. Doakan saya supaya bisa menjadi dosen yang baik dan bisa mengajar dengan lancar. Kalo masalah kemringet sih sepertinya udah kutukan yang baru bisa lepas kalo harga Dollar bisa balik ke Rp 2000,00 lagi. Semangaaatt…

  • Merantau (2009)

    Merantau (2009)Saya mungkin adalah orang yang terlalu skeptis tentang kondisi perfilman di Indonesia, makanya setiap ada film baru buatan Indonesia pasti tidak se-semangat ketika film Hollywood tayang di bioskop. Bagi saya, film Indonesia hanyalah sinetron yang diputar di bioskop.

    Ketika saya membaca di koran bahwa ada film Indonesia yang memenangi penghargaan film di tingkat Internasional, saya jadi penasaran judulnya apa. Rupanya film Merantau yang dirilis pada 5 November 2009 di Singapura. Ketika saya lihat sutradaranya, ternyata orang bule. Pantas saja, mungkin filmnya kali ini dibuat serius dan tidak berbentuk sinetron murahan.

    Nah, kebetulan hari Sabtu kemaren ada seorang teman (Mas Fiand) yang berkunjung ke kos dan membawa laptop yang berisi film Merantau, langsung aja tak copy karena penasaran juga seperti apa film yang telah memenangi penghargaan ActionFest 2010 ini. Hehehe iya saya mbajak, nggak beli dvd aslinya.

    Merantau – Every journey must begin with one small step

    Film yang disutradarai oleh Gareth Evans ini menceritakan tentang Yuda, putra Minangkabau yang merantau, pergi dari kampung halamannya untuk mencari ilmu dan sebagai proses pendewasaan diri baik dari segi fisik atau mental. Merantau juga merupakan tradisi Minangkabau bagi setiap anak laki-laki.

    Pada perantauannya (ke Jakarta, iya.. kenapa ke Jakarta ya?) Yuda menemui berbagai orang dengan berbagai masalahnya. Disinilah inti cerita dimana Yuda berjuang menumpas segala tindakan ilegal walaupun nyawa taruhannya.

    Oh iya, bagi yang udah nonton aja.. Menurut kamu apa inti film ini?

    • Menumpas kejahatan dengan segala daya dan usaha walau nyawa taruhannya
    • Jangan ikut urusan orang lain, kalo nekat nyawa taruhannya

    Review

    Akting yang ditampilkan oleh semua pemeran sangat bagus, bahkan sangat bagus untuk ukuran sinetron kita. Emosi dan dialog tertata rapi dan terstruktur. Adegan perkelahian dan action ditampilkan secara real dan apik.

    Sayangnya, menurut saya film ini agak lemah dalam hal cerita. Kurang mendetail dan terlalu accidently. Kemudian beberapa “kesalahan” cerita juga banyak terjadi. Disitu ada 14 kesalahan yang cukup mengganggu jalan cerita. Seandainya ceritanya dibuat mendetail mungkin akan lebih baik

    Overall.. film ini layak untuk menjadi tontonan bagi Anda yang suka menonton adegan perkelahian, karena disini adegan berantemnya mantap, berbagai teknik dan jurus diperagakan jadi kesannya nggak monoton. Lupakan tentang cerita, selamat menonton.

  • Jalan-Jalan Kilat Lagi Ke Jakarta

    Hehehehe.. sebenernya cerita ini udah terjadi 2 minggu yang lalu dan baru sempet nulisnya sekarang. Masih sama dengan postingan sebelumnya, yaitu jalan-jalan ke jakarta untuk interview pekerjaan. Cuma kali ini nggak 24 jam lagi, melainkan 2 hari atau 48 jam. Begini ceritanya…

    Jumat, 5 Maret 2010 @ 1:19 PM

    Setelah sebelumnya melewatkan kesempatan interview di PT Infomedia di minggu sebelumnya, aku dapet email panggilan untuk interview di PT Liga Indonesia pada hari Selasa 9 Maret 2010. Ini adalah perusahaan penyelengara resmi kompetisi sepak bola di tanah air. Kantornya ada di Office Park Rasuna, deketnya pasar festival jakarta. Posisi yang aku lamar adalah web developer.

    Senin, 8 Maret 2010

    Aku berangkat ke Jakarta naik Senja Utama Bisnis. Udah lama banget nggak naik kereta Senja Utama, mungkin terakhir kali aku naik tu pas masih kecil. Waktu itu yang tak inget cuma naik dari Tawang trus tiba-tiba udah nyampe Pasar Senen dan dilanjut naik bajaj menuju kawasan Slipi.

    Tiket kereta Senja Utama sekarang udah naik jadi Rp. 100.000 dan berangkat jam 8 malam. Meskipun gitu, nyampe di Tawang juga masih hampir telat. Jam 8 kurang 5 menit baru nyampe area parkir.

    Padahal tanda-tanda kereta mau berangkat udah bunyi, waaahhh… Setelah nitipin motor, kita langsung cabut ke dalem dan naik kereta. Selesaikah? tidak sodara-sodara.

    KUNCI MOTORKU KETINGGALAN !!!

    Yang tak catat kalo naik kereta bisnis adalah :

    • Boleh ngerokok
    • Boleh pindah tempat duduk
    • Kalo ga bisa tempat duduk, mending tidur di bawah.
    • Jendela itu sebaiknya ditutup, biar ga masuk angin

    Masalah jendela itu aku baru tau, soalnya sepanjang perjalanan tak buka dan akhirnya sekitar jam 2 pagi (masih di kereta) perutku muleesss banget. Daripada kenapa-kenapa, ya wis ngacir ke toilet kereta. Ternyata toiletnya cukup bersih dan ada airnya. Jadi bisa buang hajat dengan nikmatnya.

    Selasa, 9 Maret 2010

    Setelah nanya sama beberapa security di pinggir jalan, sampai juga ke lokasi. Seperti yang sudah tak sebutin di awal, PT Liga Indonesia ini terletak di Office Park Rasuna deketnya Pasar Festival. Oke singkat kata aku dan beberapa “saingan” menghabiskan waktu di situ untuk interview. Ternyata aku satu-satunya peserta dari Jawa, yang lain domisilinya di Jakarta. Maka dari itu pas interview itu aku udah dikasih tau kalo besok disuruh dateng lagi untuk mengikuti interview tahap kedua.

    Sekitar jam 5 sore aku dijemput sama Yoga, temen kuliah di Unisbank. Yoga itu asli Jakarta dan udah wanti-wanti kalo aku ke Jakarta wajib lapor ke dia. Nah berhubung besoknya harus ikut interview lagi, maka malam itu aku diajak nginep dirumahnya.. yaitu di BEKASI..

    Aku baru tau kalo jam pulang kantor adalah waktu yang tepat untuk makan malam. Soalnya kalo maksain diri ikutan arus pulang kantor bisa jadi malah nggak sempet makan malam, maceeettt banget! Aku diajak Yoga makan di warung biru didaerah Kuningan sembari nunggu agak gelap. Rencananya mau pulang jam 7 malam. Ternyata jam segitu tu jalanan masih rame, alhasil 1 jam aku sukses duduk di jok motor. Ya ampuunn aku baru sekali aja udah ngeluh, apalagi mereka yang tiap hari ya? Bisa-bisa waktu hidupnya habis di jalanan.

    Jam 9 malem di sms sama mbak HRD PT Liga Indonesia yang mengabarkan besok pas interview diwajibkan bawa laptop. Mampus.. aku nggak bawa laptop! Ngabari mamah disarankan untuk minjem laptopnya bude di Bekasi juga. Tapi Yoga bilang nggak usah, pake laptopnya dia aja, katanya di rumah ada laptop nganggur yang cuma dipake buat internetan doang. Horeeee… akhirnya semaleman tak buat nginstall webserver dan php editor sama donlot beberapa skrip dari server supaya besok nggak ribet lagi.

    Rabu, 10 Maret 2010

    Setelah pamitan sama orangtua-nya Yoga, kita berangkat ke Jakarta naik motor lagi. Kali ini mampir di kantornya Yoga dulu, soalnya jadwal interviewku jam 2 sore. Rencananya mau nongkrong disitu sampe jam makan siang trus ngojek ke PT Liga Indonesia.

    Eh ternyata, pas nyampe kantor si Yoga malah disuruh keluar sama bosnya. Ya wis, daripada ngowoh nggak jelas di kantor orang, aku minta tolong sama temennya Yoga untuk nganter sampai di Pasar Festival. Untungnya dia juga mau keluar dan jalannya searah. Sip lah..

    Nyampe di Pasar Festival masih jam 11 siang, bingung juga mau kemana. Mau makan, rasanya tanggung, mau nongkrong juga ga tau kemana. Akhirnya jalan aja ke Office Park Rasuna. Sampe sana ternyata ada ruang tunggu! Horeee.. Aku nongkrong disana sampe jam makan siang.

    Ternyata di belakang perkantoran itu ada gang yang isinya warung makan. Pikirku harganya mahal, ternyata gak juga. Kemaren itu aku makan Nasi+Sayur+Ayam Goreng+Tempe+Teh Panas cuma habis 8000 rupiah. Kirain tu sampe 15 ribu gitu.. Hhihihihi..

    Rabu, 10 Maret 2010 @ 1.00 PM

    Perut udah kenyang, mata udah melek. Saatnya interview! Walaupun masih 1 jam dari waktu yang ditentukan, nggak papa lah. Mendingan nunggu daripada ditunggu, heheehe walaupun akhirnya beneran menunggu sampe jam 5 sore karena tesnya baru dimulai jam segitu.

    Tes kedua ini untuk mengetahui kemampuan skill masing-masing. Kita dikasih soal untuk mengekspor file excel ke dalam database mysql, kemudian data-data tersebut ditampilkan ke web menggunakan php. Konten apa saja yang ditampilkan juga sudah ada dalam lembar soal. Kita dikasih waktu 2 jam dan boleh menggunakan Internet. Malangnya, laptop pinjeman ini nggak ada wifinya! Hahahahah.. Alhasil make kabel deh..

    Setelah dapet bantuan dari sana-sini (thanks guys..), tesnya berakhir jam 7 malam. Oh iya, baru kali ini saya interview dikasih makan sama kantornya lho! Pas hari pertama itu kita dikasih Hoka-Hoka Bento, trus yang kedua ini dikasih Ayam Goreng Wendy’s. Hihihihi.. Lumayaaaann bisa ngirit pengeluaran.

    Kirain setelah tes gitu udah boleh pulang, atau malah langsung diumumin hasilnya. Ternyata belum, kita masih disuruh brifing dulu. Waduh, bayangan nginep lagi di Jakarta udah di depan mata. Bukan kenapa-kenapa, tapi aku udah ga punya bajuuuu… hehehehe..

    Untunglah brifing tidak memakan waktu lama, jam 20.30 udah selesai dan langsung dijemput sama Yoga untuk dianter ke Gambir ngejar kereta Argo Anggrek. Alhamdulillah masih dapet tiket dan pulaaanggg….

    Oh iya, ada catatan di kereta Argo Anggrek. Seperti halnya perjalanan kereta api eksekutif pasti di awal pemberangkatan ada pengumuman dari pramugari atau pramugara mengenai perjalanan saat itu. Nah penyampaian pengumuman oleh pramugari Argo Anggrek sungguh menyedihkan, udah suaranya pelan, nggak apal pula. Mendingan nggak usah ngasih pengumuman deh.. Lha kok malah lebih bagusan pramugari bis Joglosemar.

    Oh iya, pas nyampe Cirebon tiba-tiba di gerbongku heboh. Rupanya ada yang kehilangan tas. Padahal disitu ada polsuska dan polisi ditambah intel. Kok ya masih kecolongan juga. Rupanya perjalanan pake kereta api eksekutif tidak menjamin keamanan barang bawaan anda. Waspadalah!

    Kamis, 11 Maret 2010

    Nyampe juga di Stasiun Tawang Semarang. Sungguh perjalanan yang menyenangkan. Doakan saya ketrima di PT Liga Indonesia ya..

  • Jalan-Jalan Kilat ke Jakarta

    Yes.. akhirnya nyampe juga dirumah setelah melakukan perjalanan selama 24 jam dengan rute Semarang – Jakarta – Semarang. Bener-bener kilat tho? Sebenere sih jalan-jalan ini dikarenakan adanya undangan interview pekerjaan di salah satu gedung di Jakarta di hari Selasa tgl 16 Feb 2010 yang lalu. Karena jadwalnya jam 9.30 pagi, maka aku harus berangkat malem-malem supaya bisa sampe Gambir pas paginya dan langsung meluncur ke lokasi.

    Semarang, 15 Februari 2010

    Setelah melakukan report beberapa revisi program kepada Project Manager, aku meluncur ke Haryono Travel untuk ngambil tiket pesawat mbak Iim Fahima yang akan jadi pembicara RoTI FreSH. Setelah tiket udah ditangan dilanjut ke Stasiun Tawang untuk beli tiket kereta buat aku untuk keberangkatan malem hari.

    Disini aku masih blom bisa memutuskan mau naik apa. Pilihannya cuma 2 yaitu Gumarang atau Sembrani yang sama-sama nyampe Gambir antara jam 6-7 pagi. Nah, dulu aku inget Papah pernah bilang naik kereta tu enak banget. Keretanya bersih, nyaman, dingin, dan ada colokan listriknya. Pas tak tanyain beliau udah lupa..

    “pokoknya kalo nggak Gumarang ya Sembrani, pokoknya itu kereta Surabaya!”

    haduh, kalo gitu sama sekali nggak menolong.. Berhubung udah kepepet akhirnya beli tiket Gumarang yang harganya 150 ribu, lebih murah daripada Sembrani yang 170 ribu.

    Ternyata saya salah pilih.. Huhuhuhu.. Kereta Gumarang Eksekutif yang tak naikin semalem itu bener-bener wagu. Nggak ada TV, AC-nya Central, nggak ada colokan listrik, kursinya nggak enak, dan gerbong nggak kedap suara. Alhasil semaleman suasananya rame banget, ditambah ada penumpang bawa bayi yang sepanjang perjalanan nangis terus.

    Saya baru tau kalo sekarang PT KAI nggak ngasih komplemen makan gratis di kereta, trus jadi bertanya-tanya.. Kira-kira kalo naik kelas eksekutif gini dapet komplemen apa ya? Nah, sekitar jam 5 pagi ada petugas yang membagi-bagi handuk panas kemebul untuk cuci muka. Aha! Ini kompelemennya! Itu  pikir saya..

    Ternyata setelah puas menikmati handuk panas (ehm.. sepertinya kata menikmati kurang cocok ya?), datang petugas kereta lagi yang meminta handuk panas tadi. Tapi si petugas itu nggak cuma ngambil handuknya aja.. tapi juga bilang “Dua ribu mas..” Wasyeeemm jebule mbayar! Tau gitu mending ga usah.. wong aku dah bawa tissue basah sendiri.

    Stasiun Gambir, 16 Februari 2010 @ 6.30 AM

    Nyampe di Gambir sekitar jam 6.30 pagi, Jakarta udah terang dan macet dimana-mana. Hari ini rupanya saya berjodoh dengan Gambir, karena seharian ini Gambir jadi rumahku istanaku.

    Begitu turun dari kereta, tujuan pertama adalah toilet. Ini karena saya nggak tega sama toilet Gumarang akhirnya dibela-belain ditahan sampe Gambir deh. Abis cuci muka, tujuan selanjutnya adalah nyari kamar mandi. Ini karena toilet di dalem Gambir nggak boleh dibuat mandi. Ada tulisan gede ditempel di tiap pintu.

    Karena masih buta sama Gambir, akhirnya sok-sokan jalan muter, masih nggak nemu juga. Yo wis, beli koran dulu sama sarapan. Lha sarapan dimana? Clingak-clinguk, lirak-lirik, nyantol juga di Hoka-Hoka Bento di lantai 2. Yo wis, sarapan dulu sambil baca koran biar keliatan nggaya, ditambah sesekali nelpon-nelpon biar tambah top. Padahal sakjane itu lagi nelpon-nelpon bala bantuan soale aku bingung.. hohohoho..

    Akhirnya dapet informasi dari satpam stasiun kalo di sekitar situ banyak kamar mandi umum. Setelah tak cari ternyata memang tempatnya nyempil, pantesan tadi nggak nemu. Tarifnya murah untuk make kamar mandi umum ini.

    • Pipis : 1000
    • BAB : 2000
    • Mandi : 3000

    Nah, karena nggak mau rugi, aku pesen paket combo dari tarif itu. Pikirku bakal mbayar 5000, ternyata cuma bayar 4000 aja. Mungkin kalo belinya paketan dapet diskon.. halah apa sih!

    Gambir mau ke Apartemen Batavia, 16 Februari 2010 @ 8.30 AM

    Jam segini semua persiapan udah beres.. mandi udah, sarapan udah, baca koran juga udah. Padahal jadwal interview masih sejam lagi, sedangkan perjalanan naik ojek paling cuma 15 menit. Tapi daripada bengong di stasiun, nekat brangkat aja lah.

    Nyari ojek di Jakarta kayaknya gampang banget, baru keluar bentar udah ada tukang ojek yang menyambut. Dapet harga deal 20 ribu buat nganter sampe Apartemen Batavia di daerah Benhil. Asik juga diboncengin sama tukang ojek euy! ngebut, gesit, dan lincah.

    Sampe di lokasi langsung masuk ke lobby, trus lapor resepsionis untuk ngabari kalo saya udah dateng. Hmm.. Apartemen Batavia ini keren juga, seumur-umur baru sekali ini masuk ke lingkungan apartemen. Security-nya ketat banget, buka pintu utama harus pake kartu akses, cctv ada dimana-mana, satpam juga bertebaran. Mungkin ini yang bikin harga sewa apartemen jadi mahal ya? Mereka bayar mahal untuk kenyamanan dan keamanan.

    Singkat kata kita interview di lobby apartemen. Materi interviewnya sih standar, nanya-nanya seputar background dan portofolio. Sepertinya saya bakalan suka dengan pekerjaan ini, cuma masalahnya apakah mereka suka sama saya? Belum tentu.. hohohoho.. Yaa doakan saya guys..

    Ternyata interviewnya cuma bentar, dan waktu baru menunjukkan jam 9.30-an, walah  masih pagi. Telpon ke beberapa temen, ternyata pada sibuk ngantor. Mau ke mall pastinya belom buka. Mau makan? udah kenyang sama Hokben. Wah piye iki.. yo wis, balik ke Gambir.. pulang ke Semarang.

    Stasiun Gambir, 16 Februari 2010 @ 10:15 AM

    Inilah salah satu ketololan saya. Saya nggak ngecek jadwal pulang! Hahahaha.. lha soale memang ga tau mau pulang kapan, khan sapa tau kalo ternyata besoknya saya udah kerja atau apalah makanya nggak pesen tiket pulang dari Semarang.

    Nah.. dulu saya inget kalo ada kereta jam 10 ke Semarang. Lha kok tadi nggak ada!! Usut-diusut ternyata dulu naik kereta Kamandanu yang sekarang udah dihapus peredarannya. Alternatifnya bisa naik Argo Anggrek Pagi, tapi udah berangkat jam 9.30 tadi. Mampus!

    Nyari-nyari jadwal kereta, akhirnya dapet kereta paling sore, yaitu Argo Sindoro.. dan itu jam 16.45. Bagoooossss.. hari ini saya nongkrong di Gambir!

    Beneran nggak nyangka bakal kejadian kayak gini, untungnya Stasiun Gambir memang enak untuk dibuat nongkrong. Kita bebas mau dlosoran dimana aja tanpa takut diusir satpam. Ya udah, saya udah pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain biar nggak bosen. Untung bawa sangu novel tebel yang cukup untuk membunuh waktu.

    Orang ganteng disayang tuhan. Untunglah Mas Ullie, temen di Loenpia.Net dengan rela mau nemenin aku di Gambir, awalnya sih mau dateng jam 11-an gitu trus mau ngajak muter-muter Jakarta, berhubung Jakarta lagi hujan deres pathes, beliau dateng jam 1.30 PM. Yo wis, acaranya cuma lunch aja di (lagi-lagi) Hoka-Hoka Bento.

    Nongkrong disitu sampe jam 4 sore soale memang tempat paling nyaman sih, lagian kalo keluar juga ga tau mau kemana. Cerita-cerita tentang kehidupan di Jakarta ternyata seru juga.. Hehehehe.. Katanya di Jakarta itu tersedia semua tipe orang dari yang paling alim sampai paling bejat. Bener-bener metropolitan.

    Stasiun Gambir, 16 Februari 2010 @ 16:45 PM

    Akhirnya Argo Sindoro brangkat juga ke Semarang. Kereta ini merupakan salah satu clan kereta Argo. Keretanya bagus, nyaman, kedap suara, ada tv-nya, kamar mandi juga oke, kursinya oke banget, ac juga manteb. Pokoknya jauh lah sama Gumarang. Cuma sayang nggak dapet makanan lagi huhuhu…

    Argo Sindoro berhenti selama 2 menit di Stasiun Tegal dan Pekalongan, jadi nggak menyita banyak waktu di perjalanan. Sampe Semarang Tawang sekitar jam 11 malem. Akhirnya sampe Semarang juga, langsung ke tempat parkir, ambil Mio dan pulaaanngg..

    Tips :

    kalo mau naik kereta jarak jauh, usahakan makan dulu dan bawa cemilan, karena kalo ditengah perjalanan kelaperan bisa repot sendiri. Kalo mau turun beli makanan di stasiun transit banyak resikonya, mulai dari ketinggalan kereta sampe nggak dapet kembalian yang pas. Kalo beli di restorasi, siap-siap dapet harga yang menyakitkan hati.

    sebaiknya bawa buku bacaan dan mp3 player. Ini berguna kalo lagi ga bisa tidur karena blom ngantuk, atau karena terganggu dengan suara bayi nangis sepanjang perjalanan.

  • Rumah Dara

    Akhirnya dunia perfilman Indonesia mulai beranjak dari tema-tema hantu yang membosankan. Walaupun dalam waktu dekat ini masih akan muncul film hantu seperti Setan Datang Bulan yang diperankan sama Trio Macan, tapi sepertinya film Rumah Dara yang baru saja tayang 22 Januari 2010 yang lalu ini bisa mengobati dahaga pecinta film Indonesia.

    Saya akhirnya berkesempatan untuk nonton Rumah Dara sama adekku di Studio 21 Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya nonton di bioskop ini, biasanya saya nonton di Empire XXI Jogja, tapi entah kenapa disana Rumah Dara malah belum tayang. Walaupun ruangannya lebih sempit dan layar yang lebih kecil daripada Empire XXI, tapi tidak mengganggu kenikmatan untuk menonton.

    Berbagai review tentang film ini pasti sudah banyak ditemukan di berbagai media, jadi postingan ini cuma review tentang film ini aja ya. Kebetulan tema slasher merupakan salah satu favorit saya..

    Hmm.. awalnya cerita dari Rumah Dara ini akan mirip-mirip dengan Hostel atau Saw, tapi ternyata tidak. Karena memang film ini menurut saya nggak punya jalan cerita sama sekali. Film sudah dimulai dengan adegan di cafe yang ternyata berada di luar Jakarta, alasannya karena Ladya bekerja disana. Ladya adalah adik dari Adjie yang sudah lama tidak akur selepas orang tua mereka meninggal. Adjie, Astrid (istri), Alam, Jimmy, dan Eko beramai-ramai main kesana. Hebat juga Astrid yang sudah hamil 8 bulan bisa ikutan jeng-jeng.

    Oh iya, di cafe ini sayangnya ada adegan klasik.. Yaitu berantem khas film Indonesia. Awalnya Ladya diganggu sama tamu (Ladya bekerja sebagai waiters), kemudian datang Alam yang membela. Ditantang berantem ga ada yang brani, nah pas Alam balik badan, salah satu dari tamu itu mukulin botol ke kepala Alam sampe bocor.

    Adegan diatas itu hanya pembuka, karena inti filmnya pada saat mereka sudah sampai di Rumah Dara. Disitu mereka dibunuh satu-persatu dengan cara yang sadis. Karena ini filmnya bertema slasher, pasti cara membunuhnya tidak normal. Tapi jangan dibayangkan seseram Hostel atau Saw ya.. kalau udah pernah nonton 2 film itu, saya jamin Rumah Dara tidak terlalu sadis, tapi cukup bikin meringis.

    Nah, yang saya maksud film ini nggak punya cerita adalah karena tidak ada penjelasan tentang Rumah Dara itu sendiri. Tidak jelas kenapa mereka bisa hidup dari tahun 1900-an tanpa terlihat tua sedikitpun, lalu komoditi daging itu juga tidak terlalu jelas digambarkan, akhirnya ya film ini cuma berisi adegan tujah-tujah saja. Itupun juga nggak dijelasin kenapa mereka melakukan itu. Apakah hanya untuk dijual? apa untuk persembahan? atau hanya hobi semata?

    Oh iya, ada adegan yang menurut saya cukup mengganggu, yaitu pada saat satu unit reserse kepolisian setempat datang ke rumah itu. Saya tidak mempermasalahkan akting mereka, tapi kenapa harus ada Aming? Hehehe.. *kidding* Aming sih nggak masalah, tapi yang saya rasa agak mengganggu adalah pas adegan tembak-tembakan.

    The Mo Brothers udah berhasil membuat efek sayatan, darah, daging tercabik, dll. Tapi kenapa pas adegan tembak-tembakan jadi terasa janggal? Ketika Maya ditembak dengan senapan (entah itu M16 atau Shotgun) kenapa kepalanya nggak dipecahin sekalian? Malah cuma ninggalin bekas luka di jidat, itupun nggak langsung mati, masih bisa ngasih salam perpisahan sama Dara. Sayang banget! Trus efek yang keluar dari moncong senjata juga berlebihan, mbok ya dibikin yang biasa aja tapi realistis. Sayang banget, padahal efek yang lain udah sip.

    Oh iya.. sayangnya lagi film ini udah kena sensor. Jadi mungkin kenikmatan pecinta film slasher bakal terganggu. Ya! saya merasa terganggu dengan sensor itu! Hohohoho… Padahal ada adegan kepala Alam yang ngglundung, dan saya yakin pasti bikinnya keren sekali.

    Overall, film ini cocok bagi Anda yang pengen suasana lain selain film setan nggak jelas. Nggak ada adegan mesum, nggak ada dialog yang mbosenin, semuanya ngalir ala film slasher (dialog dikit banyak aksi). Oh iya, sebaiknya jangan bawa jajan banyak-banyak kalau pas nonton, kemungkinan nggak doyan makan, sayang khan duitnya?