Blog

  • Susahnya Memberi Maaf..

    Susahnya Memberi Maaf..

    Susahnya Memberi Maaf..Pernah nggak kamu dimintai maaf oleh seseorang yang telah sukses menyakiti kamu. Baik menyakiti hati atau tubuh kamu? Dia datang dengan ikhlas dan tulus untuk meminta maaf atas semua perlakukan dia kepadamu. Bagaimana reaksimu saat itu? Apakah langsung memberikan maaf seusuai yang dia minta? Apa malah mengusirnya pergi?

    Itu adalah suatu kondisi yang sangat ironis, dimana kita pasti masih menyimpan dendam dan perasaan jengkel kepada orang itu, trus tiba-tiba dia dateng dengan meminta maaf atas semua kesalahannya. Enak banget!! Hehehehe… itu pasti yang bakalan ada di sebagian besar pikiran kalian. Itu nggak salah, dan itu adalah wajar, dan kamu berhak.

    Sekarang begini, seperti yang ada di postingan sebelumnya. Untuk meminta maaf itu membutuhkan keberanian yang sangat besar dan kemauan yang tinggi. Nah nggak ada salahnya kalau kita untuk menghargai keberanian itu dengan juga memberikan maaf. Bagaimana dengan hati? apa nggak dipikirin? Iya, sakit hati memang lebih sakit daripada sakit gigi, tapi ya apa mau terus-terusan sakit hati? Semua sakit nggak akan sembuh kalau dari dalam dirinya tidak ada keinginan untuk sembuh.

    Percayalah, dengan memberi maaf maka kita sudah akan mendapatkan satu teman yang akan selalu menjaga kita. Selain itu tandanya kita sudah semakin dewasa, tidak  kekanak-kanakan yang selalu ingin menang sendiri (lagian dia khan udah minta maaf), dan pasti dia tidak akan mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya. Masalah nanti dia mau mengulangi itu urusan nanti, karena kalau kesalahan itu diulangi maka kita berhak untuk tidak memberikan maaf untuk selama-lamanya (hohohoho…)

  • Kehebatan Dari Kata Maaf

    Kehebatan Dari Kata Maaf

    Kehebatan Dari Kata MaafMaaf, kata yang terdiri dari 4 huruf ini adalah kata yang sangat manjur apabila kita sedang tersandung masalah. Kata inilah yang sebenarnya yang bisa menghapus semua dendam, permusuhan, kesalahpahaman, kerenggangan hubungan, rasa tidak percaya, dan apapun yang berhubungan dengan masalah hati. Apalagi apabila kata itu diucapkan dengan perasaan tulus ikhlas tanpa berharap apapun.

    Sayangnya masih ada juga beberapa pihak yang masih enggan untuk mengucapkan kata simpel ini, bahkan cenderung untuk mengucapkan banyak kata dan kalimat yang nggak perlu, dan akhirnya malah akan memperkeruh suasana. Apa memang lebih suka dengan kata dan kalimat yang banyak serta mendayu-dayu dibandingkan dengan kata maaf yang diucapkan dengan kesungguhan?

    Meminta maaf adalah suatu perbuatan yang sungguh sangat membutuhkan keberanian dan kemauan yang tinggi. Meskipun kata maaf hanya terdiri dari 4 huruf saja, namun dalam pengucapannya tidak semudah dalam penulisannya. Rasanya mulai dari sekarang harus belajar mengucapkan kata “MAAF”, tidak hanya menuliskannya saja.

    Satu lagi… Saat kita sudah berani untuk mengucapkan kata “MAAF”, jangan terlalu berharap untuk langsung diberikan “MAAF” oleh yang diminta. Karena kita berada dalam posisi peminta, jadi terserah yang diminta, apakah dia mau memberikan maafnya kepada kita apa enggak. Dan jangan marah apabila kita memang belum saatnya diberikan maaf.

  • Selamat Hari Senin

    Akhirnya setelah seminggu bersantai ria di Jogja, merayakan lebaran bersama keluarga besar disana, merasakan keindahan dan kedamaian selama di kota Pelajar, dan menikmati enaknya aneka makanan di kota Gudeg. Sekarang harus kembali ke rutinitas yang selama ini menyelimutiku. Rutinitas yang bikin capek, seneng, sedih, sebel, bingung, semangat, dan bermacam-macam perasaan yang bakal membuat hidup semakin berwarna.

    Mulai senin ini pula aku akan kembali bertemu dengan temen-temen kantor, kembali mengurusi website Radio Gajahmada FM Semarang, dan makan siang di dapur kantor. Tapi sayangnya kantor sedang dalam kondisi berduka, karena ada salah satu temen yang sedang ditimpa musibah. Koordinator Tim Siar (KTS) Radio Gajahmada FM Semarang, Bang Ade Magenta telah ditinggal oleh istri tercinta (Mbak Maya) untuk selama-lamanya dikarenakan penyakit yang telah dideritanya selama beberap tahun terakhir ini. Meskipun aku nggak kenal dengan Mbak Maya, tapi aku turut berduka cita, semoga bang Ade sekeluarga bisa tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan-Nya.

    Buat temen-temen blogger dan semua yang main ke “Yogie a.k.a Ple-Q Blog“, aku mengucapkan selamat Hari Senin! Semangatlah dalam menghadapi hari, dan usahakan hari ini akan lebih baik daripada hari kemarin. Semangat!!!

  • Aku Mimpi Gigiku Copot

    Tadi pagi… aku mimpi yang bikin sampe sekarang jadi khawatir. Kenapa? karena aku mimpi gigi depanku copot. Dan mimpi itu datengnya tiba-tiba aja tanpa ada mimpi sebelumnya. Trus rasa mimpi itu kayak nyata banget. Sampe-sampe aku kebangun dan reflek aku jilat dan megang gigi depanku untuk mastiin aja kalo tu gigi masih ada apa enggak.

    Aku jadi khawatir sendiri, secara kata orang-orang kalo mimpi kayak gitu nanti aku bakalan ditinggal ama orang yang aku sayangi.

    Aku takut…. 🙁

  • Bakso 35

    Bakso 35

    Bakso 35

    Hmm… seberapa tangguh kalian maem bakso? ini bukan pertanyaan retoris, tapi pertanyaan yang beneran membutuhkan jawaban. Ayo berapa? 1 mangkok? 2 mangkok? atau bahkan 3 mangkok? Trus bakso yang biasa di maem tu isinya brapa biji sih? 1 biji kayak bakso Pak Petruk Semarang? 3 biji kayak bakso Cak Karno Jogja? Apa 5 biji bakso kayak bakso biasa yang sering lewat?

    Tapi bagaimana dengan makan bakso yang jumlahnya 35 (tiga puluh lima) butir bakso? ini nggak main-main lho, butuh tenaga ekstra untuk makannya. Aku yang (sayangnya) dikenal maemnya banyak pun sampe ngos-ngosan makannya. Dan butuh beberapa kali untuk break (maem aja make break? hihihi..) buat ngabisin semangkok penuh bakso.

    Tempat yang berada di salah satu gang jalan Godean Yogyakarta ini cukup laris pembeli. Dengan tempat yang cukup tersembunyi (aku sampe nyasar2) tapi nggak menyurutkan niat pembeli untuk kesana. Sayangnya nggak ada skrinsyut warungnya, nggak kepikiran.. lha wong lagi mikirin perut yang kepenuhan bakso! hohoho…

    Berhubung tadi yang aku pesen tu bakso komplit (menganut faham Mbak Fany, kalo coba makanan, coba yang paling mahal!), jadilah aku mendapatkan mangkok yang berisi : Mie, irisan daging sapi (atau kambing?), sayuran, irisan kol, kuah, tahu, bakso goreng, dan 30 biji bakso. Lhoo.. kok “cuma” 30?

    Iya! ternyata kalo pesennya bakso komplit, dapetnya “cuma segitu”. Tapi kalo misalnya pesen bakso kuah alias kosongan aja, bakal digelontor 35 bakso. Hmm.. kalo dipikir-pikir kok bisa ya? ngasih bakso segitu banyaknya ke pelanggan? denger-denger sih tu bakso dibuat make daging ayam. Ya wes.. mudah-mudahan bener, maklum lah sekarang khan lagi banyak bermunculan daging palsu dimana-mana.. hehehe…

  • Bangjo Timer

    Bangjo Timer

    Bangjo Timer

    Ternyata di Jogja ada Bangjo yang unik lhoo… kenapa unik? karena ada bangjo yang dikasih timer. Jadi biar pada tau, berapa lama lagi pengguna jalan harus berhenti atau berjalan. Cukup bagus juga, karena aku liat pengendara lain (termasuk aku) jadi nggak bosen nungguin dan berharap agar lampu bangjo berubah jadi ijo.

    Tadi aku liat untuk lampu merah sekitar 180 detik alias 3 menit untuk menunggu, trus untuk lampu ijo cuma 60 detik alias 1 menit aja. Ternyata kalo diitung-itung waktunya cuma sebentar ya? tapi kenapa kita masih suka nggak sabaran dan kalo udah ijo pasti bakalan napsu untuk mencet klakson kenceng-kenceng. Kenapa sih? emangnya balapan? emangnya orang didepanmu itu harus terbang?? Gile aja lu! Yang bener aja!!!

    Bangjo unik itu bisa anda temukan di Jalan Raya Magelang. Jadi kalo masuk kota Jogja dari Utara bisa ngeliat lampu bangjo ini, tepatnya di setelah Mall Borobudur Jl. Magelang.

  • Al-Qur’an Mini

    Al-Qur’an Mini

    Al-Qur'an Mini
    Barusan (tadi pagi) aku diliatin Al-Qur’an-nya masku. Tapi yang ini bukan Al-Qur’an biasa, kenapa? karena yang ini ukurannya kecil banget. Bisa dikategorikan mini atau unik malahan. Jadi ceritane tadi pagi khan lagi nonton acara “Good Morning” yang ada di TransTV, nah di salah satu liputannya tu lagi membahas tentang Al-Qur’an terkecil. Eehh.. tiba-tiba aja masku nyletuk..

    Mas Topek (MT): “Aku juga punya kayak gituan..”
    Ple-Q: “Masa sih? Mana?”
    MT: “Sik yo..”
    *Mas Topek ngambil Al-Qur’an-nya*
    MT: “Niih… kecil tho? aku wae ga iso mocone..”
    Ple-Q: “Waaaahhhhh……” *sambil terkagum-kagum*

    Al-Qur'an MiniAl-Qur'an Mini
    Jadi ternyata, Al-Qur’an yang katanya mas Topek tu dikasih ama temennya itu berukuran mini banget, yaitu panjangnya 2,5 cm, lebar 2 cm, dan tebal cuma 0,5 cm. Bahkan aku taruh di tangan juga jadi keliatan kecil banget!! Trus tulisannya berupa tulisan Arab Gundul atau tulisan Arab yang tidak ada tanda bacanya (fathah, kasroh, dhomah), dan semua cetakannya berwarna merah.

    Seandainya orang “Good Morning” TransTV ngeliat Al-Qur’an itu, pasti juga bakal diliput tuh.. dan nanti bisa masuk tipi.. hihihihi… *impian gila seekor gug-gug*

    nb: klik gambar untuk memperbesar jadi ukuran 640×480.

  • Nonton Pesta Kembang Api

    Nonton Pesta Kembang Api

    Nonton Pesta Kembang Api
    Semalem aku ama masku dan temen-temen di Djogja nonton pesta kembang api yang ada di Alun-Alun Utara. Yang belum tau Alun-Alun Utara tu tempatnya ada di deket jalan Malioboro, yang merupakan alun-alun dari Keraton Yogyakarta. Tempat dimana aku Shalat Ied satu hari sebelumnya.

    Di tempat yang cukup (sangat malah) luas itu, kita berlima kesana dan langsung menuju ke bagian tengah alun-alun, tepatnya kita berada dideket Pohon Beringin Kembar yang cukup legendaris itu (halah).. nah disana khan bisa terlihat dengan sangat jelas semua pertunjukan kembang api itu. Tapi jangan dibayangkan kayak Pesta Kembang Api di acara Tahun Baru atau di konser musik itu yaa… ini cuma kerjaan beberapa orang yang mempunyai niat dan kebetulan uang berlebih untuk membeli kembang api dan kemudian menyulutnya di tengah alun-alun.
    Nonton Pesta Kembang ApiNonton Pesta Kembang Api
    Bagi yang lain sih cukup menikmati keindahan kembang api dari segala posisi. Maksudnya, sang “penyumet” kembang api itu nggak berada di satu tempat aja, tapi ada di beberapa tempat. Nah disaat yang hampir bersamaan mereka saling “menyumet” kembang api mereka hingga kesannya seperti perang tanding.. hohoho… tapi don’t think about perang tanding itu, yang kita nikmati adalah pemandangan yang indah dan kereennn di langit Djogja.. Alhamdulillahnya lagi malem itu nggak hujan..

    Nah, ada peristiwa yang cukup unik. Disaat kita lagi nonton pesta kembang api itu, dan orang-orang yang lain juga berposisi yang sama dengan kita, dan sang “penyumet” juga lagi konsentrasi untuk menyumet kembang apinya. Datanglah serombongan orang takbiran. Apa yang aneh gug? bukan aneh dodol! tapi unik aja!!

    Khan di postingan sebelumnya aku cerita kalo di Djogja tu Lebarannya hari Senin. Nah, semalem pas kita lagi nonton pesta kembang api itu khan otomatis adalah hari Senin malem a.k.a Malem Selasa. Kok masih ada yang takbiran? Oohhh… ternyata mereka adalah umat Islam yang merayakan hari raya Idul Fitri di hari Selasa. Dan jumlahnya dikiiitt banget, beda dengan malam sebelumnya yang jumlahnya hingga 40 masjid (kata masku).

    Akhirnya karena waktu juga dah lumayan malem, dan aku dah kelaperan karena tadi kelupaan maem sore.. akhirnya kita pulang deh… lumayan dapet pengalaman baru.. hehehehe…..

  • Lebaraaann.. Lebaraaannn…

    Lebaraaann.. Lebaraaannn…

    Wah.. nggak kerasa Lebaran udah tiba, padahal rasanya puasa baru seminggu lhoo.. hehehe… tapi sayangnya di bulan Ramadhan kemaren aku malah nggak melakukan ibadah yang ada di bulan Ramadhan. Apa itu? yaitu Shalat Tarawih..!!

    Ntah kenapa aku maleesss banget buat Tarawehan.. padahal kalo diliat-liat yang nggak berat-berat banget lho! cuma 23 rakaat aja. Dan itu dah aku jalanin dari masa SD sampe Kuliah.. dan selama itu nggak ada masalah.. Yah, mungkin sekarang udah bertambah kesibukan aja kali ye? hehehe… ya kalo malem mungkin aku dah kebanyakan dolan. Ya lagi nge-band lah, kecapekan seharian ngantor, atau acara-acara yang lain… Mudah-mudahan di Ramadhan yang datang, aku bisa Tarawehan lagi.

    Lebaraaann.. Lebaraaannn... Lebaraaann.. Lebaraaannn...

    Hmm… Shalat Ied kemaren, aku jalanin di hari Senin. Berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan hari Selasa sebagai hari raya Idul Fitri. Nah karena aku lagi ada di Jogja sampe hari Minggu, dan disana mayoritas penduduknya adalah dari Muhammadiyah, dan Muhammadiyah sendiri sudah menetapkan bahwa Lebaran akan jatuh di hari Senin. Maka aku dan keluarga (meskipun Papah+Mamah masih di Semarang) ikut merayakan lebaran di hari Senin.

    Berbeda dengan kota lain yang Shalat Ied di hari Senin tu dikit, di kota Jogja ini yang shalat Ied di hari Senin malah banyak banget! dan tadi pagi pas lagi muter2 nyari warnet, ketemu dengan serombongan orang yang menjalankan shalat Ied di hari ini (Selasa). Jumlahnya tidak sebanyak dengan yang di hari Senin, bahkan cenderung sangat sedikit. Yah, tapi bagi aku itu nggak masalah… yang penting masih sama-sama beragama Islam, menyembah Allah dan masih mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.

    Akhirnya maka dari itu, saya Yogie a.k.a Ple-Q. Selaku pemilik dan pengembang situs http://www.ple-q.com/ mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal kita di Bulan Ramadhan kemaren diterima oleh Allah SWT, sehingga puasa kita sebulan yang lalu tidak hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Amiinn…