Categories
Tulisan

Nonton Pesta Kembang Api


Semalem aku ama masku dan temen-temen di Djogja nonton pesta kembang api yang ada di Alun-Alun Utara. Yang belum tau Alun-Alun Utara tu tempatnya ada di deket jalan Malioboro, yang merupakan alun-alun dari Keraton Yogyakarta. Tempat dimana aku Shalat Ied satu hari sebelumnya.

Di tempat yang cukup (sangat malah) luas itu, kita berlima kesana dan langsung menuju ke bagian tengah alun-alun, tepatnya kita berada dideket Pohon Beringin Kembar yang cukup legendaris itu (halah).. nah disana khan bisa terlihat dengan sangat jelas semua pertunjukan kembang api itu. Tapi jangan dibayangkan kayak Pesta Kembang Api di acara Tahun Baru atau di konser musik itu yaa… ini cuma kerjaan beberapa orang yang mempunyai niat dan kebetulan uang berlebih untuk membeli kembang api dan kemudian menyulutnya di tengah alun-alun.

Bagi yang lain sih cukup menikmati keindahan kembang api dari segala posisi. Maksudnya, sang “penyumet” kembang api itu nggak berada di satu tempat aja, tapi ada di beberapa tempat. Nah disaat yang hampir bersamaan mereka saling “menyumet” kembang api mereka hingga kesannya seperti perang tanding.. hohoho… tapi don’t think about perang tanding itu, yang kita nikmati adalah pemandangan yang indah dan kereennn di langit Djogja.. Alhamdulillahnya lagi malem itu nggak hujan..

Nah, ada peristiwa yang cukup unik. Disaat kita lagi nonton pesta kembang api itu, dan orang-orang yang lain juga berposisi yang sama dengan kita, dan sang “penyumet” juga lagi konsentrasi untuk menyumet kembang apinya. Datanglah serombongan orang takbiran. Apa yang aneh gug? bukan aneh dodol! tapi unik aja!!

Khan di postingan sebelumnya aku cerita kalo di Djogja tu Lebarannya hari Senin. Nah, semalem pas kita lagi nonton pesta kembang api itu khan otomatis adalah hari Senin malem a.k.a Malem Selasa. Kok masih ada yang takbiran? Oohhh… ternyata mereka adalah umat Islam yang merayakan hari raya Idul Fitri di hari Selasa. Dan jumlahnya dikiiitt banget, beda dengan malam sebelumnya yang jumlahnya hingga 40 masjid (kata masku).

Akhirnya karena waktu juga dah lumayan malem, dan aku dah kelaperan karena tadi kelupaan maem sore.. akhirnya kita pulang deh… lumayan dapet pengalaman baru.. hehehehe…..

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *