Categories
Tulisan

Kelulusan VS UN

Ternyata kemaren tu merupakan pengumuman kelulusan SMU ya? aku baru nyadar. :). Kalo inget momen itu jadi keinget pas jaman SMU dulu, pas lulus langsung coret-coret seragam, dari baju ampe celana panjang abis dicoretin ama anak-anak. Trus badge SMU yang ada di saku baju (warna coklat) juga dah disobek ama temenku. Hahahaha.. rasane tu seneng banget, dimana pas brangkat ke sekolah dengan hati yang ndak karu-karuan. Tapi semuanya pupus dengan pengumuman yang mengatakan aku lulus!!

Nah, pas baca koran hari ini, ternyata siswa yang tidak lulus SMU tahun ini mengalami penurunan. Berbeda dengan tahun lalu yang masih cukup tinggi. Bagi yang lulus selamat deh, tapi bagi yang belum lulus jangan patah semangat. Kalo mau menyalahkan, salahkan saja pejabat Diknas yang suka mengganti kebijakan. Kalo udah gitu khan yang menjadi korban ya anak-anak didik, bukan pejabat Diknas itu.

Konsep UN kali ini banyak disorot oleh kalangan dan dicap kalo tidak adil bagi peserta didik. Maksudnya, kali ini materi ujian khan cuma 3. Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Nah bila salah satu dari ketiga mata pelajaran itu tidak dapat mencapai 4,26 maka siswa dianggap tidak lulus. Trus bila nilai rata-rata dari ketiganya tidak mencapai 4,50 maka siswa juga dianggap tidak lulus.

Nah, anehnya lagi banyak Universitas Negeri atau Swasta sudah mulai membuka pendaftaran beserta hasil ujian masuknya yang diumumkan sebelum pengumuman kelulusan SMU. Alhasil bila ada siswa yang sudah ketrima di Universitas, tapi ternyata tidak lulus SMU yang dikarenakan nilai UN-nya tidak bisa memenuhi target, maka otomatis si siswa itu harus mengulang lagi tahun depan. Dan ironisnya lagi. Kejadian itu telah terjadi.

Semoga ini menjadi Kurikulum yang terakhir dan tidak ada perubahan lagi. Karena aku sendiri juga menjadi korban kurikulum. Dimana sekarang aku ga bisa ambil mata kuliah yang baru dikarenakan sudah beda kurikulum. Padahal itu sangat aku butuhkan untuk menaikkan IP-ku. Duh, semoga Diknas 2004 tidak terjadi lagi sekarang.

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *