Cyclometer Untuk Bersepeda

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya di Bersepeda Untuk Pemula, saya akan membahas peralatan yang sebaiknya dimiliki untuk bersepeda. Apabila Anda berniat untuk menggunakan sepeda sebagai alat olahraga, maka sebaiknya mempertimbangkan untuk memiliki alat ini.

Namanya cyclometer.

Sebelum saya menggunakan alat ini, saya merasa teknik bersepeda saya sudah benar. Oh iya, sebagai informasi saya menggunakan sepeda lipat Polygon Urbano 3.0 untuk bersepeda, bukan roadbike yang keren itu ya.

Oke, meskipun saya pengguna sepeda lipat, tapi tentunya juga ingin mendapatkan manfaat berolahraga, tidak hanya dijadikan ajang pamer kekinian saja hahaha. Nah, saat awal-awal bersepeda itu rasanya ya biasa saja, asal gowes menyusuri jalan di sekitar rumah, atau gowes agak jauh sampai Titik Nol Kilometer Jogja.

Namun, di sepanjang jalan itu saya merasa kok dari tadi disalip oleh pesepeda lain ya? Padahal mereka sama-sama naik sepeda lipat juga. Berarti ada yang salah dengan cara bersepeda saya, apalagi keringat yang keluar lebih disebabkan karena kepanasan saja, bukan karena efek berolahraga. Artinya, ada yang salah dengan cara gowes saya.

Saya perlu alat untuk mengukur pergerakan gowes saya.

Hasil dari browsing, saya mendapatkan beberapa alternatif yang terbagi menjadi dua kubu. Pertama, golongan pengguna cyclometer yang ditempel di sepeda. Kedua, golongan pengguna aplikasi yang diinstall di smartphone. Masing-masing memiliki plus-minus.

Saya pikir, kenapa nggak pakai keduanya saja? Toh masing-masing saling melengkapi.

Jadilah saya kemudian membeli cyclometer merk Bryton Rider 310 yang kemudian datanya saya unggah ke Strava. Saya mendapatkan data dengan laporan analisis yang lebih bagus, sebab Bryton ini memiliki perangkat GPS bawaan sehingga data yang saya dapatkan lebih akurat dibandingkan hanya menggunakan Strava yang diinstall di smartphone. Data dari Bryton ini tetap saya unggah ke Strava supaya bisa pamer ke komunitas hahaha.

Btw, laporan analisis yang didapatkan dari aplikasi bawaan Bryton, jauh lebih lengkap dibandingkan dengan data yang didapatkan di Strava versi gratisan. Apalagi jika menambah sensor tambahan seperti cadence dan heart rate yang akan saya bahas di tulisan selanjutnya.

Berkat menggunakan Bryton Rider 310 ini, saya jadi bisa mengukur cara bersepeda saya, juga menjawab pertanyaan kenapa kok kemarin sering disalip sama pesepeda lain, yang ternyata memang belum menggunakan sepeda sebagai alat olahraga, namun baru jadi alat pamer saja.

Tambahan: Bryton Rider 310 ini sudah tidak diproduksi lagi, sebagai gantinya bisa menggunakan Bryton Rider 420. Saya cek banyak dijual di berbagai marketplace, misalnya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *