Categories
Tulisan

Merantau (2009)

Saya mungkin adalah orang yang terlalu skeptis tentang kondisi perfilman di Indonesia, makanya setiap ada film baru buatan Indonesia pasti tidak se-semangat ketika film Hollywood tayang di bioskop. Bagi saya, film Indonesia hanyalah sinetron yang diputar di bioskop.

Ketika saya membaca di koran bahwa ada film Indonesia yang memenangi penghargaan film di tingkat Internasional, saya jadi penasaran judulnya apa. Rupanya film Merantau yang dirilis pada 5 November 2009 di Singapura. Ketika saya lihat sutradaranya, ternyata orang bule. Pantas saja, mungkin filmnya kali ini dibuat serius dan tidak berbentuk sinetron murahan.

Nah, kebetulan hari Sabtu kemaren ada seorang teman (Mas Fiand) yang berkunjung ke kos dan membawa laptop yang berisi film Merantau, langsung aja tak copy karena penasaran juga seperti apa film yang telah memenangi penghargaan ActionFest 2010 ini. Hehehe iya saya mbajak, nggak beli dvd aslinya.

Merantau – Every journey must begin with one small step

Film yang disutradarai oleh Gareth Evans ini menceritakan tentang Yuda, putra Minangkabau yang merantau, pergi dari kampung halamannya untuk mencari ilmu dan sebagai proses pendewasaan diri baik dari segi fisik atau mental. Merantau juga merupakan tradisi Minangkabau bagi setiap anak laki-laki.

Pada perantauannya (ke Jakarta, iya.. kenapa ke Jakarta ya?) Yuda menemui berbagai orang dengan berbagai masalahnya. Disinilah inti cerita dimana Yuda berjuang menumpas segala tindakan ilegal walaupun nyawa taruhannya.

Oh iya, bagi yang udah nonton aja.. Menurut kamu apa inti film ini?

  • Menumpas kejahatan dengan segala daya dan usaha walau nyawa taruhannya
  • Jangan ikut urusan orang lain, kalo nekat nyawa taruhannya

Review

Akting yang ditampilkan oleh semua pemeran sangat bagus, bahkan sangat bagus untuk ukuran sinetron kita. Emosi dan dialog tertata rapi dan terstruktur. Adegan perkelahian dan action ditampilkan secara real dan apik.

Sayangnya, menurut saya film ini agak lemah dalam hal cerita. Kurang mendetail dan terlalu accidently. Kemudian beberapa “kesalahan” cerita juga banyak terjadi. Disitu ada 14 kesalahan yang cukup mengganggu jalan cerita. Seandainya ceritanya dibuat mendetail mungkin akan lebih baik

Overall.. film ini layak untuk menjadi tontonan bagi Anda yang suka menonton adegan perkelahian, karena disini adegan berantemnya mantap, berbagai teknik dan jurus diperagakan jadi kesannya nggak monoton. Lupakan tentang cerita, selamat menonton.

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *