Sudah Siap Menyambut Bulan Ramadhan?

ILM Versi Keranda.1

Wah, nggak terasa besok Kamis, 18 Juni 2015 sudah memasuki bulan Ramadhan. Waktu terasa begitu cepat selama setahun terakhir ini. Pertanyaannya, apakah sudah siap menyambut bulan Ramadhan? Pertanyaan yang mudah, tapi cukup susah menjawabnya. Apakah selama setahun belakangan ini sudah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya? Apakah sudah mengamalkan semua perintah Allah dan sekaligus menjauhi larangannya? Hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya.

Puasa di bulan Ramadhan merupakan hubungan pribadi antara seseorang dengan Tuhannya. Tidak perlu diperlihatkan secara berlebihan kepada orang lain, atau bahkan meminta orang lain untuk mengerti yang kita kerjakan.

Saya mendukung kicauan Pak Lukman H Saifuddin selaku Menteri Agama RI. Saya masih ingat ketika kecil, sudah ada himbauan untuk menutup warung makan selama bulan Ramadhan, tapi tidak seekstrim sekarang yang sampai segerombolan mengatasnamakan ormas tertentu memaksa warung makan pada tutup.

Memaksa, sekali lagi memaksa warung makan atau restoran untuk tutup selama bulan Ramadhan menurut saya adalah tindakan konyol, manja, dan kekanak-kanakan jika alasannya hanya untuk menghormati orang berpuasa. Muslim yang taat tidak perlu hal-hal seperti itu, seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa puasa merupakan hubungan pribadi antara umat dengan Tuhannya. Saya belum pernah melihat satupun orang di lingkaran saya yang sudah sahur di pagi hari kemudian siangnya batal puasa gara-gara lewat di depan warung makan. Anak-anak kecil yang sedang belajar puasa juga tidak dengan mudahnya batal gara-gara ada orang jualan. 

Masa sekarang malah ingin menutup warung makan? 

Ayo kita sambut bulan Ramadhan dengan menjadi orang yang lebih baik daripada bulan-bulan sebelumnya. Perbanyak memaca Al-Quran, jalankan shalat wajib dan sunnah, tambahkan nominal jumlah zakat dan infaq. Menurut saya itu akan lebih berguna daripada memaksa orang lain untuk menghormati kita.

Gambar diambil dari PetakUmpet

Leave a Reply