Senin Pertama di Usia Baru

Hahaha lebay! Setelah tak baca-baca lagi, ternyata judul postinganku ini cukup lebay. Maaf jika mengganggu ya.

Hari ini adalah Senin pertama di usia 31 tahun. Menyenangkan, masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan rencana-rencana dan mewujudkan cita-cita. Penambahan usia akan diimbangi dengan bertambahnya kapasitas otak dan hati sehingga diharapkan mampu untuk menampung pengalaman dan ilmu yang baru sekaligus memiliki ruang untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang lebih berarti.

Umur pasti bertambah, sekuat apapun kita menahannya.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mampu untuk menahan lajunya umur seseorang, sehingga yang bisa kita lakukan sekarang adalah menikmati pertambahan usia sekaligus memanfaatkan bertambahnya organ-organ yang ada di tubuh kita. Selain itu, tidak lupa harus ditambahkan rasa bersyukur supaya proses pendewasaan dapat dilakukan dengan simultan.

Bertambahnya usia tidak selalu akan juga diiringi dengan bertambahnya kedewasaan. Usia seseorang dapat dihitung dari tanggal lahirnya, tapi tingkat kedewasaan tidak dapat diukur dari angka-angka. Kedewasaan membutuhkan proses dan tempat untuk berkembang. Makanya saya selalu menganggap anak muda itu seperti biji kopi, dimana sebelum bisa diminum dan dapat menghasilkan kopi yang nikmat, biji kopi harus melalui proses penggilingan dan disiram dengan air mendidih. Anak muda harus dihajar dengan ilmu dan pengalaman sedini mungkin, supaya dia bisa melihat dunia dengan lebih luas. Tidak selalu berlindung di ketiak ibunya.

Bismillahirrahmanirrahim.

 

 

Tinggalkan Balasan