Berapa Biaya Hidup di Amerika?

454982101

Sewaktu kecil, salah satu hasrat terpendam yang saya miliki adalah tinggal di luar negeri, bisa sebagai tenaga ahli atau peneliti. Mungkin hasrat ini terpengaruh karena sering menonton film Hollywood yang kesannya tinggal disana itu lebih menyenangkan dibanding di Indonesia. Tinggal di Amerika dan punya green card sepertinya keren, apalagi punya profesi yang membanggakan. Film-film Hollywood khan banyak sekali mengumbar profesi sebagai peneliti (biasanya aktornya punya gelar Doktor atau Phd) atau sebagai tenaga ahli (nuklir, mummy, atau godzilla).

Pertanyaannya sekarang, berapa sih biaya hidup disana?

Ketika saya sedang browsing di Hacker News, saya menemukan sebuah website yang bernama Living Wage Calculator yang dibangun oleh Dr. Amy K. Glasmeier dan MIT. Website itu  yang menyediakan informasi biaya hidup minimal di Amerika Serikat. Pembuatan website ini didasarkan karena banyaknya warga negara Amerika yang hidup miskin karena pendapatannya tidak mampu menyamai atau melebihi biaya hidup minimal di tempat mereka tinggal.

Menurut saya, ini adalah aplikasi yang sangat informatif. Kita bisa melihat berapa biaya hidup minimal di sebuah kota pada sebuah negara bagian di Amerika Serikat, kemudian juga diberikan informasi mengenai pekerjaan apa yang cocok untuk dapat dianggap layak hidup di kota tersebut. Tentunya angka yang disajikan merupakan angka rata-rata, namun sudah dapat dijadikan pegangan untuk biaya hidup minimal di lokasi tersebut.

Saya ambil sampel untuk kota Cambridge city, Middlesex County, Massachusetts. Disinilah lokasi kampus MIT berada, dimana hampir sebagian besar orang yang berprofesi di bidang IT ingin melanjutkan studinya disini (termasuk saya). Ketika saya melihat informasi dari website, ternyata minimal pendapatan yang harus diterima per tahun adalah $26,244. Kemudian jika dihitung bulanan, maka setidaknya harus memiliki pekerjaan dengan pendapatan minimal $1,836 per bulan. Tentunya ini batas minimal dan bisa dibayangkan berapa biaya hidup di kota tersebut.

Pekerjaan yang disarankan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup tersebut juga beragam, tapi tentu saja membutuhkan skill yang memadai supaya bisa bekerja di sektor tersebut. Bidang komputer masih dianggap seksi bagi pasar Amerika, sehingga sesungguhnya ini masih dapat dijadikan peluang bagi siapapun untuk bisa bekerja sebagai expatriat di Amerika Serikat. Masa kita lihat bule terus kerja disini? Sekali-kali jadi bule disana khan boleh.

Nah, ternyata hidup di Amerika juga tidak seindah bayangan, saya juga sempat membaca berita bahwa angka pengangguran di Amerika juga meningkat setiap tahunnya. Artinya, sama saja dengan di Indonesia. Sayangnya, ketika saya ingin mencari sistem informasi serupa untuk Indonesia, belum ada yang membuat. Saya sudah membuka situs BPS namun belum mendapatkan apa yang saya cari, malah bingung dengan suguhan data yang angka semua itu.

Tinggalkan Balasan