Matikan Mesin Kendaraan di Traffic Light!

Hmm.. tiba-tiba pengen nulis tentang lingkungan hidup…

Sering merhatiin nggak? Khususnya bagi Anda pengendara kendaraan bermotor terutama sepeda motor. Kalo lagi berhenti di traffic light khan biasanya posisi motornya standby di gigi satu, mata serius melihat ke traffic light,  dan langsung ngegas begitu lampu berubah jadi ijo. Biasanya ada bumbu klakson kalo kendaraan didepannya nggak segera jalan walaupun lampu udah jadi ijo.

Nah.. kalo diperhatiin lagi.. Dijalan protokol Semarang ini khan banyak traffic light, ambil sampelnya di perempatan Bangkong yang super padat itu. Rata-rata tiap ruas jalan kalo lampunya berwarna merah, akan “dihuni” lebih dari 20 kendaraan bermotor (mobil dan motor). Mereka biasanya akan menunggu lampu hijau selama 2 menit. Dengan mesin menyala semua!!

Berapa banyak bensin yang terbuang selama masa menunggu itu? Berapa banyak emisi dan racun yang keluar dari asap knalpot? Berapa banyak zat yang mencemari udara dan lapisan ozon disaat yang bersamaan? Itu baru di satu traffic light, gimana dengan traffic light yang lain?

Bayangin kalo semua pengendara kendaraan bermotor di Semarang melakukan hal yang sama, di saat yang bersamaan, dan dilakukan secara terus menerus. Berapa banyak BBM yang terbuang di kota Semarang? dan berapa banyak polusi yang dihasilkan di kota Semarang? Dan ironisnya, polusi dan pemborosan BBM itu tercipta dari suatu hal yang simpel.

Mungkin kalo ada himbauan (cuma himbauan aja lho), untuk mematikan mesin di setiap traffic light, maka kebutuhan BBM di kota Semarang akan bisa ditekan, trus polusi yang dihasilkan akan sedikit berkurang, sehingga mengurangi masa bumi dari kehancuran..

Saya sadar, nggak semua traffic light bisa dilakukan seperti itu. Tapi setidaknya matikanlah mesin kendaraan anda di 3 traffic light  dari 10 traffic light yang Anda lewati. Mulailah peduli dengan lingkungan dari hal yang kecil. Setidaknya dari hal yang kecil, bisa menghasilkan hasil yang besar.

*sok tau mode ON*

Leave a Reply