Categories
Tulisan

Apa Sih Istimewanya Bulan Ramadhan?

Postingan ini cuma uneg-uneg-kuh aja. Pertanyaan yang ada didalam kepalaku ini seakan-akan ingin keluar sendiri untuk mencari jawaban yang pasti. Tapi apa daya, kemampuan si pemilik pertanyaan yang hanya pas-pasan, nggak memungkinkan untuk mendapatkan jawaban yang memuaskann. (Ngemeng epe seehh)

Bulan Ramadhan memang bulan yang sangat dinantikan bagi seluruh umat muslim didunia. Termasuk aku dan keluargaku yang menyambut bulan Ramadhan ini dengan suka cita. Tapi yang menjadi ganjalan adalah, kenapa sebagian orang menyikapinya dengan cara yang ekstrim?

Penutupan tempat hiburan, penutupan cafe, dan penutupan-penutupan yang lain. Cara-cara yang dilakukan pun juga jauh dari sifat muslimin yang beradab dan berakal. Mana ada seorang muslim yang berakhlak memaksa seseorang untuk menutup tempat usahanya dengan cara merusak dan menghancurkan dengan beringas? Kalo perlu dibakar sekalian! Sungguh tak bisa dinalar.

Pengurangan jam layanan masyarakat oleh Pemkot. Aku baca di Suara Merdeka, katanya selama bulan Ramadhan ini, pelayanan di kantor Pemkot hanya sampai jam 14.15 WIB saja. Lha? ini maksudnya apa? Kok bisa-bisanya mengurangi jam kantor gitu? Apa dengan mengurangi jam kantor gitu, gaji yang diterima juga bakal berkurang? Enggak khan? yang ada malah nambah gara-gara kena THR dan tunjangan-tunjangan yang lainnya! Sungguh tidak adil!

Apa-apa jadi males. Jujur deh, selama bulan puasa ini pasti kalian jadi pada males khan? Males ngelakuin aktivitas yang seharusnya udah jadi kewajiban. Bagi pelajar sekolah pasti menuntut pulang gasik, gak ada Pe-Er, ga ada olahraga. Soalnya dikhwatirkan akan mengganggu puasa. Atau bagi pekerja kantoran, pasti bakal sok lemes kalo di kantor. Iya khan?  Lemes atau Males?

Trus yang bikin miris adalah pas Ramadhan tahun lalu. Ada berita di kota Jogja (atau Jakarta ya?), dimana seorang pengamen yang masih anak-anak dipukuli beramai-ramai oleh pengunjung mall. Masalahnya sepele, si anak sengaja makan burger McD di depan pengunjung mall yang sedang kelaparan gara-gara puasa. Udah gitu nggak dihabisin pula! Pas ditanyain oleh polisi kenapa memukuli si anak, jawaban para pengeroyok itu karena si pengamen cilik itu bisa menggoda iman para pengunjung mall yang sedang berpuasa. Nggak masuk akal.

PADAHAL

Menurutku bulan Ramadhan itu seharusnya diisi dengan kegiatan positif dengan tanpa mengurangi porsi kegiatan yang selama ini sudah berjalan. Puasa itu khan nggak cuma menahan lapar dan dahaga saja khan? Tapi juga harus bisa menahan nafsu.

Nah, nafsu itu khan juga nggak cuma nafsu mesum aja tho.. tapi nafsu marah, nafsu malas dan nafsu yang lainnnya. Kalo ngakunya puasa tapi masih marah-marah, masih males, masih suka nggosip (apalagi nggosipin saya pacaran sama Laudya C. Bella), dan masih suka cari alesan untuk ngeles.. Ya percuma..

Harusnya di bulan puasa itu sebagai tempat kita intorspeksi diri. Ikut merasakan gimana rasanya menjadi orang yang dibatasi. Laper tapi nggak boleh makan. Haus tapi nggak boleh minum. Mikir mesum tapi nggak boleh dilanjutin (ntar batal!). Trus harus bisa nahan diri.

Tentang kasus pengamen anak yang dipukuli itu. Ketika ditanya polisi kenapa sengaja makan didepan pengunjung mall, padahal tau bahwa mereka sedang berpuasa. Si anak jawab dengan enteng, “Biarin mereka tau gimana rasanya kelaperan dan nggak bisa makan, tapi ngeliat orang didepannya lagi asik makan dan nggak diabisin pula”.

Ya.. si anak ingin memberi pelajaran kepada mereka yang sok puasa. Gimana rasanya sebulan menjadi seperti dia yang selalu kelaparan, padahal orang-orang di mall bisa makan dengan lahapnya tapi masih saja menyisakan makanannya untuk kemudian dibuang!

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *