Akibat Terlalu Pede

Mungkin cerita ini bisa dijadiin pengalaman bagi temen-temen yang baca blog-kuh ini. Jangan pernah terlalu pede, apalagi pada sesuatu yang memang udah bener-bener dikuasai. Kenapa, karena nanti bisa akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Contohnya adalah yang menimpa aku pada hari Minggu siang kemaren. Bermula dari keinginan untuk menginstall Kuliax 6.0. Ini adalah salah satu distro yang belum aku coba tapi sudah menganggur di kamarku selama ber-abad-abad lamanya. Nah, mumpung hari Minggu yang cerah, aku memutuskan untuk mencoba menginstallnya. Selama ini kalo nge-cek khan cuma live cd aja, kali ini penasaran dengan full versinya.

Nah sodara-sodara, berhubung untuk masalah instalasi Linux sudah menjadi hal yang biasa buatku, makanya aku ya pede aja untuk nginstall. Tanpa melakukan proses backup apapun kepada harddisk-kuh. Nah… pas proses instalasi itu, ternyata Kuliax menggunakan program pemartisi yang blom pernah aku pake sebelumnya. Namanya kalo ga salah adalah QParted.

Secara aku baru pertama megang, dan aku menganggap itu sama seperti program pemartisi lainnya, jadi aku cuek aja dan melanjutkan proses pemartisi. Nahhh tibalah aku merasakan ada yang salah dalam pembagian partisi. Niatnya pengen mengulang proses pemartisian, dan menekan tombol delete. Disinilah malapetaka itu datang.

Aku nggak tau kalo ternyata dengan menekan tombol delete itu, telah mendelete semua partisiku. Dan artinya aku sudah menghilangkan semua data, poto, mp3, master program, sama script yang udah aku bangun dari jaman kuliah.

Dan kini dia menjadi seonggok besi tua…

UPDATE.

Aku mau njual komputerku nih…

SPEK :

Intel Pentium IV – 3.00 Ghz
Intel Board D865PERL
Twinmos 512 mb DDR 400
HIS ATI RADEON 9550 256 mb ICEQ Turbo Edition
Maxtor 40 GB 5400 rpm
CDRW LG
D-Link Lan Card
ProLink Modem
Case 450 W

Aku jual seharga 4,1 Juta. (nego)

Mungkin rada kemahalan ya? iya memang, tapi aku njual pengennya kepada orang yang bener-bener ngerti komputer. Dan aku pengen komputerku itu digunakan untuk belajar, seperti aku buat belajar selama ini.

Kalo ada yang tertarik japri aja yaa….

Please.. Jangan Panggil Aku Bos

xxx: bozz
Ple-Q: bos?
xxx:  piye boz yogie
Ple-Q: bos? sapa yang bos?
xxx: kowe to boz…
Ple-Q: aku rak mbayar kowe kok
Ple-Q: hahahha
xxx: tp aku kan njaluk tulung trs
Ple-Q: tapi aku ga suka dipanggil itu
xxx: yo wes….om yogie ya
Ple-Q: halah
Ple-Q: yo karepmu lah

Beberapa  minggu ini sering banget ada yang manggil aku bos. Mungkin semenjak aku sering ikutan conference di salah satu komunitas underground ya? Padahal disitu aku bukan siapa-siapa, hanya seekor gug-gug yang hanya tau dunianya sendiri dimana hanya ada tulang dan susu. Hehehehe…

Nah, untuk awalnya sih biasa-biasa aja dipanggil kayak gitu, tapi lama-lama risi juga. Apalagi kalo hanya untuk menanyakan sesuatu yang mungkin blom tentu aku tau jawabannya. Apa jadinya kalo aku ternyata tidak seperti yang mereka harapkan? padahal mereka sudah memanggilku dengan sebutan “Bos”?

Makanya.. please deh.. Panggil aku dengan nama biasa aja. Yogie atau Ple-Q saja.

Selamat Ulang Tahun Papah…

Apa hubungannya antara Ulang Tahun dan Imlek? Yah, ada hubungannya dong, secara itu adalah sama-sama ulang tahun.. (halah piye sih). Ya pokoknya ini aku mau cerita yang udah rada basbang, kenapa? ya karena ini harusnya dah di posting tanggal 18 Februari kemaren dong… hehehehhe…

Jadi, tanggal 18 Februari 2007 yang bertepatan dengan hari Minggu itu papahku Ulang Tahun.. hihihi.. beliau merayakan ulang tahun yang ke 52. Wah udah tua ya? Dan istimewanya, tanggal 18 itu pas banget dengan hari Minggu, jadi kita sekeluarga bisa ngumpul bareng dan makan-makan bareng.

Ada kepiting dan Sup Tom Yum yang dibikin ala kadarnya.. Hehehee… Pokoknya hari itu kita sekeluarga ngerasa seneeng banget..

Buat Papah, selamat ulang tahun yaa… Semoga panjang umur, diberi kesehatan, dan semakin dilancarkan rezekinya. Semakin beruntung dan sayang sama keluarga dan kita-kita. Amin.

Jakarta Banjir, Internet Lumpuh

Lagi-lagi internet di Indonesia terkena musibah. Setelah sebelumnya terkena dampak dari musibah gempa di Taiwan, kini datang lagi musibah berikutnya. Kalau di musibah pertama, mungkin “agak keren” yaitu GEMPA, musibah kali ini malah menurutku sangat memalukan. Apalagi kalo bukan musibah BANJIR di Jakarta.

Jakarta yang notabene adalah kota metropolitan, ibukota Negara, tempat semua pejabat penting bersemayam, tempat semua teknologi canggih ada disana, dan tempat dimana semua orang pinter ada disana. KOK MASIH KEBANJIRAN?

Udah gitu bikin semuanya terkena getah, mulai dari jaringan telpon terganggu, hosting IIX mampus semua, internet pada lelet, sampai karyawan kantor yang nggak bisa ngantor. Akhirnya yang rugi juga semua pihak, mungkin ada perusahaan di luar Jakarta yang sedang menunggu aproval, jadi tertunda gara-gara Customer Service nggak bisa ngantor. Atau yang paling keliatan ya beberapa website yang hosting di Gedung Cyber nggak bisa dibuka gara-gara infrastrukturnya kelelep.

dedi gunawan: internet ym tok iki isone
dedi gunawan: hari ini beberapa titik (kemacetan) lancar
dedi gunawan: telp masih lokal
dedi gunawan: browsing kada iso kadang orak
dedi gunawan: browsing e KO

Itu laporan dari mas dedi yang sekarang kerja di Jakarta. Sungguh ironis, kemana saja orang pinter atau pejabat nasional yang ada disana? hingga terjadi bencana yang seharusnya nggak perlu itu? Kalo udah gini semuanya akan saling menyalahkan. Pejabat menyalahkan rakyat karena suka buang sampah sembarang, rakyat menyalahkan pemerintah karena nggak ada tempat untuk buang sampah, dll.

Dan nanti pasti akan ada panggung debat atau panggung opini yang akan membahas bencana banjir. Tapi liat aja, paling isinya hanyalah mengkritik aja tanpa mencari solusi. Ada solusi-pun sifatnya hanya usulan, bukan si pemberi saran yang mengerjakan. Dan akhirnya hanyalah menjadi sebuah pepesan kosong. Biar saja, yang penting iklan masuk, mungkin begitu pikir perusahaan TV.

Kalo sudah begini, trus gimana?

Untungnya di kantor internetnya nggak ikutan mampus, berikut petikan press release dari IndosatM2

Seluruh layanan Internet IM2 jalan, baik yang melalui WiFi, hot spot maupun 3G,” papar Amin. “Layanan internet mobile (Mobile ISP) yang melalui Fren dan StarOne juga hidup semua

Jadi masih bisa nulis tulisan nggak penting dan nggak layak dibaca apalagi di komentari. Tapi kalo mau komentar ya silakan… 🙂