Categories
Teknologi

Berlangganan Biznet Metronet Untuk Kantor

Ceritanya mulai bulan Februari 2016 kantor Juara-Agency pindah ke lokasi yang baru. Nah, kalo pindahan kantor begini artinya ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, yakni migrasi LAN dan Internet. Kebetulan, sudah lama saya berniat mengganti ISP yang selama ini dipakai karena suka putus-nyambung. Untuk kebutuhan pindahan LAN, sudah dapat vendor yang melakukan cabling dan konfigurasi, tinggal milih ISP untuk supply kebutuhan Internet di kantor.

Setelah bertanya ke beberapa teman, akhirnya memutuskan untuk menggunakan layanan Biznet. Kebetulan Biznet juga meluncurkan produk Biznet Metronet yang menyasar untuk kalangan UKM, sesuai dengan taglinenya “Broadband Internet Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Nah, paket yang ditawarkan cukup menarik dengan harga yang cukup terjangkau. Berdasarkan daftar harga yang ditawarkan di websitenya, saya tertarik untuk menggunakan layanan Biznet Metronet 3 dengan bandwidth 30 Mbps seharga IDR 2.000.000 + ppn.

Kebetulan, lokasi kantor telah tercover area Biznet sehingga semakin memantapkan untuk berlangganan layanan Metronet ini. Sebagai informasi, harga yang ditawarkan memang murah. Jika ditambah pajak maka per bulan kami hanya mengeluarkan IDR 2.200.000, nah biaya ini harus dengan berlangganan selama 24 bulan tidak boleh putus. Jika kami putus kontrak, maka akan dikenakan biaya penalti sebesar IDR 4.400.000. Selain itu, tidak ada SLA yang dijamin, sehingga memang cukup riskan jika ingin berlangganan. Tapi saya yakin, Biznet tidak akan main-main dalam menjaga kualitasnya, apalagi sudah menyandang nama besar di Indonesia. *positive thinking*

Akhirnya setelah beberapa kali ada drama dalam pemasangan, Biznet Metronet telah dapat dinikmati di kantor. Saya sebut drama karena ternyata perlu menunggu 5 hari sejak kabel ditarik dan 3 tim engineer supaya akses Internet di kantor bisa online. Ada kendala teknis yang sebetulnya tidak perlu terjadi, tapi ya sudahlah sekarang Internet sudah menyala dan orang kantor sepertinya sudah bahagia dengan koneksinya.

 

Gambar diatas adalah skrinsyut ketika koneksi pertama kali tersambung, saya test untuk membuktikan bahwa koneksi up-to 30Mbps tetap dapat kualitas yang baik.

Categories
Teknologi

Berlangganan IndiHOME

Akhirnya setelah menunggu berbulan-bulan tanpa kejelasan, saya menggunakan jalur pertemanan untuk menyambungkan kabel Fiber ke rumah, jadilah sekarang saya berlangganan IndiHOME Fiber. Hari ini adalah bulan pertama saya menggunakan IndiHOME Fiber, sebelumnya sudah berlangganan Speedy 3 Mbps yang masih menggunakan kabel metal, jadi ceritanya upgrade jaringan.

Sekilas kabel fiber yang masuk ke rumah tidak ada perbedaan dengan kabel sebelumnya sehingga dari instalasi tinggal mengikuti kabel yang sudah ada, kemudian kabel yang lama tinggal dipotong. Yang membedakan adalah konfigurasinya, dulu kita mengenal alat bernama splitter yang berfungsi membagi koneksi ke pesawat telepon dan ke modem. Sekarang alat itu tidak diperlukan lagi, karena sekarang semuanya terpusat pada modem utama yang nantinya akan melayani suara, data, dan gambar. Kira-kira bentuknya seperti gambar dibawah.

 

Benda berwarna putih itulah yang mengatur segalanya, modem dengan merk Alcatel-Lucent. Terlihat ada dua antenna yang memancarkan sinyal WiFI kemudian dia tersambung dengan pesawat telepon, dan juga tersambung ke kotak hitam  dengan merk ZTE yang berfungsi sebagai decoder UseeTV. Abaikan potongan tiket nonton itu ya.

Baiklah mari kita bahas layanannya satu persatu.

Telepon Rumah

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa sekarang teknologi telepon rumah yang digunakan sudah berbeda dengan sebelumnya. Dulu kita masih menggunakan teknologi PSTN untuk mengantarkan suara melalui pesawat telepon, namun sekarang Telkom menggantinya dengan VoIP yang diatur oleh modem Alcatel. Makanya kemudian ada promo gratis 1000 menit bicara setiap bulannya, karena sekarang biaya produksi menjadi sangat murah sebab suara akan langsung diantarkan melalui jaringan Internet. Jadi inget dulu pernah mainan VoIP Merdeka. Kualitas suara, menurut saya jika kupingnya swasta tidak akan merasakan perbedaan berarti hihihi…

Apakah kemudian tidak ada kelemahannya? Tentu saja ada. Musuhnya adalah mati lampu! Sebab, jika modem Alcatel mati, maka semua koneksi akan ikut mati. Berbeda dengan pengguna PSTN khan?

Internet

Saya mendapatkan bandwidth 10 Mbps, ini merupakan pilihan termurah dari IndiHOME Fiber. Jika dihitung maka setidaknya saya akan mendapatkan transfer rate 1 MB/s, tapi seperti biasa ini hanya gimmick. Sebab transfer rate itu hanyalah untuk downstream, sedangkan upstream akan jeblok. Bisa dilihat pada skrinsyut dibawah.

 

Mengapa tidak sekalian dikasih koneksi 1:1 saja? Yaa.. Nanti pelanggan Astinet bakalan kabur kesini. Kesimpulannya, koneksi Internet IndiHOME Fiber cocok untuk pengguna rumahan saja. Sebab biasanya penggunaan Internet lebih sering ke ranah hiburan, dimana itu yang dipakai downstream saja. Tapi kalo dipakai di sektor Industri, yang sering dipakai selain downstream juga koneksi upstream. Bayangkan jika koneksi Internet bank atau sekolahan hanya punya 2 Mbps seperti diatas, nanti semua server bakalan njengking.

Bagaimana kualitasnya? Outstanding! Kebetulan saya lebih suka koneksi yang stabil, dan itulah yang saya dapatkan. Barusan saya mendownload game dari Steam dengan ukuran 1,6 GB bisa diselesaikan dengan waktu kurang dari 30 menit. Transfer rate yang saya dapatkan berkisar di angka 1,2 MB/s – 1,3 MB/s dan itu stabil.

 

UseeTV

Layanan IPTV dari Telkom ini adalah layanan yang paling saya sukai, bahkan bisa saya bilang lebih baik daripada TV Kabel seperti Indovision. Bila terbiasa menonton tayangan Indovision atau film dengan resolusi HD maka perasaan Anda akan sama dengan saya, UseeTV menyajikan gambar dibawah itu. Maklumlah, tayangannya diantar melalui Internet, bukan satelit. Tapi bukan berarti gambarnya jelek lho, gambarnya bagus. Lama-kelamaan saya juga jadi terbiasa menikmati gambar dari UseeTV.

Mengapa saya bilang ini lebih bagus daripada layanan serupa? Pertama dari segi harga, sudah sepaket dengan saya bayarkan tiap bulan. Jumlah 99 channel pun sudah termasuk oke. Tapi yang lebih keren adalah layanan interaktifnya. Kita bisa menonton tayangan lain, misalnya nonton film on-demand. Pilihannya banyak sekali, bahkan HBO OnDemand pun juga bisa dinikmati dari menu yang sama. Jadi kalo pas misal dari 99 channel itu nggak ada yang menarik satupun, bisa coba menu film on-demand.

Trus ada lagi, yaitu layanan TVOD (TV On Demand). Sumpah! Ini keren! Misalnya tayangan film on-demand pun juga sudah nggak ada yang menarik, saya biasanya akan menggunakan layanan ini. Tinggal mencet tombol berwarna hijau, saya akan bisa menonton tayangan dari 99 channel tadi, tapi di jam-jam sebelumnya.

Misalnya nih, saya buka channel HBO trus saya nonton film yang beberapa jam, bahkan beberapa hari sebelumnya. Atau misalnya mau nonton tayangan Masterchef yang nggak ketonton, bisa dilakukan dengan mudah. Jadi pilihan filmnya buanyaaakkkk…

Kesimpulan

IndiHOME Fiber itu keren. Akhirnya Telkom bikin bundling paket yang oke. Biaya yang saya keluarkan per bulan saya rasa sebanding dengan layanan yang saya terima. Masalah mahal atau murah sih itu relatif, tapi dengan layanan yang saya dapat udah oke kok. IndiHOME Fiber cocok untuk penggunaan rumahan saja, misalnya dijadikan warnet atau RT/RW-Net sih bisa saja, tapi jika mau memiliki server yang menjalankan berbagai macam services maka sebaiknya jangan pilih ini. Kelemahan kualitas gambar UseeTV juga sudah ditutupi dengan layanan canggih yang ditawarkan.

It’s worth it.

Categories
Teknologi

Wi-Fi Aware™

wifi-aware

Wi-Fi, sebuah teknologi yang mengubah dunia, dimana kita dapat berkomunikasi dengan siapapun secara wireless. Berkat Wi-Fi ini jugalah kita dapat menikmati segala fitur canggih yang ditanamkan pada smartphone. Lima belas (15) tahun yang lalu, mungkin tidak pernah terbayangkan jika seseorang dapat mengirim pesan tanpa melalui kabel, saat itu hanya media kabel yang dapat menghubungkan perangkat komunikasi, baik komunikasi teks ataupun suara. Pemancar frekuensi radio saat itu juga masih dikuasai pihak-pihak tertentu, di Indonesia juga frekuensi 2,4 Ghz belum dibebaskan seperti sekarang. Sehingga saat itu mustahil bagi orang biasa untuk berkomunikasi secara nirkabel.

Sekarang, jaman teknologi maju, jaman Internet. Setiap orang dapat berkomunikasi secara cepat dan mudah melalui perangkat nirkabel yang terhubung ke hotspot. Sepertinya tidak ada lagi yang lebih keren daripada penemuan Wi-Fi di awal 2000-an. Namun ternyata, baru-baru ini Wi-Fi Alliance mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan Wi-Fi Aware™: Discover the world nearby. Sebuah peningkatan kemampuan Wi-Fi yang selama ini kita kenal. Nantinya perangkat nirkabel akan melakukan pencarian informasi dan layanan sebelum melakukan hubungan komunikasi. Semuanya dilakukan secara seamless, nantinya smartphone akan terasa lebih cerdas, kita akan lebih mudah untuk menerima informasi ataupun membagikan informasi.

Tertarik? Bersabarlah hingga akhir 2015 ini.

Categories
Teknologi

Google Kuwalik

com-google

April Mop!

Setiap tanggal 1 April, yang katanya adalah hari iseng sedunia ini, saya selalu menunggu kejutan April Mop dari Google. Kali ini di tahun 2015 rupanya Google selo membuat tampilan search engine yang terbalik lengkap dengan mempersiapkan domain yang bernama com.google

Tampilan halamannya terbalik dengan terbaca dari kanan ke kiri, begitu juga dengan hasil pencariannya.

com-google-hasil

Google, kamu selo banget.

Categories
Teknologi

Seberapa Aman Passwordmu?

how-secure-is-my-password

Pencurian password masih menjadi primadona, hal ini tidak terlepas dari makin banyaknya layanan yang tersedia di Internet yang membuat penggunanya semakin malas untuk mengganti password. Padahal, saat ini metode autentikasi yang tersedia masih mengandalkan gabungan username dan password. Bayangkan bila kita terdaftar di 10 layanan web yang berbeda, artinya harus membuat akun di masing-masing layanan tersebut, betapa malasnya apabila harus mengganti password secara rutin. Parahnya lagi, biasanya karena ingin tidak lupa maka semua akun tersebut akan diberi password yang sama. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk melakukan aktivitasnya.

Pencurian password pada dasarnya memiliki berbagai tahapan dan teknik, tidak ada satu metode yang dianggap paten atau ces-pleng untuk mendapatkan password. Tidak jarang password yang didapatkan masih berbentuk enkripsi sehingga perlu melakukan decrypt supaya bisa membaca password aslinya. Nah, saya menemukan sebuah website untuk mengukur sejauh mana tingkat keamanan password yang kita buat, website tersebut akan memprediksi lama waktu yang dibutuhkan untuk men-decrypt password yang tercuri.

Bagi pemula, biasanya mereka hanya memiliki resource yang terbatas. Katakanlah laptop pribadinya yang diinstall software cracking password dan sudah dilengkapi dengan kamus yang didapatkan dari forum-forum hacker. Secanggih apapun softwarenya, tetap saja proses cracking membutuhkan perangkat hardware untuk melakukan perhitungan. Berikut ini beberapa hasil yang saya dapatkan dari website How Secure is My Password.

Password Tanggal Lahir

Password Tanggal Lahir

Gambar diatas menunjukkan waktu kurang dari satu detik untuk cracking password yang berupa tanggal lahir. Panjangnya 8 karakter dengan password : 17081945. Jadi hindari menggunakan tanggal lahir sebagai password.

Password Generik

Password Generik

Buat yang pernah membaca beberapa tutorial, biasanya penulisnya akan membuatkan password yang mudah diingat tapi sudah cukup kompleks. Misalnya : P@ssw0rd. Namun ternyata password jenis ini juga masih bisa dicrack dalam waktu 3 hari saja. Sudah saatnya untuk ganti password ya.

Solusinya?

Ada beberapa solusi untuk membuat password :

  • Gunakan gabungan password sebelumnya.
  • Gunakan kombinasi karakter
  • Buat minimal 10 karakter

Hasilnya dapat dilihat dari gambar dibawah. Saya menggunakan gabungan password menjadi : P@ssw0rd_17081945.

 

Password Gabungan

Terlihat dengan menggunakan gabungan password, karakter aneh, dan jumlah yang lebih dari 10 karakter sudah dapat mengurangi resiko pembajakan. Cracker membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengetahui apa isi password. Tentunya ini juga semakin susah jika kita rutin mengganti password selama periode tertentu.

Namun demikian, password tetaplah password, dia berfungsi layaknya kunci gembok.

Bijaksanalah dalam menggunakan Internet.

 

Categories
Teknologi

Bermain 3D.City

 

3d-city-menu

Sudah pernah main SimCity? Game simulasi dimana kita menjadi walikota untuk memanajemen kota yang meliputi pembangunan infrastruktur hingga menyenangkan warganya. Saya sudah tidak ingat sekarang sudah sampai versi berapa, tapi yang jelas fiturnya semakin kaya, tingkat kesulitannya meningkat, kecerdasan dari setiap karakter juga semakin oke, dan tentunya spek komputer untuk memainkannya sudah semakin tinggi. Bagaimana dengan yang spek komputernya pas-pasan?

Saya baru saja mencoba 3D.City, sebuah game mirip SimCity berbasis web yang dibangun dengan library three.js dan Sea3D. Kesan pertama, gamenya sederhana karena memang kalo bicara texture, kurang detail dibandingkan dengan SimCity. Tapi untuk sekelas game berbasis web, gameplay dan fitur yang ditawarkan sudah hampir menyamai SimCity. Saat memulai game, kita akan diberikan sebidang tanah yang bisa kita kelola. Sama dengan SimCity dimana kita harus mengawali dengan menetapkan wilayah perumahan, bisnis, dan pabrik. Lalu membangun perusahaan listrik dan disambung dengan tiang listrik. Sisanya, game akan berjalan sendiri.. namanya juga simulator. Kita tinggal merespon apapun yang muncul.

3d-city

Coba deh main 3D.City, lumayan buat iseng dikala senggang. Tapi pastikan koneksi Internet lagi bagus ya.

Categories
Teknologi

URL Shortener Indonesia

sid

Layanan pemendek alamat url (url shortener) sebetulnya sudah menjamur, sebut saja bit.ly yang legendaris. Namun layanan tersebut berada di luar negeri sehingga untuk mengaksesnya perlu bandwidth internasional, padahal kita bisa saja membuatnya berada di Indonesia supaya cukup menggunakan jaringan IIX untuk pemanfaatannya. Lagipula skrip untuk membuat layanan ini cukup banyak, tinggal beli domain, install dan konfigurasi maka kita sudah langsung memilikinya. Tapi, tentunya butuh biaya yang tidak sedikit untuk membangun, ditambah lagi susah buat dikasih iklan.

Pandi, sebagai layanan pengelola domain memberikan solusi url shortener, namanya cukup sederhana yaitu S.ID. Tampilannya cukup sederhana dengan background lokasi destinasi di Indonesia. Penggunaan fiturnya juga mudah, hanya tinggal paste alamat url yang ingin dipendekkan kemudian kita langsung diberi alamat unik yang bisa dibagikan melalui social media. Layanan S.ID ini memberikan fitur member supaya bisa melihat statistik penggunaan.

sidosen

Nah, url unik yang diberikan itu ternyata bisa diedit. Selayaknya mainan baru, maka saatnya untuk ngetag nama seperti yang terlihat di atas hihihi…. Anda bisa membuka blog saya ini dengan url s.id/osen

 

Categories
Teknologi

Berapa Lama Kira-Kira Kita Hidup?

populationio

Judulnya agak ngeri-ngeri sedap, berapa lama kita akan hidup? Ini tidak ada hubungannya dengan hal-hal religius, tapi semuanya berdasarkan data United Nation mengenai prospek harapan hidup seseorang di suatu negara [cite]http://esa.un.org/wpp/[/cite]. Data tersebut merangkum dari seluruh dunia kemudian melakukan analisis mengenai berapa lama kira-kira seorang warga negara dapat bertahan hidup. Misalnya nih, negara yang sedang dilanda perang akan menghasilkan angka harapan hidup yang kecil, kebalikan dengan negara yang damai.

Kebetulan saya sedang browsing Hacker News trus nemu startup Population.io yang memberikan data harapan hidup tadi dengan bentuk yang menarik. Menariknya karena semuanya ditampilkan dalam mode infografik, dimulai dengan diminta mengisi tanggal lahir, negara asal, dan jenis kelamin. Kemudian Population.io akan menyajikan data berdasarkan sumber data. Tampilannya bagus dan mudah dibaca.

Indonesia memiliki angka harapan hidup yang bagus, sekitar 70 tahunan lebih. Ini merupakan umur rata-rata ya, jadi dengan menggunakan layanan ini, kita bisa “memprediksi” kapan kita akan meninggal. Tapi hey! Ini ilmiah ya, harap jangan dibenturkan dengan agama dan religius. Karena tentunya yang namanya hidup itu masih ada di tangan Tuhan. Setidaknya, ada aplikasi yang menyajikan data dengan menarik.

Categories
Teknologi

Cloud Storage, Amankah?

144635414

Beberapa minggu terakhir ini, saya dikejutkan oleh berita bahwa iCloud berhasil ditembus oleh hacker yang mengakibatkan beberapa foto telenji milik artis-artis Hollywood tersebar ke Internet (wuhuuu~). Sebagai orang yang mempelajari cloud computing tentunya saya merasa terusik dengan pemberitaan ini, sekaligus bersemangat bahwa teknologi cloud computing ini masih perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Pertanyaannya sederhana, apakah menyimpan data di cloud itu aman?

Jika kita mengacu pada pengertian cloud computing yang ditulis oleh Peter M. Mell dan Timothy Grance dari NIST pada tahun 2011 yang menyebutkan bahwa Cloud Computing merupakan pengembangan dari teknologi jaringan komputer yang bertujuan supaya mempermudah dan dinamis dalam pengelolaannya. Ketika menyebut bahwa iCloud jebol kemudian menyebutkan bahwa cloud computing itu tidak aman, saya rasa agak sedikit berlebihan. Memang benar keamanan iCloud sudah tembus dengan bukti beredar foto-foto itu di Internet, saya rasa Anda juga sudah melihatnya khan?

iCloud merupakan contoh produk dari salah satu layanan cloud computing, yaitu layanan Software as a Service (SaaS) dimana kita sebagai pengguna cukup mendaftar kepada penyedia layanan kemudian kita pasrah kepada penyedia itu mengenai segala sesuatunya. Maksudnya, kita hanya dapat mengatur terbatas pada hak akses yang diberikan, yaitu berupa account. Nah, dengan akun ini kita dapat melakukan koneksi dengan perangkat iDevice kemudian upload apapun dari perangkat ke iCloud. Mengenai keamanan? Kita hanya bisa percaya kepada Apple bahwa mereka akan menjaga keamanan datanya.

Jadi intinya, kita hanya mengandalkan modal kepercayaan saja.

Apakah salah? Tentu saja tidak, modal ini juga kita gunakan di berbagai tempat, sebut saja DropBox, Google Drive, dan Microsoft OneDrive. Kita disini hanya berposisi sebagai pengguna yang sudah terlanjur setuju dengan User Agreement. Saran saya, coba baca kembali isi dari user agreement yang telah kita setujui, apakah penyedia layanan itu menjamin keamanan data yang kita simpan. Bandingkan antar penyedia layanan, pilih yang Anda percayai.

Cloud computing merupakan teknologi yang masih muda dibandingkan dengan teknologi yang lain, jadi memang masih perlu banyak pengembangan. Tentunya kita jangan hanya menyerahkan segala sesuatunya kepada penyedia layanan, tapi tingkatkan pengamanan pada diri sendiri seperti memperhatikan masalah kekuatan password. Beredar info bahwa sebetulnya bukan iCloud yang jebol, melainkan akun dari masing-masing artis itu yang berhasil ditembus oleh hacker. Bila itu benar, maka sebetulnya kesalahan tidak hanya di pihak Apple saja, melainkan juga dari si artis itu sendiri.