Short Video Semakin Berkuasa

Salah satu efek domino dari konsumsi media sosial yang berlebih adalah menurunnya tingkat perhatian seseorang terhadap suatu hal. Dulu, ketika saya masih mengajar ada teori yang bilang bahwa perhatian mahasiswa itu hanya bisa bertahan sampai 40 menit saja, selebihnya mereka akan sibuk dengan pikirannya sendiri.

Sekarang? Saya nggak yakin angka 40 menit itu masih valid. Tebakan saya sudah menurun hingga tinggal 10 menit saja.

Mahasiswa dan/atau pelajar merupakan target market yang selalu diperhitungkan oleh ahli pemasaran, jadi fenomena ini tentunya tidak luput dari perhatian mereka.

Lalu apa hubungannya? Ketika suatu brand melakukan promosi, maka yang dikejar itu perhatiannya dulu, jika itu sudah didapatkan maka nanti baru bisa lanjut ke tahap berikutnya.

Berhubung perhatian orang-orang sekarang semakin singkat, maka sudah tidak bisa lagi (meskipun tidak selalu) membuat konten yang panjang. Sekarang konten-konten pendek dan tampilan vertikal lebih mendapat perhatian.

Kebetulan, 3 platform besar Short Video (Reels, TikTok, YouTube) memang sedang saling bersaing dan berlomba-lomba mengarahkan traffic penggunanya ke konten pendek. Mungkin kalau yang pernah coba bikin video short akan lebih relate ya, bahwa untuk mendapatkan 1000 views itu jauh lebih mudah menggunakan video short yang direkam dengan kamera ponsel dan diedit ala kadarnya.

Platform OTT lokal seperti Vidio (ehem) pun juga mulai memberikan opsi tayangan vertikal yang berisi konten Dracin (Drama Cina) yang per episode-nya sangat (bahkan terlalu) singkat dengan cerita yang mudah ditebak. Tapi justru konten-konten seperti inilah yang sekarang sedang digemari.

Apakah betul ini karena menurunnya tingkat perhatian? Atau memang karena sudah tidak punya waktu lagi untuk bisa berlama-lama di media sosial?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.