Nge-gym Supaya Sehat

Salah satu benefit tinggal di dekat kantor adalah perjalan berangkat dan pulang lebih santai. Kalau dihitung perjalanannya, saya hanya perlu 30 menit dimulai dari pintu kosan sampai duduk di meja, artinya itu sudah termasuk dengan jalan ke stasiun MRT, naik MRT, jalan ke kantor, masuk gedung, naik lift, dan jalan sampai ke meja.

Karena saya beres ngantor itu jam 17:30, maka kira-kira jam 18:00-an gitu sudah sampai kosan, mandi, shalat Maghrib, kemudian istirahat.

Rasanya kok kurang tantangan…

Pas lagi ngobrol-ngobrol sama temen kantor, dia cerita kalau sembari nunggu macet itu dia menyempatkan untuk ngegym dulu. Kebetulan di area kantor itu ada gym yang cukup terkenal dan juga punya semacam benefit untuk pegawai.

Jadilah saya iseng-iseng tanya ke HR, kemudian disambungkan ke marketing gym-nya. Saya dijadwalkan untuk visit buat ditunjukkan apa aja fasilitasnya, kemudian ditimbang/scanning untuk dicek status sekarang, difoto posturnya juga, kemudian dikasih rencana latihan setelah ditanyain targetnya apa.

Menarik, ini tantangan yang tepat.

Awalnya saya mau coba 20 sesi dulu, seminggu latihan 3 kali. Gimana rasanya?

2 minggu pertama, sukses merasakan doms. Beberapa minggu berikutnya mulai doms dan menyesal. Beberapa sesi berikutnya malah tau-tau perpanjangan sesi.

Sekarang? sudah hampir setahun saya nge-gym, masih sama seminggu tiga kali, dan masih sering merasakan doms juga.

Apakah sudah kelihatan hasilnya? Singkatnya sudah mulai kelihatan. Tapi ini baru awal, masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.

Comments

One response to “Nge-gym Supaya Sehat”

  1. Zam Avatar

    waini.. memanfaatkan waktu luang dengan sehat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.