Tag: gym

  • Motivasi Olahraga: Bisa Makan Daging Sepuasnya

    Iya, setahun lalu saat masih WFH dari Jogja, saya kesulitan untuk bisa makan daging karena kendala kesehatan. Asam urat dan kolesterol saya sudah melambung tinggi yang menyebabkan tidak bisa makan daging terlalu sering.

    Jari di kaki kanan dan kiri akan bergantian terasa nyeri dan panas, sampai tidak bisa buat jalan dengan normal. Alhasil banyak pekerjaan domestik yang terhambat, sungguh tidak nyaman.

    Obat menjadi kawan sehari-hari, karena begitu rasanya sakit sudah otomatis meminum obat pereda nyeri yang hanya akan menahan rasa sakitnya untuk sementara. Bahkan saya punya alat tes darah sederhana untuk mengetahui berapa kadar asam urat dan kolesterol saya.

    Sekarang, setelah setahun tinggal di Jakarta, Alhamdulillah justru badan saya merasa lebih baik. Kenapa?

    1. Saya rajin jalan kaki, setidaknya dari kamar kosan ke stasiun MRT dan lanjut ke kantor, kemudian diulang lagi di sore harinya.
    2. Saya rajin ke masjid tiap Dzuhur dan Ashar, ini mengharuskan saya untuk turun ke lantai berbeda dan kembali lagi ke meja.
    3. Jam makan harian jadi lebih teratur dan terkontrol karena sudah titip sama OB dan menu makanannya beragam.
    4. Nge-gym, diet karbo dan tinggi protein.

    Makan daging untuk mengejar protein harian justru malah diwajibkan, dan jauh lebih banyak daripada konsumsi saat saya di Jogja. Anehnya, asam urat dan kolesterol saya lebih terkontrol.

    Paling hipertensi aja yang masih perlu dimaintenance wkwk.

  • Leg Dieesss

    Hari Rabu ini saya dapat menu latihan Leg dari personal training. Jujur saja saya lebih suka latihan kaki daripada dada atau punggung, rasanya bisa pedih di tangan. Sedangkan kalau latihan kaki, saya lebih bisa menikmatinya.. ya ya ya.

    Oke, karena tau hari ini leg day, maka saya berangkat ke gym dengan hati yang lebih ringan, karena tau pastinya nanti saya akan sedikit lebih santai ketika latihan.

    Begitu pikir saya.

    Ternyata PT saya memiliki rencana lain dan dia memberikan saya banyak sekali latihan dengan beban yang lebih berat daripada biasanya.

    Total 13 ton saya angkat malam ini, sekarang sih belum terasa apa-apa, tapi saya yakin dalam beberapa hari ke depan rasanya ini kaki bakal jejeritan.

    Leg Dieesss
    Screenshot
  • Segitiga Kesehatan

    Sudah capek nulis yang serius terus, sudah cukup, mari kembali ke tulisan sederhana saja.

    Hal pertama yang diutarakan oleh PT (Personal Trainer) saya di pertemuan pertama sesi latihan kami adalah, “Pak, untuk bisa mencapai goals, Bapak perlu memahami 3 hal”

    1. Workout
    2. Makanan
    3. Tidur

    Kemudian dilanjutkan, “Saya hanya bisa membantu poin 1 saja, sisanya Bapak sendiri yang mengusahakan”.

    Ternyata setelah hampir setahun dia jadi PT saya, ucapaannya itu memang benar adanya. Mustahil bagi kita kalau hanya bertahan di satu poin saja tanpa melakukan poin sisanya.

    1. Latihan rutin, tapi tetap makan sembarangan atau begadang.
    2. Mati-matian jaga makan tapi nggak pernah olahraga ditambah kurang tidur.

    Ini adalah 2 hal yang dulu sering saya lakukan, tak pikir ketika rajin latihan otomatis bisa sehat, atau ketika ikutan diet IF otomatis turun berat badan. Nyatanya? gagal total.

    Sekarang, dengan menerapkan 3 poin yang disebutkan sama PT saya itu, baru deh jalur body goals mulai terlihat meskipun garis akhirnya masih jauh.

  • Pantangan Makanan Bukan Solusi

    Disclaimer, ini hanya untuk sobat jompo yang memiliki penyakit asam urat dan hipertensi fase awal saja ya.

    Sebelum saya menjadi Jakartans, saya bekerja secara remote selama 10+ tahun dengan tinggal di Jogja. Aktivitas harian saya hanya bekerja di kamar dan sesekali menemani istri belanja ke Superindo. Meskipun saya tinggal di Jogja, saya jarang keluar nongkrong seperti turis yang datang ke Jogja.

    Terasa menyenangkan ya? Tinggal di Jogja yang tenang, asri, murah, tapi gaji bukan UMR Jogja.

    Benar! Alhamdulillah.

    Tapi tetap saja ya, semua itu bakalan ada side effect yang datang, sebab itulah prinsip alam semesta bekerja.

    Kalau di saya, efeknya adalah di penyakit. Karena kurang bergerak, nggak pernah kena sinar matahari, seringnya malah sinar UV dari monitor dan HP, radiasi monitor, frekuensi WiFI (halah), makan semaunya, dan yang paling penting: kurang gerak.

    Hasilnya, sendi jari kaki saya sering sakit ketika makan makanan tertentu, sakitnya nyeriiii sekali, ternyata itu adalah asam urat.

    Kemudian juga pas periksa ke dokter itu juga baru ketahuan kalau saya punya hipertensi. Padahal saya ingat ketika masih sekolah itu saya hipotensi. Sepertinya efek antara punya/tidak punya uang itu mempengaruhi peningkatan tensi di badan ya.

    Sayangnya yang saya lakukan waktu itu adalah dengan melakukan pantangan makan. Tidak bisa lagi makan daging merah, seafood dan kacang-kacangan lagi karena semua itu membuat kadar asam urat dan hipertensi terus meningkat.

    Apakah kemudian sembuh? Tidak sama sekali. Yang ada saya malah terlalu mengandalkan obat pain killer yang bisa saya minum kapanpun rasa sakitnya muncul.

    Sekarang, setelah saya ngegym, Alhamdulillah semua penyakit itu mulai pergi, makan juga tidak dibatasi lagi.

  • Apa Manfaat Nge-Gym?

    Singkatnya, saya jadi lebih tabah.

    Oke, jadi awalnya ada kawan yang bertanya berapa lama manfaat nge-gym mulai bisa dirasakan? Ini pertanyaan yang sulit karena setiap orang punya alasan dan tujuannya masing-masing ketika berangkat latihan.

    Karena saya tau kawan saya itu belum ada rencana latihan dalam waktu dekat, jadi saya jawab dengan resiko pertama akibat nge-gym dulu. Yaitu akan merasakan DOMS.

    DOMS adalah rasa nyeri, kaku, atau pegal pada otot yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah melakukan aktivitas fisik yang intens atau tidak biasa. Biasanya mulai terasa 12–24 jam setelah olahraga dan mencapai puncaknya pada 24–72 jam.

    Jadi kalau menu hari itu adalah Leg Day, maka otomatis kaki akan merasakan DOMS. Jika Chest Day maka dada akan merasakan DOMS. Begitu seterusnya tergantung menu dan target latihannya.

    Saya melanjutkan cerita, yang saya rasakan di 2 bulan pertama adalah berkutat di DOMS dan rasa menyerah. Saya latihan seminggu 3 kali, maka otomatis selama seminggu saya akan merasakan DOMS selama 3 kali dengan posisi yang berpindah-pindah, rasanya pengen udahan.

    Menginjak bulan ke 3-6 rasa menyerah sudah mulai hilang karena badan mulai enakan, tidur mulai nyenyak, sakit-sakit ala om-om (asam urat, leher kencang, dll) mulai hilang, dan badan mulai sedikit ada perubahan. DOMS? masih adaaa..

    Nah, baru setelah lebih dari 6 bulan semuanya akan lebih ringan.

    Dia tanya, DOMS hilang?

    Saya jawab, ya masih.. tapi sudah terbiasa..

    Saya semakin tabah.

  • Nge-gym Supaya Sehat

    Salah satu benefit tinggal di dekat kantor adalah perjalan berangkat dan pulang lebih santai. Kalau dihitung perjalanannya, saya hanya perlu 30 menit dimulai dari pintu kosan sampai duduk di meja, artinya itu sudah termasuk dengan jalan ke stasiun MRT, naik MRT, jalan ke kantor, masuk gedung, naik lift, dan jalan sampai ke meja.

    Karena saya beres ngantor itu jam 17:30, maka kira-kira jam 18:00-an gitu sudah sampai kosan, mandi, shalat Maghrib, kemudian istirahat.

    Rasanya kok kurang tantangan…

    Pas lagi ngobrol-ngobrol sama temen kantor, dia cerita kalau sembari nunggu macet itu dia menyempatkan untuk ngegym dulu. Kebetulan di area kantor itu ada gym yang cukup terkenal dan juga punya semacam benefit untuk pegawai.

    Jadilah saya iseng-iseng tanya ke HR, kemudian disambungkan ke marketing gym-nya. Saya dijadwalkan untuk visit buat ditunjukkan apa aja fasilitasnya, kemudian ditimbang/scanning untuk dicek status sekarang, difoto posturnya juga, kemudian dikasih rencana latihan setelah ditanyain targetnya apa.

    Menarik, ini tantangan yang tepat.

    Awalnya saya mau coba 20 sesi dulu, seminggu latihan 3 kali. Gimana rasanya?

    2 minggu pertama, sukses merasakan doms. Beberapa minggu berikutnya mulai doms dan menyesal. Beberapa sesi berikutnya malah tau-tau perpanjangan sesi.

    Sekarang? sudah hampir setahun saya nge-gym, masih sama seminggu tiga kali, dan masih sering merasakan doms juga.

    Apakah sudah kelihatan hasilnya? Singkatnya sudah mulai kelihatan. Tapi ini baru awal, masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.