Iya, setahun lalu saat masih WFH dari Jogja, saya kesulitan untuk bisa makan daging karena kendala kesehatan. Asam urat dan kolesterol saya sudah melambung tinggi yang menyebabkan tidak bisa makan daging terlalu sering.
Jari di kaki kanan dan kiri akan bergantian terasa nyeri dan panas, sampai tidak bisa buat jalan dengan normal. Alhasil banyak pekerjaan domestik yang terhambat, sungguh tidak nyaman.
Obat menjadi kawan sehari-hari, karena begitu rasanya sakit sudah otomatis meminum obat pereda nyeri yang hanya akan menahan rasa sakitnya untuk sementara. Bahkan saya punya alat tes darah sederhana untuk mengetahui berapa kadar asam urat dan kolesterol saya.
Sekarang, setelah setahun tinggal di Jakarta, Alhamdulillah justru badan saya merasa lebih baik. Kenapa?
- Saya rajin jalan kaki, setidaknya dari kamar kosan ke stasiun MRT dan lanjut ke kantor, kemudian diulang lagi di sore harinya.
- Saya rajin ke masjid tiap Dzuhur dan Ashar, ini mengharuskan saya untuk turun ke lantai berbeda dan kembali lagi ke meja.
- Jam makan harian jadi lebih teratur dan terkontrol karena sudah titip sama OB dan menu makanannya beragam.
- Nge-gym, diet karbo dan tinggi protein.
Makan daging untuk mengejar protein harian justru malah diwajibkan, dan jauh lebih banyak daripada konsumsi saat saya di Jogja. Anehnya, asam urat dan kolesterol saya lebih terkontrol.
Paling hipertensi aja yang masih perlu dimaintenance wkwk.
Leave a Reply