Categories
Tulisan

Pengalaman Menggunakan PureIT

Seperti halnya pada tahun-tahun sebelumnya, ketika usai musim lebaran pasti akan ada keluhan mengenai berkurangnya suplai air minum kemasan di toko-toko terdekat. Saya sudah sering mengalami itu, makanya saya memutuskan untuk tidak lagi mengandalkan air galon untuk kebutuhan minum. Ini bukan tulisan iklan, hanya sekedar berbagi pengalaman saja.

 

Bulan ini merupakan bulan ke-8 pemakaian PureIT. Saya membeli PureIT di Giant Penggaron Semarang pada bulan November tahun lalu, awalnya pembelian ini sudah direncanakan berbulan-bulan sebelumnya, namun baru sempat dibeli pada bulan itu. Seperti halnya calon pembeli PureIT, saya pun juga mengalami kegalauan apakah investasi sebesar 600 ribuan (harga pada saat itu) akan baik untuk saya atau tidak. Namun akhirnya, pada bulan ke-8 ini saya simpulkan, PureIT is worth to buy.

Selama 8 bulan pemakaian, air yang dihasilkan oleh PureIT tidak mengalami perubahan. Dalam arti, airnya selalu dalam kondisi prima seperti saat pertama kali dibeli. Selain itu, air juga tidak hanya saya gunakan minum tapi juga memasak. Artinya, saya bisa menjamin kesehatan makanan yang saya masak karena bersumber dari air yang bersih. Soalnya di rumah, saya hanya mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari, walaupun jernih tapi saya ndak tega untuk dijadikan bahan memasak. Meskipun komplek perumahan menyediakan air artetis, saya lebih memilih pakai yang gratis saja deh.

Saya sudah sering membaca perdebatan mengenai untung-rugi menggunakan air galon atau PureIT. Menurut saya, silakan saja berdebat tapi sebaiknya coba dulu dua-duanya. Jadi punya data gitu. Menurut saya, PureIT memberikan keuntungan lebih, soalnya saya bisa enteng saja menggunakan airnya untuk berbagai hal. Beda saat saya masih pakai air galon, pastinya mikir-mikir kalo airnya buat masak.

Gampangnya, kita pasti membutuhkan air untuk sehari-hari, maka saya harus bisa mendapatkannya dengan mudah. Selain mudah, airnya harus layak konsumsi. Kebetulan, PureIT bisa menyediakannya. Good job!

 

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *