Categories
Teknologi

Sony Vaio VGN-P33GK

Baiklah, jadi sekarang saya pegang laptop baru, Sony Vaio VGN-P33GK. Laptop ini untuk menggantikan Acer 2920 yang diberikan ke adek buat nggantiin laptopnya yang udah berkondisi memprihatinkan. Perlu diketahui, bahwa postingan ini tidak berbayar, eh tapi kalo kebetulan ada orang Sony baca trus mau ngasih saya “sesuatu”, ya saya sih hore-hore saja hohoho..

Sony Vaio VGN-P33GK atau yang sering dikenal dengan Vaio P Series dikategorikan sebagai laptop fashion yang sejatinya tidak digunakan untuk bekerja berat, melainkan untuk nggaya pas nongkrong di cafe sambil facebookan dan twitteran. Saya teringat beberapa tahun yang lalu ketika melihat iklan Vaio P Series di tipi, saat itu gambarnya seorang model jalan sambil ngantongin laptop di saku belakangnya! Wedyan! laptop diperlakukan sama seperti dompet! Siapa sangka ternyata sekarang malah punya laptop begitu.

Oke, dengan prosesor Intel Atom dan Ram 2GB Onboard (ga bisa diupgrade) rasanya masih kurang dengan kebutuhan kerja saya sehari-hari. Untuk menjalankan beberapa aplikasi terasa berat, bahkan ketika menulis blog ini pun terasa lambat. Untunglah pekerjan saya sekarang sebagian besar membutuhkan laptop untuk menampilkan slide materi kuliah ke mahasiswa aja. Tapi masalahnya adalah, laptop ini tidak menyediakan port VGA untuk menghubungkan dengan LCD Proyektor.

Trus gimana dong? Setelah mengirim email ke customer service Sony Pusat diperoleh jawaban bahwa saya harus membeli alat tambahan yang bernama VGP-DA10. Alat ini berisi port VGA dan Lan Card, kemudian nantinya dihubungkan ke port I/O khusus Sony. Harganya cukup fantastis, yaitu 875rb di kantor perwakilan Sony di Semarang (jalan Citarum). Barangnya kecil tapi wajib dibeli kalo pengen laptopnya bisa berfungsi maksimal. Hmm.. strategi marketing yang cerdik.

Laptop ini sangat kecil, ukuran monitornya pun cuma 8 inchi sehingga tulisannya jadi keliatan kecil-kecil semua. Apakah nyaman? tentu saja belum, tapi lambat laun pasti akan terbiasa kok. Oh iya, tidak ada touchpad! jadi mouse menggunakan yang model StickPointer atau yang sering disebut dengan model puting hihihi. Apakah nyaman juga? hmm.. relatif ya, berhubung saya penyuka mouse jadinya pake mouse wireless Logitech M215.

Gimana batere? Hehehe cuma 3 jam sodara-sodara! Untunglah chargernya mini jadi nggak repot kalo harus dibawa kemana-mana. Oh iya, laptop ini cuma punya 2 port USB yang otomatis sudah kepake 1 untuk mouse, jadi saya sarankan untuk membeli USB hub untuk memaksimalkan kinerja Anda, terutama bagi Anda yang menggunakan modem USB untuk terkoneksi ke Internet.

Jadi intinya, bila Anda adalah fashionita, suka nongkrong di cafe, sering travelling, jaraing menggunakan laptop untuk pekerjaan berat, maka laptop ini cocok buat Anda. Tapi bila Anda adalah pekerja IT profesional beraliran programmer, sebaiknya pikirkan masak-masak sebelum membeli laptop jenis ini. Serius laptop ini keren banget, beberapa mahasiswa dan teman bilang gitu, tapi bakal jadi agak kurang keren kalo seandainya mereka tau performa laptopnya.

Worth to buy? pastikan Anda punya laptop/pc lain sebelum membelinya. Buat backup plan 🙂

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *