Categories
Teknologi

Laporkan Status dengan MicroBlogging

Dimuat di Suara Merdeka Hari Minggu, 5 April 2009

Mamski bertanya-tanya, kok sekarang susah banget ya kalo mau konek pake tsel flash…
Mizan ngemil brownis untuk mengganjal perut…
Yogie sedang melayani pertanyaan tentang tariff baru Speedy…

KETIKA tren blog dimulai, sambutan para netter Indonesia sangat luar biasa. Dalam waktu singkat banyak bloger baru bermunculan. Penyedia layanan blog terkemuka seperti Blogspot dan WordPress juga semakin meningkatkan fiturnya.

Berbagai widget baru disuguhkan, template blog juga semakin banyak tersedia di internet, dan tentu saja cara ngeblog yang sudah semakin mudah.

Penetrasi blog juga gencar terasa hingga ke pelosok daerah, sampai-sampai blog dijadikan kurikulum standar pelatihan-pelatihan internet. Maka tak heran sekarang cukup banyak anak SMP dan SMA yang sudah mahir ngeblog.

Lomba blog juga sudah semakin sering diselenggarakan oleh berbagai instansi. Hadiah yang ditawarkan juga sangat menggiurkan. Bahkan bisa jadi dalam waktu sebulan terdapat tiga lomba blog yang sedang berjalan.

Ini menunjukkan blog sudah dapat diterima oleh sebagian besar netter di Indonesia. Bahkan karena perkembangannya sangat pesat, sampai-sampai Matt Mullenweg sang pendiri WordPress bersedia datang ke Indonesia untuk menghadiri acara WordCamp Indonesia 2009 pada Januari lalu.

Sekarang ngeblog sudah semakin mudah, bahkan hanya dengan menggunakan ponsel yang terkoneksi ke jaringan internet saja. Namun terkadang kita hanya punya bahan posting yang sedikit. Bisa dikatakan mungkin hanya satu kalimat saja.

Melakukan posting satu kalimat saja pada sebuah blog rasanya kurang pantas. Namun bila tidak melakukan posting, rasanya ada yang kurang. Namanya juga sudah kecanduan.

Untunglah inovasi dari sisi teknologi blog sendiri juga terus dilakukan. Salah satunya adalah microblogging atau sebut saja peng-update status. Ini adalah jawaban bagi bloger one-liner atau bloger yang hanya melakukan posting satu baris (sedikit) kalimat saja.

Artinya, dengan microblogging, kita bisa melakukan posting hanya dengan beberapa kata, maksimal 140 karakter. Jadi nanti postingannya bisa berbentuk seperti tulisan-tulisan di atas.
Teknologi yang baru populer di beberapa tahun terakhir ini sontak disambut gembira oleh para bloger one-liner. Bayangkan saja, hanya dengan menulis beberapa kata, status kita bisa ter-update ke seluruh teman.

Menariknya lagi, teman-teman kita bisa memberikan komentar terhadap postingan kita. Namun tentunya kita harus melakukan Add Friend terlebih dahulu supaya postingan kita bisa dibaca ke teman yang dimaksud.

Plurk yang beralamat di http://plurk.com adalah layanan microblogging yang paling populer saat ini. Bahkan para pengguna sudah memiliki sebutan sendiri, yaitu plurker.

Dengan layout yang sederhana dan simpel, Plurk langsung memikat para pengguna microblogging. Tampilan Plurk berbentuk seperti time-line dan menggunakan teknologi Ajax untuk segala prosesnya, sehingga relatif ringan diakses dari warnet sekalipun.

Keunggulan Plurk yang lain adalah penerapan sistem Karma untuk seluruh Plurker. Karma adalah nilai poin yang diberikan kepada Plurker apabila dia melakukan aktivitas di Plurk.

Nilai Karma bisa naik apabila Plurker membuat posting, memberi komentar terhadap posting teman, atau mengajak teman untuk bergabung ke Plurk. Karma juga bisa turun apabila tidak melakukan aktivitas dalam beberapa hari.

Beberapa plurker mengatakan, bila tidak login ke Plurk selama tiga bulan atau lebih, maka nilai Karma akan turun menjadi 0.00. Nilai tertinggi Karma adalah 100.00 dan disebut Plurk Nirvana.

Semakin tinggi Karma yang diperoleh, maka kita bisa menampilan emoticon dalam setiap postingan atau komentar. Mungkin Anda berpikir, apa serunya emoticon itu?

Ternyata setelah penulis coba sendiri, rasanya memang berbeda. Apalagi emoticon Plurk memang benar-benar unik sehingga secara otomatis para plurker berlomba-lomba menaikkan Karma-nya.

Selain Plurk, masih ada beberapa penyedia layanan microblogging lainnya. Sebut saja Twitter (http://twitter.com/) dan Koprol (http://koprol.com/login). Twitter adalah penyedia alternatif selain Plurk. Sedangkan Koprol adalah layanan buatan lokal yang bisa terkategori berdasarkan kota-kota di Indonesia.

Bagaimana dengan Facebook? Rupanya fenomena microblogging juga mempengaruhi Facebook sehingga situs pertemanan ini menyediakan layanan update status di dalam website mereka.

Cara kerjanya sangat mirip penyedia layanan microblogging yang lain. Bahkan sekarang sama-sama bisa diakses melalui ponsel yang tersambung ke jaringan internet.

Hal ini sudah ditanggapi oleh Plurk, yaitu melakukan interkoneksi kepada Facebook. Jadi para plurker cukup melakukan posting melalui website Plurk, maka secara otomatis status di Facebook juga ikut berubah.

Lantas sekarang bagaimana nasib blog? Apakah kejayaannya akan runtuh? Penulis pikir tidak karena blog, microblogging, dan jaringan pertemanan lain memiliki penggemar sendiri-sendiri, atau bisa jadi semuanya menyukai layanan tersebut. Semuanya terserah kita, lagipula semua layanan ini gratis.

PR: wait… I: wait… L: wait… LD: wait… I: wait… wait… Rank: wait… Traffic: wait… Price: wait… C: wait…

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *