Categories
Tulisan

Orang Indonesia Gak Punya Logika?

Rudi SoedjarwoMenarik sekali ketika aku baca Detikhot pagi ini. Isinya tentang sutradara kondang Indonesia Rudi Soedjarwo yang bilang bahwa kalo mau bikin film itu nggak perlu detail dan ga perlu pake logika.

“Ya saya rasa susah sekali membayangkan alur kecelakaan, dan terlalu capek kalo saya menggambarkan hal yang detail. Hal yang seperti itu udah kita survey beberapa macam jatuhnya. Lagipula memang orang Indonesia itu sudah tidak ada logikanya”.

Itu ucapan dia pas dikritik tentang beberapa adegan di film terbarunya “40 Hari Bangkitnya Pocong” yang dirasa wagu, nggak logis, dan lain-lain.

Kenapa dia bisa berpendapat seperti itu? Apakah sudah sebegitu parahnya orang Indonesia? Tapi ini orang Indonesia yang mana? Atau hanya sebatas orang-orang yang dia kenal aja? Apa dia udah pernah melakukan riset? Atau.. Atau… Atau yang lain?

Kenapa malah semakin malas membuat film yang detail? Padahal ini film buat ditayangkan di bioskop. Kalo caranya gini, mendingan dia jadi sutradara sinetron aja.. Nggak perlu pake nalar, ga perlu pake mikir, ga perlu pake penghargaan dan segala macem. Nggak usah sok-sokan jadi sutradara film. Malu-maluin aja dan ini yang bikin kondisi perfilm-an Indonesia semakin terpuruk.

Belajar dong dengan sineas luar negeri. Atau nonton film Hollywood. Minjem kek ke rental dvd atau beli bajakannya dulu kalo ngerasa eman beli orisinalnya. Bandingkan alur dan plot yang dibuat sangat mendetail, sehingga penonton merasa puas dengan film yang ditonton.

Nggak usah itu sok-sokan masang pemain yang nggak bakat akting.. Hentikan ngambil artis dari model-model yang hanya modal tampang dan belajar akting model kebut semalam.. Mendingan ambil dari teater-teater yang berkualitas, secara pasti para pemainnya sudah terbiasa bermain akting.

Muak aku dengan film yang isinya cuma pamer tampang, badan, sama mewah. tapi akting sama skenario yang dodol dan wagu! Kembalikan uang saya!!!

Yang lebih mengenaskan lagi, pas dipancing wartawan kalo Rudi Soedjarwo nggak cocok jadi sutradara film genre horor.. Rudi Soedjarwo bilang.. Kalo nggak suka ya nggak usah nonton. Emangnya ini sinetron?? Yang kalo nggak suka tinggal ganti channel tipi? Kita kalo mau nonton itu mbayar woi! Hormati kita dong..

“Cocok nggak cocok itu hobi, kalau memang ada yang nggak suka, ya nggak usah ditonton. Kalau ada orang yang menyuruh saya berhenti membuat film horor, mendingan orang itu saja yang berhenti menulis. Buruk atau baik film saya, itu saya buat dengan film saya sendiri, jadi tidak ada yang bisa membuat saya berhenti membuat film dan membuat hal yang baru.”

Sungguh arogan dan sok seleb… hehehehehe…..

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *