Jenderal Besar Itu Telah Tiada

Pak HartoKemaren, 27 Januari 200 jam 13:10 WIB, mantan presiden RI ke-2, HM Soeharto telah meninggal dunia setelah selama 24 hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Indonesia kehilangan lagi Jenderal Besar, dan itu artinya Indonesia sudah tidak memiliki Jenderal Besar lagi.

Saya nggak peduli orang mau bilang apa.. Entah itu mahasiswa, aktivis LSM, elit politik, atau masyarakat awam yang selama ini selalu mengecam Pak Harto, tapi saya tetep mengidolakan beliau. Idola dalam arti bukan seperti saya suka sama Maliq D’Essential, tapi idola dalam bentuk penghormatan atas segala jasa-jasanya terhadap Indonesia.

Saya nggak pernah tuh merasakan “kejahatan-yang-mungkin-dilakukan” oleh Pak Harto, seperti yang selama ini dituduhkan. Yang saya rasakan itu dulu saya bisa benar-benar bangga terhadap Indonesia. Masih ingat aku pas masih jaman SD, setiap Pak Harto lagi perjalanan ke daerah, dan lewat di depan SD-ku, pasti kita disuruh untuk keluar sekolah, berbaris rapi, sambil mengibarkan bendera merah-putih untuk menyambut Pak Harto lewat. Hehehe.. kalo dipikir-pikir buat apa ya? Tapi secara nggak langsung itu bikin aku merasa bangga dengan Indonesia.

Trus yang namanya upacara jadi lebih hidmat, karena sedari kecil sudah diajari bagaimana menghargai Indonesia. Bahkan dulu pernah ada kebijakan kepada semua perusahaan untuk mengubah nama perusahaan mereka memakai Bahasa Indonesia, Khan dulu itu masih ada perusahaan yang pake nama-nama asing. Rupiah pun nasibnya sangat kuat terharap USD. Aku masih ngerasin kurs Rupiah dengan USD cuma Rp2500 perak. Sekarang?

Untungnya Indonesia sekarang punya Pak SBY. Yang kharismanya seperti Pak Harto. Dan untungnya presiden seperti Gus Dur dan Megawati udah lengser duluan, kalo mereka masih berkuasa.. Aku nggak bisa bayangin negara ini akan seperti apa. Wong cuma bermodal memimpin pesantren dan partai aja kok sok-sokan mau mimpin Indonesia yang heterogen.

Marilah… Untuk sementara buang pikiran mengenai keburukan Pak Harto. Ingatlah segala kebaikannya, doakan untuk dirinya dan keluarganya, dan ingatlah juga.. Bahwa dia hanyalah manusia biasa yang PASTI punya salah. Seperti Anda yang sedang membaca tulisan saya ini.

Tinggalkan Balasan