Belajar Mengendalikan Keinginan Untuk Eksistensi

Saya salut dengan ucapan dari dr. Tirta di beberapa podcast yang dia menyadari bahwa versi dirinya pada saat era Covid dan berambut merah adalah versi dr. Tirta yang dia tidak sukai. Itu adalah versi dirinya yang suka membahas apapun dan siapapun sampai dia memiliki banyak haters.

Ini mengingatkan saya bertahun-tahun yang lalu, saya juga pernah berada di versi itu. Merasa paling tau karena kebetulan punya akses Internet, bisa menjawab semua pertanyaan karena punya akses ke berbagai literatur bacaan, dan mengetahui karakteristik orang karena sering ngobrol dengan berbagai macam orang.

Akibatnya, kadang saya merasa ide saya itu harus paling benar dan tidak boleh dibantah. Karena jika tidak, maka saya bisa menjamin bahwa opsi selain yang saya pikirkan itu bakalan salah dan nanti tanggung sendiri akibatnya.

Betapa suram karakter saya waktu itu.

Sekarang, mungkin karena bertambah umur dan semakin sering ketemu orang yang lebih pinter, saya berusaha untuk mengerem semua tindakan dan pikiran supaya nggak langsung meluncur lewat omongan.

Mulut itu sangat berbahaya jika tidak ada yang jaga.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.