Hari ini saya berkesempatan untuk mencoba menggunakan Kimi Code dengan model Kimi-2.5 untuk menemani ngoding saya. Biasanya saya menggunakan model Claude Sonnet 4.6 melalui Claude Code, namun karena ada satu dan lain hal, hari ini kami diminta untuk mencoba Kimi.
“Siapa tau bisa sepinter Claude namun dengan harga murah”.
Oke, saya biasa menggunakan Claude ini di Visual Studio Code, jadi saya tidak mau beralih menggunakan tools lain. Maka langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari add-on Kimi di VS Code.
Ternyata memang ada, namanya Kimi Code (Technical Preview), proses install dan autentikasi cukup straightforward. Kita bisa pilih mau pakai Kimi subscription atau pakai API Key via Kimi Code.
Saya sudah coba keduanya, baik lewat API Key maupun lewat subscription. Tidak ada bedanya untuk hasil akhirnya, jadi aman-aman saja.
Bagaimana performanya?
Saya bukan tipe pengguna Code Assistance yang hardcore, artinya saya biasanya hanya menggunakannya untuk diskusi dan lebih mencari tau alasan dibalik itu. Terkadang juga saya minta dia sebagai code reviewer dan debugger wkwk.
Tapi ada satu hal yang buat saya menandakan bahwa tools ini bagus atau tidak, yaitu jika saya bertanya dengan pertanyaan tersirat itu apakah dia paham atau tidak.
Sejauh ini, jika saya bertanya dengan pertanyaan tersirat, Claude Sonnet 4.6 cukup bagus dalam memahaminya.
Bagaimana dengan Kimi?
Ternyata.. bagus! Seharian ini saya nyaman ngobrol dengannya, tidak begitu agresif untuk menulis kode sampai saya perintahkan, jadi lebih merasa aman untuk sekadar diskusi sampai ketemu solusi yang terbaik.

Leave a Reply