Tag: Kimi-2.5

  • Mencoba GLM-5

    Akhirnya saya ikut mencoba menggunakan GLM-5 untuk menggantikan Kimi-2.5 setelah disarankan oleh seorang kawan (Thanks Mas Bowo). Setelah beberapa hari dijalankan di Cline pada VSCode, GLM-5 lebih cocok digunakan untuk menemani saya ngoding, saya cocok dengan stylenya.

    Katanya, GLM-5 ini kemampuannya untuk hampir menyamai Claude Opus. Berhubung saya belum pernah pakai Opus (paling hanya Sonnet 4.6) maka saya sendiri belum tau perbedaannya dimana.

    GLM-5 ini lebih sabar untuk menyelesaikan tugasnya. Dia akan berusaha untuk memahami konteks dan tugasnya secara perlahan, memang disini harus sedikit lebih sabar dibandingkan ketika bekerja bersama Sonnet maupun Kimi, tapi saya akui hasil kodingannya nggak kalah dengan Sonnet.

    Saya perlu memeriksa bagaimana data saya digunakan ketika menggunakan GLM-5 ini, makanya kemarin hanya bisa memberinya task-task sederhana yang tidak terkait dengan proprietary kantor.

    Biasanya untuk menguji model baru, saya akan memintanya untuk mempelajari kode lalu meminta saran optimasi.

    Jika Anda adalah tipe pengguna yang sukanya berharap GLM-5 langsung ngoding, maka model ini tidak cocok dengan Anda.

    Lalu kenapa saya cocok? sebab saya menyukai Cline yang memiliki fitur “Plan”, dimana dia bisa kita ajak diskusi dulu sampai tingkat keyakinan saya meningkat baru kemudian bisa menyuruhya untuk melakukan action. Nah, GLM-5 sangat cocok untuk vibe coder yang bertipe seperti itu.

    Berapa harganya? Awalnya saya pikir cukup subscribe paket termurah ($10/mo), tapi ternyata GLM-5 ini baru tersedia jika subscribe ke paket yang menengah ($30/mo). Jadi mari kita coba selama sebulan ke depan.

  • Kesan Pertama Mencoba Kimi-2.5

    Hari ini saya berkesempatan untuk mencoba menggunakan Kimi Code dengan model Kimi-2.5 untuk menemani ngoding saya. Biasanya saya menggunakan model Claude Sonnet 4.6 melalui Claude Code, namun karena ada satu dan lain hal, hari ini kami diminta untuk mencoba Kimi.

    “Siapa tau bisa sepinter Claude namun dengan harga murah”.

    Oke, saya biasa menggunakan Claude ini di Visual Studio Code, jadi saya tidak mau beralih menggunakan tools lain. Maka langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari add-on Kimi di VS Code.

    Ternyata memang ada, namanya Kimi Code (Technical Preview), proses install dan autentikasi cukup straightforward. Kita bisa pilih mau pakai Kimi subscription atau pakai API Key via Kimi Code.

    Saya sudah coba keduanya, baik lewat API Key maupun lewat subscription. Tidak ada bedanya untuk hasil akhirnya, jadi aman-aman saja.

    Bagaimana performanya?

    Saya bukan tipe pengguna Code Assistance yang hardcore, artinya saya biasanya hanya menggunakannya untuk diskusi dan lebih mencari tau alasan dibalik itu. Terkadang juga saya minta dia sebagai code reviewer dan debugger wkwk.

    Tapi ada satu hal yang buat saya menandakan bahwa tools ini bagus atau tidak, yaitu jika saya bertanya dengan pertanyaan tersirat itu apakah dia paham atau tidak.

    Sejauh ini, jika saya bertanya dengan pertanyaan tersirat, Claude Sonnet 4.6 cukup bagus dalam memahaminya.

    Bagaimana dengan Kimi?

    Ternyata.. bagus! Seharian ini saya nyaman ngobrol dengannya, tidak begitu agresif untuk menulis kode sampai saya perintahkan, jadi lebih merasa aman untuk sekadar diskusi sampai ketemu solusi yang terbaik.

    Kesan Pertama Mencoba Kimi-2.5