Validasi Cara Berpikir AI

Masih terkait dengan tulisan saya jangan curhat dengan AI, dalam keseharian saya tetap menggunaan AI untuk membantu pekerjaan. Namun, satu hal yang diperhatikan adalah jangan otomatis percaya dengan semua responnya.

Tantangan terbesar ketika ngobrol dengan AI adalah kapan bisa merasakan AI mulai halusinasi. Terkadang saya sudah bisa merasakan tingkat halusinasinya meningkat dalam beberapa kali ngobrol, tapi kadang-kadang bisa terbawa juga sampai beberapa lama.

Ciri-cirinya, mulai kesel sama AI.

Ini suatu hal yang sia-sia kan? Kesel sama AI itu sama seperti kesel dengan manusia NPD wkwkwk.. Dia nggak akan pernah merasa dikeselin, yang ada dia akan tetap percaya diri dan tetap berpegang teguh pada apa yang dia anggap benar.

Lalu gimana identifikasinya?

Pertama, jangan langsung percaya dengan jawabannya.

Kedua, cek cara berpikirnya.

Nah, gimana caranya? Jika Anda menggunakan model AI yang cukup tinggi biasanya akan ada opsi untuk mengikuti cara berpikirnya. Ini biasanya ada di model yang menggunakan metode reasoning, pertama kali ditampilkan oleh DeepSeek dan sekarang hampir semua model di OpenAI dan Gemini sudah menerapkannya.

Validasi Cara Berpikir AI

Contohnya seperti itu, ketika saya bertanya sesuatu maka pastikan mereview cara berpikirnya. Baca cepat saja tidak perlu memperhatikan detilnya, nanti akan terasa kok apabila berpikirnya sudah mulai ngawur.

Jadi, jangan langsung percaya ya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.