Category: Tulisan

  • MRT Pembelah Jakarta

    Haha judulnya lebay, tapi itu yang saya rasakan hari ini ketika pulang dari daerah Kemayoran pada Sabtu siang. Seandainya tidak ada MRT pasti yang harus saya lakukan adalah naik taksi untuk menuju kosan di Blok A. Tapi berkat ada MRT saya cukup naik taksi sampai Stasiun Bundaran HI saja.

    Nah, disinilah manfaat MRT benar-benar terasa. Jakarta di Sabtu sore adalah waktu dimana semua orang berkumpul dan menuju ke area Sudirman-Thamrin, artinya jika menggunakan taksi pasti akan ikut kemacetan yang lumayan lama. Belum lagi kalau hujan dimana kecepatan laju tidak bisa lebih cepat, jadilah area itu menjadi zona merah kemacetan.

    Selepas area Sudirman-Thamrin pun, jika saya menggunakan taksi harus berjuang melewati area Blok M yang sudah pasti menjadi lautan manusia. Membayangkannya saja sudah ngeri.

    Untunglah dengan MRT, cukup menempuh waktu 17 menit sudah sampai ke stasiun Blok A. Waktunya cukup untuk menghindari hujan karena begitu sampai kamar kosan langsung bress..

  • Sekali-kali Nge-Gym Pagi

    Mumpung hari ini adalah hari libur nasional, saya usul kepada Personal Trainer saya untuk geser waktu latihannya di pagi hari, sekali-kali pengen merasakan nge-gym di pagi hari. Mungkin bakalan lebih santai karena kalau latihan sore itu penuhnya luar biasa.

    Ternyata saya keliru.

    Sampai gym sekitar jam 8:30 pagi, begitu masuk langsung disambut sekumpulan peserta Hyrox, area treadmill penuh begitu juga tempat yang lain.

    Sampai di loker room juga sebagian besar loker sudah terpakai, artinya pagi ini yang latihan banyak banget.

    Pas ketemu sama Personal Trainer, dia cerita kalau disini itu justru yang ramai adalah pagi dan sore, kalau mau agak sepi itu pas setelah jam makan siang antara jam 14-16 sore.

    Hahaha.. jadilah saya latihan tadi seperti di sore hari, bedanya sewaktu pulang langit masih terang.

  • So Long Mac Mini M1

    Yak, akhirnya saya menjual Mac Mini M1 512/16 saya setelah beberapa tahun terakhir sudah tidak saya gunakan. Mac Mini ini menjadi teman sehari-hari ketika masih bekerja secara WFH di awal join di kantor saya sekarang, saat itu kebijakannya masih memungkinkan untuk bekerja dari Jogja.

    Setelah pindah ke Jakarta, Mac Mini sudah tidak saya gunakan lagi, bahkan seringnya hanya berdiam di lemari karena memang sudah dimasukkan ke dalam dus.

    Kebetulan kemarin adalah saat yang tepat untuk menawarkan barang ini, dengan memberikan harga yang pas dan potensi apa saja yang bisa dilakukan, beberapa penawaran langsung masuk lewat DM.

    Pagi hari diposting, sore harinya sudah dibooking. Hari ini sudah terjual dengan jabat tangan erat. Mudah-mudahan bisa lebih berguna di pemilik yang baru.

    Sampai jumpa lagi, Mac Mini M1.

  • Melewati Kuartal Pertama 2026

    Hoho tidak terasa hari ini sudah akhir dari kuartal pertama tahun 2026, cepat sekali ya? Kayanya baru minggu lalu kita mendengar suara dar-der-dor kok tau-tau sekarang sudah mau masuk kuartal dua.

    Saya cukup berbahagia karena bisa konsisten menulis. Sejak memutuskan untuk mengurangi terpaan media sosial dan menggantinya dengan membaca buku fisik, ternyata membuat ide untuk menulis apapun jadi lebih mengalir dibanding sebelumnya.

    Merayakan sesuatu tidak harus secara besar-besaran, saya bisa cukup menikmati momen-momen kecil dan merayakannya sendirian.

    Ya misalnya seperti malam ini, hari ini menandai tercapainya 90 hari menulis tanpa putus sejak awal tahun 2026. Meskipun ada banyak hal yang ingin saya rayakan, namun ternyata begini saja sudah cukup, mungkin efek umur ya haha.

  • Jakarta Kembali Seperti Semula

    Hari Senin ini mayoritas pegawai kantoran sudah mulai masuk kerja seperti biasa, jadinya priviledge seminggu terakhir praktis sudah berakhir. MRT tadi pagi penuh seperti biasa, bedanya wajah-wajah penumpang yang masih terlihat ingin berisitirahat lebih panjang cukup kentara pagi ini haha.

    Perjalanan dari Stasiun MRT Senayan ke kantor juga sudah ramai seperti biasanya, beberapa ada yang membawa plastik buah tangan, sepertinya itu oleh-oleh yang akan diberikan kepada kolega atau rekan kerja.

    Meskipun hari Jumat nanti sudah akan ketemu tanggal merah, tapi sepertinya tidak banyak yang bablas cuti sampai minggu depan ya? Mungkin cuti sudah habis, atau sudah males ketemu terus sama keluarga? wkwkw.

    Anw, selamat datang Jakarta yang seperti semula.

  • Cara Order di Subway ala AI Gemini

    Ceritanya, sebelum Jumatan lalu saya tidak sengaja mendengar obrolan di lift yang bilang kalau mereka mau makan siang di Subway. Awalnya biasa aja, tapi ketika mulai bosan mendengar khutbah Jumat yang begitu-begitu jadilah perhatian saya teralihkan dengan menu Subway.

    Saya tertarik untuk pesan Subway namun belum berkesempatan untuk mencobanya. Seingat saya, baru pernah 2 kali order, itupun dibantuin orang lain dan ambil promo, jadi belum pernah datang dengan sadar dan menghadapi banyaknya pilihan custom itu.

    Jadilah saya bertanya ke Gemini, mengaku sebagai pemula yang belum pernah order di Subway, kemudian minta diajarin cara pesannya gimana.

    Gemini memberikan saya pengetahuan umum di awal supaya saya bisa memilih base protein yang diinginkan. Selain itu juga memberikan informasi mengenai jenis roti yang ditawarkan, sampai hal basic seperti istilah ukuran roti dan perhitungan harganya.

    Berikut ini saran yang diberikan dan sudah saya coba pesan di siang tadi.

    Sampaikan daftar ini kepada staf Subway:

    • Saya pesan ukuran setengah menu Roast Beef.
    • Gunakan roti Parmesan Oregano.
    • Tambahkan keju Cheddar lalu panggang.
    • Masukkan selada, tomat, bawang bombai, paprika hijau, dan jalapeno.
    • Beri saus BBQ dan Sweet Onion.
    • Bungkus pesanan ini untuk dibawa pulang.

    Bagaimana rasanya?

    Enak! saya akan coba lagi suatu hari nanti.

  • Swedish Meatball IKEA

    Hari Sabtu ini kami sengaja main ke IKEA yang berada di Mall Taman Anggrek, tujuannya untuk brunch di restorannya, terutama menu Swedish Meatball IKEA yang ikonik itu. Kurang lebih gambarnya seperti di bawah ini.

    Swedish Meatball IKEA

    Terakhir kali nyicip menu ini kurang lebih 3 tahun lalu di tempat yang sama, saat itu cukup terpesona dengan rasanya dan baru bisa kesana lagi di hari ini.

    Rute menuju ke Mall Taman Anggrek dari kosan ternyata menyenangkan, cukup naik MRT dari Blok A sampai ke Istora Mandiri, kemudian jalan kaki ke Halte BRT Transjakarta untuk naik jurusan 3F. Perjalanan kurang lebih 30 menit saja, sudah bisa sampai lokasi.

    Tips, ketika sampai di IKEA langsung tanya saja shortcut menuju ke restoran, ini akan sangat menghemat waktu daripada muter-muter di rute yang sudah ditentukan.

    Silakan pesan di mesin anjungan yang tersedia, tunggu sampai nomernya dipanggil, nikmati makanannya, dan jangan lupa bersihkan meja + kembalikan tray ke tempat yang sudah ditentukan.

  • Nggak Semua Orang Mudik

    Selama seminggu terakhir ini setiap ketemu sama orang yang dikenal, selain mengusahakan untuk bersalaman dalam rangka bulan syawal, juga sekaligus bertanya mudik kemana.

    Sebagian orang menjawab tidak mudik karena memang orang asli Jakarta jadi mudiknya ya paling ke wilayah lain namun masih di Jakarta.

    Tapi seperti tulisan saya sebelumnya, memang benar ada beberapa orang yang sengaja tidak mudik ke kampung halaman karena memang tidak punya alasan lain.

    Rata-rata mereka memutuskan untuk liburan bersama keluarga sendiri, menikmati momen IdulFitri bersama keluarga kecilnya, atau ada juga yang memang sengaja tidak mudik karena menghindari keluarga besarnya.

    Ini adalah lebaran tahun pertama kami di Jakarta, selama ini menganggap semua orang yang di Jakarta itu bakalan mudik ke kampung halamannya masing-masing.

    Tapi ternyata, nggak semua orang mudik.

  • Konsisten Olahraga Itu Perlu Dijaga

    Hari ini saya mulai ngegym lagi setelah hampir sebulan tidak olahraga karena sudah mudik duluan. Sebetulnya PT saya memberikan PR untuk berolahraga selama di Jogja, tapi ternyata PR itu tidak berhasil saya kerjakan jadinya praktis selama di Jogja sampai hari ini saya hanya goler-goler.

    Seperti yang sudah saya duga, hari ini cukup berat meskipun PT saya memberikan menu latihan yang tidak seberat biasanya, tapi rasanya nafas cepat habis, keringat keluar lebih banyak, dan minum air lebih banyak.

    Selesai latihan, rasanya seperti dipukuli puluhan kucing. Perjalanan ke kosan jadi terasa jauh dan melelahkan. Ini mengingatkan saya saat pertama kali latihan haha.

    Di perjalan pulang saya merenung (maap saya tidak punya padanan kata yang pas), bahwa menjaga konsistensi apapun, termasuk olahraga itu lebih susah dibandingkan saat memulainya. Apalagi ketika kita sudah melihat sedikit hasil di dalam prosesnya, rasanya tu ada godaan cepat puas yang ingin mengakhiri semuanya.

    Saya akui, sekarang ini jika melihat cermin itu saya lebih seneng karena melihat bentuk badan sendiri. Rasanya tu kayak udah cukup ah, nggak usah nge-gym lagi soalnya badannya sudah lebih bagus.

    Tapi ternyata, perasaan itu adalah jebakan, sebab hanya dengan waktu kurang dari sebulan nggak latihan saja, kondisi badan saya langsung ngedrop mirip seperti 9 bulan yang lalu.

    Jadi, buat yang sekarang sedang bertarung untuk mencapai sesuatu, tetap ingat alasan kenapa mau melakukan itu. Gunaka itu sebagai pengingat ketika nanti suatu saat rasa sombong dan cepat puas itu mulai datang.