Categories
Tulisan

Apakah Jempol Murahan?

Berawal dari obrolan di grup WhatsApp Loenpia.Net tentang keprihatinan terhadap beberapa pihak yang kerap melakukan hal-hal tidak lazim di Internet, kemudian merembet ke aktivitas yang tidak masuk akal, termasuk kebiasaan menyebarkan konten dari grup WhatsApp satu ke grup lainnya tanpa melakukan konfirmasi, memunculkan istilah Jempol Murahan.

Jempol Murahan adalah sifat seseorang yang lebih sering menggunakan jempolnya daripada hatinya.

Eh tapi omong-omong, tidak terasa tahun 2017 segera berlalu, terakhir kali menulis di blog adalah ketika ulang tahun Loenpia.net yang ke 12 di bulan Oktober.

Sudah cukup lama ya? Mau cerita sedikit ah…

Selama 3 bulan terakhir ini lebih banyak disibukkan dengan pekerjaan yang berkaitan dengan social media. Misalnya merawat mesin analitik social media milik kantor, turut berkontribusi membangun “Chatbot” yang bisa berjalan di social media, hingga membantu membangun beberapa website sekaligus mengoptimasinya. Alhasil, saya ikut terpapar segala konten yang berasal dari social media, dan itu terkadang membuat saya prihatin.

Saya bukan pengguna social media aktif, di smartphone hanya menginstall Twitter, Facebook dan Instagram, itupun juga karena pekerjaan yang mengharuskan saya untuk memilikinya. Selebihnya hanya aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi dan terjebak masuk ke grup-grup nggak jelas, terutama grup keluarga.

Saya sudah hidup di Internet lebih dari 15 tahun, dan sudah cukup mengerti bagaimana Internet ini bekerja. Adapun tujuan Internet lahir pada awalnya adalah untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain yang terpisah jarak dengan waktu yang singkat. Zaman dulu, komunikasi yang bisa dilakukan pada awalnya berupa teks, kemudian berkembang bisa saling bertukar gambar, suara, video secara bergantian. Zaman now? Kita bisa melakukannya secara real-time.

Kemudian saat ini pengguna Internet di Indonesia telah menyentuh segala lapisan usia dan latar belakang, siapapun dapat menggunakan Internet hanya dengan bermodalkan smartphone 800 ribuan dan koneksi WiFI. Pada satu sisi, perkembangan ini cukup menggembirakan. Penetrasi Internet hingga ke daerah merupakan impian kami sejak dulu, karena keterbukaan informasi itu merupakan hak asasi manusia.

Namun sayangnya, kecepatan penetrasi ini tidak diimbangi dengan edukasi yang cukup kepada penggunanya. Meskipun ada gerakan Internet Sehat, cakupan yang bisa kami jangkau sangat terbatas apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna baru Internet setiap harinya. Alhasil, saat ini bisa dibilang banyak pengguna Internet yang kurang cakap menggunakan Internet. Apabila diibaratkan, mirip seperti anak kecil yang diberi sepeda motor kemudian dia menyetir ke jalan raya. Selain bisa membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan orang lain.

Apapun yang ada di Internet, siapapun bisa membuatnya. Ini adalah poin yang kurang disadari.

Kembali ke topik Jempol Murahan.

Beberapa kali saya meladeni postingan di grup keluarga, terutama ketika ada seorang anggota grup posting artikel yang seakan-akan benar. Niatnya mungkin baik, ingin menyebarkan informasi yang dirasa berguna, namun isi kontennya tidak divalidasi. Biasanya isi postingannya ada kata-kata yang manis, terkadang disisipi dengan kutipan artikel, jurnal, penelitian, atau bahkan ayat suci, kemudian sering ada nama-nama populer yang mendukungnya, paling terakhir dan pasti tidak akan lupa, adalah ajakan untuk ikut menyebarkan informasi itu ke rekan-rekan yang lain. Saking seramnya, kadang diberi ancaman apabila tidak ikut menyebarkan maka akan mendapatkan musibah.

Wow!

Musibah bisa didownload dari Internet.

24273877 1201112846687218 467322294526734368 o

Kegiatan seperti ini harus dihentikan! Saat masih aktif mengadakan pengabdian yang bertemakan Internet Sehat, saya sering bilang ke peserta untuk jangan percayai apapun di Internet. Sifat ini harus ditanamkan dalam kalbu dimasukkan ke dalam pikiran, dan dilakukan ke dalam perbuatan. Karena nanti secara otomatis kita akan melakukan validasi terhadap berita yang baru saja kita baca.

Selain itu, jangan cepat untuk menyebarkan apapun dari Internet. Kenapa? Ya karena apapun di Internet tidak bisa dipercaya.

Cek dulu kebenarannya, jangan sampai Anda dicap sebagai Jempol Murahan.

Ditulis dalam rangka kampanye Anti Jempol Murahan oleh Komunitas Blogger Loenpia.Net. Tulisan lainnya:

  1. Didut – Jangan Jadikan Jempolmu Muarahan
  2. Daeng Ipul – Jangan Jadi Bagian Jempol Murahan
  3. Gita – Biar Jempolmu Ngga Jadi Jempol Murahan
  4. Jiban – Jempol Murahan=Jempol Kadaluarsa
  5. Mbak Latree – Jangan Jadi Jempol Murahan
  6. Bunsal – Nggak Mau Jempol Murahan? Ini Cara Asyiknya
  7. Okky – Kamu Kaum #JempolMuarahan?
  8. Mbandah – Jempol Murahan, Cek sebelum Share
  9. Slam – Jempol Murahan Musuh Baru di Sosial Media
  10. Arief – Jempol Murahan dan Echo Chamber
  11. Budiyono – Waspadai Jempol Murahan di Sekitar Kita
Categories
Teknologi

Review Andromax M3Y Smartfren

Sebulan terakhir ini saya sedang mencoba perangkat baru, Mifi dari Smartfren yang bernama Andromax M3Y. Sudah lama saya mengikuti perkembangan teknologi Internet bergerak, mulai dari teknologi CDMA hingga 4G LTE. Tanpa sadar saya juga mengoleksi berbagai macam modem yang bentuknya bervariasi itu, tapi semuanya sama-sama butuh colokan USB untuk mengaktifkan. Tentunya ini masalah, karena perlu driver supaya komputer/laptop bisa mengenali perangkat dan melakukan dial. Bahkan pernah juga bikin tutorial bagaimana supaya Linux bisa melakukan dial dengan modem-modem tersebut, karena waktu itu UI hanya tersedia untuk OS Windows.

Yang saya suka dari Mifi Andromax M3Y ini adalah… Tidak perlu colok ke USB. Iya, ini adalah solusi terbaik di masa ini. Karena berkat perangkat Mifi ini, saya sudah tidak berlangganan paket data Internet di smartphone, kemudian tidak lagi bergantung kepada sinyal wifi gratisan yang sering lemot dan banyak sniffernya itu. Tinggal nyalakan dan tinggalkan, maksudnya tinggal diletakkan di tas ransel saja. Selama sinyalnya masih dapat, maka semua perangkat saya bisa terkoneksi ke Internet.

Metode ini juga bisa menghemat pengeluaran saya untuk akses Internet tiap bulannya. Dulu saya harus menghidupi paket data semua perangkat, kemudian berlangganan akses hotspot supaya bisa bekerja di luar rumah. Tapi sekarang, cukup dengan pulsa IDR 100.000 per bulan, semua perangkat saya bisa online. Kerennya lagi, karena semua perangkat terhubung di perangkat Andromax M3Y ini, maka semua perangkat saya sekarang menjadi 1 network atau 1 LAN, yang memungkinkan untuk saling bertukar data secara cepat.

Bagaimana dengan jangkauan sinyal? Setiap minggu, rute yang saya tempuh adalah Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta. Kira-kira per minggu saya melahap lebih dari 800 km menggunakan Kereta Api, dan lokasi yang tidak tercover hanya daerah pantai selepas Kendal, karena posisi rel mepet banget dengan garis pantai Utara. Selebihnya jangkauan sinyal sangat bagus, di Semarang saya sering di daerah Pedurungan, Simpang Lima, hingga ke Selatan ke arah Yogyakarta sinyalnya bagus semua. di Jogja saya tinggal di area Pogung dan dolan hingga arah Gamping juga tidak ada masalah dengan sinyal. Di Jakarta juga begitu, saya sering di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan kualitasnya oke. Tiap nyetir juga mengandalkan Google Maps yang terhubung dengan Andromax M3Y belum pernah mengalami lost signal.

Tentunya semuanya perlu didukung dengan baterai yang bagus. Saya tidak hapal berapa angka mAH-nya, tapi patokannya Andromax M3Y ini tidak sering saya charge. Berangkat dari Semarang jam 23:30 dengan kondisi baterai 70-80% karena seharian dipakai, sampai Gambir jam 04:30, mampir mandi di Istiqlal dulu dan biasanya sampai kantor jam 07:30 status baterai masih 30%. Sangat awet dan cocok untuk traveller macam saya ini. Good job Smartfren.

Categories
Teknologi

Berlangganan Biznet Metronet Untuk Kantor

Ceritanya mulai bulan Februari 2016 kantor Juara-Agency pindah ke lokasi yang baru. Nah, kalo pindahan kantor begini artinya ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, yakni migrasi LAN dan Internet. Kebetulan, sudah lama saya berniat mengganti ISP yang selama ini dipakai karena suka putus-nyambung. Untuk kebutuhan pindahan LAN, sudah dapat vendor yang melakukan cabling dan konfigurasi, tinggal milih ISP untuk supply kebutuhan Internet di kantor.

Setelah bertanya ke beberapa teman, akhirnya memutuskan untuk menggunakan layanan Biznet. Kebetulan Biznet juga meluncurkan produk Biznet Metronet yang menyasar untuk kalangan UKM, sesuai dengan taglinenya “Broadband Internet Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Nah, paket yang ditawarkan cukup menarik dengan harga yang cukup terjangkau. Berdasarkan daftar harga yang ditawarkan di websitenya, saya tertarik untuk menggunakan layanan Biznet Metronet 3 dengan bandwidth 30 Mbps seharga IDR 2.000.000 + ppn.

Kebetulan, lokasi kantor telah tercover area Biznet sehingga semakin memantapkan untuk berlangganan layanan Metronet ini. Sebagai informasi, harga yang ditawarkan memang murah. Jika ditambah pajak maka per bulan kami hanya mengeluarkan IDR 2.200.000, nah biaya ini harus dengan berlangganan selama 24 bulan tidak boleh putus. Jika kami putus kontrak, maka akan dikenakan biaya penalti sebesar IDR 4.400.000. Selain itu, tidak ada SLA yang dijamin, sehingga memang cukup riskan jika ingin berlangganan. Tapi saya yakin, Biznet tidak akan main-main dalam menjaga kualitasnya, apalagi sudah menyandang nama besar di Indonesia. *positive thinking*

Akhirnya setelah beberapa kali ada drama dalam pemasangan, Biznet Metronet telah dapat dinikmati di kantor. Saya sebut drama karena ternyata perlu menunggu 5 hari sejak kabel ditarik dan 3 tim engineer supaya akses Internet di kantor bisa online. Ada kendala teknis yang sebetulnya tidak perlu terjadi, tapi ya sudahlah sekarang Internet sudah menyala dan orang kantor sepertinya sudah bahagia dengan koneksinya.

IMG 20160202 WA0023

 

Gambar diatas adalah skrinsyut ketika koneksi pertama kali tersambung, saya test untuk membuktikan bahwa koneksi up-to 30Mbps tetap dapat kualitas yang baik.

Categories
Teknologi

Berlangganan IndiHOME

Akhirnya setelah menunggu berbulan-bulan tanpa kejelasan, saya menggunakan jalur pertemanan untuk menyambungkan kabel Fiber ke rumah, jadilah sekarang saya berlangganan IndiHOME Fiber. Hari ini adalah bulan pertama saya menggunakan IndiHOME Fiber, sebelumnya sudah berlangganan Speedy 3 Mbps yang masih menggunakan kabel metal, jadi ceritanya upgrade jaringan.

Sekilas kabel fiber yang masuk ke rumah tidak ada perbedaan dengan kabel sebelumnya sehingga dari instalasi tinggal mengikuti kabel yang sudah ada, kemudian kabel yang lama tinggal dipotong. Yang membedakan adalah konfigurasinya, dulu kita mengenal alat bernama splitter yang berfungsi membagi koneksi ke pesawat telepon dan ke modem. Sekarang alat itu tidak diperlukan lagi, karena sekarang semuanya terpusat pada modem utama yang nantinya akan melayani suara, data, dan gambar. Kira-kira bentuknya seperti gambar dibawah.

 

Benda berwarna putih itulah yang mengatur segalanya, modem dengan merk Alcatel-Lucent. Terlihat ada dua antenna yang memancarkan sinyal WiFI kemudian dia tersambung dengan pesawat telepon, dan juga tersambung ke kotak hitam  dengan merk ZTE yang berfungsi sebagai decoder UseeTV. Abaikan potongan tiket nonton itu ya.

Baiklah mari kita bahas layanannya satu persatu.

Telepon Rumah

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa sekarang teknologi telepon rumah yang digunakan sudah berbeda dengan sebelumnya. Dulu kita masih menggunakan teknologi PSTN untuk mengantarkan suara melalui pesawat telepon, namun sekarang Telkom menggantinya dengan VoIP yang diatur oleh modem Alcatel. Makanya kemudian ada promo gratis 1000 menit bicara setiap bulannya, karena sekarang biaya produksi menjadi sangat murah sebab suara akan langsung diantarkan melalui jaringan Internet. Jadi inget dulu pernah mainan VoIP Merdeka. Kualitas suara, menurut saya jika kupingnya swasta tidak akan merasakan perbedaan berarti hihihi…

Apakah kemudian tidak ada kelemahannya? Tentu saja ada. Musuhnya adalah mati lampu! Sebab, jika modem Alcatel mati, maka semua koneksi akan ikut mati. Berbeda dengan pengguna PSTN khan?

Internet

Saya mendapatkan bandwidth 10 Mbps, ini merupakan pilihan termurah dari IndiHOME Fiber. Jika dihitung maka setidaknya saya akan mendapatkan transfer rate 1 MB/s, tapi seperti biasa ini hanya gimmick. Sebab transfer rate itu hanyalah untuk downstream, sedangkan upstream akan jeblok. Bisa dilihat pada skrinsyut dibawah.

 

Mengapa tidak sekalian dikasih koneksi 1:1 saja? Yaa.. Nanti pelanggan Astinet bakalan kabur kesini. Kesimpulannya, koneksi Internet IndiHOME Fiber cocok untuk pengguna rumahan saja. Sebab biasanya penggunaan Internet lebih sering ke ranah hiburan, dimana itu yang dipakai downstream saja. Tapi kalo dipakai di sektor Industri, yang sering dipakai selain downstream juga koneksi upstream. Bayangkan jika koneksi Internet bank atau sekolahan hanya punya 2 Mbps seperti diatas, nanti semua server bakalan njengking.

Bagaimana kualitasnya? Outstanding! Kebetulan saya lebih suka koneksi yang stabil, dan itulah yang saya dapatkan. Barusan saya mendownload game dari Steam dengan ukuran 1,6 GB bisa diselesaikan dengan waktu kurang dari 30 menit. Transfer rate yang saya dapatkan berkisar di angka 1,2 MB/s – 1,3 MB/s dan itu stabil.

 

UseeTV

Layanan IPTV dari Telkom ini adalah layanan yang paling saya sukai, bahkan bisa saya bilang lebih baik daripada TV Kabel seperti Indovision. Bila terbiasa menonton tayangan Indovision atau film dengan resolusi HD maka perasaan Anda akan sama dengan saya, UseeTV menyajikan gambar dibawah itu. Maklumlah, tayangannya diantar melalui Internet, bukan satelit. Tapi bukan berarti gambarnya jelek lho, gambarnya bagus. Lama-kelamaan saya juga jadi terbiasa menikmati gambar dari UseeTV.

Mengapa saya bilang ini lebih bagus daripada layanan serupa? Pertama dari segi harga, sudah sepaket dengan saya bayarkan tiap bulan. Jumlah 99 channel pun sudah termasuk oke. Tapi yang lebih keren adalah layanan interaktifnya. Kita bisa menonton tayangan lain, misalnya nonton film on-demand. Pilihannya banyak sekali, bahkan HBO OnDemand pun juga bisa dinikmati dari menu yang sama. Jadi kalo pas misal dari 99 channel itu nggak ada yang menarik satupun, bisa coba menu film on-demand.

Trus ada lagi, yaitu layanan TVOD (TV On Demand). Sumpah! Ini keren! Misalnya tayangan film on-demand pun juga sudah nggak ada yang menarik, saya biasanya akan menggunakan layanan ini. Tinggal mencet tombol berwarna hijau, saya akan bisa menonton tayangan dari 99 channel tadi, tapi di jam-jam sebelumnya.

Misalnya nih, saya buka channel HBO trus saya nonton film yang beberapa jam, bahkan beberapa hari sebelumnya. Atau misalnya mau nonton tayangan Masterchef yang nggak ketonton, bisa dilakukan dengan mudah. Jadi pilihan filmnya buanyaaakkkk…

Kesimpulan

IndiHOME Fiber itu keren. Akhirnya Telkom bikin bundling paket yang oke. Biaya yang saya keluarkan per bulan saya rasa sebanding dengan layanan yang saya terima. Masalah mahal atau murah sih itu relatif, tapi dengan layanan yang saya dapat udah oke kok. IndiHOME Fiber cocok untuk penggunaan rumahan saja, misalnya dijadikan warnet atau RT/RW-Net sih bisa saja, tapi jika mau memiliki server yang menjalankan berbagai macam services maka sebaiknya jangan pilih ini. Kelemahan kualitas gambar UseeTV juga sudah ditutupi dengan layanan canggih yang ditawarkan.

It’s worth it.

Categories
Teknologi

Bangga Menjadi Bagian Dari TELKOMSEL

brosur tripod1Siapa bilang teknologi telekomunikasi di Indonesia ketinggalan jaman? Bila kita berbicara 10 tahun yang lalu, mungkin pernyataan itu benar, tapi bila kita melihat di tahun 2010 ini maka pernyataan itu kurang tepat. Sekarang semua teknologi tercanggih dalam dunia telekomunikasi sudah dapat kita nikmati dengan biaya yang cukup terjangkau. Sebut saja 3G, HSDPA, HSPA+, bahkan teknologi terbaru seperti 4G dan WiMAX sudah dapat kita nikmati walau hanya untuk kalangan terbatas.

TELKOMSEL sebagai operator telepon selular terbesar di Indonesia makin memanjakan pelanggannya dengan menyediakan semua teknologi tersebut. Teknologi terbaru yang baru muncul diluar negeri dapat dengan segera diadaptasi oleh TELKOMSEL dan dijual ke seluruh pelanggannya. Tentunya ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan dunia IT di Indonesia.

Saya adalah pengguna TELKOMSEL sejak tahun 2002, bukan kenapa-kenapa soalnya saya baru punya handphone ya di tahun 2002 itu hehe. Nomer perdana yang saya beli juga SimPATI yang masih bertahan sampai sekarang, bahkan sudah saya migrasi menjadi Kartu HALO di awal tahun 2006.

Saya pernah beberapa kali mencoba untuk pindah operator, namun tidak berlangsung lama kemudian kembali lagi ke nomer semula. Ada saja alasannya untuk kembali ke TELKOMSEL, mulai dari masalah kualitas sinyal, area jangkauan, hingga ke penyediaan fitur-fitur pelengkap.

Selama menggunakan TELKOMSEL ini saya sudah mencoba hampir semua layanan yang disediakan oleh TELKOMSEL. Diawal tahun 2002-an saya sudah terpuaskan dengan fasilitas sms yang cepat sampenya. Perlu diketahui pada saat itu masalah sms nyasar, delay, nyangkut adalah masalah terbesar yang dihadapi oleh operator lain, namun TELKOMSEL saat itu membuktikan kualitasnya dalam ber-sms. Kehandalannya juga teruji pada saat musim lebaran, di saat operator lain susah mengirimkan sms selamat lebaran, saya masih bisa asyik ngirim sms ke semua teman dengan lancar.

Kualitas sinyal dan jangkauan juga menjadi nilai tambah, saya masih ingat ketika masih aktif di organisasi kemahasiswaan di kampus, kita sering mengadakan kegiatan di Bandungan, saat itu hanya TELKOMSEL yang masih bisa nyaut, operator lain? sayonara…

Oh iya, TELKOMSEL juga yang pertama kali mengenalkan NSP (Nada Sambung Pribadi). Saya masih ingat NSP yang saya pasang adalah Iris – Goo Goo Dolls. Kereeenn !!!

Ketika di luar negeri sedang heboh Video Call, TELKOMSEL tidak mau kalah dengan meluncurkan jaringan 3G yang mendukung layanan Video Call. Kalo tidak salah itu ditahun 2006, saat itu saya sudah mampu membeli handphone Nokia 6680 yang sudah bisa melakukan Video Call. Wah waktu itu bisa melakukan video call dengan kantor cabang rasanya sudah gaya banget, serasa staff IT paling hebat lah! Hehehee..

Jaringan 3G dengan kecepatan bandwidth up to 384 kbps otomatis membuat saya semakin betah untuk berinternetan, setelah sebelumnya sudah puas dengan sinyal GPRS tentunya sekarang menjadi lebih hectic dengan kecepatan 3G.

Namun ternyata keinginan manusia itu nggak ada habisnya, walaupun sudah dihadapkan dengan kualitas 3G ternyata TELKOMSEL meluncurkan produk HSDPA. Telkomsel Flash merupakan produk yang melayani layanan Internet dengan kecepatan tinggi. Sayangnya saat itu harganya masih kurang terjangkau dengan kantong saya, apalagi harga modem HSDPA masih terhitung mahal. Namun akhirnya saya bisa juga menikmati layanan tersebut beberapa bulan kemudian, dan memang kulitasnya memang jos! Kecepatan Internet yang selama ini hanya pernah saya lihat di TV sekarang sudah ada di depan monitor saya. Download adalah menu wajib setiap menjalankan komputer hehehe.

Berhubung sekarang saya sudah menggunakan layanan Speedy untuk Internet di rumah, saya tidak tertarik lagi untuk mengikuti fitur-fitur TELKOMSEL lainnya seperti HSPA+, menurut saya ya sama saja lah, cuma beda kecepatan akses Internet saja. Saya ingin mencoba yang lain!

TELKOMSEL memberikan jawaban! Layanan BlackBerry diluncurkan di tahun 2009! Wow! Kartu HALO langsung saya aktifkan untuk layanan BlackBerry, kemudian dipasang di BlackBerry Gemini. Setelah menggunakan layanan BlackBerry, jadi males untuk beli handphone. Bayangkan saja, hampir semua pekerjaan kantor bisa dilakukan oleh BlackBerry. E-mail, download, streaming, chatting bisa dengan mudah dilakukan oleh perangkat BlackBerry yang tersambung ke layanan BlackBerry Internet Service (BIS) TELKOMSEL.

Oh iya, sewaktu orangtua saya pergi ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umrah di awal 2010, TELKOMSEL membuktikan kehandalannya di luar negeri. SMS bisa terkirim dan diterima seperti di Indonesia! Cepet banget nyampenya, gak pake delay seperti beberapa tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa TELKOMSEL sudah diakui sebagai operator kelas Internasional karena simcard kita bisa digunakan di negara lain. Proses aktivasi untuk layanan SLI ini pun cukup mudah, saya hanya menghubungi 111 dari perangkat seluler, kemudian berbicara dengan CarOline untuk meminta aktivasi SLI, cukup menunggu kurang dari 1×24 jam layanan SLI sudah bisa digunakan.

Teknologi yang dihadirkan TELKOMSEL benar-benar membuat hidupku seakan tanpa batas. Dimanapun saya berada, pasti masih bisa terhubung, kecuali kalo BB saya matikan hehehe..

Categories
Teknologi

Sudah Bukan Jamannya Perang Tarif

Logo Speedy Writing Contest 2010 mediumPersaingan operator telekomunikasi sudah mencapai babak kedua. Bila di beberapa tahun terakhir kita dipusingkan dengan klaim “termurah” dari semua operator, kini masa itu sudah lewat. Sudah jarang kita dengar iklan yang mengaku-aku bahwa tarifnya paling murah, sekarang sudah eranya layanan yang optimal.

Bagaimana dengan Internet? ternyata setali-tiga-uang. Harga termurah sudah bukan jaminan lagi untuk bisa menguasai pasar Internet di suatu daerah. Kualitas sinyal, kecepatan akses, dan luasnya jangkauan menjadi modal utama untuk bisa memenangi perang Internet Service Provider (ISP) di Indonesia.

Speedy yang selama ini sudah menguasai pasar Internet Broadband di Indonesia tentunya tidak ingin pasarnya dicaplok oleh pesaing. Kelemahan Speedy yang tidak bisa digunakan secara mobile sangat disadari oleh pihak Telkom. “Kita harus melakukan sesuatu!”, mungkin itu yang dipikirkan oleh pejabat-pejabat Telkom.

Akhirnya, solusi itu datang. Berikan Value Added bagi pelanggan! Sebuah langkah strategis yang brilian untuk bisa mempertahankan pelanggan supaya tidak lari ke pesaing. Tentunya value added ini hanya bisa dinikmati bila menggunakan layanan Speedy. Paket-paket mulai dibuat, media mulai dipublish, dan akhirnya Speedy resmi meluncurkan 4 layanan baru untuk pelanggan Speedy.

KanalBola (http://kanalbola.com)

kanalbola

Anda penggila bola? Ini adalah portal yang cocok dengan Anda. Kita bisa menikmati tayangan Liga Inggris dan Liga Italia, beserta goal clip tanpa harus berlangganan TV Kabel. Cukup sediakan komputer yang sudah terinstall Real Player dan tersambung ke Speedy, maka kita sudah bisa menikmati tayangan Liga Inggris dan Liga Italia.

Berapa harganya? Ternyata cukup murah dan mudah. Kirim sms dengan format “bola” ke 6768. Hanya Rp.2000 (dua-ribu-rupiah) untuk masa layanan 1 minggu. Nantinya akan dibalas dengan username+password untuk mengakses website Kanal Bola.

PesonaEdu Online (http://edu.telkomspeedy.com/)

pesonaedu

Anda orang tua yang khawatir dengan kualitas pendidikan putra-putri Anda? Atau Anda adalah seorang pengajar yang mengalami kesulitan untuk menyampaikan materi pelajaran dengan menarik? PesonaEdu Online adalah solusi yang cocok bagi Anda.

Aplikasi ini menyediakan ratusan materi pelajaran untuk pelajar setingkat SD, SMP, SMA, dan sederajat. Materinya juga telah distandarkan menurut acuan dari Dikti sehingga kita tidak perlu khawatir dengan kualitas materi yang terdapat di PesonaEdu Online.

Cara penggunaan cukup mudah, setelah sukses melakukan registrasi di website PesonaEdu Online maka kita akan membeli konten materi pelajaran. Harga materi ini mulai Rp.15000,- (lima-belas-ribu-rupiah). Proses pembelian juga bisa menggunakan berbagai cara. Pilih yang prepaid bisa pake I-Vas, jika post-paid bisa memilih untuk tagihan dibebankan dijadikan satu ke tagihan Speedy.

Bila proses pembelian konten sudah berhasil, langkah selanjutnya adalah mendownload aplikasi PesonaEdu Online ke komputer Anda. Nantinya aplikasi ini digunakan untuk mengakses konten PesonaEdu yang telah kita beli. Yang perlu dicatat adalah username dan password yang didapatkan hanya berlaku untuk 1 komputer saja. Oh iya, kita bisa memutus koneksi Internet bila menu utama konten telah terbuka, jadi bisa menghemat penggunaan bandwidth.

FullTrek (http://fulltrek.com)

fulltrek

Jangan ngaku anak band kalo belom pernah posting lagu di FullTrek. Jangan pernah ngaku penggila musik jika belum pernah mendownload lagu di FullTrek.

Speedy Protector (http://protector.telkomspeedy.com/on/)

speedyprotector

Saya sudah pernah membahas tentang Speedy Protector ini sebelumnya, kebetulan saat itu saya pernah mencobanya disaat Protector masih versi beta dan hasilnya pun cukup lumayan. Pelanggan Speedy akan merasa aman dalam berinternet karena AntiVirus ini disupport oleh Speedy. Oh iya kalo  mau baca postingan saya tentang Protector klik disini.

Oke, rupanya Speedy sudah selangkah lebih maju dibandingan saingan-saingan mereka yang saat ini masih terkonsentrasi ke masalah harga dan kulitas jaringan. Speedy sudah mulai menjaga pelanggan-pelanggan setianya supaya tidak mau berpindah ke lain hati. Sebuah langkah yang cerdas, karena sekarang sudah bukan jamannya perang tarif.