Saya percaya bahwa sesuatu yang terlalu cepat tumbuh biasanya akan cepat layu.
Ini terbukti di berbagai hal, misalnya ekspansi bisnis yang terlalu agresif biasanya akan berujung pada penutupan usaha.
Contoh lain, mumpung lagi era vibe coding, menambahkan banyak fitur pada suatu aplikasi rintisan yang biasanya tidak diiringi dengan riset pengguna akan berujung menjadi aplikasi yang tidak digunakan.
Bahkan, ada legenda mengatakan, seorang anak yang tidak melalui tahap merangkak, biasanya ketika dewasa dia akan menjadi orang yang ceroboh.
Saya percaya ketika orang sudah merasa mencapai puncak kejayaannya, maka hari itulah dia akan mulai turun dari puncaknya.
Kenapa? Karena dia terlalu cepat menyimpulkan bahwa semua hal sudah dia kuasai. Misalnya mengaku sebagai lulusan Ilmu Komputer namun tidak pernah menyentuh lagi hal-hal yang berhubungan dengan dunia komputer sejak lulus kuliah, dia tidak layak menyebut dirinya sebagai ahli komputer.
Dia hanya orang yang pernah kuliah.
Padahal, kita tau bahwa semakin kita mencoba mendalami suatu ilmu, maka seringnya akan merasa menjadi paling bodoh. Betapa ilmu yang dimiliki itu nggak ada apa-apanya dengan besarnya ilmu pengetahuan itu sendiri.
Trus gimana dong?
Ketekunan tetap menjadi jawaban, ini sama seperti di artikel saya sebelumnya. Tidak ada yang bisa mengalahkan orang yang tekun dan punya waktu untuk melakukannya.
Saya tidak punya waktu!
Hmm.. Saya tidak percaya. Waktu akan selalu ada, hanya prioritas hidup yang menutupinya.
