Author: Mohammad Sani Suprayogi

  • Mengatasi Lama Pengiriman Menggunakan SMTP Gmail di DigitalOcean

    Mengatasi Lama Pengiriman Menggunakan SMTP Gmail di DigitalOcean

    Pada artikel sebelumnya, saya menulis cara mengkonfigurasi SMTP Gmail pada WordPress di DigitalOcean. Tapi ada satu isu, yaitu apabila saya menggunakan IPv4 di droplet DigitalOcean, semua konfigurasi dapat berjalan lancar. Namun bila saya mengaktifkan fitur IPv6 di droplet, maka WordPress membutuhkan waktu yang lama untuk mengirimkan email. Saya bisa menunggu hingga 5 menit hanya untuk menunggu sebuah email bisa terkirim ke suatu alamat.

    Tentunya, ini cukup mengganggu.

    Setelah mencari ke sejumlah tempat, akhirnya saya mendapatkan penjelasannya dari DigitalOcean. Rupanya secara default DigitalOcean akan memblokir akses ke SMTP server yang menggunakan IPv6. Apabila fitur IPv6 di droplet diaktifkan maka secara default droplet akan mengakses SMTP Gmail menggunakan alamat IPv6. Inilah yang dihindari oleh DigitalOcean.

    Alasannya, cukup beralasan. Karena jika suatu saat ada satu IP milik DigitalOcean yang terkenal blacklist akibat aktivitas ilegal seperti spamming, maka efeknya akan menimpa ke satu segmen IP tersebut, dan tidak hanya ke satu IP saja. Maka demi kemaslahatan umat bersama, DigitalOcean mengijinkan untuk akses ke SMTP server hanya menggunakan IPv4.

    Bagaimana solusinya? Tentunya menonaktifkan fitur IPv6 di droplet bukanlah sebuah solusi yang baik. Dari hasil pencarian, saya menemukan solusi dengan mengedit sebuah file di Ubuntu 16.04 yang saya gunakan, tepatnya di file /etc/gai.conf.

    Silakan buka file /etc/gai.conf menggunakan akses sudo, kemudian cari skrip berikut

    # precedence ::ffff:0:0/96  100

    Anda cukup menghapus tanda # pada baris tersebut sehingga menjadi

    precedence ::ffff:0:0/96  100

    Perubahan di atas artinya meminta droplet untuk mengutamakan menggunakan IPv4 untuk terkoneksi ke suatu server, dan ini bertujuan supaya droplet mengakses SMTP Gmail menggunakan IPv4.

    Langkah selanjutnya adalah tinggal melakukan restart pada droplet, dan seharusnya sekarang WordPress tidak memerlukan waktu yang lama lagi untuk mengirim email.

  • Setting SMTP Gmail pada WordPress di DigitalOcean

    Setting SMTP Gmail pada WordPress di DigitalOcean

    Saya adalah web developer yang hampir selalu menggunakan WordPress untuk membangun website. WordPress menawarkan kemudahan konfigurasi dan memungkinkan untuk menambahkan fitur hanya dengan menginstall plugin. Apabila saya memerlukan kebutuhan yang spesifik, barulah kemudian saya membuat skrip yang bisa dengan mudah terintegrasi dengan WordPress. Banyaknya fitur dan kemudahan untuk mengembangkan di WordPress, membuat saya selalu menjadikan WordPress sebagai pilihan pertama.

    Saya paham, WordPress masih dianggap sebagai blog platform. Jadi seringkali saya dapat komentar dari calon klien, “Kok pakai WordPress? Pakai CI dong, pakai Laravel atau Yii dong”. Percayalah, semua framework itu hanyalah alat (tools), tergantung siapa yang meracik. Saya cukup percaya diri untuk membangun website menggunakan WordPress sekaligus  bisa mengoptimasi dari sisi performa dan keamanannya.

    Oke, kembali ke judul.

    Sudah sejak tahun 2012 saya tidak menggunakan layanan web hosting untuk meletakkan website saya atau klien. Saat ini saya menggunakan layanan cloud hosting dari DigitalOcean dengan alasan harga yang lebih murah dan lebih bebas untuk melakukan optimasi.

    Apabila dulu pernah mendengar mengenai VPS (Virtual Private Server), maka cloud server adalah teknologi yang lebih maju dari VPS karena menawarkan lebih banyak fitur. Namun demikian, jika ingin menggunakan keduanya, setidaknya harus memahami dasar-dasar networking, operating system, dan keamanan sistem. Karena nanti kita hanya akan mendapatkan sebuah server yang masih kosong, lalu kita harus menginstall dan mengkonfigurasinya sampai siap untuk digunakan.

    Masalah yang biasa dihadapi oleh pengguna awal WordPress di cloud server adalah, tidak bisa mengirimkan email. Ini pasti terjadi, karena servernya belum dikonfigurasi untuk dapat mengirim email. Jika mencari tutorial untuk bisa mengirim email menggunakan cloud server, pasti akan mendapatkan tutorial yang cukup mengerikan. Karena pasti akan diminta untuk menginstal mail server, dan ini tidak mudah.

    Keuntungan menggunakan WordPress, saya cukup menginstall sebuah plugin saja, namanya Easy WP SMTP. Plugin ini berfungsi untuk melakukan relay ke SMTP server yang dituju, kemudian emailnya akan dikirim oleh SMTP tersebut.

    Bingung?

    Jadi begini, Email terbagi menjadi 2 layanan, yaitu layanan penerimaan dan layanan pengiriman. Untuk layanan penerimaan akan dilayanai oleh POP3 atau IMAP, kemudian untuk layanan pengiriman akan dilayani oleh SMTP.

    Setting SMTP Gmail pada WordPress di DigitalOcean

    Idealnya, server yang ingin bisa menangani email harus menginstal 2 layanan tersebut, misalnya POP dan SMTP sehingga nanti servernya bisa menerima dan mengirim email. Tapi masalahnya, proses instalasi dan konfigurasinya cukup ribet, apalagi untuk orang awam. Belum nanti jika harus memperhatikan keamanan, performa, dan kapasitas penyimpanan.

    Nah, plugin Easy WP SMTP ini akan melakukan relay, atau meneruskan pesan yang seharusnya dikirim oleh server kita, menuju ke SMTP server yang ada di luar. Misalnya adalah SMTP Gmail. Jadi kita tidak perlu lagi menginstall mail server.

    Saya yakin, Anda memiliki akun Gmail. Apalagi jika Anda punya Smartphone Android. Itu sudah jadi modal yang cukup untuk mulai mengkonfigurasi plugin supaya dapat terhubung dengan SMTP Gmail, dan akhirnya WordPress dapat mengirimkan email menggunakan akun email Anda.

    Pertama, tambahkan plugin Easy WP SMTP melalui Dashboard WordPress Anda, plugin ini sudah tersedia di repository plugin dan bisa Anda dapatkan secara gratis. Silakan aktifkan plugin setelah Anda menginstalnya.

    Sebelum mengkonfigurasi plugin, Anda harus melakukan sedikit perubahan pada akun Gmail Anda, yaitu dengan memperbolehkan penggunaan aplikasi yang dianggap kurang aman. Silakan kunjungi halaman Less Secure App untuk mengaktifkan opsi yang ada disana. Anda dapat mempelajari maksud dari fitur ini atau menonaktifkan fitur ini kapanpun.

    Gmail memiliki aturan yang cukup ketat dalam menjaga penggunanya, terutama dalam membatasi penggunaan aplikasi yang dianggap tidak aman. Ada banyak kriteria yang ditetapkan oleh Gmail supaya aplikasinya dianggap aman, Easy WP SMTP tidak termasuk dalam kriteria tersebut. Namun bukan berarti kemudian nanti website kita jadi rentan, karena kriteria tersebut ditujukan untuk hal lain dan tidak berhubungan dengan kebutuhan pengiriman email.

    Setelah Anda mengaktifkan opsi Less Secure App, selanjutnya adalah membuka halaman konfigurasi plugin WP Easy SMTP. Terdapat beberapa konfigurasi yang perlu Anda isi, silakan ikuti panduan berikut:

    • From Email Address: masukkan alamat Gmail Anda.
    • From Name: masukkan nama Anda.
    • SMTP Host: smtp.gmail.com
    • Type of Encription: STARTTLS
    • SMTP Port: 587
    • SMTP Authentication: Yes
    • SMTP Username: masukkan alamat Gmail Anda seperti di kolom pertama
    • SMTP Password: masukkan password Gmail Anda
    • Klik Save

    Selanjutnya, lakukan pengujian dengan scroll ke bagian Testing & Debugging Settings di bawah. Isikan kolom-kolom tersebut dengan alamat email Anda. Apabila Anda mendapatkan kiriman email dari alamat Gmail yang telah disetting sebelumnya, maka konfigurasi berhasil dan WordPress telah dapat mengirimkan email.

    Apabila saat pengujian, Anda merasa pengiriman email terasa lambat. Saya sarankan Anda mengikuti tutorial saya berikutnya untuk mengatasi lama pengiriman email menggunakan SMTP Gmail di DigitalOcean.

  • One Step Closer

    One Step Closer

    Iya, hari Minggu tanggal 12 Maret 2017, saya melamar pasangan saya. Prosesi lamaran yang sederhana, namun bagi kami berdua, sangat bermakna. Mengingat perjuangan kami untuk mencapai ke tahapan ini tidaklah mudah, banyak sekali tantangan yang sudah kami hadapi dan lalui bersama. Komunikasi yang kami bangun merupakan pondasi yang bisa membuat kami bisa sejauh ini, yang sekali lagi, ini tidak mudah.

    Ke depannya, komunikasi akan terus ditingkatkan, tidak hanya antara kami berdua, namun juga ke seluruh keluarga besar. Kami percaya, bahwa membangun keluarga itu berawal dari komunikasi yang bermakna.

  • Meningkatkan Standar Itu Tidak Mudah, Tapi Bisa Dilakukan

    Meningkatkan Standar Itu Tidak Mudah, Tapi Bisa Dilakukan

    Hai, Ini sudah bulan ketiga di tahun 2017. Sudah melakukan perubahan apa?

    Tahun 2017 bagi saya diawali dengan hal-hal yang luar biasa, karena banyak sekali perubahan yang terjadi di sekeliling saya. Terutama dari hal pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mungkin sekali-kali saya cerita sedikit ya, biar blognya tidak berisi review dan artikel sok tau terus hahahaha.. Lagipula saya sudah jarang menulis lagi, harus mulai dibiasakan supaya kualitas tulisannya membaik.

    Oke, saya mulai dari pekerjaan. Mulai bulan November 2016 lalu saya bergabung ke sebuah perusahaan digital di daerah Kemang, Jakarta Selatan sebagai Senior Engineer. Tugas saya sederhana; yaitu mengumpulkan tim baru, menentukan job-description, menyusun jadwal, dan mengatur ritme pekerjaan. Ini perlu saya lakukan karena perusahaan tersebut baru saja ditinggal oleh semua engineers, dengan kondisi hampir semua aplikasi memiliki bug.

    Kebetulan saya kenal baik dengan pendirinya, jadi sebagai kawan yang baik, maka saya mengiyakan tawaran untuk membantu perusahaan sekalian belajar hal baru.

    Apakah prosesnya mudah? Tidak! Sama sekali tidak mudah. Selama 2 bulan pertama saya stress dengan banyaknya tanggung jawab yang diemban, kemudian mengetahui bahwa semua aplikasi yang berjalan menggunakan bahasa yang berbeda dengan yang saya kuasai. Namun demikian, saya harus bertahan dan membuktikan bahwa saya bisa diandalkan. Akhirnya, mulai Januari 2017, tim baru mulai terkumpul dengan kualitas yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Saya bangga dan sangat menghormati kepada tim baru ini. Total engineer hanya 7 orang, namun yang fulltime di kantor hanya 1 orang. Sisanya? Remote!

    Yup, ini tantangan. Semua engineer yang remote statusnya Senior Engineer dan hanya ngantor beberapa hari saja. Waktunya berbeda-beda, mulai dari hanya 1 hari (saya) hingga ada yang 3 hari, bahkan ada yang saya perbolehkan tidak perlu datang ke kantor. Disinilah tantangan untuk mengatur ritme pekerjaan diuji. Untunglah sebagai akademisi saya dekat dengan berbagai macam resources, saat ini saya sedang menguji salah satu metode di Agile Methodology sebagai fundamental mengatur pekerjaan di kantor. Meskipun awalnya terseok-seok, namun pada akhirnya semuanya dapat diatasi dengan baik. Yang penting komunikasi yang baik terus terjalin meskipun terpisah dengan jarak, dan disinilah saya mendapatkan pengalaman sebagai Project Manager.

    Selain bekerja di Kemang, saya juga mengantor di salah satu perusahaan fitness di daerah Tanah Abang. Di kantor ini sebetulnya tidak banyak yang bisa saya lakukan, karena status saya ditransfer kesini semenjak kantor saya di Cipete ditutup. Kebetulan kantor Tanah Abang merupakan sister company dengan kantor Cipete sehingga saya bisa dipindah kesini. Perubahan pekerjaan sangat terasa, dari yang tadinya bekerja di Digital Agency, sekarang harus ngantor di corporate atau yang sering disebut juga sebagai Brand People. Disini semua sistem sangat berbeda dengan yang saya kuasai, juga berbeda bahasa dengan di kantor Kemang.

    Jadi, saya ngantor di 2 tempat selama seminggu namun tidak menguasai semua bahasanya. Lalu saya kemudian menyadari, bahwa kemampuan Bahasa Pemrograman tidak bisa dijadikan andalan, namun kemampuan algoritma dan logika yang benar-benar diperlukan. Jadi, bukan berarti saya enak-enakan ngantor, digaji, tapi tidak melakukan apa-apa ya. Hal-hal yang saya perlu lakukan ternyata dipaksa untuk lebih tinggi lagi. Susah? Pasti! Tapi mulai awal Januari 2017 ini semua masalah mulai dapat diatasi, hal-hal yang tadinya saya rasa tidak mungkin saya lakukan, sekarang sudah dapat saya lakukan dengan nyaman. Disini adalah kantor yang sangat menyenangkan, namun kontrak saya di Tanah Abang berakhir di bulan Maret 2017 ini.

    Sayangnya, ketika saya merasa sudah memiliki cukup bekal untuk dibagikan ke mahasiswa, terjadi perbedaan visi dengan institusi tempat saya mengajar. Hal ini cukup merugikan saya tentunya dan menghabiskan energi yang tidak sedikit, karena sudah berlangsung sejak 2015. Ini merupakan perubahan yang paling ekstrem di tahun 2017 ini, maka sudah saatnya saya mencari institusi yang memiliki kesamaan visi.

    Saya percaya, bahwa mahasiswa Ilmu Komputer perlu dikenalkan teori dan praktikal secara berimbang dan up-to-date. Namun, terdapat hasil penelitian yang mengatakan bahwa, apapun yang kita pelajari di tahun pertama kuliah Teknik, akan basi di tahun ketiga. Maka, sebagai pengajar juga berkewajiban untuk mengejar ketertinggalan tersebut, dan itu mau-tidak-mau harus berani terjun ke industri untuk melihat sendiri bagaimana perkembangannya.

    Baiklah, sudah cukup membahas mengenai pekerjaan.

    Tahun 2017 ini saya merasa banyak perubahan di sekeliling dan di diri sendiri. Selain memiliki kelebihan, tentunya saya juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan saya adalah, saya sangat ekspresif, sehingga jika saya menyukai sesuatu, maka tidak segan untuk mengutarakan. Begitu juga sebaliknya, bila saya tidak setuju atau tidak berkenan pada sesuatu hal, maka saya tidak segan menunjukkannya. Ini ternyata membuat pikiran saya menjadi lebih ringan, karena saya bisa fokus terhadap pekerjaan dan pasangan.

    Iya, saya akan melamar pasangan saya dalam 5 hari ke depan.

    Doakan saya ya…

     

  • Selamat Idul Adha 1437H

    Selamat Idul Adha 1437H

    Yeaaayy… Lebaran Idul Adha tahun ini bisa saya rayakan di Semarang, tanggalnya pas banget di long weekend, tapi nanti malam sudah harus berangkat ke Jakarta lagi hahaha.. Alhamdulillah nanti malam dapat kereta Argo Muria Tambahan jam 18:55 yang dijadwalkan sampai Gambir jam 1 pagi, jadinya harus persiapan tidur di stasiun sampai waktunya Subuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Istiqlal.

    Idul Adha identik dengan kurban, Alhamdulillah tahun ini bisa menunaikan kurban meskipun tidak membeli kambing secara langsung, tapi melalui layanan marketplace secara online dan nantinya daging kurban akan disalurkan langsung melalui jaringan mereka. Saya membaca cukup banyak pro-kontra mengenai model kurban semacam ini, kalo saya sih yang penting saya sudah kasih amanah dan saya mempercayai mereka.

    Karena nanti malam sudah harus berangkat, maka kegiatan sate-menyate untuk sementara ditunda dulu, sekarang upload gambar satenya dulu saja.

    Akhir kata, selamat Idul Adha 1437H. Semoga makna berkurban dapat mengilhami kita semua (saya pada khususnya) dalam menjalani kehidupan dan bisa membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Aamiiin.

  • Review Andromax M3Y Smartfren

    Review Andromax M3Y Smartfren

    Sebulan terakhir ini saya sedang mencoba perangkat baru, Mifi dari Smartfren yang bernama Andromax M3Y. Sudah lama saya mengikuti perkembangan teknologi Internet bergerak, mulai dari teknologi CDMA hingga 4G LTE. Tanpa sadar saya juga mengoleksi berbagai macam modem yang bentuknya bervariasi itu, tapi semuanya sama-sama butuh colokan USB untuk mengaktifkan. Tentunya ini masalah, karena perlu driver supaya komputer/laptop bisa mengenali perangkat dan melakukan dial. Bahkan pernah juga bikin tutorial bagaimana supaya Linux bisa melakukan dial dengan modem-modem tersebut, karena waktu itu UI hanya tersedia untuk OS Windows.

    Yang saya suka dari Mifi Andromax M3Y ini adalah… Tidak perlu colok ke USB. Iya, ini adalah solusi terbaik di masa ini. Karena berkat perangkat Mifi ini, saya sudah tidak berlangganan paket data Internet di smartphone, kemudian tidak lagi bergantung kepada sinyal wifi gratisan yang sering lemot dan banyak sniffernya itu. Tinggal nyalakan dan tinggalkan, maksudnya tinggal diletakkan di tas ransel saja. Selama sinyalnya masih dapat, maka semua perangkat saya bisa terkoneksi ke Internet.

    Metode ini juga bisa menghemat pengeluaran saya untuk akses Internet tiap bulannya. Dulu saya harus menghidupi paket data semua perangkat, kemudian berlangganan akses hotspot supaya bisa bekerja di luar rumah. Tapi sekarang, cukup dengan pulsa IDR 100.000 per bulan, semua perangkat saya bisa online. Kerennya lagi, karena semua perangkat terhubung di perangkat Andromax M3Y ini, maka semua perangkat saya sekarang menjadi 1 network atau 1 LAN, yang memungkinkan untuk saling bertukar data secara cepat.

    Bagaimana dengan jangkauan sinyal? Setiap minggu, rute yang saya tempuh adalah Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta. Kira-kira per minggu saya melahap lebih dari 800 km menggunakan Kereta Api, dan lokasi yang tidak tercover hanya daerah pantai selepas Kendal, karena posisi rel mepet banget dengan garis pantai Utara. Selebihnya jangkauan sinyal sangat bagus, di Semarang saya sering di daerah Pedurungan, Simpang Lima, hingga ke Selatan ke arah Yogyakarta sinyalnya bagus semua. di Jogja saya tinggal di area Pogung dan dolan hingga arah Gamping juga tidak ada masalah dengan sinyal. Di Jakarta juga begitu, saya sering di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan kualitasnya oke. Tiap nyetir juga mengandalkan Google Maps yang terhubung dengan Andromax M3Y belum pernah mengalami lost signal.

    Tentunya semuanya perlu didukung dengan baterai yang bagus. Saya tidak hapal berapa angka mAH-nya, tapi patokannya Andromax M3Y ini tidak sering saya charge. Berangkat dari Semarang jam 23:30 dengan kondisi baterai 70-80% karena seharian dipakai, sampai Gambir jam 04:30, mampir mandi di Istiqlal dulu dan biasanya sampai kantor jam 07:30 status baterai masih 30%. Sangat awet dan cocok untuk traveller macam saya ini. Good job Smartfren.

  • Mandi Mahal di Stasiun Gambir

    Mandi Mahal di Stasiun Gambir

    Di postingan sebelumnya, saya cerita tidak terasa sudah setahun bekerja di Jakarta, artinya setiap minggunya dipastikan pasti datang dan pergi di Stasiun Gambir. Bagi yang sudah beberapa tahun tidak mampir ke Gambir, pasti akan “pangling”, atau asing dengan penampilannya yang sudah berubah. Stasiun Gambir sudah lebih bersih, rapi, tertata, dan tidak ada lagi pedagang asongan yang biasanya menghiasi stasiun. Keren lah pokoknya.

    Dulu, saya tidak mengalami kesulitan untuk mandi di Stasiun Gambir, karena ada toilet umum yang memang menyediakan fasilitas ala kadarnya untuk mandi. Sekarang setelah semuanya dirapikan, maka mandi menjadi masalah serius bagi sebagian warga pendatang, termasuk saya.

    Biasanya setiba di Gambir, saya langsung pesan Go-Jek untuk mengantarkan ke Masjid Istiqlal. Kereta Sembrani atau Argo Anggrek Malam datang biasanya menjelang atau pas waktu Subuh, sehingga memungkinkan untuk shalat Subuh kemudian merem sebentar di Istiqlal, baru dilanjutkan numpang mandi disana.

    Tips mandi di Istiqlal, lihat rombongan bis di parkiran. Jika masih banyak sebaiknya urungkan dulu niatan mandi, karena pasti masih penuh dan mengantri. Sebaiknya tunggu sekitar jam 6:30-7.00 saat bis-bis mulai melanjutkan perjalanan, disitulah Anda bisa mandi dengan nyaman karena kondisinya sudah mulai sepi. Lebih siang lebih baik, saya pernah mulai mandi jam 7:30 dan bisa memilih kamar mandi yang paling nyaman.

    Oke, lanjut ceritanya. Minggu lalu, kereta Argo Anggrek Malam yang saya tumpangi mengalami TasPat (pembatasan kecepatan) mulai dari Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Gambir, sehingga saya baru sampai di Jakarta pukul 8:30. Ini tentunya masalah, karena jam masuk kantor saya juga mulai jam segitu. Setelah mengabari Pak Manager, saya memutuskan untuk mencoba mandi di Stasiun Gambir, kebetulan saya sudah sering melihat promo di standing bannernya, yaitu di Shower & Locker.

    Mungkin ini adalah mandi termahal yang pernah saya lakukan. PT KAI mengerti bahwa penumpang yang datang ke Jakarta kebanyakan adalah karyawan atau orang yang akan berbisnis, pasti mereka butuh untuk mandi atau setidaknya mempersiapkan diri dengan nyaman. Makanya, Shower & Locker ini memang menyasar orang-orang dari kalangan tersebut. Biaya untuk mandi sebesar IDR 85.000 sudah dengan pinjaman handuk. Kamar mandinya standar hotel melati dengan shower air panas dan dingin yang bisa diatur, semburannya kuat, dan bonus suara gemuruh kereta karena posisinya memang pas berada di bawah rel kereta api. Katanya sih dapat kopi, tapi kemarin saya nggak dapat. Mungkin promonya sudah habis. Silakan klik fotonya untuk memperbesar gambar.

    Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kereta Argo Anggrek Malam yang saya tumpangi mengalami TasPat, sehingga hampir semua penumpang pasti berpikiran yang sama untuk menggunakan layanan Shower & Locker, alhasil saya mendapatkan nomor antrean 20. Tadinya saya berpikir bakalan menunggu lama, ternyata petugas Shower & Locker berkoordinasi dengan petugas di Hotel Rail Transit Gambir yang lokasinya bersebelahan untuk membuka kamar demi mengurangi waktu tunggu antrean (yang sudah cukup banyak). Kebetulan saya beruntung mendapatkan giliran di kamar hotelnya, bukan di kamar mandinya Shower & Locker. Jadi fotonya sekalian bisa menggambarkan kondisi hotelnya ya. Oh iya, katanya sih fasilitas asli di Shower & Locker tidak jauh berbeda dengan hotelnya karena memang mereka masih satu manajemen.

    Menurut saya, dengan tarif IDR 85.000 per orang memang sangat mahal. Tapi dengan kondisi yang tidak ada pilihan lain, maka sepertinya ini adalah cara terbaik untuk dapat membersihkan diri dengan cepat supaya bisa mengejar waktu. Karena di Jakarta, waktu adalah sesuatu yang berharga, dan PT KAI mengerti itu. Info tambahan, Shower & Locker ini buka 24 jam.

  • Sukses Itu Mencari Pengalaman

    Sukses Itu Mencari Pengalaman

    Wah, ndak terasa saya sudah hampir setahun bekerja di Jakarta, kota yang memberikan banyak sekali kesempatan, tinggal bagaimana kita melihatnya. Kemudian jadi ingat pas awal-awal bekerja setahun yang lalu, cukup banyak cerita yang jika diingat membuat saya menjadi semakin bersyukur karena berani mengambil keputusan ini dan keluar dari zona nyaman yang sudah bersama saya selama lima tahun terakhir.

    Tidak, saya tidak meninggalkan profesi saya sebagai Dosen. KTP saya juga masih tertulis Dosen, cuma berubah dikit aja, tidak banyak, dan tidak penting buat diceritakan.

    Oke, dalam setahun ini saya sudah berpindah lokasi kerja satu kali. Tadinya saya berkantor di sebuah digital agency di daerah Jakarta Selatan, sekarang saya dimutasi ke sister company di daerah Jakarta Pusat. Lebih dekat dengan Gambir, tapi sayangnya nggak bisa tidur di kantor lagi hahaha. Kemudian saya pernah “menolak” sebuah tawaran pekerjaan dengan tawaran yang sangat menggiurkan, namun setelah berkonsultasi dan mempertimbangkan berbagai hal, dengan berat hati saya harus menolak tawaran itu. Mungkin suatu saat saya akan menyesal, tapi saya masih yakin dengan pilihan saya.

    Bekerja di Jakarta tanpa sadar membuat saya sedikit berubah, namun dalam arti yang positif. Saya jadi lebih berani dan cepat mengambil keputusan, suatu hal yang dulu tidak mungkin saya lakukan. Saya juga lebih berani untuk mengutarakan pendapat, karena jika tidak begitu bakalan tertindas hahaha. Selain itu jadi lebih merasakan kemajuan teknologi, peliknya masalah, dan tertantang untuk memberikan solusi yang level kesulitannya berkali-kali lipat saat di Semarang dengan kualitas yang berkali-kali lipat juga.

    Saya jadi mengerti kenapa selisih gaji atau nilai kontrak di Jakarta dengan di Semarang itu sangat jauh berbeda. Di Jakarta tidak ada yang namanya kualitas pas-pasan atau toleransi tinggi, karena kita selalu mendapatkan ekspetasi yang sangat tinggi dari orang lain. Masing-masing sudah harus paham dengan kewajiban masing-masing baru nanti akan mendapatkan hak yang sudah dijanjikan. Menghargai janji dan waktu dengan orang lain adalah kunci utama, karena semua orang sibuk. Ketika kita mendapatkan sebuah kesempatan, tidak boleh dilewatkan.

    Sisi positifnya, pikiran saya menjadi lebih terbuka dan pengetahuan menjadi semakin mendalam. Tadinya mungkin saya hanya tau kulitnya saja, tapi sekarang sudah jauh lebih paham dengan konsep dasarnya. Alhamdulillah tahun ini sudah ikut dua kali international conference.

    Saya masih punya waktu hingga Febuari 2017 untuk mencari pengalaman disini. Mudah-mudahan cukup bekal untuk nantinya dibagikan ke mahasiswa, supaya mereka tau dan bisa mempersiapkan diri untuk menghadapai persaingan di bidang IT. Bagaimana selanjutnya? Tentunya masih jadi Dosen, tergantung nanti penawarannya bagaimana hahaha…

  • Memperpanjang Umur MacBook Pro MD101

    Memperpanjang Umur MacBook Pro MD101

    Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya bahwa saya membeli MacBook Pro MD101 second kelahiran mid 2012, maka untuk menunjang kinerja dan kompatibilitas dengan teknologi terbaru, saya merasa perlu untuk melakukan upgrade terhadap MD101 ini. Apalagi MD101 ini telah diinstall dengan Mac OS X El Capitan, dimana beberapa forum menyarankan untuk segera upgrade harddisk bawaan menjadi SSD kemudian diikuti dengan menambah jumlah RAM bawaan yang tadinya hanya 4 GB saja supaya kinerja MD101 dapat lebih optimal.

    Kebetulan anggaran yang saya sediakan masih cukup untuk membeli kedua perangkat tadi, jadi tidak butuh waktu lama, saya sudah mendapatkan barang-barangnya langsung dari Tokopedia. Saya membeli RAM merk Corsair dengan kapasitas 16 GB (2 x8 GB) kemudian membeli SSD Samsung Evo 850 dengan kapasitas 250 GB. Total harga untuk keduanya sekitar 2,2 juta rupiah sudah termasuk ongkos kirim yang ditanggung oleh Tokopedia (pas ada promo free ongkir).

    Masalah selanjutnya adalah pemasangan, saya sudah terbiasa membongkar CPU dan laptop dari semenjak masih kuliah. Tapi untuk perangkat Mac, saya baru bisa memegangnya sekarang, artinya pengalaman saya terhadap perangkat ini sama sekali newbie. Untunglah sekarang YouTube sudah mudah diakses, karena dari situlah saya belajar untuk membongkar perangkat Mac, terutama untuk MD101. Dari hasil pencarian dan menonton di beberapa tutorial sejenis, saya menyimpulkan bahwa membongkar MacBook Pro MD101 tidak terlalu sulit.

    Saatnya praktek…

    Seperti tutorial yang telah saya tonton, ada urutan untuk membuka 10 mur di bagian bawah MD101, karena dari 10 mur tersebut, ada 3 mur yang bentuknya lebih panjang daripada yang lain. Lokasinya yang dekat dengan engsel, sehingga saya perlu memastikan mur-mur tersebut tidak tertukar atau hilang. Ketika proses pelepasan mur selesai, saya tinggal membuka penutupnya saja dengan mudah. Kesan pertama saya melihat interior MD101 adalah… kagum.

     

    Memperpanjang Umur MacBook Pro MD101

    Apple benar-benar merancang semua produknya dengan detil, tidak terkecuali di MD101 ini. Dengan mudah saya mengurutkan kabel, tuas, dan mur untuk melepas RAM dan Harddisk bawaan untuk kemudian ditukar dengan RAM dan SSD yang baru. Prosesnya sangat mudah, bahkan menurut saya dapat dilakukan oleh pengguna awam sekalipun. Mungkin cuma masalah keberanian saja yang membuat pengguna Mac lebih memilih membayar ke service center untuk menambah perangkat, atau alasan lain lebih suka memanfaatkan garansi produk.

    Saya tidak cerita mengenai detil pemasangan, karena tutorialnya sudah banyak tersedia di YouTube. yang jelas, saya hanya membutuhkan waktu 15 menit dari awal membuka mur hingga MD101 bisa dinyalakan kembali. Sangat cepat dan mudah.

    Oh iya sebelum memasang harddisk, saya melakukan cloning data dari harddisk lama ke SSD. Prosesnya cukup menyambungkan SSD melalui kabel USB ke Mac kemudian menjalankan aplikasi Carbon Copy Cloner. Karena isi file saya hanya 28 GB, maka proses yang dibutuhkan sangat cepat, tidak lebih dari 30 menit saja. Untuk penyambungan SSD ke Mac, saya menggunakan HDD Enclosure, tapi jika ingin menggunakan alat lain sih bisa saja.

    Kesimpulannya, dari sekian banyak perangkat yang pernah saya bongkar-pasang. Perangkat Mac merupakan yang terbaik dan termudah. Sekarang kinerja MD101 saya rasa bisa bersaing dengan perangkat MacBook Pro keluaran terbaru deh.