Masih sedikit nyambung dengan tulisan kemarin bahwa sejak pindah ke kantor ini saya memutuskan untuk tidak lagi jadi freelancer web developer. Alasan utamanya karena sudah tidak ada waktu luang yang banyak lagi seperti dulu.
Kenapa? Saya sekarang sudah hampir setahun tinggal di Jakarta, tepatnya di daerah Kebayoran Baru. Disini saya ngekos dan pakai MRT untuk berangkat/pulang kantor.
Kok bisa? Sejak awal tahun 2025 lalu, sudah ada pemberitahuan dari kantor bahwa kebijakan Full WFH akan berganti menjadi Hybrid, nah untuk pegawai yang di surat kontraknya tercatat homebase di Jakarta maka harus siap-siap untuk kembali ke kantor.
Berhubung saya termasuk pegawai yang homebase-nya di Jakarta maka artinya saya harus siap-siap meninggalkan Jogja untuk jadi Jakartans.
Untungnya kantor tidak mewajibkan untuk segera pindah A.S.A.P, kami yang berada di luar Jakarta diberi kesempatan untuk siap-siap kurang lebih beberapa bulan.
Karena saya sudah memperkirakan bahwa kebijakan ini akan segera diterapkan, jadi ketika pemberitahuan resmi dari HR dikirimkan, maka sudah nggak terlalu kaget dan sudah langsung menjalankan rencana aja.
Apa saja rencananya? Tentunya nyari tempat tinggal, sebab tantangan utama kerja di Jakarta itu dimana mau tinggal dan kemudian budgetnya berapa. Awalnya saya mau tinggal yang dekat-dekat kantor aja, tapi setelah tau harganya langsung rela untuk jalan sedikit lebih jauh.
Berhubung saya nggak bawa kendaraan pribadi jadi syaratnya adalah harus dekat dengan MRT, sebab saya nggak pengen naik TransJakarta aja. Survey lokasi dari area Bundaran HI sampai Haji Nawi saja, kalau lebih ke Selatan lagi rasanya kejauhan wkwk.
Akhirnya setelah survey, nego, hitung-hitung, pilihannya adalah di area Blok A, Kebayoran Baru.
Leave a Reply