Setiap kali bertemu dengan orang yang tidak begitu mengenal saya dan kemudian tau jika sekarang saya tinggal di Jakarta, pertanyaan mereka selalu: “rumah sendiri atau ngontrak?”
Ketika saya jawab bahwa kami jadi anak kos, mereka kaget dan mulai membandingkan ini-itu dan berubah menjadi ahli finansial dan investor.
Saya sudah pernah menulis tentang topik ini tapi sepertinya memang bahasan mengenai tempat tinggal itu nggak ada habisnya ya?
Tinggal di Jakarta dan Jogja memang seperti dua sisi koin, semuanya akan sangat bisa dibandingkan. Jika masing-masing hanya berpegang pada kondisi dimana dia tinggal saja, maka membandingkan pilihan orang lain yang kebetulan hidup di dua tempat sepertinya kurang bijak.
“Enak tinggal di Jogja atau Jakarta?”
Dulu saya pasti akan bilang dengan yakin, tinggal di Jogja itu enak. Tapi sekarang, saya jadi kurang yakin.
Jakarta menawarkan akses, Jogja menawarkan kenyamanan. Semuanya kondisinya kebalikan. Saya juga menghindari topik berapa harga sewa kosan di Jakarta karena pasti nanti akan langsung dibandingkan dengan strategi kepemilikan rumah. Kami punya rumah di Jogja jadi merasa belum perlu untuk menambah rumah lagi di Jakarta.
Saya memilih untuk tinggal di kosan karena ini adalah pilihan terbaik untuk sekarang. Lokasi dekat ke kantor, akses transum gampang, pilihan makanan beragam, gampang untuk belanja bulanan, lingkungan aman dan nyaman.
Seandainya saya punya kesempatan pun, jika memungkinkan saya akan pindah kosan ke apartemen yang satu area dengan kantor. Waktu itu sempat cek-cek harganya, tapi mundur teratur setelah tau menyentuh $1000/bulan wkwkwk.

