Tag: jakarta

  • Memang Kenapa Kalau Tinggal di Kosan?

    Setiap kali bertemu dengan orang yang tidak begitu mengenal saya dan kemudian tau jika sekarang saya tinggal di Jakarta, pertanyaan mereka selalu: “rumah sendiri atau ngontrak?”

    Ketika saya jawab bahwa kami jadi anak kos, mereka kaget dan mulai membandingkan ini-itu dan berubah menjadi ahli finansial dan investor.

    Saya sudah pernah menulis tentang topik ini tapi sepertinya memang bahasan mengenai tempat tinggal itu nggak ada habisnya ya?

    Tinggal di Jakarta dan Jogja memang seperti dua sisi koin, semuanya akan sangat bisa dibandingkan. Jika masing-masing hanya berpegang pada kondisi dimana dia tinggal saja, maka membandingkan pilihan orang lain yang kebetulan hidup di dua tempat sepertinya kurang bijak.

    “Enak tinggal di Jogja atau Jakarta?”

    Dulu saya pasti akan bilang dengan yakin, tinggal di Jogja itu enak. Tapi sekarang, saya jadi kurang yakin.

    Jakarta menawarkan akses, Jogja menawarkan kenyamanan. Semuanya kondisinya kebalikan. Saya juga menghindari topik berapa harga sewa kosan di Jakarta karena pasti nanti akan langsung dibandingkan dengan strategi kepemilikan rumah. Kami punya rumah di Jogja jadi merasa belum perlu untuk menambah rumah lagi di Jakarta.

    Saya memilih untuk tinggal di kosan karena ini adalah pilihan terbaik untuk sekarang. Lokasi dekat ke kantor, akses transum gampang, pilihan makanan beragam, gampang untuk belanja bulanan, lingkungan aman dan nyaman.

    Seandainya saya punya kesempatan pun, jika memungkinkan saya akan pindah kosan ke apartemen yang satu area dengan kantor. Waktu itu sempat cek-cek harganya, tapi mundur teratur setelah tau menyentuh $1000/bulan wkwkwk.

  • Teh Tjap Botol Slawi

    Hari ini saya sudah di Jakarta lagi setelah semalam melakukan perjalanan naik kereta malam. Sudah lama saya tidak melakukan perjalanan malam apalagi yang kemudian besok paginya sudah harus ngantor.

    Ternyata saya menua, gampang kedinginan wkwkwk.

    Saat di kereta, saya ditawari minuman hangat oleh mba Prami yang bertugas, jadilah saya memilih teh hangat supaya nggak kedinginan dan bisa tidur.

    Mungkin yang pernah pesan teh panas di perjalanan kereta itu tau kalau rasa tehnya enak, dan beneran enak. Rupanya ini merupaka teh Slawi dengan merk Teh Tjap Botol.

    Cari-cari di Shopee akhirnya nemu juga dan hari ini sudah datang ke kosan. Ahay, bisa buat ngeteh kala sore.

    Teh Tjap Botol Slawi
  • Jakarta Kembali Seperti Semula

    Hari Senin ini mayoritas pegawai kantoran sudah mulai masuk kerja seperti biasa, jadinya priviledge seminggu terakhir praktis sudah berakhir. MRT tadi pagi penuh seperti biasa, bedanya wajah-wajah penumpang yang masih terlihat ingin berisitirahat lebih panjang cukup kentara pagi ini haha.

    Perjalanan dari Stasiun MRT Senayan ke kantor juga sudah ramai seperti biasanya, beberapa ada yang membawa plastik buah tangan, sepertinya itu oleh-oleh yang akan diberikan kepada kolega atau rekan kerja.

    Meskipun hari Jumat nanti sudah akan ketemu tanggal merah, tapi sepertinya tidak banyak yang bablas cuti sampai minggu depan ya? Mungkin cuti sudah habis, atau sudah males ketemu terus sama keluarga? wkwkw.

    Anw, selamat datang Jakarta yang seperti semula.

  • Jakarta Lengang Hari Ini

    Hari ini saya sudah masuk kantor lagi, iya saya tidak mengikuti himbauan Pemerintah untuk melakukan cuti bersama. Bagi saya, cuti bersama itu sebuah pemaksaan, sebab jika ikut cuti bersama padahal sedang tidak perlu cuti, maka jatah cuti tahunan akan tetap hangus.

    Beruntunglah bagi kalian yang ikut cuti bersama tapi tidak memotong jatah cuti tahunannya.

    Anyway, hari ini cukup spesial. Perjalanan berangkat hingga pulang sangat berbeda dengan hari-hari biasanya. Untuk pertama kalinya saya bisa duduk di MRT pada saat berangkat dan pulang di jam-jam sibuk.

    Biasanya di hari kerja normal itu jangankan duduk, untuk bisa masuk ke dalam MRT juga sudah sebuah keberhasilan.

    Kayanya akan konsisten seperti ini selama seminggu kedepan.

  • Kembali ke Jakarta

    Hari ini saya sudah kembali ke Jakarta, perjalanan menggunakan kereta api Taksaka pagi yang saya pikir bakalan sepi, rupanya tetap ramai dengan pemudik yang sudah mulai kembali ke kota asal.

    Perjalanan lancar dan tepat waktu, suasana kereta juga riuh dengan anak-anak yang ikut serta di perjalanan ini. Sepanjang jalan cuaca juga cerah, paling sempat hujan deras ketika melewati Bekas, tapi sesampai di Gambir sudah cerah.

    Awalnya kami mau menggunakan MRT untuk menuju ke kosan, tapi melihat banyaknya bawaan dari Jogja, akhirnya memutuskan untuk menggunakan taksi Green SM yang sudah biasanya standby di pintu pejalan kaki Stasiun Gambir.

    Tips untuk naik Green SM dari situ adalah, pastikan gunakan aplikasi dengan mode Green Now, kemudian sebelum masuk pastikan sebutkan bahwa mau pakai Green Now. Karena kalau tidak maka sopir akan berusaha menggunakan argo. Jadi pastikan selalu bilang di awal ya. Oh iya, siapkan 5 ribu rupiah untuk parkir.

    Jakarta sore ini cukup lengang, titik kemacetan yang biasanya ada di Bundaran HI, Sudirman, Senayan, dan Blok M tidak terlalu terlihat. Perjalanan cukup lancar hingga sampai ke kosan.

    Akhirnya usai sudah ritual mudik kami yang sengaja diakhiri lebih awal, selain karena hari Selasa mendatang saya sudah mulai ngantor, juga untuk mengurangi keterlibatan acara halalbihalal yang bisa berlangsung sangat panjang dan lama. Bukan kenapa-napa, selain sudah nggak kenal dengan yang ditemui, juga harus mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang selalu kami hindari selama ini wkwkwk.

    Hello Jakarta!

  • Mudik (duluan) Lebaran 2026

    Yak, saya sudah di Jogja untuk mulai Work From Home (WFH) sampai Lebaran 2026, nanti saya akan kembali ke Jakarta pada Lebaran hari kedua (versi Pemerintah) sebagai ganti sudah mudik duluan di lebaran tahun ini.

    Perjalanan ke Jogja naik kereta cukup nyaman karena situasinya belum ramai, jadi aura mudiknya memang nggak terasa. Sampai di Stasiun Tugu Jogja juga rasanya normal saja, seperti weekend pada umumnya.

    Kenapa mudik duluan? Mungkin lebih ke parno ya, ini adalah mudik pertama kami sejak memutuskan pindah ke Jakarta. Jadi kami membayangkan situasi mudik yang ramai itu bakal melelahkan, ditambah nanti harus melakukan banyak hal yang jika ditumpuk semuanya mendekati hari Lebaran, tidak akan cukup.

    Jadilah saya memutuskan untuk mengambil waktu mudik di awal namun menggantinya dengan kembali ke kantor juga lebih awal. Biar nanti kolega saya yang bisa liburan lebih panjang.

    Bagaimana Jogja?

    Seperti biasa, selalu syahdu dengan guyuran hujan ketika kami sampai di Stasiun Jogja. Kebetulan mobil jemputan kami sudah datang sehingga tidak perlu menunggu lama. Sopir kami cerita kalau tiap sore selalu hujan, dan benar hujannya awet sampai malam hari.

    Infonya dari BMKG fenomena La Nina sudah berakhir di akhir Februari lalu, tapi sepertinya sisa-sisanya masih akan terasa sampai akhir minggu ini.

  • Awal Puasa Penuh Kesabaran

    Hujan sedari pagi di wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat suasana hari ini cukup syahdu. Biasanya hujan tidak pernah sederas ini di pagi hari, tapi tadi cukup untuk membuat sepatu dan kaos kaki basah ketika sampai kantor.

    Tantangan terbesar mas-mas umur 40-an di siang hari itu bukanlah rasa lapar dan dahaga saja, tapi rasa kantuk yang luar biasa setelah shalat Dzuhur.

    Biasanya, siang hari itu waktunya wedangan ngopi, lumayan untuk jadi dongkrak di kelopak mata.

    Hari ini, dongkrak itu tidak ada jadinya rasa ngantuk bergabung dengan cuaca dingin, gerimis yang masih tipis-tipis turun. Mantap.

    Sorenya, karena hari ini sebagian besar adalah hari pertama puasa jadinya semua orang ingin pulang ke rumah untuk berbuka puasa bersama keluarga. Akibatnya, ada penumpukan di stasiun MRT yang seakan-akan jeda 5 menit itu tidak cukup lagi buat naikin penumpang.

    Sampai sekitar kosan, pas banget dengan waktu berbuka. Melihat orang-orang masih berusaha memembus kemacetan demi bisa berbuka puasa bersama di rumah, rasanya ujian kesabaran saya hari ini tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.

    Selamat berpuasa.

  • Jadi Jakartans

    Masih sedikit nyambung dengan tulisan kemarin bahwa sejak pindah ke kantor ini saya memutuskan untuk tidak lagi jadi freelancer web developer. Alasan utamanya karena sudah tidak ada waktu luang yang banyak lagi seperti dulu.

    Kenapa? Saya sekarang sudah hampir setahun tinggal di Jakarta, tepatnya di daerah Kebayoran Baru. Disini saya ngekos dan pakai MRT untuk berangkat/pulang kantor.

    Kok bisa? Sejak awal tahun 2025 lalu, sudah ada pemberitahuan dari kantor bahwa kebijakan Full WFH akan berganti menjadi Hybrid, nah untuk pegawai yang di surat kontraknya tercatat homebase di Jakarta maka harus siap-siap untuk kembali ke kantor.

    Berhubung saya termasuk pegawai yang homebase-nya di Jakarta maka artinya saya harus siap-siap meninggalkan Jogja untuk jadi Jakartans.

    Untungnya kantor tidak mewajibkan untuk segera pindah A.S.A.P, kami yang berada di luar Jakarta diberi kesempatan untuk siap-siap kurang lebih beberapa bulan.

    Karena saya sudah memperkirakan bahwa kebijakan ini akan segera diterapkan, jadi ketika pemberitahuan resmi dari HR dikirimkan, maka sudah nggak terlalu kaget dan sudah langsung menjalankan rencana aja.

    Apa saja rencananya? Tentunya nyari tempat tinggal, sebab tantangan utama kerja di Jakarta itu dimana mau tinggal dan kemudian budgetnya berapa. Awalnya saya mau tinggal yang dekat-dekat kantor aja, tapi setelah tau harganya langsung rela untuk jalan sedikit lebih jauh.

    Berhubung saya nggak bawa kendaraan pribadi jadi syaratnya adalah harus dekat dengan MRT, sebab saya nggak pengen naik TransJakarta aja. Survey lokasi dari area Bundaran HI sampai Haji Nawi saja, kalau lebih ke Selatan lagi rasanya kejauhan wkwk.

    Akhirnya setelah survey, nego, hitung-hitung, pilihannya adalah di area Blok A, Kebayoran Baru.

  • Berlangganan Biznet Metronet Untuk Kantor

    Berlangganan Biznet Metronet Untuk Kantor

    Ceritanya mulai bulan Februari 2016 kantor Juara-Agency pindah ke lokasi yang baru. Nah, kalo pindahan kantor begini artinya ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, yakni migrasi LAN dan Internet. Kebetulan, sudah lama saya berniat mengganti ISP yang selama ini dipakai karena suka putus-nyambung. Untuk kebutuhan pindahan LAN, sudah dapat vendor yang melakukan cabling dan konfigurasi, tinggal milih ISP untuk supply kebutuhan Internet di kantor.

    Setelah bertanya ke beberapa teman, akhirnya memutuskan untuk menggunakan layanan Biznet. Kebetulan Biznet juga meluncurkan produk Biznet Metronet yang menyasar untuk kalangan UKM, sesuai dengan taglinenya “Broadband Internet Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Nah, paket yang ditawarkan cukup menarik dengan harga yang cukup terjangkau. Berdasarkan daftar harga yang ditawarkan di websitenya, saya tertarik untuk menggunakan layanan Biznet Metronet 3 dengan bandwidth 30 Mbps seharga IDR 2.000.000 + ppn.

    Kebetulan, lokasi kantor telah tercover area Biznet sehingga semakin memantapkan untuk berlangganan layanan Metronet ini. Sebagai informasi, harga yang ditawarkan memang murah. Jika ditambah pajak maka per bulan kami hanya mengeluarkan IDR 2.200.000, nah biaya ini harus dengan berlangganan selama 24 bulan tidak boleh putus. Jika kami putus kontrak, maka akan dikenakan biaya penalti sebesar IDR 4.400.000. Selain itu, tidak ada SLA yang dijamin, sehingga memang cukup riskan jika ingin berlangganan. Tapi saya yakin, Biznet tidak akan main-main dalam menjaga kualitasnya, apalagi sudah menyandang nama besar di Indonesia. *positive thinking*

    Akhirnya setelah beberapa kali ada drama dalam pemasangan, Biznet Metronet telah dapat dinikmati di kantor. Saya sebut drama karena ternyata perlu menunggu 5 hari sejak kabel ditarik dan 3 tim engineer supaya akses Internet di kantor bisa online. Ada kendala teknis yang sebetulnya tidak perlu terjadi, tapi ya sudahlah sekarang Internet sudah menyala dan orang kantor sepertinya sudah bahagia dengan koneksinya.

    Berlangganan Biznet Metronet Untuk Kantor

     

    Gambar diatas adalah skrinsyut ketika koneksi pertama kali tersambung, saya test untuk membuktikan bahwa koneksi up-to 30Mbps tetap dapat kualitas yang baik.