Yay! ini adalah waktu yang biasa dinanti oleh sebagian besar karyawan ketika menjelang hari raya Idulfitri. THR (Tunjangan Hari Raya) biasanya sudah mulai dibagikan. Buat Anda yang baru pertama kali mendapatkannya, selamat!
THR ini sebaiknya buat apa ya?
Saya asumsikan Anda baru pertama kali bekerja dan ingin membelanjakan THR dengan lebih bijak, apalagi ekonomi 2026 lagi chaos, kita pakai pendekatan investasi pada aset tak terlihat tapi punya nilai tukar tinggi.
The Access Fund
Jangan cuma beli barang, beli akses. Pakai THR-mu untuk bayar annual membership ke perkumpulan profesional, tiket konferensi industri kelas atas, atau akses ke private circledi Discord/Telegram yang isinya para mentor/ahli di bidangmu.
Kenapa? Di ekonomi 2026, informasi eksklusif dan koneksi “orang dalam” adalah mata uang yang jauh lebih mahal daripada bunga deposito.
The Burnout Insurance
Dunia kerja pertama itu melelahkan, coba masukkan 30% THR ke instrumen likuid yang hanya boleh disentuh untuk “Emergency Healing”. Bukan sekadar nongkrong, tapi dana untuk terapi profesional atau staycation total saat kamu hampir resign karena stres.
Kenapa? Menjaga kewarasan adalah strategi finansial. Biaya ke psikiater atau kehilangan penghasilan karena burnout itu jauh lebih mahal.
The Brand Fund
Investasikan THR untuk membangun Personal Brand secara serius. Beli domain namamu sendiri untuk portofolio (ya seperti domain saya ini), bayar fotografer profesional buat headshot LinkedIn, atau beli lisensi software kreatif yang selama ini kamu pakai versi bajakan.
Kenapa? Saat ekonomi sulit, orang hanya merekrut/bekerja sama dengan mereka yang terlihat paling kredibel. Jadikan dirimu “aset” yang bisa ditemukan di Google.
Gimana? mudah-mudahan THR-mu masih tersisa ya, belum terlambat untuk coba membeli salah satu ide di atas.
Leave a Reply