Lika-Liku Berburu Kosan

Sewaktu diskusi rumah tangga di awal 2024, dalam waktu dekat kami harus menjadi Jakartans, hal pertama yang kami pikirkan saat itu adalah bagaimana dan di mana kami akan tinggal. Kebetulan diskusi ini kami lakukan setahun sebelum pada akhirnya saya terkonfirmasi benar-benar harus WFO setelah lebaran 2025.

Pada Q4 2024, kami melakukan eksperimen dengan tinggal di Jakarta selama 1 bulan (yang kemudian menjadi 2 bulan). Saat itu kami menguji bagaimana flow yang nyaman jika harus berpindah kota namun tetap domisilinya di Jogja.

Ada beberapa persiapan awal yang kami lakukan, terutama untuk masalah keamanan rumah. Saya memasang 2 titik CCTV yang bisa diakses melalui smartphone, kemudian menyiapkan UPS untuk modem, lalu menitipkan mobil ke kucing.

Apakah langsung berhasil? tentu tidak. Eh, untuk keamanan mobil malah aman karena kucing kami menjaganya dengan sepenuh hati. Tapi untuk UPS dan CCTV malah sering bermasalah karena pasokan listrik PLN Bantul ini suka-suka tergantung mood.

Untuk sekarang sudah jauh lebih aman karena saya mengganti UPS murahan itu ke merk Bluetti yang bisa tahan 12 jam jika listrik mati, kemudian CCTV juga saya pasang mini UPS yang bisa bertahan 2 hari. Selain itu semua stop kontak dan lampu sudah bisa saya kendalikan dan dimonitor penggunaannya.

Oke, di Q4 2024 itu untuk pertama kalinya kami benar-benar tinggal di Jakarta, jadi anak kosan lagi, berbagi fasilitas dengan penghuni lain. Waktu itu untuk menentukan lokasi kosannya cukup menantang, sebab ada beberapa faktor yang kami tentukan yang kemudian menjadi standar SOP setiap kali kami mencari tempat tinggal.

  1. Jarak tidak boleh terlalu jauh dengan kantor, maksimal 30 menit.
  2. Terdapat transportasi umum, diutamakan MRT.
  3. Fasilitas wajib yang harus ada.
  4. Budget setahun.

Itu adalah standar yang kami tetapkan ketika mencari tempat tinggal. Awalnya poin pertama adalah budget, tapi setelah menjalaninya ternyata budget sebaiknya diposisikan di paling akhir dan dihitung secara tahunan, bukan bulanan.

Dimana mencarinya? Nah ini yang menarik. Tadinya kami mengandalkan informasi dari teman, tapi memang sebaiknya mencari tempat tinggal itu harus dicari sendiri dan terkadang memang perlu hoki untuk mendapatkannya.

Tidak ada hal spesial untuk proses mencarinya, justru karena kami sudah tau apa yang kami inginkan untuk tempat tinggal, proses shortlist menjadi lebih mudah dan cepat. Visit ke kosan hanya beberapa kali saja.

Sekarang kami tinggal di daerah Blok A, Kebayoran Baru dimana semua poin yang kami syaratkan sudah terpenuhi disini. Prosesnya cukup cepat, karena saya kebetulan sedang memantau layanan Mamikos kemudian melihat ada iklan baru disana, kirim WA untuk janjian visit, langsung suka, dan bayar DP untuk tanda jadi.

Tidak terasa sudah hampir setahun kami disini dan belum ada rencana untuk pindah dulu.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.