Categories
Tulisan

Upgrade ke SSD

IMG_20141112_230517

Ceritanya saya baru saja mengupgrade harddisk laptop ASUS N43SL saya menjadi SSD. Hal ini karena harddisk yang lama, performanya sudah mulai menurun. Ciri-cirinya kecepatan read/write mulai lambat, trus sudah mulai bunyi-bunyi ngelitik aneh pada saat harddisk sedang busy atau idle. Nah, daripada nanti keburu mati lebih baik harddisk itu saya pensiunkan dini saja, mungkin dia sudah lelah melayani saya selama 4 tahun terakhir. Lagipula, jika dipaksakan maka aktivitas menyelamatkan dunia (baca: ngegame) akan terhambat, karena suka jadi ngelag. Padahal spek laptop saya cukup tinggi, trus RAM sudah 8GB.

Tadinya saya pengen beli SSD merk Plextor M6 Pro 128GB, tapi karena produk ini masih termasuk baru, jadi nyari di Semarang masih agak susah. Kemudian saat jalan-jalan di JEC Jogja pas ada pameran komputer, disana yang tersedia adalah ADATA Premiere Pro SP900. Berhubung selisih harga yang lumayan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli SSD merk ADATA saja.

Jika membaca-baca review mengenai komparasi SSD, pasti merk ADATA akan memiliki nilai yang terendah, ditambah faktor controller SandForce yang kurang bagus, dan kecepatan read/write yang lebih jelek dibandingkan merk lain. Tapi menurut saya, semua yang dikatakan itu nggak terasa tuh. Bisa jadi karena saya masih terbiasa dengan kecepatan harddisk lama, sehingga ketika upgrade ke SSD maka saya merasa segala sesuatunya menjadi lebih cepat. Lagipula harganya lebih murah…

Laptop sekarang sudah saya install dengan Windows 8.1 Pro (orisinal lho) dengan spek Intel i5-2410M, RAM 8GB, Nvdia GeForce GT 540M 2GB, SSD ADATA Premiere Pro SP900 128GB. Diajak main game Sniper Elite 3 dan Call of Duty Ghost bisa jalan tanpa patah-patah. Tadinya sebelum upgrade ke SSD, buat loading saja lama banget.

Bagaimana dengan harddisk lama? Trus kapasitasnya khan kecil?

Iya, ini sempat jadi pertimbangan ketika sebelum saya memutuskan untuk upgrade ke SSD. Selain kapasitas SSD yang kecil, jumlah file saya terbilang cukup banyak. Kalau dipindah semua tentunya nggak cukup dan eman-eman. Apalagi SSD sebaiknya tidak untuk menyimpan file yang sering ditulis, karena SSD lebih oke untuk proses read. Maka dari itu, saya putuskan untuk mengubah harddisk lama menjadi external harddisk dengan membelikan enclosure.

Saya beli enclosure dengan merk WD, biar samaan dengan merk harddisk sekalian. Belinya di salah satu toko komputer di Selokan Mataram Jogja, harganya murah.. hanya 80rb saja sudah termasuk dapat leather case keren. Selain itu karena sudah pakai Windows 8.1 dan kebetulan saya turah-turah bandwidth, maka penyimpanan cloud saya manfaatkan betul, sehingga data yang tersimpan di SSD hanya OS dan software saja. Sisanya ada di tempat lain yang bisa saya akses kapan saja.

IMG_20141112_230657

Akhirnya, saya bisa menyimpulkan bahwa jangan buru-buru untuk ganti laptop. Tadinya saya sudah berpikiran untuk mengganti laptop saya ini, hawong sudah 4 tahun. Tapi ternyata dengan upgrade RAM dan SSD ternyata sudah cukup untuk meningkatkan performa dan bisa bersaing dengan laptop keluaran generasi terbaru. Buktinya? Bisa diajak main game yang berat.

Akhirnya… Once you go SSD, you’ll never back.

 

By Mohammad Sani Suprayogi

Engineer & Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *