Tag: validasi ide bisnis

  • Ide Membangun Bisnis Baru

    Saya kepikiran topik ini ketika bengong di MRT, mengenai bagaimana caranya mendapatkan ide bisnis yang valid di tengah banyaknya pesaing yang selalu bermunculan. Saya tau membangun bisnis itu tidak mudah, saya cukup punya banyak pengalaman disana.

    Bagaimana jika, daripada berandai-andai, kita cukup fokus pada satu dari tujuh hal berikut. Coba temukan ide yang bisa memfasilitasi salah satu dari tujuh list ini.

    1. Kesombongan (Pride).
    2. Keserakahan (Greed).
    3. Hawa Nafsu (Lust).
    4. Kedengkian (Envy).
    5. Kerakusan (Gluttony).
    6. Kemarahan (Wrath).
    7. Kemalasan (Sloth).

    Ya, mungkin Anda tau apa arti dari tujuh list yang saya sebutkan itu. Mungkin kurang bijaksana, namun jika memang ingin mendapatkan ide bisnis yang memiliki market besar dan berpotensi bisa menyelesaikannya, maka silakan fokus kepada salah satu dari tujuh hal tersebut.

    Ini hanya ide, belum tentu dikerjakan dan tidak harus.

    1. Kesombongan: Aplikasi pelacakan penggunaan parfum. Pengguna bisa memamerkan koleksi dan jadwal penggunaan parfumnya.
    2. Keserakahan: Agregator pengembalian dana mikro. Layanan ini melacak dan mengumpulkan sisa kembalian uang digital kemudian memasukkan ke portofolio investasi.
    3. Hawa Nafsu: Platform penerbitan cerita fiksi interaktif. Penulis merilis adaptasi dongeng bergenre gelap dan pembaca memuaskan hasrat dengan mengendalikan alur cerita.
    4. Kedengkian: Aplikasi papan peringkat kesehatan. Pengguna membandingkan persentase lemak tubuh dan hasil program rekomposisi tubuh dengan orang lain.
    5. Kerakusan: Perangkat lunak mengunduh seluruh artikel dan video pilihan Anda menjadi umpan bergulir tanpa akhir untuk konsumsi informasi tanpa batas.
    6. Kemarahan: Platform memvalidasi kemarahan Anda terhadap suatu layanan dan menjual kumpulan data keluhan tersebut kepada perusahaan pesaing.
    7. Kemalasan: Layanan ringkasan video akademik. Sistem memotong video pengajaran menjadi catatan singkat bagi mahasiswa yang menghindari sesi kuliah penuh.