Tag: Transportasi Publik

  • MRT Pembelah Jakarta

    Haha judulnya lebay, tapi itu yang saya rasakan hari ini ketika pulang dari daerah Kemayoran pada Sabtu siang. Seandainya tidak ada MRT pasti yang harus saya lakukan adalah naik taksi untuk menuju kosan di Blok A. Tapi berkat ada MRT saya cukup naik taksi sampai Stasiun Bundaran HI saja.

    Nah, disinilah manfaat MRT benar-benar terasa. Jakarta di Sabtu sore adalah waktu dimana semua orang berkumpul dan menuju ke area Sudirman-Thamrin, artinya jika menggunakan taksi pasti akan ikut kemacetan yang lumayan lama. Belum lagi kalau hujan dimana kecepatan laju tidak bisa lebih cepat, jadilah area itu menjadi zona merah kemacetan.

    Selepas area Sudirman-Thamrin pun, jika saya menggunakan taksi harus berjuang melewati area Blok M yang sudah pasti menjadi lautan manusia. Membayangkannya saja sudah ngeri.

    Untunglah dengan MRT, cukup menempuh waktu 17 menit sudah sampai ke stasiun Blok A. Waktunya cukup untuk menghindari hujan karena begitu sampai kamar kosan langsung bress..

  • Transportasi Umum Yang Ideal

    Untuk pertama kalinya, hari ini kami pergi ke Pondok Indah Mall menggunakan transportasi umum. Awalnya kami berencana menggunakan armada taksi, namun setelah melihat-lihat rute di Google Maps, sepertinya sangat memungkinkan untuk menuju kesana dengan kombinasi MRT dan Transjakarta.

    Benar saja, ternyata hanya perlu 30 menit dari Stasiun MRT Blok A sampai Halte Transjakarta Pondok Indah. Proses transit di Stasiun Lebak Bulus juga lancar, tinggal keluar ke pintu D yang langsung menghubungkan dengan halte. Apalagi disitu adalah halte keberangkatan jadi hampir bisa dipastikan dapat kursi.

    Ini adalah bentuk dari transportasi umum yang ideal, saya sebagai penumpang yang belum pernah menggunakan moda ini tidak mengalami kesulitan dan justru merasa nyaman.

    Setelah saya perhatikan, cukup 2 hal yang dibutuhkan untuk seseorang mau menggunakan transportasi umum.

    1. Kepastian waktu.
    2. Kemudahan akses.

    Jika fokus kepada 2 hal itu saja, maka dari sisi operasional akan berusaha mengikutinya kok.

    Kepastian Waktu: Misalnya punya SLA waktu tunggu 10 menit pasti bisa naik di setiap halte, maka apapun akan dilakukan supaya bisa mencapai itu, bisa dari menambah jumlah armada, memastikan kondisi armada bagus, dan mengoptimasi rute.

    Kemudahan Akses: Orang yang mau naik transum itu tidak boleh dipersulit aksesnya, misalnya lokasi pintu keluar/masuk, kemudahan transit, tersedia tangga/lift, hingga mesin tap yang responsif.

    Bagaimana sisanya? itu hanya kosmetik. Karena jika dua hal itu terpenuhi, maka otomatis sisanya juga akan mengikuti.

  • Awal Puasa Penuh Kesabaran

    Hujan sedari pagi di wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat suasana hari ini cukup syahdu. Biasanya hujan tidak pernah sederas ini di pagi hari, tapi tadi cukup untuk membuat sepatu dan kaos kaki basah ketika sampai kantor.

    Tantangan terbesar mas-mas umur 40-an di siang hari itu bukanlah rasa lapar dan dahaga saja, tapi rasa kantuk yang luar biasa setelah shalat Dzuhur.

    Biasanya, siang hari itu waktunya wedangan ngopi, lumayan untuk jadi dongkrak di kelopak mata.

    Hari ini, dongkrak itu tidak ada jadinya rasa ngantuk bergabung dengan cuaca dingin, gerimis yang masih tipis-tipis turun. Mantap.

    Sorenya, karena hari ini sebagian besar adalah hari pertama puasa jadinya semua orang ingin pulang ke rumah untuk berbuka puasa bersama keluarga. Akibatnya, ada penumpukan di stasiun MRT yang seakan-akan jeda 5 menit itu tidak cukup lagi buat naikin penumpang.

    Sampai sekitar kosan, pas banget dengan waktu berbuka. Melihat orang-orang masih berusaha memembus kemacetan demi bisa berbuka puasa bersama di rumah, rasanya ujian kesabaran saya hari ini tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.

    Selamat berpuasa.