Tag: tempat tinggal

  • Tempat Tinggal dan Lingkungannya

    Saya teringat dengan obrolan ringan beberapa waktu lalu, mengenai sulitnya mencari tempat tinggal yang layak untuk keluarga. Dulu ketika masih bujangan, rasanya kita lebih mudah mendapatkan tempat tinggal.

    Syaratnya simpel, yang penting murah.

    Sekarang, ketika sudah berkeluarga, faktor murah tidak bisa lagi menjadi ukuran. Ada banyak faktor baru yang akan menentukan lokasi tempat tinggal itu menjadi jauh lebih rumit.

    Saya sangat paham dengan hal ini, karena saya pernah berada di posisi itu dan sangat mengerti kesulitannya.

    Bagaimana solusinya? tidak ada.

    Saya percaya bahwa setiap orang akan diberkahi dengan priviledge-nya sendiri dan sesuatu yang bisa dia kontrol.

    Lingkungan adalah sesuatu yang tidak bisa kontrol, namun penentuan lokasi itu masih berada di dalam kontrol kita.

    Jadi, fokus dengan yang bisa kontrol saja.

    Kira-kira apa hal yang bisa dikorbankan atau diprioritaskan untuk bisa memenuhi syarat-syarat minimal yang sudah kita tentukan.

    Jarak? Lokasi? Fasum? Akses transportasi? Harga?

    Pasti akan ada hal yang harus dipilih, dan semua itu masih berada dalam kontrol kita. Jadi, buat pejuang pencari tempat tinggal, tetap bersabar ya.

    Lingkungan yang baik adalah idaman semua orang, jika memang kita sudah masuk ke lingkungan itu, maka memang kita layak disana. Sebab, lingkungan itu berisi kumpulan orang yang beraneka-ragam, tapi pasti mereka memiliki kesamaan yang sama.

  • Memang Kenapa Kalau Tinggal di Kosan?

    Setiap kali bertemu dengan orang yang tidak begitu mengenal saya dan kemudian tau jika sekarang saya tinggal di Jakarta, pertanyaan mereka selalu: “rumah sendiri atau ngontrak?”

    Ketika saya jawab bahwa kami jadi anak kos, mereka kaget dan mulai membandingkan ini-itu dan berubah menjadi ahli finansial dan investor.

    Saya sudah pernah menulis tentang topik ini tapi sepertinya memang bahasan mengenai tempat tinggal itu nggak ada habisnya ya?

    Tinggal di Jakarta dan Jogja memang seperti dua sisi koin, semuanya akan sangat bisa dibandingkan. Jika masing-masing hanya berpegang pada kondisi dimana dia tinggal saja, maka membandingkan pilihan orang lain yang kebetulan hidup di dua tempat sepertinya kurang bijak.

    “Enak tinggal di Jogja atau Jakarta?”

    Dulu saya pasti akan bilang dengan yakin, tinggal di Jogja itu enak. Tapi sekarang, saya jadi kurang yakin.

    Jakarta menawarkan akses, Jogja menawarkan kenyamanan. Semuanya kondisinya kebalikan. Saya juga menghindari topik berapa harga sewa kosan di Jakarta karena pasti nanti akan langsung dibandingkan dengan strategi kepemilikan rumah. Kami punya rumah di Jogja jadi merasa belum perlu untuk menambah rumah lagi di Jakarta.

    Saya memilih untuk tinggal di kosan karena ini adalah pilihan terbaik untuk sekarang. Lokasi dekat ke kantor, akses transum gampang, pilihan makanan beragam, gampang untuk belanja bulanan, lingkungan aman dan nyaman.

    Seandainya saya punya kesempatan pun, jika memungkinkan saya akan pindah kosan ke apartemen yang satu area dengan kantor. Waktu itu sempat cek-cek harganya, tapi mundur teratur setelah tau menyentuh $1000/bulan wkwkwk.