Beberapa hari yang lalu saya menemani untuk proses perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di lokasi SIM Keliling Banyumanik Semarang. Saya penasaran dengan proses perpanjangan disana karena sebelumnya saya melakukan perpanjangan SIM di Polres Jakarta Selatan.
Kenapa penasaran? Karena saya ingin tau apakah penerapan SIM Online ini sudah merata ke berbagai daerah atau belum. Kalau pengalaman saya kemarin dengan KTP Bantul bisa melakukan perpanjangan di Jakarta, nah sekarang pengen tau apakah di Semarang bisa melakukan hal yang sama.
Kami datang ke lokasi sekitar pukul 8.30, disana sudah banyak antrian pengajuan perpanjangan SIM. Kami memilih lokasi ini karena menurut keyakinan saya disinlah satu-satunya tempat yang tidak memerlukan syarat fotokopi, karena semuanya sudah diproses sekalian dengan pendaftaran, cukup bayar 2000 rupiah per pengajuan. Kemarin karena mengajukan perpanjangan SIM A dan C, maka cukup bayar 4000. Kalau di Polres Jakarta Selatan, saya perlu fotokopi sendiri di luar jadi tidak perlu bayar lagi, cukup ke tukang fotokopinya aja.
Saya lihat di Semarang proses tes psikologi sangat simpel, karena cuma dikasih kertas, buku, dan pulpen untuk menjawab pertanyaan tes. Kalau di Jakarta kemarin harus pakai aplikasi di HP. Jumlah soalnya juga lebih sedikit, nggak sampai 100 soal seperti di Jakarta.
Tes kesehatan juga lebih simpel, cuma dites tensi dan buta warna. Saya nggak tau sih apakah seseorang yang sudah pernah lolos tes buta warna tiba-tiba jadi buta warna 5 tahun kemudian, anyway tes tetaplah tes. Tapi bedanya di Semarang tidak ada tes jarak mata seperti di Jakarta. Mungkin dianggap tensi dan buta warna lebih penting dibandingkan kemampuan melihat jauh dan dekat ya?
Nah, yang paling unik adalah saat bagian perekaman. Kenapa unik? karena di Semarang itu tidak melakukan perekaman sidik jari, sebab sidik jarinya menggunakan punya petugas perekamnya. Jadi semua SIM hari itu sidik jarinya sama semua wkwkwk
Berbeda di Jakarta, SIM saya menggunakan sidik jari saya dan orang lain, karena saat pencetakan itu datanya sempat tertukar dan tidak bisa dicetak ulang. Alhasil salah satu SIM saya itu kalau dicek di sistem, sidik jarinya berbeda wkwkwk
Kesimpulannya, sistem SIM Online benar-benar berjalan dan semakin cepat. Semarang lebih cepat karena tidak perlu melakukan perekaman sidik jari sebab sudah diwakilkan oleh petugas perekamnya.
Good luck buat tim data dan forensik ya