Tag: Prabowo diplomasi

  • Membahas Dewan Perdamaian Trump

    Mendengar negara adidaya akan membentuk perkumpulannya sendiri tentunya bisa membuat prasangka, apalagi Indonesia ternyata ikutan bergabung di dalamnya. Ini seperti ada sekumpulan anak populer di sekolah, tiba-tiba kita ikutan masuk, bahkan dipuji sama leadernya karena mau join.

    Kabar simpang siur banyak beredar di timeline, akhirnya saya coba riset sendiri untuk cari tau apa sih yang sedang terjadi.

    Intinya, rumit.

    Ada kakek namanya Donald Trump (Presiden Amerika). Dia mengajak banyak negara untuk bikin kelompok namanya Dewan Perdamaian. Tujuannya satu: Membantu memperbaiki “rumah-rumah yang rusak” di tempat jauh bernama Gaza supaya anak-anak di sana bisa sekolah lagi dengan tenang.

    Indonesia itu seperti kakak yang baik hati. Pak Prabowo dan timnya mau ikut bergabung karena:

    • Mau Menolong: Kita ingin pastikan teman-teman di Palestina bisa merdeka dan punya rumah sendiri.
    • Biar Suara Kita Didengar: Kalau kita tidak ikut duduk di meja itu, nanti tidak ada yang membela Palestina saat mereka rapat.

    Nah, di dalam negeri kita sendiri, ada paman dan bibi yang merasa khawatir. Katanya:

    • “Nanti kita disuruh bayar uang jajan yang banyaaak sekali (sampai triliunan!)”
    • “Nanti kita malah jadi berteman sama orang yang nakal.”
      Tapi pemerintah bilang, “Tenang saja, kita ikut untuk menolong, bukan untuk buang-buang uang kok!”

    Ini yang paling seru! Di meja itu, ada negara Israel. Indonesia sebenarnya tidak mau berteman atau salaman sama mereka sebelum mereka berbuat baik pada Palestina.
    Jadi, mereka duduk di satu ruangan tapi tetap jaga jarak. Indonesia di sana cuma buat bilang: “Ayo, bantu Palestina sekarang juga!”

    Negara lain ikutan juga? Iya! Ada Arab Saudi yang kaya raya, ada Qatar, dan banyak lagi. Mereka semua berkumpul supaya dunia jadi lebih sepi dari suara tembakan dan lebih ramai dengan suara tawa anak-anak.

    Kesimpulannya, Indonesia sedang mencoba jadi pahlawan di meja besar itu. Memang susah dan banyak yang tidak setuju, tapi tujuannya satu: Supaya dunia jadi tempat yang lebih damai untuk kita semua.

    Bagaimana menurutmu, apakah kamu setuju kalau Indonesia jadi pahlawan perdamaian di meja itu?